
💀
💀
💀
💀
💀
Semua orang sangat aneh dengan perubahan sikap Farrel yang semakin hari semakin bucin kepada Bella.
"Ay, kamu lihat ga sih kalau Kak Farrel itu kaya orang bodoh yang mau menuruti semua keinginan si nenek lampir itu," seru Olive.
"Bahkan tidak ada ekspresi dalam wajah Kak Farrel," sambung Sasa.
"Bisa ga sih kalau Kak Farrel itu kena pelet si nenek lampir?" seru Denis.
"Bisa jadi, si nenek lampir itu pelet si Kak Farrel supaya jadi bucin sama dia," sahut Olive.
Ayumi hanya terdiam, dia bukanya tidak mau ngomong tapi dia sudah yakin kalau Farrel memang kena pelet karena sikap Farrel memang aneh.
Yuda yanh dari tadi duduk di samping Denis, dia pura-pura tidak tahu dan sibuk membaca buku.
"Kita harus menolong Kak Farrel kasihan dia," seru Ayumi.
"Iya, tapi bagaimana caranya?" sahut Sasa.
Tiba-tiba Dillan masuk ke dalam kelas Ayumi dengan berlari, napasnya begitu ngos-ngisan saat sampai di meja Ayumi.
"Kakak kenapa, kaya dikejar setan aja," seru Olive.
"Guys, tolongin dong si Farrel kelakuannya semakin aneh gue khawatir banget sama dia bahkan kemana pun Bella pergi, dia selalu ngikutin," seru Dillan.
"Tapi bagaimana kita bisa menolong Kak Farrel?" seru Ayumi.
Semuanya terdiam, mereka memang tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Lepaskan cincin yang dia pakai," celetuk Yuda dengan santainya.
Semua orang langsung menatap tajam ke arah Yuda.
"Darimana lo tahu?" tanya Dillan.
"Cewek itu datang ke dukun dan meminta pelet pemikat buat Kak Farrel, dan si dukun itu memberikan sebuah cincin untuk Kak Farrel pakai, jadi kalau ingin Kak Farrel seperti dulu lagi cukup lepaskan cincin itu," sahut Yuda.
"Kok lo tahu kalau Kak Bella ke dukun? apa lo ngikutin Kak Bella?" tanya Ayumi.
"Tidak, ngapain gue ngikutin tuh cewek kaya kurang kerjaan aja, pokoknya gue sudah ngasih tahu kalian cara buat nyelamatin Kak Farrel jadi menurut saran gue, burun lepaskan cincin itu sebelum terlambat," sahut Yuda dengan santainya.
__ADS_1
"Baiklah, gue pergi dulu," seru Dillan yang langsung berlari keluar.
Dillan segera pergi ke kelasnya, beruntung saat ini Farrel sedang sendirian Bella dan Riska entah kemana. Dillan memperhatikan tangan Farrel, benar saja di jari manis Farrel tersemat cincin dengan mata merah muda itu.
Dillan kemudian duduk di samping Farrel. "Rel, coba lihat cincin kamu kok bagus banget ya," seru Dillan.
"Cincin?" tanya Farrel bingung.
"Iya, itu cincin yang kamu pakai."
Farrel melihat jarinya dan ternyata memang ada cincin di jari manisnya. "Sejak kapan aku memakai cincin ini?"
"Coba dong lepaskan, aku ingin mencobanya."
Farrel pun berniat melepaskan cincin itu tapi sayang cincin itu sama sekali tidak bisa dilepaskan.
"Kok ga bisa lepas sih?" batin Farrel.
"Kenapa Rel?"
"Cincinnya susah dilepaskan."
"Masa sih? sini coba aku yang lepaskan."
Dillan mencoba melepaskan cincin itu, tapi Dillan pun tidak bisa melepaskannya. Farrel memang aneh, disaat dekat dengan Bella dia langsung lemah dan perasaannya sangat memuja Bella tapi disaat jauh dengan Bella, dia berubah seperti biasa tapi tidak ingat kejadian sebelumnya.
"Astaga, kenapa susah sekali," gumam Dillan.
Tidak lama kemudian Bella dan Riska pun datang, Farrel langsung terdiam dan pandangannya pun kembali kosong membuat Dillan mengerutkan keningnya.
Dillan menatap Bella dengan tajam...
"Lo kenapa? tatap gue kaya gitu, jangan bilang lo juga jatuh cinta sama gue?" seru Bella.
"Idih najis."
"Awas lo Lan, lo jangan sembarangan bisa jadi nanti lo malah dapat karma dan ngejar-ngejar gue kaya si Farrel selama ini sok jual mahal, tapi buktinya sekarang lihat bahkan si Farrel berubah bucin sama gue," sahut Bella.
"Iya bucin, karena lo pakai jasa dukun buat melet si Farrel, dasar nenek lampir ga laku cinta ditolak dukun bertindak," batin Dillan.
Selama mengikuti pelajaran, Ayumi tampak melamun.
"Kok, gue ngerasa ada yang aneh dari diri si Yuda. Kok dia bisa tahu kalau Kak Farrel kena pelet? apa jangan-jangan dia anak dukun ya?" batin Ayumi.
Bel waktu pulang pun berbunyi, seperti biasa Yuda keluar dari kelas terlebih dahulu.
"Guys, gue duluan ya soalnya gue ada perlu," seru Ayumi.
Belum juga sahabat-sahabatnya menjawab, Ayumi sudah berlari duluan keluar. Ayumi berniat menyusul Yuda karena Ayumi merasa penasaran dengan Yuda.
__ADS_1
"Yuda tunggu!" teriak Ayumi.
Yuda pun menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya.
"Ada apa? tumben lo manggil gue, lo sudah ga takut sama gue?" tanya Yuda dengan senyumannya.
"Bisa kita bicara sebentar? ada sesuatu yang ingin gue tanyakan sama lo."
Yuda pun mengerutkan keningnya, hingga akhirnya Yuda pun menganggukan kepalanya. Ayumi membawa Yuda ke tempat parkiran sekolah.
"Sebenarnya lo siapa? kenapa lo tahu Kak Farrel kena pelet? bahkan lo tahu kalau Kak Farrel memakai cincin dan cincin itu harus segera dilepas. Maaf, apa lo anak seorang dukun?" tanya Yuda.
"Buahahaha...."
Seketika Yuda tertawa terbahak-bahak bahkan sekarang sampai memegang perutnya saking lucunya mendengar pertanyaan Ayumi.
"Loh, kok lo malah ketawa sih?" kesal Ayumi.
"Habisnya lo lucu Ay, gue ini lulusan pesantren di Semarang, bahkan sejak kecil gue sudah hidup di pesantren, jadi gue sangat tahu masalah agama karena keluarga gue pun taat pada agama. Gue paling tidak suka hal-hal yang bersangkutan dengan dukun karena mereka kebanyakan bersekutu dengan setan dan jin dan lo tahu itu adalah salah satu perbuatan musyrik dan perbuatan musyrik tidak akan diampuni oleh Allah."
"Terus kenapa lo tahu semuanya?" tanya Ayumi.
"Nanti juga lo bakalan tahu siapa gue, kalau begitu gue pulang dulu ya sampai jumpa besok lagi," seru Yuda dengan melambaikan tangannya.
Yuda pun segera pergi meninggalkan Ayumi yang masih terdiam mencerna kata-kata Yuda barusan.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1