DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Wanita Aneh


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Keesokan harinya...


Ayumi dan teman-temannya yang perempuan membantu Tante Wulan membuatkan sarapan, sedangkan para laki-laki duduk di teras rumah berbincang-bincang.


"Sarapan dulu guys," seru Sasa.


Para perempuan membawa kopi dan juga gorengan untuk para laki-laki, mereka sarapan sembari berbincang-bincang.


"Tante, kata Mama disini lagi geger tentang kuyang ya?" tanya Sasa.


"Sstttt...jangan keras-keras ngomongnya," sahut Wulan.


"Kuyang itu apa sih Tante?" tanya Riska.


"Kuyang itu seorang wanita yang melakukan ritual ilmu hitam untuk mendapatkan kecantikan abadi, Om juga sebenarnya tidak tahu karena menurut orang-orang Kuyang adalah sejenis siluman yang berasal dari Kalimantan," seru Ardi.


"Lah, kalau dari Kalimantan tapi kenapa bisa nyasar ke Jawa?" tanya Dillan.


"Namanya juga orang terobsesi sesuatu pasti mereka akan melakukan segala macam cara untuk mengabulkan keinginannya, termasuk mempelajari berbagai ilmu hitam yang menurutnya sangat manjur dan akan berhasil," sahut Wulan.


"Awalnya Om juga tidak percaya dengan hal yang seperti itu, tapi akhir-akhir ini banyak sekali Ibu yang melahirkan tapi keesokan harinya si bayi sudah meninggal dengan keadaan yang sangat mengerikan," sambung Ardi.


"Kalau kuyang itu wanita yang melakukan ritual ilmu hitam, berarti dia manusia dong Om? bagaimana bisa membuktikan kalau manusia itu kuyang?" tanya Ayumi.


"Nah, justru itu sampai sekarang kami belum bisa menemukan wanita itu tapi katanya seseorang yang merupakan kuyang, kalau di siang hari dia akan memakai kain atau kerudung gitu untuk melindungi kepalanya supaya ga kepanasan dan orang itu juga akan memakai penutup di lehernya," sahut Ardi.


"Penutup dilehernya?" seru semuanya bersamaan.


"Iya, bagi yang sudah melihat kuyang mereka bilang kuyang itu hanya berwujud kepala dengan organ tubuh yang ikut menggantung tanpa tubuh dan juga kulit. Kuyang itu akan terbang pada malam hari mencari mangsanya yaitu darah wanita yang baru melahirkan, darah si bayi yang baru dilahirkan, dan juga darah wanita yang menstrulasi," sahut Ardi.


"Wanita itu menutup lehernya, karena katanya dilehernya itu akan terlihat lingkaran berwarna hitam atau merah sebagai pertanda kalau wanita itu sering melepaskan kepalanya dari tubuhnya," sambung Wulan.


"Idih, serem anjir sumpah," sahut Farrel.


Semua gadis itu merapatkan tubuhnya satu sama lain, begitu pun dengan para laki-laki yang ikut nempel kepada para gadis.


"Farrel, Dilla, Denis, ngapain kalian ikut nempel ke kita juga?" ketus Bella.

__ADS_1


"Serem tahu Bel," sahut Dillan.


"Dasar cemen, masa laki-laki takut kaya gitu," seru Yuda dengan santainya sembari melahap goreng pisang.


"Yud, gue ga bisa bayangin wujud kuyang itu hanya kepala doang dengan organ tubuh yang ikut menggantung, serem banget," seru Farrel bergidik ngeri.


"Yang jadi pertanyaannya, memang itu si kuyang ga masuk angin ya tiap malam berkeliaran kaya gitu?" seru Denis dengan polosnya.


"Iya, mana tanpa baju lagi memangnya si kunyang ga takut bakalan ada yang ngelaporin atas tindakan pornografi?" sambung Dillan.


Pletakk...


Olive memukul kepala Dillan dan Denis secara bergantian. "Bercanda aja, sudah tahu serem kaya gitu malah dibercandain," kesal Olive.


"Om saat ini sangat khawatir dengan keadaan Wulan, kalian tahu kan Wulan sedang hamil besar seperti ini dan sekarang tinggal menunggu kelahiran anak pertama kita. Om takut terjadi kenapa-napa kepada Wulan dan bayi kita," seru Ardi.


"Om jangan bicara seperti itu, kita serahkan semuanya pada Allah aku yakin ada jalan keluar untuk memusnahkan si kuyang itu," seru Yuda.


"Tapi dia manusia, Yud," seru Ayumi.


"Justru manusia akan lebih mudah, gue yakin wanita itu ada disekeliling kita tinggal kita cari saja wanita sesuai ciri-ciri yang disebutkan oleh Om Ardi dan Tante Wulan," sahut Yuda.


"Setuju gue, kita harus memusnahkannya supaya warga disini tidak ada kekhawatiran lagi," sambung Farrel.


"Jadi ceritanya kita akan memburu kuyang nih?" seru Bella.


"Iya."


Farell menoyor kepala Dillan dengan gemasnya. Setelah sarapan, Sasa pun mengajak teman-temannya jalan-jalan ke pasar murah yang ada di desa itu.


Semuanya tampak asyik melihat-lihat baju dan berbagai aksesoris dan membuat semuanya antusias.


"Beginilah kalau perempuan, mangkanya kalau nanti kalian punya cewek jangan dibawa ke tempat perbelanjaan seperti ini boros," bisik Dillan.


"Bukanya boros, lo nya aja yang pelit," sahut Farrel.


"Bukan pelit bestie, tapi realistis aja soalnya kalau cewek dibawa ke tempat seperti ini biasanya mereka bakalan kalap dan ujung-ujungnya duit kita yang habis," seru Dillan dengan merangkul pundak Farrel.


"Gue tahu tempat yang asyik buat pacaran, tempatnya nyaman, sepi, dan yang pasti ga bakalan banyak yang jualan otomatis kalian bakalan fokus pacaran kan soalnya ga bakalan ada yang ganggu kalian," seru Yuda.


"Wah, ide bagus dimana Yud? sepertinya nanti kalau gue punya cewek bakalan dibawa kesana," sahut Dillan antusias.


"Sini-sini gue kasih tahu."


Dillan, Farrel, dan Denis pun mendekat ke arah Yuda.


"Dimana Yud, buruan kasih tahu," seru Denis.

__ADS_1


"Di kuburan."


Ketiga laki-laki itu langsung menyerbu Yuda dengan membabi buta, ada yang memiting leher Yuda, ada yang menggelitiki pinggang Yuda, dan satu lagi menjitak kepala Yuda membuat Ayumi dan yang lainnya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mereka ga dimana-mana, selalu saja begitu," seru Olive.


"Memangnya mereka ga malu apa dilihatin banyak orang," sambung Riska.


Tiba-tiba Ayumi melihat dari kejauhan seorang wanita memakai selendang yang dipakai untuk menutup kepalanya dan wanita itu juga memakai selendang dilehernya bahkan gerak-geriknya sangat mencutigakan.


Tanpa bicara kepada teman-temannya, Ayumi pun mencoba mengikuti wanita itu tapi sayang Yuda mengetahuinya.


"Ay, mau kemana lo?" teriak Yuda.


Ayumi pun menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya ke arah Yuda.


"Gue lihat wanita aneh dan gerak-geriknya pun sangat mencurigakan."


"Mana?"


"It-------"


Ayumi mengerutkan keningnya. "Loh, kok ga ada? tadi dia ada disitu?" tunjuk Ayumi.


"Lo salah lihat kali, ayo buruan yang lain sudah pergi tuh," ajak Yuda.


Ayumi pun akhirnya mengikuti Yuda dengan sedikit perasaan aneh, sedangkan dibalik sebuah gerobak seorang wanita menatap kepergian Ayumi dengan senyuman misteriusnya.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2