
💀
💀
💀
💀
💀
Setelah acara kemping, akhirnya sekarang mereka pun kembali ke rutinitas awal yaitu sekolah.
"Guys, kalian tahu ga mengenai kabar Bu Verra?" seru Sasa.
"Bu Verra? memangnya doi kenapa?" tanya Olive.
"Bu Verra kan kemarin habis di operasi katanya doi kena usus buntu," sahut Sasa.
"Bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita jenguk Bu Verra?" seru Ayumi.
"Setujuuuu..." sahut semuanya.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, hingga bel pulang sekolah pun berbunyi. Ayumi dan yang lainnya nebeng menggunakan mobil Yuda menuju rumah sakit tempat Bu Verra dirawat.
"Woi, kalian mau kemana?" tanya Farrel yang tiba-tiba menghentikan mobil Yuda.
"Astagfirullah, duo perusuh muncul," seru Yuda.
Ayumi pun membuka kaca mobil Yuda. "Kami mau ke rumah sakit jenguk Bu Verra," sahut Ayumi.
"Kenapa kalian ga ajak kita?" seru Dillan.
"Ga usah lebay deh, kalau mau ikut langsung ikuti saja," sahut Yuda.
"Ay, kamu naik motor aja sama aku!" ajak Farrel.
"Woi, jangan mulai sana minggir mau gue tabrak ya!" ketus Yuda.
"Tabrak aja, nanti kalau gue jadi setan, gue bakalan gentayangin lo selamanya," sahut Farrel.
"Ga peduli gue, sana minggir!" ketus Yuda.
Farrel pun dengan terpaksa menggeser tubuhnya, Yuda segera melajukan mobilnya begitu pun Farrel dan Dillan yang langsung naik ke atas motor mereka masing-masing lalu mengikuti mobil Yuda.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit. Setelah tahu dimana letak ruangan rawat Bu Verra, mereka pun langsung menuju ke ruangan itu.
Tok..tok..tok..
"Selamat siang Bu Verra!" sapa semuanya.
"Astaga kalian, darimana kalian tahu kalau Ibu ada di rumajmh sakit?" tanya Bu Verra.
"Tadi Sasa ga sengaja mendengar pembicaraan Pak Bambang dengan guru yang lainnya katanya Bu Verra dirawat di rumah sakit karena usus buntu," sahut Sasa.
"Oh..."
"Ini Bu, kami bawakan buah-buahan untuk Ibu," seru Ayumi.
"Ya ampun, terima kasih ya kalian baik banget sama Ibu."
"Harus dong Bu, Ibu kan adalah guru kami yang paling baik," sahut Denis.
__ADS_1
"Oh iya, apa Ibu sendirian? kenapa tidak ada keluarga Ibu yang menemani?" tanya Ayumi.
"Ibu ini sudah tidak punya siapa-siapa Ayumi, Ibu hanya hidup seorang diri di dunia ini," sahut Bu Verra dengan raut wajah sedihnya.
"Maaf Bu, Ayumi tidak bermaksud membuat Ibu sedih."
"Tidak apa-apa Ay, terima kasih ya kalian sudah perhatian banget sama Ibu."
"Sama-sama Bu," sahut semuanya secara bersamaan.
Tidak lama kemudian, seorang Dokter dan juga suster masuk ke dalam ruangan Bu Verra.
"Bagaimana sayang dengan keadaanmu? apa masih terasa sakit di bekas jahitannya?" tanya seorang Dokter itu.
"Masih sedikit ngilu, Mas."
Tiba-tiba Ayumi dan yang lainnya terlihat mengendus-ngendus.
"Sa, lo ngerasa bau gosong ga?" bisik Olive.
"Hooh, kaya bau yang kebakar gitu," sahut Sasa dengan berbisik pula.
Berbeda dengan Ayumi dan Yuda, keduanya melihat kalau di belakang Dokter itu ada sosok pria yang memakai seragam Dokter juga dan name tagnya tertulis nama Dr.Herman.
"Kita pura-pura ga lihat, gue yakin tuh setan ingin meminta bantuan," bisik Yuda.
Ayumi pun menganggukan kepalanya...
"Anak-anak, kenalkan ini Mas Doni tunangan Ibu dan Mas, kenalkan mereka murid-murid aku," seru Bu Verra.
"Wah, senang sekali bertemu dengan kalian," seru Dr.Doni.
Ayumi melirik sekilas ke arah Dr.Herman itu, tatapannya seperti menyiratkan kebencian kepada Dr.Doni.
"Baiklah."
Ayumi dan yang lainnya pun keluar dari ruangan rawat Bu Verra.
"Guys, tadi pas di dalam kalian mencium bau gosong ga sih?" tanya Olive.
"Hooh, gue nyium bau gosong itu," sahut Dillan.
"Gue juga," sambung Farrel.
Semuanya pun duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan rawat Bu Verra, sedangkan Ayumi memilih untuk berdiri.
Tiba-tiba sosok Dr.Herman pun muncul dan berdiri tepat di samping Ayumi dan Yuda yang mengetahuinya langsung menghampiri Ayumi dan pura-pura mengajak Ayumi ngobrol.
"Tolong saya, saya tahu kalian bisa melihat saya," seru Dr.Herman.
"Ih, kok bau gosong lagi sih," seru Olive.
"Hooh, bau banget," sahut Sasa.
"Memangnya siapa yang masak? dari sini ke kantin rumah sakit kan jauh, masa iya tercium gosong sampai sini," seru Dillan.
Tiba-tiba Dr.Herman merubah wujud yang sebenarnya, tubuh yang gosong dan banyak kulit yang terkelupas membuat Ayumi refleks bersembunyi di punggung Yuda.
"Astagfirullahaladzim," seru Ayumi keceplosan.
"Benar kan, kamu bisa melihat saya."
__ADS_1
Ayumi langsung menutup mulutnya membuat Yuda tepok jidatnya sendiri.
"Ada apa Ay? kok kamu malah memeluk si curut itu?" kesal Farrel.
"Ah sirik aja Lo dugong," sahut Yuda.
"Apa lo bilang? lo sebut gue dugong?" kesal Farrel.
"Sudah-sudah, ini rumah sakit kalian mau diusir dari sini," seru Sasa.
Farrel mendekati Ayumi. "Ay, mending kamu bersembunyinya di punggung aku, aku tahu kamu lihat hantu kan?" seru Farrel.
"Hah...serius disini ada hantu Ay?" seru Dillan dengan memeluk Denis.
"Ih, Kakak apa-apaan sih meluk gue," seru Denis.
"Astagfirullah, gue kira Sasa atau Olive."
Tidak lama kemudian, pintu ruangan rawat Bu Verra pun terbuka. Dr.Doni dan Suster itu pun keluar.
"Tolong kalian jaga Verra ya, soalnya dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi kasihan," seru Dr.Doni.
"Baik Dok."
Dr.Doni pun akhirnya pergi dengan Suster itu dan hantu Dr.Herman pun menghilang entah kemana. Semuanya kembali masuk ke dalam ruang rawat Bu Verra.
"Anak-anak, Ibu sudah tidak apa-apa kok kalian boleh pulang nanti orangtua kalian nyari kalian," seru Bu Verra.
"Tapi kan Ibu sendirian disini?" sahut Ayumi.
"Tidak apa-apa, barusan Pak Bambang menghubungi Ibu katanya para guru akan datang kesini jadi kalian tidak usah khawatir."
"Ya sudah kalau begitu, kami pulang dulu nanti kami kesini lagi buat nemenin Bu Verra," seru Ayumi.
"Iya, terima kasih ya."
Akhirnya semuanya pun pamit dan tidak lupa mencium punggung tangan Bu Verra secara bergantian.
Mereka pun berjalan bersamaan sembari bercanda-canda, Ayumi tidak sengaja melihat Dr.Herman berada di belakang Dr.Doni dan Dr.Herman berusaha untuk memukul Dr.Doni tapi sayang Dr.Herman tidak bisa menyentuh Dr.Doni.
"Ada apa sebenarnya? apa mungkin kematian Dr.Herman ada hubungannya dengan Dr.Doni?" batin Ayumi.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU