DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Penyesalan Irawan


__ADS_3

đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


Saat ini Irawan sudah berada di depan sekolah untuk menjemput Jenny.


Ayumi dan teman-temannya keluar sekolah dengan berlarian dan bercanda satu sama lain hingga Ayumi pun berhenti berlari karena melihat Irawan berdiri di depan mobilnya.


Tidak lama kemudian, Jenny pun datang dengan sengaja menabrak tubuh Ayumi membuat Ayumi oleng, untung ada Yuda yang sigap menangkap tubuh Ayumi.


“Ishh...tuh cewek bikin masalah aja,” kesal Sasa.


Ayumi melihat Jenny memeluk Irawan dan Irawan pun memeluknya kemudian mencium kepala Jenny, Irawan masih belum sadar kalau Ayumi dari tadi memperhatikannya.


Hingga Irawan pun menoleh dan tampak terkejut, perlahan Irawan melepaskan pelukannya kepada Jenny. Sementara itu, mata Ayumi terlihat berkaca-kaca.


“Ayo Ay, kita pulang biar gue anterin lo pulang!” ajak Yuda dengan menarik tangan Ayumi.


Sasa dan Olive merasa ada yang aneh dengan Ayumi, karena setiap Ayumi bertemu dengan Bapak-bapak itu selalu saja mood Ayumi berubah murung.


Selama dalam perjalanan, Ayumi tampak diam.


“Sudah jangan dipikirkan, yang terpenting lo masih punya Mama yang menyayangi lo, jangan sedih karena gue yakin Mama lo tidak akan suka melihat lo sedih,” seru Yuda.


Ayumi terlihat memaksakan senyumannya. “Yud, tolong antarkan gue ke toko kue Mama aja.”


“Siap Tuan puteri.”


Sementara itu di sisi lain, Irawan tampak terdiam dia bisa melihat betapa hancurnya hati Ayumi dan Irawan bisa melihatnya dari mata Ayumi yang terlihat berkaca-kaca.


“Pa, kita mampir ke toko kue itu dulu katanya kue disana enak-enak,” seru Jenny.


“Lain kali sajalah, atau kamu bisa pergi dengan Mamamu saja.”


“Ih Papa ini, toko kuenya ada di depan sana jadi sekalian jalan saja kalau pulang dulu ajak Mama, lama lagi.”


“Ya sudah, kita mampir dulu.”


Beberapa saat kemudian, terlihat toko kue yang lumayan besar dan suasana tokonya mun sangat nyaman.


Mobil Irawan pun berhenti di depan toko kue itu, Jenny langsung turun dari dalam mobil.


“Ayo Pa, cepat!”


“Iya, sebentar.”


Jenny pun segera merangkul lengan Papanya itu dan masuk ke dalam toko kue yang Irawan tidak tahu kalau toko kue itu milik mantan istrinya.


“Selamat datang di toko ku----“


Ucapan Mama Anis terhenti saat melihat siapa yang datang ke toko kuenya, Mama Anis dan Irawan sama-sama terkejut untuk beberapa saat keduanya saling pandang satu sama lain.

__ADS_1


Sementara itu, Jenny sudah berkeliling di dalam toko kue itu dengan antusiasnya.


“Pa, Jenny ingin kue yang ini,” seru Jenny.


Seruan Jenny menyadarkan keduanya, Irawan terlihat sangat salah tingkah sedangkan Mama Anis dengan wajah ramahnya melayani Jenny.


“Kamu mau kue yang mana?” tanya Mama Anis dengan ramahnya.


“Aku mau yang ini, Tante,” tunjuk Jenny.


“Baiklah.”


Mama Anis pun langsung memasukan kue yang dipesan Jenny ke dalam kotak kue, Irawan terus saja memperhatikan mantan istrinya itu ada penyesalan yang mendalam yang Irawan rasakan bahkan puterinya sendiri sudah membencinya.


“Ini.”


“Terima kasih Tante.”


“Jenny, kamu tunggu di mobil Papa mau bayar dulu kuenya.”


“Iya Pa, jangan lama-lama ya Pa.”


Jenny pun segera keluar dan menunggu Papanya di dalam mobil.


“Semuanya 115 ribu,” seru Mama Anis dingin.


“Anis, apakabar?”


“Baik.”


“Apa selama ini kamu dan Ayumi hidup dengan baik?”


“Maafkan aku Anis, aku sangat menyesal sudah menyakiti hati kalian bahkan Ayumi sudah sangat membenciku.”


“Sudahlah Mas, itu adalah masa lalu lebih baik sekarang Mas urus saja keluarga baru Mas jangan mikirin kami, kami sudah bahagia.”


“Tidak Anis, Mas masih sangat mencintai kamu bahkan Mas masih sangat mengharapkan kamu mau menerima Mas kembali dan Mas akan menceraikan Miranda.”


“Anda sungguh egois.”


Irawan dan Mama Anis langsung menoleh ke arah pintu, disana Ayumi dan Yuda sudah berdiri.


“Ayumi.”


Ayumi menghampiri Irawan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


“Enteng sekali anda berbicara seperti itu setelah apa yang sudah anda lakukan kepada kita, cukup kita yang merasakan dikhianati jangan sampai ada perempuan lain yang mengalaminya lagi,” seru Ayumi.


“Ayumi sudah.”


Mama Anis memeluk puteri kesayangannya itu.


“Dulu anda lebih memilih orang lain dibandingkan kita, jadi sekarang anda urus saja keluarga anda jangan mengganggu kehidupan kita lagi karena saat ini kita sudah bahagia,” seru Ayumi dengan emosinya.


“Ayumi maafkan Papa, Papa memang sudah berbuat salah kepada kalian tapi jujur, Papa sangat menyesal Ayumi selama ini batin Papa tersiksa karena sudah menyakiti kalian, orang yang paling Papa sayang sampai saat ini.”


“Pergi, aku minta anda pergi dari toko ini!” bentak Ayumi dengan deraian airmata.

__ADS_1


“Ayumi, Papa mohon maafkan Papa dan beri Papa kesempatan untuk bisa menyayangi kamu walaupun kita sudah tidak hidup bersama lagi.”


Ayumi sangat marah, hingga akhirnya Ayumi mendorong tubuh Irawan untuk pergi dari toko kue milik Mamanya.


“Pergi, aku bilang pergi!” teriak Ayumi.


“Ayumi hentikan!” seru Mama Anis dengan deraian airmatanya.


“Ay, sudah jangan begini,” seru Yuda.


Ayumi tidak menghiraukan seruan Yuda dan Mamanya, Ayumi terus saja mendorong tubuh Irawan sampai Irawan keluar dari toko Mamanya.


Jenny yang melihat perlakuan Ayumi kepada Papanya merasa geram dan dengan cepat keluar dari dalam mobil.


“Apa-apaan kamu mendorong Papaku seperti ini!” bentak Jenny.


“Sudah Jenny, tidak apa-apa,” sahut Irawan.


“Tidak apa-apa bagaimana Pa? Dia sudah memperlakukan orang tua seperti ini, dasar anak tidak tahu sopan santun!” bentak Jenny.


Jenny melangkahkan kakinya hendak menghampiri Ayumi tapi dengan cepat Irawan menahannya.


“Sudah Jenny, ayo kita pergi!”


“Tapi Pa, aku harus kasih pelajaran sama anak tidak tahu diri ini, seenaknya saja memperlakukan Papaku seperti ini.”


Tanpa bicara lagi, Irawan langsung menarik tangan Jenny dan membawanya pergi dari toko kue itu.


“Awas kamu Ayumi!” teriak Jenny.


Mobil Irawan pun segera meninggalkan toko kue milik Mama Anis, sedangkan Ayumi langsung pergi berlari.


“Ayumi tunggu! Kamu mau kemana Nak?” teriak Mama Anis.


“Tenang Tante, biar Yuda yang susul Ayumi.”


Mama Anis pun menganggukan kepalanya, Yuda segera mengejar Ayumi.


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


đź’€


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2