DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Menolong Lula Part 1


__ADS_3

πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


Jam istirahat pun berbunyi, semua siswa tampak bersorak gembira...


Ayumi dan teman-temannya langsung mrnuju kantin karena mereka sudah sangat kelaparan.


"Kalian mau pesan apa, biar aku yang pesenin," seru Denis.


"Gue mau siomay saja sama es teh manis," sahut Ayumi.


"Kalau gue batagor sama es jeruk," sambung Olivia.


"Gue mau siomay kaya Ayumi sama es jeruk," sahut Sasa.


"Ok, sebentar ya aku pesankan dulu."


Denis pun pergi untuk memesan makanan..


"Hai, kita boleh gabung ga?" seru Dillan.


"Eh Kak Dillan, boleh-boleh silakan Kak," sahut Sasa.


Dillan dan Farell pun duduk di hadapan ketiga wanita cantik itu.


"Kalian ga pesan makanan?" tanya Farell.


"Sudah, tuh si Denis yang pesankan," tunjuk Ayumi dengan bibirnya.


"Woi, anak berkacamata pesankan kita berdua siomay sama es teh manis," teriak Dillan.


"I--iya Kak."


Setelah siap, Denis pun bolak-balik mengantarkan pesanan teman-temannya di tambah dengan dua Kakak kelasnya itu. Mereka makan dengan lahapnya, hingga Farrel melihat bibir Ayumi blepotan dengan bumbu kacang, Farrel mengambil tisu dan langsung mengusap bibir mungil milik Ayumi.


Semuanya tampak melongo dengan tingkah Farrel.


"Kamu itu kalau makan blepotan kaya anak kecil," seru Farrel.


"Hmm..hmm.." Oliv dan Sasa berdehem sembari menahan senyum.


"Cieee....Ayumi."


"Terima kasih Kak, biar aku aja."


Sedangkan Denis tampak cemberut dan menundukkan kepalanya, dari awal masuk sekolah ini Denis memang sudah menyukai Ayumi.


"Maaf, gue ke toilet dulu," seru Ayumi dengan langkah terburu-buru.


Sesampainya di toilet, lagi-lagi Ayumi lupa masuk ke toilet angker itu. Ayumi menutup pintunya dan berdiri di depan pintu sembari memegang dadanya. Jantungnya berdetak tak karuan saat Farrel tadi melakukan hal itu.


Tiba-tiba hantu Lula datang mengejutkan Ayumi..


"Astagfirullahaladzim."


Tanpa aba-aba lagi, hantu Lula memegang pundak Ayumi, tubuh Ayumi bergetar seketika dan kejadian yang menimpa Lula perlahan muncul.


Flash back on...


"Rudi, kita harus jujur sama Wirda kalau kita ada hubungan," seru Lula.


"Jangan sekarang Lula, aku belum siap putus dengan Wirda, dia adalah tambang emas buat aku, kamu juga kan tahu kalau Wirda selalu memberikan apa yang aku mau," sahut Rudi.


"Tapi bagaimana dengan hubungan kita, bahkan kita sudah melakukan perbuatan yang di larang, aku takut," seru Lula dengan terisak.

__ADS_1


"Lula, kita kan melakukannya pakai pengaman jadi tenang saja kamu tidak akan hamil."


"Tapi tetap saja aku takut Rudi, kalau sampai Wirda tahu dengan hubungan kita, aku ga mau menyakiti hatinya."


"Ya sudah, kalau ga mau menyakitinya kita putus saja," sahut Rudi dengan santainya.


"Apa?"


Plaaaakkkkk....


Lula menampar pipi Rudi dengan kerasnya...


"Brengsek kamu Rudi, setelah apa yang kamu lakukan kepadaku kamu mau putusin aku enak banget kamu, kalau kamu tidak mau jujur sama Wirda, aku akan bongkar semuanya kepada Wirda dan juga orang tua kamu," bentak Lula dengan deraian airmata.


Rudi menarik Lula dan menyudutkannya ke dinding toilet, kemudian Rudi mencengkram wajah Lula sehingga Lula meringis kesakitan.


"Berani sekali kamu nampar aku, dan kalau sampai Wirda dan orang tua aku tahu, aku akan membunuhmu Lula. Asalkan kamu tahu Lula, kamu hanya aku jadikan pelampiasan saja karena aku tidak pernah menyukaimu, aku akan memoroti Wirda sampai semua yang aku inginkan terpenuhi dan setelah itu aku juga sama akan mencampakkannya seperti kamu," ucap Rudi dengan seringainya.


Lula yang marah langsung meludahi wajah Rudi, sehingga membuat Rudi marah dan kalap. Rudi menjambak rambut Lula dan membenturkan kepala Lula ke dinding toilet.


Tidak ada yang bisa menolong Lula karena mereka ketemuan di toilet itu saat waktu menunjukkan jam pulang sekolah. Rudi kehilangan kesabaran dan hilang kendali.


Rudi terus saja membenturkan kepala Lula ke dinding toilet, sampai kepala Lula mengeluarkan darah dan Lula sudah terkulai lemas baru Rudi menghentikannya. Dilihatnya Lula sudah tidak bernyawa, Rudi merasa ketakutan dan dia langsung lari dari toilet itu dan membiarkan Lula tergeletak di toilet yang saat ini terkenal dengan toilet angker itu.


Flash back off.


Hantu Lula melepaskan tangannya dari pundak Ayumi, seketika tubuh Ayumi lemas dan ambruk di lantai toilet.


"Tolong aku, pertemukan aku dengan Wirda setelah itu aku baru bisa pergi dengan tenang," serunya dengan suara yang sangat menyeramkan.


Ayumi menganggukkan kepalanya lemah, tiba-tiba pintu toilet terbuka.


"Ayumi, kamu tidak apa-apa kan?" seru Farrel.


Farrel mendapatkan informasi dari siswi perempuan yang baru saja kembali dari toilet, katanya ada suara teriakkan dari dalam toilet angker itu dan Farrel teringat Ayumi yang sedang ke toilet dan tanpa menunggu lagi, Farrel langsung berlari menuju toilet.


Ternyata benar dugaan Farrel, Ayumi ambruk di lantai dengan sigap Farrel mengangkat tubuh Ayumi dan membawanya ke UKS. Semua siswa dan siswi saling berbisik melihat Farrel mengangkat tubuh Ayumi.


"Kayanya si Ayumi mencari kesempatan dalam kesempitan deh, pengen di gendong sama Farrel," sahut Riska.


"Kurang ajar, tuh anak baru makin ngelunjak saja."


Farrel merebahkan tubuh Ayumi di matras yang berada di ruangan UKS. Oliv mengambil kayu putih dan memijat keningnya Ayumi.


"Lo kenapa sih Ay, sampai lemas gitu di toilet?" tanya Oliv.


"Ga tahu, gue merasa pusing saja tadi," dusta Ayumi.


"Lo pulang saja, nanti biar gue izinin sama Bu Vera," seru Sasa.


"Iya kamu pulang saja, biar aku anterin kamu pulang," seru Farrel.


"Ga usah Kak, aku bisa naik taxi."


"Tidak boleh membantah, biar aku anterin kamu pulang. Lan, lo izinin gue bilang aja gue ada keperluan mendadak," seru Farrel.


"Siap Rel."


"Kalau begitu gue ambilin tas lo dulu ya Ay," seru Oliv.


"Gue juga ambilin tas lo dulu," sambung Dillan.


"Bentar ya, gue mau beli air mineral buat lo. Yuk Denis temenin gue beli minum buat Ayumi," ajak Sasa.


Setelah semuanya pergi, tinggallah Ayumi dan Farrel berdua.


"Tadi kamu bukannya pusing kan?" tanya Farrel.


"Tadi aku ketemu lagi sama hantu Lula, dan tadi dia memperlihatkan bagaimana dia meninggal."


"Apa? terus apa penyebab Lula meninggal?" tanya Farrel.

__ADS_1


"Sepertinya jangan disini deh Kak, kita cari tempat untuk membicarakannya, lagipula aku juga butuh bantuan Kakak."


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita pulang."


Farrel membantu Ayumi turun dari ranjang UKS, dan mereka pun keluar. Ayumi kembali diantar pulang oleh Farrel tapi Farrel menepikan motornya di taman seperti kemarin.


"Kita ngobrol disini saja."


Ayumi menganggukkan kepalanya dan menyusul Farrel duduk di kursi taman.


"Tadi kamu di toilet bertemu dengan hantu Lula?"


"Iya Kak."


"Terus?"


"Apa Kakak tahu dengan murid yang bernama Rudi?" tanya Ayumi.


"Rudi? dia seangkatan sama aku, tapi kita beda kelas dan dia adalah pacarnya Wirda, kenapa memangnya? jangan bilang ini ada sangkut pautnya dengan si Rudi itu?" sahut Farrel.


"Memang semuanya gara-gara dia, Kak."


"Maksudnya?"


Ayumi menghela nafasnya dan mulai menceritakan apa yang sudah dia ketahui dari Lula.


"Apa? jadi yang membunuh Lula itu si Rudi? brengsek, bahkan di saat Lula meninggal dia begitu paniknya dan ikut marah dengan kematian Lula tapi tidak di sangka itu hanya pura-pura untuk menutupi kejahatannya, kurang ajar tuh anak," sahut Farrel dengan geramnya.


Rudi memang terkenal anak nakal, dia juga merupakan salah satu anggota geng motor paling di segani makannya tidak ada yang berani berurusan dengannya.


"Hantu Lula ingin bertemu dengan Kak Wirda, bagaimana bisa menjelaskannya kepasa Kak Wirda? hantu Lula sepertinya ingin menyampaikan sesuatu kepada Kak Wirda."


"Hmm...nanti deh kita pikirkan lagi."


"Ya sudah Kak, tolong antarkan aku ke toko kue Mama saja jangan ke rumah."


"Ya sudah yuk."


Ayumi pun segera naik ke atas motor Farrel, Farrel tidak tahu kalau Ayumi belum siap dan masih memasangkan helmnya tapi Farrel mulai melajukkan motornya sehingga Ayumi terkejut dan reflek memeluk perut Farrel.


"Ya ampun Kak, aku belum siap," seru Ayumi.


"Maaf aku pikir kamu sudah siap."


Farrel menghentikan motornya dan melihat tangan Ayumi yang melingkar diperutnya, senyumannya pun mengembang. Perlahan Farrel melajukkan kembali motornya, dia sengaja tidak memberitahukan Ayumi karena Farrel yakin kalau Ayumi belum sadar sama yang dia lakukan.


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


πŸ’€


Ayo dong mana dukungannya biar Authornya semakin semangat lagiπŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2