DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Anak Baru


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Setelah kejadian menolong hantu Lula, tidak ada lagi kejadian-kejadian aneh di sekolah, bahkan toilet yang dulunya disebut angker karena adanya Lula sekarang sudah aman dan banyak yang memakainya lagi.


"Selamat pagi anak-anak!!" sapa Bu Vera.


"Selamat pagi Bu."


"Hari ini kelas kita kedatangan murid baru pindahan dari Semarang, Yuda silakan masuk," seru Bu Vera.


Semua siswa langsung menoleh ke arah pintu masuk dan melihat seperti apa murid baru itu. Seorang pemuda tampan hitam manis masuk ke dalam kelas dengan wajah yang tidak bersahabat.


"Ay, kayanya tuh murid baru sombong deh tuh lihat wajahnya ngeselin banget," bisik Oliv.


"Ssttt jangan berisik nanti kedengaran," sahut Ayumi dengan berbisik pula.


Anak baru itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas, hingga tatapannya berhenti kepada gadis cantik yang tidak lain adalah Ayumi. Sesaat mereka saling pandang satu sama lain dan itu membuat Ayumi merinding.


"Kok gue jadi merinding sih, kayanya tuh anak agak aneh deh," batin Ayumi.


"Silakan Yuda, perkenalkan nama kamu."


"Hallo semuanya, nama saya Yuda Angkasa Prawira saya pindahan dari Semarang," seru Yuda datar.


Tidak ada expresi dalam wajah Yuda, dia terlihat datar dan dingin. Bu Vera melihat disekelilingnya...


"Yuda, kamu boleh duduk bersama Ayumi."


"Hah," sahut Ayumi kaget.


Yuda pun melangkahkan kakinya dan duduk di samping Ayumi.


"Gue Yuda," seru Yuda dengan mengulurkan tangannya.


"Ayumi."


Ayumi semakin merasakan hal aneh pada diri Yuda, tapi entah apa itu Ayumi juga tidak tahu yang jelas Ayumi merasa tidak nyaman duduk berdekatan dengan anak baru itu.


Waktu istirahat pun tiba, Ayumi dan teman-temannya langsung keluar dan menuju kantin.

__ADS_1


"Ay, sini," teriak Farrel.


Ayumi dam teman-temannya pun duduk di meja Farrel.


"Kalian mau pesan apa? biar gue yang pesenin," seru Dillan.


"Kita pesan mie ayam sama es jeruk saja deh Kak," sahut Ayumi.


"Aku----"


"Woi culun, lo pesan sendiri gue hanya mau pesenin cewek-cewek," sentak Dillan yang langsung memotong ucapan Denis.


"Sabar Nis, orang sabar rezekinya banyak," seru Sasa dengan menepuk pundak Denis.


"Ga apa-apa kok Sa, kalau gitu aku mau pesan makanan dulu ya."


Lima belas menit kemudian, Dillan dan Denis datang dengan membawa masing-masing dua mangkok mie ayam pesenan cewek-cewek.


"Makasih ya Kak."


"Sama-sama Ayumi cantik."


Mereka pun makan dengan lahapnya...


"Oh iya Ay, cerita lo yang kemarin itu beneran ya kalau lo seorang anak indigo," seru Oliv yang langsung ditutup mulutnya oleh tangan Ayumi.


Oliv pun menganggukkan kepalanya...


"Sejak kapan lo punya kemampuan seperti itu?" tanya Sasa pelan.


"Ga tahu, kayanya sejak gue lahir juga gue sudah punya kemampuan itu soalnya kata Mama waktu kecil gue suka ngomong sendiri," sahut Ayumi.


"Terus bagaimana rasanya bisa melihat hanyu? seru ga?" tanya Denis dengan polosnya.


"Boro-boro seru, yang ada parno Nis," sahut Ayumi.


"Astaga culun, lo kalau ngomong kadang-kadang ga dipikir dulu ya, bisa lihat setan dibilang seru, lo pikir setan itu lucu apa kaya badut," cibir Dillan.


"Tahu nih Denis, suka ngaco deh kalau ngomong," sambung Sasa.


"Kalau gue jadi lo, gue mungkin sudah stres Ay," sahut Oliv.


"Kadang-kadang gue juga stres sih Liv, apalagi ketemu setan yang nyeremin tapi ya mau gimana lagi memang ini sudah takdir gue, jadi gue terima saja," sahut Ayumi.


"Lo juga Rel, sejak kapan lo punya kemampuan bisa lihat setan?" tanya Dillan.


"Gue ga bisa lihat setan Lan, tapi gue hanya bisa merasakan kehadirannya saja, nah seperti saat ini gue ngerasakan sesuatu ada di samping gue," goda Farrel.

__ADS_1


"Ih Kak Farrel jangan bikin takut dong," sahut Sasa.


"Jangan macam-macam lo Rel," sambung Dillan.


"Siapa yang macam-macam, memang bener kok gue ngerasai kehadiran makhluk lain di samping gue, wajahnya itu jelek, badannya tinggi, hitam manis, cungkring, dan sok kecakepan kalau lihat cewek cantik," seru Farrel.


Dillan tampak berpikir hingga akhirnya dia tersadar dan melihat ke arah dirinya sendiri.


"Kampret lo, jadi lo samain gue sama setan," celetuk Dillan.


Semuanya pun tertawa, di meja pojokkan seorang pemuda hitam manis sedang menatap tajam ke arah meja Ayumi tapi tatapannya tajam hanya kepada Ayumi.


Ayumi pura-pura tidak menyadarinya padahal dari tadi Ayumi sangat sadar dan tahu kalau Yuda sedang memperhatikannya.


"Tuh anak baru kenapa sih lihatin gue seperti itu?" batin Ayumi yang kembali pura-pura tidak tahu.


"Akhirnya gue bisa menemukan lo Ayumi," batin Yuda dengan senyumannya yang misterius.


Sedangkan di sisi lain, Bella mengepalkan tangannya.


"Mereka makin hari semakin menyebalkan saja, apalagi si Ayumi yang sok kecantikan, tunggu pembalasan gue," gumam Bella.


💀


💀


💀


💀


💀


Karya ku yang satu ini slow update ya🙏🙏


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2