DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Teror Pocong Maemunah Part I


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Satu minggu kemudian....


Semenjak kepergian Farrel, semuanya pun kembali seperti biasa.


"Sekolah jadi sepi ya, ga ada Kak Farrel, Kak Dillan, Kak Bella, sama Kak Riska," seru Olive.


"Hooh berasa ada yang kurang," sahut Sasa.


Tidak lama kemudian, Denis pun tiba dengan berjalan gontai dan terlihat sangat kusut.


"Lo kenapa Den? lemas banget?" tanya Ayumi.


"Beberapa hari ini gue jarang tidur, tempat tinggal gue akhir-akhir ini sedang mengalami teror," sahut Denis.


"Hah...teror?" seru ketiga gadis itu bersamaan


"Hooh, jadinya semua warga juga tidak bisa tidur semuanya terjaga."


"Lapor polisi aja apa susahnya," seru Yuda yang baru datang.


"Masalahnya, yang neror itu bukan manusia melainkan pocong," sahut Denis.


"What, pocong?"


"Pocong bagaimana maksudnya?" tanya Ayumi.


"Begini Ay, empat hari yang lalu warga di tempat tinggal gue ada yang meninggal sehabis melahirkan anaknya dan ternyata anaknya pun itu sudah meninggal di dalam kandungan. Nah, singkat cerita Ibu dan anak itu di makan secara berdampingan. Keesokan harinya warga digegerkan dengan makam si bayi ternyata ada yang bongkar dan tali pocong si bayi itu hilang, menurut cerita orang-orang Ibu si bayi itu mencari pencuri tali pocong anaknya dan meneror semua warga," jelas Denis.


"Idih serem amat," seru Olive.


"Makanya gue ga bisa tidur, bahkan tadi malam si pocong Maemunah itu datang ke rumah gue," seru Denis.


Tubuh Denis bergetar, dia sangat takut membayangkan wajah pocong yang menyeramkan itu datang ke rumahnya untung Ayah Denis bisa dibilang orang yang lumayan alim jadi pocong itu tidak terlalu lama berada di rumah Denis.


"Lagipula siapa sih yang nyuri tali pocong anaknya itu? zaman modern seperti sekarang ini masih aja ada yang percaya akan mitos tali pocong," seru Ayumi.


"Namanya juga manusia Ay, manusia tempatnya tamak dan serakah mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan," sahut Yuda.


"Gue merinding tahu ga, serem amat dengernya," seru Sasa.


"Yud, tolongin gue nanti malam lo nginap di rumah gue ya soalnya siang ini Papa gue mau pergi keluar kota," seru Denis.

__ADS_1


"Idih ogah."


"Please gue mohon."


"Sudahlah, temenin sana si Denis kasihan tahu," seru Olive.


"Ajak Kak Dillan juga biar kalian ada temennya," sambung Ayumi.


"Kalau lo ga nemenin gue, gue yang nginap di rumah lo sampai Papa gue pulang dari luar kota," seru Denis.


"Idih ogah, jangan mimpi," ketus Yuda.


"Bodo, aku bakalan maksa aja," sahut Denis.


Yuda terlihat sangat kesal dengan Denis, hingga akhirnya Yuda pun mengalah dan memilih menginap di rumah Denis ditemani oleh Dillan juga.


***


Malam pun tiba...


Rumah Denis termasuk rumah yang lumayan besar karena Denis merupakan anak seorang pengusaha juga.


Saat ini Dillan dan Yuda sedang main PS di kamar Denis, sedangkan Denis memilih membaca buku.


"Ini baru jam tujuh malam, tapi suasana di sini sepi amat kaya tinggal di kuburan aja," seru Dillan.


"Maka dari itu Kak, semenjak ada teror si Mbak Mae semua orang lebih memilih diam di rumah karena mereka juga takut bertemu dengan si pocong Mbak Mae," sahut Denis.


"Entahlah."


Bruakkk...


Dillan, Yuda, dan Denis pun tersentak saat mendengar ada benda jatuh. Dillan dan Denis langsung merapatkan tubuhnya kepada Yuda membuat Yuda merasa kesal.


"Apaan sih kalian? sana jauhan, gue ga bisa napas ini," kesal Yuda.


"Suara apaan itu Yud? tiba-tiba saja bulu kuduk gue merinding disko kaya gini," seru Dillan.


Yuda memang sudah merasakan hal yang ganjil, dia merasa kalau ada hawa panas yang sedang mendekat.


Sreeeetttt....


Gorden jendela kamar Denis tiba-tiba terbuka, membuat semuanya terkejut. Sesosok pocong pun tiba-tiba muncul dibalik jendela, dengan wajah yang menghitam.


"Huwaaaaaa....pocoooooonngggg!" teriak Dillan dan Denis bersamaan.


Keduanya langsung loncat ke atas tempat tidur dan menutup seluruh tubuh mereka dengan selimut, kecuali Yuda yang masih terdiam menatap tajam si pocong Maemunah itu.


"Kembalikan tali pocong anakku."


"Disini tidak ada yang mencuri tali pocong anakmu, jadi jangan pernah mengganggu ke rumah ini lagi!" sentak Yuda.

__ADS_1


"Kembalikan tali pocong anakku."


"Astagfirullah, nih pocong ngeyel banget ya. Sudah dibilang, disini tidak ada yang mengambil tali pocong anakmu. Pergi! atau aku buat kamu musnah dan kamu tidak akan bisa menemukan tali pocong anakmu lagi!" bentak Yuda.


Entah takut atau apa, yang jelas pocong itu pun langsung menghilang.


"Sudah, pocongnya sudah pergi," seru Yuda.


Dillan dan Denis pun membuka selimutnya dan tampak celingukan.


"Astaga, pocong itu wajahnya sangat menyeramkan," seru Dillan.


"Aneh sekali, kok bisa sih lo sama sekali ga takit Yud?" seru Denis.


"Kita itu posisinya lebih mulia dibandingkan para setan dan jin, jadi ngapain takut sama mereka justru kalau kita takut sama mereka, mereka semakin senang dan akan mengikuti kalian terus," seru Yuda dengan senyumannya.


"Tapi serem tahu, Yud," sahut Dillan.


"Sepertinya kita harus mencari orang yang sudah mencuri tali pocong anaknya supaya pocong itu tidak meneror warga disini lagi," seru Yuda.


"Setuju, dan kita harus diskusikan dengan para cewek," sahut Dillan.


"Sebenarnya gue malas sih ngelakuin semua ini, tapi kalau gue ga menemukan tali pocong anaknya itu otomatis si Denis bakalan nyuruh gue untuk nginap disini terus, ogah banget," seru Yuda.


Malam itu, si pocong Maemunah terus saja menghantui semua warga disana untuk mencari keberadaan orang yang sudah mencuri tali pocong anaknya.


"Kembalikan tali pocong anakku, atau aku akan mencari tumbal untuk menggantinya."


Suara pocong itu sangat mengerikan membuat siapa saja yang mendengarnya akan ketakutan.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2