DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Yuda Dan Sasa


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


1 bulan kemudian....


Semenjak kejadian itu, Ayumi dan teman-temannya pun kembali hidup normal dan akhirnya Ariel dan Venny pun tahu kalau Ayumi itu anak indigo dan suka menolong para arwah penasaran.


Sementara itu, Farrel pun memilih berdamai dengan masalalu. Venny sudah tahu kalau Farrel adalah anaknya Papanya yang tidak lain merupakan Kakak tirinya. Farrel memutuskan untuk memaafkan Papanya tapi memaafkan bukan berarti Farrel bisa melupakan kejadian apa yang sudah Papanya lakukan.


Farrel memang memaafkan Papanya tapi Farrel belum bisa bersikap baik kepada Papanya itu, bayang-bayang kejadian masalalu masih terekam jelas di otak Farrel dan Farrel tidak mungkin bisa melupakannya.


"Guys, nanti pulang kuliah kita nongkrong dulu di Caffe viral yuk! aku traktir," seru Venny.


"Asyiiiiikkkk..mantap tuh," sahut Denis.


"Yaelah, kalau masalah gratisan cepet banget kamu," ledek Yuda.


"Iyalah Yud, hari gini gratisan gitu loh siapa yang ga mau," sahut Denis.


Yuda dan Sasa entah sejak dari kapan, yang jelas saat ini mereka semakin dekat dan itu membuat Venny merasa cemburu.


Semuanya memasuki kelas dan fokus mengikuti semua mata pelajaran yang dijelaskan oleh dosen, hingga tak terasa waktu pun berjalan dengan cepat. Mata kuliah pun selesai dan mereka bersiap-siap untuk pergi ke Caffe viral milik Farrel.


Disaat Ayumi hendak masuk ke Caffe Farrel, Ayumi tidak sengaja menoleh ke arah sebrang jalan dan terlihat seorang Nenek melambaikan tangannya ke arah Ayumi dengan pakaian yang sudah koyak dan wajahnya rusak sebelah dan Ayumi bisa memastikan kalau itu bukan manusia melainkan setan.


"Ingat apa yang aku bilang waktu itu, Eyang kamu meminta kamu untuk berhenti berurusan dengan setan. Jadi lain kali kalau kamu melihat setan, kamu pura-pura saja tidak melihatnya," seru Yuda.


Ayumi tersenyum dan menganggukan kepalanya, Yuda pun mendorong pundak Ayumi pelan untuk masuk ke dalam Caffe.


Mereka tampak bahagia dan bercanda satu sama lain, hingga akhirnya Ayumi kembali melihat ke sebrang jalan dan Nenek-nenek itu sudah menghilang.


"Benar yang dikatakan Yuda, hidup normal itu lebih tenang dan nyaman daripada harus berurusan dengan para setan yang justru bisa saja balik membahayakan nyawa kita," batim Ayumi dengan senyumannya.


"Hayo, kenapa senyum-senyum sendiri? lagi mikirin apa?" goda Farrel.

__ADS_1


"Tidak ada, saat ini aku hanya merasa bahagia saja."


"Bahagia kenapa?"


"Bahagia karena mempunyai kekasih dan sahabat yang sayang sama aku."


Farrel mengusap kepala Ayumi dengan sayangnya, dan mereka pun kembali bercanda ria.


"Yud, kamu sama Sasa pacaran ya?" tanya Dillan membuat semua orang menoleh ke arah keduanya.


"Enggak siapa bilang," sahut Yuda.


"Ga ada yang bilang, tapi dari bahasa tubuh kalian, kalian sepertinya pacaran soalnya kalian selalu nempel kemana pun dan sekarang aku juga sudah tidak melihat kamu bucin sama Ayumi," seru Dillan.


"Iyakah kalian pacaran?" tanya Olive.


"Belum kok, kita belum pacaran," sahut Sasa gugup.


"Belum? berarti ada kemungkinan mau pacaran dong kalau belum?" goda Ayumi.


"Sebenarnya aku juga sudah menaruh curiga dari semenjak kejadian di panti asuhan Ariel itu, Sasa kelihatan khawatir dan panik banget sama Yuda," seru Bella.


"Kamu sudah move on Yud, dari Ayumi?" tanya Farrel.


"Idih, biasa aja kali jawabnya," ledek Farrel.


"Kalian pacaran juga ga apa-apa kok, serasi," seru Ayumi.


"Betul."


Semuanya sangat mendukung Yuda dan Sasa, kecuali Venny yang tampak cemberut karena dari awal masuk kuliah Venny sudah jatuh hati kepada Yuda.


"Memangnya Sasa mau gitu jadi pacar aku?" seru Yuda.


"Idih, apaan sih Yud? enggak banget deh, masa nembak seorang cewek kaya gitu ga romantis banget," ledek Riska.


Dillan dengan cepat berlari dan mengambil bunga kertas yang disimpan sebagai hiasan kemudian memberikannya kepada Yuda.


"Apa ini?"


"Kamu tembak si Sasa pakai itu, biar romantis," sahut Dillan.

__ADS_1


"Itu bunga plastik dodol, ga modal banget," ledek Olive dengan menoyor kepala Dillan.


"Ga apa-apalah, itu hanya sebagai simbol aja kalau si Yuda mau, nanti dia beliin si Sasa bunga beneran."


"Tembak..tembak..tembak..."


Suara Ayumi ternyata berhasil memprovokator semuanya dan ikut meneriakan Yuda supaya menembak Sasa.


Wajah Yuda dan Sasa sudah sangat memerah karena malu, hingga akhirnya dengan malu-malu Yuda pun menghampiri Sasa.


"Sasa, maukah kamu menjadi kekasihku?" seru Yuda gugup.


Dan dengan malu-malu pun, Sasa menerima bunga itu dan menganggukan kepalanya.


"Iya, aku mau jadi kekasihmu."


"Yuhuuuuuu....akhirnya."


Semua pun berteriak dan bertepuk tangan, mereka merasa bahagia ternyata jodoh tidak disangka-sangka. Mereka itu sahabatan sudah lama, bahkan kemana-mana selalu bersama tapi tidak ada yang menyangka kalau jodoh mereka ternyata selama ini berada di samping mereka.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2