DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Rumah No 13 Part II


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, semua anak-anak berhamburan keluar karena sekarang saatnya pulang.


Ayumi dan Sasa pun segera masuk ke dalam mobil Olive karena siang ini mereka akan ke rumah Moza sekaligus memastikan Moza itu hantu atau manusia.


Mobil Olive pun melewati jembatan. "Nah, biasanya si Moza suka berdiri disini nungguin taksi," seru Olive.


"Aneh banget, mana ada taksi yang lewat sini apalagi malam-malam tempat ini kan serem," sahut Sasa.


Ayumi memperhatikan jembatan itu, hingga tiba-tiba Ayumi tersentak saat sekilas melihat seorang pria melempar seorang wanita ke bawah jembatan itu.


"Jangaaaannn!" teriak Ayumi.


Reflek Olive menghentikan mobilnya karena kaget mendengar teriakan Ayumi.


"Lo kenapa, Ay?" tanya Olive.


"Jangan bilang, lo habis lihat penampakan?" sambung Sasa.


Ayumi langsung melihat ke arah pria yang tadi melemparkan wanita itu, tapi tidak ada sudah menghilang.


"Ah, tidak ada apa-apa," sahut Ayumi.


"Yakin?"


"Iya yakin, mungkin tadi gue hanya berhalusinasi saja. Yuk, buruan jalan nanti keburu sore loh," seru Ayumi mengalihkan pembicaraan.


Olive pun akhirnya kembali melajukan mobilnya, Olive terus saja bolak-balik di jalan itu membuat Ayumi dan Sasa merasa kebingungan.


"Liv, kok dari tadi kita bolak-balik mulu sih? mana rumah teman baru lo itu?" tanya Ayumi.


"Hooh, gue hampir muntah nih saking pusingnya lo bolak-balik terus," sambung Sasa.


"Guys, rumah Moza itu disini tapi kok sekarang berubah ya," seru Olive.


"Lo lupa kali bukan di daerah sini," seru Ayumi.


"Enggak Ay, gue itu sering nganterin Moza ke rumahnya dan posisi rumahnya itu seharusnya disini, kenapa sekarang jadi berubah bangunan tua yang hampir roboh ya," sahut Olive dengan menunjuk ke arah bangunan tua itu.


Sasa melihat no 13 di samping gerbang yang sudah tinggal sebagian itu.


"Tapi nomor rumahnya benar tuh, no 13 mungkin memang teman baru lo itu memang tinggal disini," seru Sasa.


"Ga mungkin Sa, rumah Moza itu bagus bahkan gue pernah masuk ke rumahnya dan di dalamnya biasa saja bagus dan mewah seperti kebanyakan rumah pada umumnya," sahut Olive.


Ayumi pun turun dari dalam mobil dan diikuti oleh Olive dam juga Sasa. Ayumi memperhatikan dengan seksama rumah tua yang hampir roboh itu, hingga tiba-tiba sesuatu merasuki Ayumi membuat pandangan Ayumi seketika kosong.


Perlahan Ayumi masuk ke dalam rumah itu membuat Olive dan Sasa bingung.


"Ay, lo mau kemana?" teriak Sasa.


Ayumi tidak mendengarkan teriakan Sasa, dia terus saja berjalan masuk ke dalam rumah itu hingga Olive dan Sasa pun terpaksa mengikuti Ayumi.


Ayumi terus berjalan memasuki rumah itu lebih dalam lagi, sedangkan Sasa dan Olive saling berpelukan satu sama lain karena mereka merasa takut dan bulu kuduk mereka pun langsung meremang saat masuk rumah itu.


"Gila, gue merinding Liv."


"Sama gue juga merinding. Ay, lo mau kemana? mendingan kita keluar lagi, gue takut nih," seru Olive.


Ayumi menghentikan langkahnya, perlahan Ayumi memutar tubuhnya dan betapa terkejutnya Sasa dan Olive melihat mata Ayumi memerah dan Ayumi mun tersenyum menyeringai ke arah mereka berdua.

__ADS_1


"Ay, lo kenapa?" tanya Sasa.


"Ay, jangan bercanda deh lo jangan nakut-nakutin kita kaya gini," sambung Olive.


Ayumi menatap tajam ke arah Sasa dan Olive..


"Kalian sudah datang ke rumahku, berarti kalian harus tinggal disini. Kalian harus menjadi temanku," seru Ayumi.


"Ay, suara lo kenapa? itu bukan suara Ayumi, Liv," seru Sasa.


"Iya gue tahu, tapi itu suara...."


Ucapan Olive terhenti dan Olive langsung membelalakan matanya saat ingat siapa pemilik suara itu.


"Mo--moza, it--itu suara Moza," seru Olive gelagapan.


"Hah, berarti dia bukan Ayumi tapi....setaaaaaann!" teriak Sasa.


Sasa dan Olive segera berlari menuju pintu tapi tiba-tiba pintu rumah itu tertutup dengan sangat kencangnya.


"Toloooong...tolooongg..."


Sasa dan Olive terus saja menggedor pintu itu sembari berteriak minta tolong, sedangkan itu Moza sudah keluar dari tubuh Ayumi dan Ayumi sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


Moza menampakan penampakan aslinya, Moza terlihat masih menggunakan seragam sekolah, kepalanya tampak miring hampir saja putus sudah dipastikan Moza meninggalnya karena di gorok.


"Aaaaaaaaaaa....."


Sasa dan Olive terus saja berteriak sembari menggedor-gedor pintu rumah itu.


"Toloooong, siapa pun yang ada diluar tolong selamatkan kami!" teriak Olive.


"Olive, ini Moza teman lo. Kemarilah dan gue sudah membuatkan minuman khusus buat lo," seru Moza dengan memegang gelas berisi cairan darah itu.


Olive yang melihat itu langsung ingat kejadian malam itu saat dia diberikan minuman oleh Moza, seketika perutnya terasa mual.


"Hoek...hoek...ternyata minuman itu adalah darah, dan ternyata lo setan," seru Olive.


"Aduh, siapa yang berani masuk ke dalam rumah angker itu? pasti mereka akan menjadi tumbal lagi."


"Iya, seharusnya ada yang membersihkan rumah itu supaya tidak memakan korban terus."


Begitulah selintingan-selintingan yang diucapkan ketiga Bapak-bapak itu. Memang rumah itu terkenal sebagai rumah angker, dan selama ini penunggu rumah itu selalu memakan tumbal dan tumbalnya itu selalu gadis remaja.


Disisi lain, Yuda yang saat ini sedang jalan-jalan kebetulan lewat rumah angker itu dan melihat Bapak-bapak sedang berdiri di samping mobil yang Yuda kenal.


"Loh, bukanya itu mobilnya Olive ya," gumam Yuda.


Yuda pun segera menghentikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil kemudian menghampiri Bapak-bapak itu.


"Maaf Bapak-bapak ada apa ya?" tanya Yuda.


"Begini Nak, tadi kami melihat ada mobil ini berhenti disini kemudian tidak lama mereka berteriak minta tolong."


"Terus kenapa Bapak tidak menolongnya?"


"Kami tidak berani, soalnya itu rumah angker yang suka memakan korban."


"Sial...."


Yuda pun segera berlari masuk ke dalam rumah itu, tapi sayang rumahnya terkunci.


"Ayumi, Olive, Sasa, apa kalian ada di dalam?" teriak Yuda.


"Yuda, tolongin kita!" teriak Olive.


"Yud, buruan bantuin kita!" teriak Sasa.


Moza perlahan mendekati Olive dan Sasa, membuat keduanya memundurkan langkahnya.

__ADS_1


"Kalian harus ikut denganku," seru Moza.


"Tidak, jangan mendekat!" teriak Olive.


Yuda berusaha membuka pintu rumah itu, Bapak-bapak yang tadinya hanya diam saja akhirnya membantu Yuda membuka pintu tapi tetap saja pintunya tidak terbuka.


Akhirnya Yuda memfokuskan diri memanjatkan do'a.


"Bismillahirrohmanirrahim."


Yuda pun mendobrak pintu itu dan akhirnya pintu pun terbuka, Yuda melihat Ayumi masih tergeletak tak sadarkan diri sedangkan Olive dan Sasa masih ketakutan.


"Hentikan, jangan ganggu mereka!" teriak Yuda.


Moza berhenti dan membalikan tubuhnya membuat Bapak-bapak itu lari ketakutan.


"Siapa lo, jangan ikut campur urusan gue. Gue akan membawa mereka ikut bersama gue," seru Moza.


"Jangan mimpi, pergilah jangan mengganggu manusia lagi apalagi sampai meminta tumbal."


"Gue butuh teman untuk menemani gue."


Yuda pun segera memanjatkan do'a. "Pergilah kamu setan, jangan pernah kembali lagi kesini apalagi sampai mengganggu manusia lagi!" teriak Yuda.


Tiba-tiba cahaya berwarna putih memancar dari tubuh Yuda kemudian cahaya itu mengarah kepada Moza.


"Aaaaarrrrggghhh....dasar manusia kurang ajar!" teriak Moza.


Wusssss....


Moza berubah menjadi kepulan asap hitam dan kemudian menghilang. Ayumi pun perlahan membuka matanya.


"Ay, lo ga kenapa-napa kan?" seru Yuda.


"Yuda, lo ada disini?"


Yuda pun memapah Ayumi keluar dari dalam rumah itu, Yuda segera memberikan minuman kepada Ayumi.


"Apa yang sudah terjadi?" tanya Ayumi.


"Kalian hampir saja dibawa oleh setan itu, dia ingin membawa kalian ke alamnya dan sudah banyak korbannya," sahut Yuda.


"Untung saja lo datang tepat waktu, kalau tidak kita sudah mati sekarang," seru Olive.


"Ya sudah, sudah maghrib juga lebih baik sekarang kita pulang. Ayumi biar gue yang anterin pulang," seru Yuda.


Akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing, sungguh mereka tidak menyangka akan mengalami hal mengerikan seperti itu.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2