DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Akibat Pelaku Pesugihan


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Malam pun tiba...


Ayumi dan yang lainnya tiba di panti, mereka menunggu sampai penghuni panti tertidur semuanya.


Tepat pukul 22.00 malam, Ariel perlahan membukakan gerbang panti dan menyuruh semuanya untuk masuk.


"Jangan berisik, Om Tio kalau jam segini biasanya belum tidur dia sedang melakukan ritual," seru Ariel.


"Astagfirullah."


"Kenapa Yud?" tanya Ayumi.


"Kuat sekali auranya disini," sahut Yuda.


Yuda memperhatikan setiap sudut ruangan panti itu dan terlihat sekali kabut hitam mengelilingi seluruh rumah panti.


"Riel, boleh aku pinjam kamarmu?" seru Yuda.


"Boleh, ayo."


Semuanya pun menuju kamar Ariel...


"Tolong jagain aku dan ingat kalian harus terus berdo'a baca ayat kursi jangan berhenti sampai aku kembali lagi," seru Yuda.


Semuanya pun menganggukan kepalanya, Yuda pun mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Ariel. Yuda akan melakukan pelepasan sukma dengan raganya.


Perlahan Yuda memejamkan matanya, sukma Yuda pun terlepas dan Ayumi bisa melihatnya.


"Kita mulai berdo'a," seru Ayumi.


Ayumi dan teman-temannya mengelilingi tubuh Yuda dan mulai melantunkan do'a yang sudah diperintahkan oleh Yuda.


Yuda masuk ke dunia yang sama sekali belum pernah dia masuki. Dari kejauhan terlihat seorang Bapak-bapak yang Yuda rasa itu adalah Tio, sedang berusaha membawa seorang anak perempuan tapi sayangnya Tio tidak bisa membawa anak itu.


"Hentikan, lepaskan anak itu!" teriak Yuda.


Tio pun menoleh dan menatap tajam ke arah Yuda.


"Oh, jadi kamu yang sudah menghancurkan ritualku. Pantas saja tadi aku merasa ada orang asing yang masuk ke dalam rumah panti dan itu ternyata kamu," seru Tio.


Saat ini Tio juga seperti Yuda sedang melakukan pelepasan raga, Tio duduk bersila di depan sesajen yang dia siapkan dengan mata tertutup.


"Sungguh manusia tidak tahu diri, kenapa kamu tidak menumbalkan dirimu saja? kamu menumbalkan anak-anak yang tidak berdosa bahkan anak-anak yatim piatu yang seharuskan diperlakukan dengan baik," geram Yuda.


"Jangan pernah ikut campur urusanku!" bentak Tio.


Tio dengan cepat menyerang Yuda dan tentu saja Yuda menghadapi serangan Tio itu. Yuda dengan mudah bisa menghadapi Tio, tapi tiba-tiba bayangan hitam muncul dan perlahan menampakan wujudnya.


Tubuhnya tinggi besar, badannya dipenuhi dengan bulu, mempunyai taring yang tajam serta mata yang sangat besar serta menyala membuat siapa pun yang melihat pasti akan berlari ketakutan tapi tidak dengan Yuda.


"Jadi kamu makhluk biadab yang ingin mengambil anak-anak panti!" bentak Yuda.


"Hahaha....jangan salahkan aku, manusia itu sendiri yang mengundangku dan memintaku untuk memenuhi keinginannya dan aku hanya melakukan dan mengambil apa yang sudah manusia itu janjikan."

__ADS_1


Suara genderewo itu sangat menggelegar.


"Hentikan semuanya, atau aku akan musnahkan kau dari dunia ini!" bentak Yuda.


"Hahaha...tidak semudah itu."


Genderewo itu langsung melancarkan serangannya tiba-tiba, membuat Yuda yang belum siap langsung terlempar jauh.


"Aaahhh... "


Yuda memegang dadanya, sedangkan Ayumi dan teman-temannya merasa terkejut saat tiba-tiba raga Yuda berkeringat banyak sekali seperti menahan sakit.


"Yuda..."


"Jangan hentikan berdo'a, apa pun yang terjadi," seru Ayumi.


Disela-sela do'anya Sasa menyeka keringat Yuda dengan tisu. Sedangkan di dunia yang berbeda Yuda berkelahi dengan sengit, serangan demi serangan keduanya lancarkan.


Yuda sudah tampak kelelahan tapi makhluk itu sama sekali belum terlihat lelah.


"Sepertinya aku butuh bantuan guruku," gumam Yuda.


Baru saja Yuda bangkit, makhluk itu mengeluarkan sebuah cahaya hitam lalu mengarahkannya kepada Yuda.


"Aaaarrrggghhh...."


Yuda kembali terpental, Ayumi dan teman-temannya panik karena dari mulut Yuda mengeluarkan darah.


"Yudaaaa!" teriak semuanya.


Dengan tertatih dan berusaha bangkit, Yuda duduk bersila dia memfokuskan pikirannya untuk memanggil sang guru supaya datang membantunya.


Makhluk itu kembali melancarkan serangannya, disaat cahaya hitam itu menuju Yuda, tiba-tiba cahaya putih menghalanginya membuat Yuda merasa lega.


"Menyingkirlah, biar makhluk ini aku yang hadapi," seru Guru Yuda yang bernama Kyai Mahmud itu yang merupakan Eyang Ayumi.


Perkelahian Gurunya dan makhluk itu berjalan dengan sengit, hingga akhirnya setelah sekian lama melakukan pertarungan, Kyai Mahmud pun melancarkan serangan terakhirnya.


"Allahuakbar...."


Duarrrrrr....


Suara ledakan bersamaan dengan suara teriakan makhluk itu menggema, hingga akhirnya perlahan makhluk itu lenyap.


Raga Tio yang sedang duduk bersila di depan sesajen langsung menyemburkan darah dari mulut dan hidungnya, sukmanya sudah kembali ke tubuhnya.


"Kembalilah ke ragamu dan hentikan semuanya, bilang kepada Ayumi ini yang terakhir jangan berhubungan lagi dengan makhluk-makhluk hina itu."


"Baiklah, terima kasih Guru."


Yuda pun memusatkan pikirannya dan dalam hitungan menit, sukmanya sudah kembali ke raganya. Perlahan mata Yuda terbuka, dan dilihatnya para gadis sudah menangis karena menyaksikan keadaan Yuda yang sudah mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Yuda!" seru semuanya bersamaan.


Sasa tidak terduga langsung memeluk Yuda sembari menangis tersedu-sedu, begitu pun Yuda yang hanya bisa diam dengan perlakuan Sasa tapi anehnya Yuda tidak menolaknya.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu kembali lagi kita sangat khawatir dengan keadaan kamu," seru Ayumi.


"Kamu buat kami sangat khawatir," sambung Farrel.


"Sudah-sudah, aku tidak apa-apa kok terima kasih kalian sudah membantu aku dengan melantunkan do'a," seru Yuda.


Sasa melepaskan pelukannya dan segera mengambilkan minum untuk Yuda.

__ADS_1


"Ariel...Ariel...!"


"Nenek."


Ariel segera keluar dari kamarnya disusul dengan yang lainnya.


"Ada apa Nek?" tanya Ariel.


"Tio dan istrinya sudah meninggal Riel, Nenek tidak sanggup melihatnya keadaan mereka sangat mengenaskan," sahut Nenek.


"Apa?"


Ariel dan yang lainnya segera menuju rumah Tio, dan benar saja Tio dan istrinya meninggal dengan mulut dan hidung mengeluarkan darah serta mata keduanya tampak melotot.


"Astagfirullah."


Ayumi menyembunyikan wajahnya ke dada Farrel saking mengerikannya melihat jasad keduanya.


***


Keesokan harinya....


Ariel dan warga disana memakamkan jasad Tio dan Istrinya, Ariel tidak memberitahukan perihal kematian mereka karena cukup dia saja yang tahu.


Setelah selesai pemakaman, semuanya berkumpul di rumah panti. Keadaan Ratna sudah mulai membaik dan akhirnya Ariel dan Neneknya akan meneruskan mengurus panti itu.


"Terima kasih ya, kalian sudah membantu aku," seru Ariel.


"Sama-sama Riel."


"Yud, aku penasaran kenapa Ratna susah sekali untuk diambil oleh makhluk itu?" tanya Ariel.


"Itu semua berkat kamu."


"Kok aku?"


"Kamu yang selalu mendo'akan Ratna dan tidak henti-hentinya terus meminta kepada Allah akan keselamatan Ratna, itu yang membuat makhluk itu tidak bisa mengambil Ratna," sahut Yuda.


"Alhamdulillah."


Akhirnya semuanya terlihat lega, semua perbuatan yang menyekutukan Allah tidak akan berjalan dengan lancar akan ada akibat yang harus dia tanggung atas apa yang dia lakukan


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2