
💀
💀
💀
💀
💀
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa sudah satu tahun Ayumi dan yang lainnya bersekolah di SMA CITA-CITA BANGSA. Hari ini adalah hari terakhir semua siswa melaksanakan ujian sekolah.
"Tidak terasa ya, sebentar lagi kita bakalan naik ke kelas dua," seru Olive.
"Iya, rasanya baru kemarin kita menjalani MOS," sahut Sasa.
Saat ini semuanya sedang berkumpul di kantin sekolah, berbeda dengan Ayumi dan yang lainnya yang saat ini sedang bahagia karena akan naik kelas disisi lain Farrel terlihat murung, bahkan dari tadi dia hanya mengaduk-ngaduk makanannya.
"Woi, kenapa lo dugong? ga biasanya lo jadi pendiam seperti ini?" seru Yuda.
"Lo sama senior yang sopan curut, lo belum ngerasain ya baso ini masuk ke hidung lo," ketus Farrel.
"Busyet, daripada dimasukin ke hidung mendingan lo masukin ke mulut gue aja," sahut Yuda.
"Yuda sudah ah, Kak Farrel kenapa? sepertinya tidak bersemangat?" tanya Ayumi.
"Iya Ay, aku tidak semangat soalnya aku bakalan lulus dari sekolahan ini," sahut Farrel.
"Lebay lo," ledek Yuda.
"Loh Kok Kak Farrel lulus dari sekolah ini bukanya senang malah tidak bersemangat?" seru Denis.
"Gue tahu alasannya, karena lo ga mau pisah sama Ayumi kan?" tebak Bella.
Semua orang langsung menatap Farrel menunggu jawaban dari Farrel.
"Iya, kalau gue lulus berarti gue ga bakalan bisa bertemu lagi dengan Ayumi dan itu membuat si curut jadi kesenangan," ketus Farrel.
"Sabar-sabar, Ayumi memang dijodohkan buat gue jadi lo harus bisa berlapang dada dan menerimanya dengan ikhlas," seru Yuda dengan menepuk pundak Farrel.
"Enak saja, selama janur kuning belum melengkung gue ga bakalan menyerah apalagi menyerah sama curut kaya lo bukan level gue," sahut Farrel.
"Yaelah Rel, kita kan masih tinggal di kota yang sama lo bisa kali setiap hari ketemu sama Ayumi, jangan lebay deh lo jadi orang malu-maluin gue aja," seru Dillan.
"Iya gue tahu, tapi kan gue jadi ga bisa memandang wajah Ayumi setiap saat," sahut Farrel.
"Ah lama-lama gue gibeng juga lo dugong, kata-kata lo lebay banget bikin gue jijik pengen muntah," seru Yuda.
"Yudaaaaaaa...."
Semuanya berteriak ke arah Yuda dengan tatapan yang tajam membuat Yuda terkejut dan reflek memegang dadanya.
__ADS_1
"Astaga, kalian bikin gue kaget. Lagipula ngapain sih pakai teriak-teriak segala," kesal Yuda.
"Lo lupa ya kalau kita sedang makan," kesal Riska.
"Eh sorry-sorry, gue ga sengaja rem mulut gue blong," sahut Yuda cengengesan.
"Eh, tapi ngomong-ngmong kita kan liburan panjang nih kalian ada rencana mau liburan kemana?" tanya Bella.
"Gue belum ada planing," sahut Ayumi.
"Bagaimana kalau kita liburan bersama, kayanya bakalan seru daripada liburan sendiri-sendiri," usul Riska.
"Setuju gue, tapi kita mau liburan kemana?" tanya Dillan.
"Sorry guys, sepertinya gue ga bisa ikut soalnya Mama dan Papa gue nyuruh gue nemenin Kakek dan Nenek gue di kampung sana, malas banget kan masa gue harus liburan di kampung," keluh Sasa cemberut.
"Gue punya ide, bagaimana kalau kita ikut Sasa aja ke kampung Kakek dan Neneknya kita liburan disana sekalian nemenin Sasa juga kan biar dia ga jenuh," seru Farrel.
"Memangnya kalau kita ikut ga apa-apa Sa?" tanya Ayumi.
"Ga apa-apa banget kali, justru gue senang kalau kalian mau ikut sama gue jadi gue ga kesepian disana. Lagipula rumah Kakek dan Nenek gue gede jadi kalian ga usah khawatir kalau masalah tidur," sahut Sasa antusias.
"Oke fix, kalau begitu kita liburan ke kampung Kakek dan Nenek Sasa," seru Olive.
"Setujuuuuuu....."
Semuanya serempak menjawab setuju membuat Sasa tersenyum lebar.
Waktu pulang pun tiba...
Kali ini Ayumi tidak lagi pulang naik bus, Olive selalu bawa mobil ke sekolah jadi Ayumi bisa nebeng sama Olive.
Selama dalam perjalanan, ketiga gadis cantik itu bernyanyi-nyanyi dengan asyiknya mengikuti alunan musik yang Olive stel di radio yang ada di dalam mobilnya.
"Kak Ayumi, sepertinya Kakak jangan ikut deh soalnya Disha lihat di kampung itu banyak setan jahatnya," seru Disha.
"Serius kamu?" sahut Ayumi.
Sasa dan Olive langsung menoleh ke arah Ayumi dan mematikan radionya.
"Kenapa Ay?" tanya Olive.
"Ga apa-apa, aku lagi ngobrol sama Disha kok," sahut Ayumi.
"Oh disini ada Disha rupanya, hai Disha!" sapa Olive tanpa bisa melihat Disha.
Disha melambaikan tangannya tentu saja Olive dan Sasa tidak akan bisa melihatnya.
"Guys, gue mau jujur nih," seru Sasa.
"Jujur apa?" tanya Ayumi.
__ADS_1
"Sebenarnya gue mau datang ke rumah Kakek dan Nenek juga karena terpaksa, saat ini di kampung Kakek dan Nenek gue lagi geger dengan manusia kuyang," sahut Sasa.
"Kuyang?" seru Ayumi dan Olive bersamaan.
"Iya, hantu yang hanya kepala dan jeroannya doang bergelantungan."
"Astagfirullah."
"Ih amit-amit serem amat," sahut Olive.
"Mangkanya gue juga ogah mau kesana, tapi Tante gue yang tinggal bersama Kakek dan Nenek gue saat ini lagi hamil besar dan sebentar lagi mau ngelahirin mungkin tinggal menunggu hari, dan menurut informasi Kuyang itu sangat suka sama darah orang haid dan darah nifas juga jadi gue harus kesana takutnya terjadi kenapa-napa sama Tante gue," seru Sasa.
"Wah sepertinya kita juga harus ikut Liv, kasihan Sasa tapi jangan kasih tahu yang lainnya nanti mereka malah mengurungkan niatnya," seru Ayumi.
"Iya benar, kalau rame-rame kan lebih aman kali aja kita bisa menangkap Kuyang itu," sahut Olive.
"Memangnya lo berani?" tanya Sasa.
"Enggak sih, tapi kan ada Ayumi sama Yuda," sahut Olive cengengesan.
"Huu...dasar, tapi sebelumnya terima kasih ya kalian mau ikut sama gue, kalian memang best friend gue pokoknya," seru Sasa.
"Yoi, kita harus sama-sama saat suka maupun duka, iya kan Ay?"
"Benar itu," sahut Ayumi.
Ketiga gadis cantik itu pun tersenyum, berbeda dengan Disha yang terlihat sangat khawatir.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1