
💀
💀
💀
💀
💀
Akhirnya tibalah Om Tio dan istrinya pergi, selama tiga hari Om Tio pergi entah kemana yang jelas setelah kepergian Om Tio suara berisik itu mulai tidak terdengar lagi dan Ariel berpikir kalau Omnya itu benar-benar sudah insyaf.
Ddrrrttt...Drrrrttt...
Ariel langsung mengambil ponselnya dan ternyata Om Tio menghubunginya.
📞"Hallo Riel, tolong kamu bersihkan kamar yang dulu Om jadikan tempat untuk ritual soalnya Om nanti pulang akan membawa tamu," seru Tio.
📞"Oh iya, baik Om."
Tio pun memutuskan sambungan teleponnya, Ariel segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tio.
Ariel masuk ke dalam kamar itu, dan seperti yang dikatakan Omnya kalau kamar itu adalah bekas kamar ritual milik Omnya. Disana terdapat sebuah nampan besar dengan sesaji yang banyak pula dan sudah terlihat mengering.
Ariel juga melihat banyak sekali bunga berserakan dimana-mana, awalnya Ariel merasa merinding tapi lama-kelamaan Ariel pun membersihkan kamar itu sampai sekarang sudah bersih kembali.
"Mudah-mudahan Om Tio memang sudah berubah," gumam Ariel.
Hingga akhirnya tiga hari kemudian, terlihat mobil Tio memasuki pekarangan rumahnya. Ariel melihat Tio dan Istrinya keluar dari mobil dan anehnya Ariel tidak melihat Omnya membawa tamu.
"Loh, mana tamunya? katanya Om Tio mau bawa tamu," gumam Ariel.
Tidak lama kemudian, Ariel mendengar teriakan Omnya itu.
"Ariel...Ariel!"
Ariel pun segera berlari keluar rumah. "Iya, ada apa Om?"
"Ini Om bawa cake untuk anak-anak panti tapi ingat kamu dan Nenek jangan memakan cake itu karena cake itu khusus buat anak-anak panti."
"Iya Om."
Walaupun merasa aneh, tapi Ariel mengikuti apa yang diperintahkan oleh Omnya itu.
Singkat cerita, satu minggu semenjak kepulangan Om dan Tantenya tiba-tiba Ratna yang merupakan adik kesayangan Ariel tiba-tiba saja sakit.
Ratna tiba-tiba demam dan menggigil, Ariel pun akhirnya memberitahukan perihal sakitnya Ratna kepada Tio tapi sayang tanggapan Tio biasa-biasa saja tidak merasa panik ataupun cemas membuat Ariel menaruh curiga kepada Omnya itu.
__ADS_1
Apalagi setelah Ariel tahu akan kebusukan Omnya itu, membuat Ariel berpikir kalau sakitnya Ratna yang tiba-tiba itu merupakan perbuatan Omnya.
"Kak Ariel."
"Iya sayang, ada apa? Ratna lapar?" tanya Ariel.
Ratna menggelengkan kepalanya. "Ratna takut Kak."
"Kamu takut kenapa, Ratna?"
"Ratna selalu bermimpi didatangi Genderewo Kak, bahkan Genderewo itu bilang akan membawa Ratna pergi tapi katanya tidak bisa."
"Astgfirullah, sekarang Ratna istirahat dulu ya jangan takut ada Kak Ariel disini. Kak Ariel keluar dulu nanti Kak Ariel kesini lagi."
Ratna menganggukan kepalanya, Ariel pun langsung meninggalkan Ratna, dia ingin menemui Omnya itu.
"Om, Ratna sakit apa kita bawa dia ke klinik saja," seru Ariel.
"Tidak usah khawatir, makhluk itu sudah memilih Ratna untuk dijadikan tumbalnya," sahut Tio dengan santainya.
"Apa? tumbal? bukannya Om sudah melepaskan semua tuyul-tuyul itu, kenapa sekarang masih menginginkan tumbal?" tanya Ariel tidak percaya.
"Iya Riel, Om memang sudah mengembalikan tuyul-tuyul itu tapi Om membawa penghuni baru. Kamu ingat, Om menyuruh kamu untuk membersihkan kamar itu? kamar itu sekarang sudah ada penghuninya."
"Penghuninya? siapa Om? perasaan Ariel tidak melihat siapa-siapa disana."
"Genderewo," bisik Tio.
Ariel pun kembali ke kamar Ratna, dan terlihat Neneknya sedang menyuapi Ratna.
"Kamu darimana Riel?" tanya Nenek.
"Habis dari toilet," dusta Ariel.
"Oh."
Ariel memang menyembunyikan semuanya dari Neneknya, Ariel tidak mau membuat Neneknya terkejut.
Ariel duduk termenung dengan memperhatikan Ratna yang saat ini sedang disuapi oleh Neneknya, tiba-tiba airmata Ariel pun menetes tapi Ariel dengan cepat menghapusnya karena Ariel takut Nenek dan Ratna melihatnya.
"Apa yang harus aku lakukan untuk menolong Ratna?" batin Ariel.
Ariel sekarang paham, selama sakit Ratna mendapatkan makanan yang enak-enak beda dengan anak-anak panti lainnya sehingga membuat anak-anak panti yang lainnya merasa iri.
Tapi sayang, walaupun Ratna diberikan makanan yang enak-enak tapi tubuh Ratna semakin kurus dan mengkhawatirkan.
Flash back off....
__ADS_1
"Keterlaluan Om kamu, kali ini kita harus membantu anak-anak itu," seru Yuda dengan antusiasnya.
"Tumben kamu antusias Yud, biasanya kamu selalu malas kalau aku ajak berurusan dengan masalah kaya gituan," seru Ayumi.
"Ini kasusnya beda Ay, aku paling benci dengan orang yang melakukan pesugihan kaya gitu apalagi orang itu mengambil tumbal anak-anak, rasanya aku ingin sekali melempar dia ke jurang," sahut Yuda.
"Jadi seriusan, kalian mau bantuin aku?" seru Ariel.
"Iya, insya Allah kita bantu kamu," sahut Ayumi.
"Tolong kamu kirimkan alamat panti itu, nanti malam kita akan kesana," seru Yuda.
Ariel pun menuliskan alamat pantinya dan memberikannya kepada Yuda.
"Berarti malam ini kita akan menghadapi setan lagi?" seru Dillan.
"Kalau takut jangan ikut," ketus Yuda.
"Enak saja takut, bukannya takut tapi aku suka terkejut kalau melihat setan secara langsung," sahut Dillan cengengesan.
Bella pun menoyor kepala Dillan. "Alah, alasan!"
"Terima kasih ya, kalian mau menolongku sekarang aku jadi merasa lega," seru Ariel.
"Iya Riel, sama-sama."
Akhirnya, Ayumi dan teman-temannya memutuskan untuk membantu Ariel mudah-mudahan berjalan dengan lancar dan Omnya Ariel bisa insyaf tidak melakukan pesugihan lagi.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU