
đź’€
đź’€
đź’€
đź’€
đź’€
Setelah mereka menyelesaikan kasus Anjani, Ayumi pun memilih naik taksi online karena Ayumi saat ini lagi ingin sendirian dan teman-temannya mengerti dengan keinginan Ayumi.
Ayumi memutuskan untuk pulang ke toko kue Mamanya tapi Ayumi berhenti di taman yang tidak jauh dari toko kue milik Mamanya, Ayumi ingin sendiri dulu.
Ayumi pun duduk di kursi taman dan merenung sesaat. Ayumi membuka ponselnya dan melihat foto-foto dirinya bersama Farrel, sungguh saat ini Ayumi sangat merindukan kekasihnya itu.
“Kamu kemana Kak?” batin Ayumi.
Tiba-tiba sebuah motor sport berhenti tepat di hadapan Ayumi membuat Ayumi mengerutkan keningnya karena Ayumi tidak mengenal orang itu.
Laki-laki yang itu pun turun dari motor sportnya, kemudian membuka helmnya membuat Ayumi membelalakan matanya.
“Kak Farrel.”
Farrel tersenyum dan merentangkan kedua tangannya, tentu saja Ayumi langsung berlari dan memeluk laki-laki yang dirindukannya itu.
“Kak Farrel kemana saja? Aku rindu sekali sama Kak Farrel,” seru Ayumi dengan deraian airmata.
Farrel mengusap kepala Ayumi dan mencium pucuk kepala Ayumi.
“Maafkan aku Ay, aku tidak bermaksud untuk membuatmu khawatir.”
Ayumi melepaskan pelukannya dan menatap Farrel dengan seksama, Ayumi ingin memastikan kalau ini bukan mimpi.
“Aku tidak mimpi kan? Ini benar Kak Farrel Kan?”
Farrel menyeka airmata Ayumi. “Kamu tidak mimpi sayang, ini beneran aku Farrel.”
Ayumi pun kembali memeluk Farrel. “Aku takut kalau Kak Farrel tidak akan kembali lagi kesini, aku takut kalau Kak Farrel tidak akan menepati janji Kakak.”
“Sudah jangan menangis, aku tidak mungkin mengingkari janji aku.”
Ayumi semakin mengeratkan pelukannya, sungguh saat ini Ayumi sangat bahagia dan rasanya Ayumi tidak ingin berpisah lagi dengan Farrel.
Setelah sekian lama berpelukan, Farrel pun melepaskan pelukan Ayumi. Farrel memperhatikan penampilan Ayumi yang sekarang sudah semakin dewasa dan semakin cantik.
“Calon dokter memang beda ya, cantik dan anggun,” goda Farrel.
“Ih apaan sih, calon dokter apaan? Masih lama kali Kak, baru saja masuk kuliah.”
“Kekasihku makin cantik saja, membuat aku semakin takut kehilanganmu.”
Ayumi hanya tersenyum...
“Bagaimana kalau kita jalan-jalan, tadi aku sudah minta izin sama Mama kamu kok dan beliau mengizinkannya.”
“Hah, kapan?”
“Dari tadi siang aku nungguin kamu di toko Mama kamu tapi kamu belum pulang-pulang juga, aku memutuskan untuk menjemputmu ke kampus tapi kata satpam fakultas kedokteran sudah pulang, akhirnya aku memutuskan kembali lagi ke toko kue Mama kamu dan kebetulan sekali aku melihat kamu disini.”
“Iyakah?”
Farrel menganggukan kepalanya. “Bagaimana, mau tidak jalan-jalan sama aku?”
“Mau bangetlah.”
Farrel pun mengambil helm dan memakaikannya kepada Ayumi, begitu pun dirinya memakai helm dan naik ke atas motor sportnya.
“Ayo naik!”
Ayumi pun naik ke atas motor sport milik Farrel lalu memeluk perut Farrel dengan dagu menempel dipundak Farrel.
“Sudah siap?”
“Let’s go.”
__ADS_1
Farrel mulai melajukan motornya...
“Kak, kok motornya beda sama yang dulu?”
“Ya dulu aku jual buat modal dan ini baru saja Mama beliin untuk aku.”
“Modal? Modal apa?”
“Ada deh, nanti juga kamu tahu.”
“Idih mau main rahasia-rahasiaan nih.”
Farrel pun hanya tersenyum tanpa mau membalas lagi ucapan Ayumi, hingga akhirnya motor Farrel pun berhenti di depan sebuah caffe.
Ayumi pun turun dan tampak memperhatikan caffe itu.
“Bukanya ini caffe yang lagi viral itu ya, yang katanya pemilik caffenya masih muda dan juga ganteng.”
“Iyakah? Kata siapa?”
“Kata teman aku.”
Farrel pun membantu melepaskan helm milik Ayumi, lalu menggandeng tangan Ayumi masuk ke dalam caffe itu.
Semua karyawan caffe terlihat membungkukan badan saat melihat Farrel.
“Pak, semuanya sudah siap,” seru salah satu karyawan caffe kepada Farrel.
“Bagus, terima kasih ya atas bantuannya.”
Farrel pun kembali menarik tangan Ayumi, sedangkan Ayumi masih terlihat kebingungan dengan semua ini.
Farrel membawa ke sebuah ruangan, di dalamnya sudah ada meja yang tertata dengan cantik dan sudah banyak makanan juga.
Farrel pun mempersilakan Ayumi untuk duduk tapi wajah Ayumi masih terlihat kebingungan.
“Kamu pasti bingung kan dengan semua ini?”
Ayumi menganggukan kepalanya...
“Apa? Serius Kak?”
“Iya serius, kapan sih aku bohong sama kamu Ay.”
“Kapan kamu membangunnya?”
“Dulu, setelah satu tahun aku berada di hongkong aku mulai memikirkan cara untuk membuka sebuah usaha supaya disaat aku dan Mama aku pulang nanti, aku sudah punya usaha sendiri apalagi Mama aku kan sudah memutuskan untuk tidak bekerja lagi menjadi penerjemaah.”
Ayumi mendengarkan cerita Farrel tanpa berniat ingin memotongnya.
“Akhirnya aku menyuruh Dillan untuk menjual motorku dan mencarikan tempat yang strategis untuk membuat sebuah usaha dan Dillan memberiku ide untuk membuat Caffe ini.”
“Selain itu, aku juga disana kuliah sambil bekerja dan uang hasil kerjaku, aku tranfer ke Dillan biar dia yang mengurus semuan. Dan Alhamdulillah, Dillan adalah sahabat terbaikku, dia yang memilihkan tempatnya, yang dekor isi Caffenya, pokoknya semuanya Dillan yang atur.”
“Sampai-sampai aku mulai sibuk dan tidak sempat menghubungi kamu, maaf bukanya aku melupakanmu tapi mungkin setiap hari aku merasa kecapean pulang kuliah langsung kerja, pulang kerja langsung tidur dan begitulah seterusnya.”
“Ya Allah,” gumam Ayumi.
Ayumi tidak menyangka kalau Farrel seperti itu di Hongkong, bekerja keras tanpa mengenal waktu.
“Tapi kenapa Kak Dillan ga ngasih tahu aku?”
“Aku yang melarangnya, aku tidak mau membuat kamu khawatir.”
“Aku memang sudah sangat khawatir, apalagi kalau ga ada kabar satu bulan yang lalu Kakak kemana? Mana ponsel Kakak ga aktif lagi?”
“Ponsel aku rusak Ay, dan selama satu bulan diperbaiki. Aku ga sempat memberi kabar kepadamu karena aku sibuk, nyiapin skripsi, belum bekerja, belum mikirin Caffe yang baru di buka.”
Farrel menggenggam kedua tangan Ayumi. "Maafkan aku, sudah membuat kamu khawatir. Jujur, selama di Hongkong aku bekerja keras supaya bisa cepat-cepat pulang ke sini dan kamu penyemangat aku serta alasan aku supaya bisa bekerja dengan giat lagi."
Mata Ayumi terlihat berkaca-kaca, Ayumi sangat bangga kepada Farrel.
"Jangan nangis, sekarang kan aku sudah kembali jadi si curut ga bakalan bebas deketin kamu lagi."
Ayumi pun akhirnya tersenyum, pokoknya hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Ayumi.
__ADS_1
"Ayo makan, dan dicoba makanan di Caffe ini."
"Oke."
Ayumi dan Farrel pun melahap makanan yang sudah disediakan itu.
"Bagaimana rasanya?"
"Enak banget Kak, aku yakin semua orang yang datang kesini akan suka dengan makanannya."
"Syukurlah, makan yang banyak aku lihat tubuh kamu kok kurus."
"Ih kok gitu sih? biarin aja kurus juga yang penting cantik," kesal Ayumi.
Seketika tawa Farrel pecah, melihat tingkah kekasihnya itu. Sungguh Farrel sangat rindu dengan Ayumi dan sekarang dia sudah bisa menyentuh dan melihat Ayumi secara langsung.
đź’€
đź’€
đź’€
đź’€
đź’€
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
__ADS_1
Â