
💀
💀
💀
💀
💀
Waktu aqiqahan pun tiba....
Ayumi dan yang lainnya saat ini sedang sibuk mempersiapkan berbagai macam makanan untuk para tamu yang akan hadir di acara aqiqahan anak pertama dari Wulan dan Ardi.
Kakek dan Nenek Sasa mengundang semua warga di kampung itu untuk hadir sekalian ingin tahu apakah ada orang yang mencurigakan yang selama ini sudah meresahkan warga kampung itu.
"Ay, lo pasti capek kan ini gue bawakan minuman buat lo," seru Yuda dengan mengasongkan air mineral kemasan kepada Ayumi.
"Ay, ini aku juga bawakan minuman buat kamu. Minuman aku lebih segar karena aku bawakan minuman berwarna ga kaya si curut ini hanya ngasih air mineral, dasar ga modal," seru Farrel dengan melirik ke arah Yuda.
"Woi dugong, yang penting niatnya bukan masalah berwarna atau tidaknya. Lagipula Ay, minuman yang berwarna itu tidak baik untuk kesehatan soalnya banyak zat berbahaya yang terkandung di dalamnya," sahut Yuda.
"Apaan, ini minuman terkenal mana ada zat berbahaya."
Ayumi sudah sangat kesal dengan kelakuan dua cowok itu yang selalu berseteru, akhirnya Ayumi pun mengambil kedua minuman itu.
"Gue minum dua-duanya, jadi ga usah bertengkar lagi," seru Ayumi.
"Woi, semua tanu sudah datang!" seru Sasa.
"Pokoknya kita khususkan perhatikan wanita saja, wanita yang berubah jadi kuyang itu akan gelisah kalau mendengar lantunan ayat-ayat Allah pasti wanita itu tidak akan nyaman, jadi kalau ada wanita yang tingkahnya aneh segera beritahu gue," seru Yuda.
"Oke...."
Ayumi dan yang lainnya ikut menyambut kedatangan para warga disana, tiba-tiba seorang wanita yang Ayumi lihat di pasar pun datang. Ayumi memperhatikan wanita itu dan wanita itu justru menganggukan kepala sembari tersenyum kepada Ayumi.
"Wanita itu," batin Ayumi.
Semua wanita yang datang memang memakai kerudung jadi Ayumi dan yang lainnya belum bisa memastikan mana wanita yang berubah menjadi kunyang.
Pengajian aqiqahan anak Wulan pun sudah dimulai, semua orang mulai membacakan shalawat dan mengaji. Pandangan Ayumi tidak lepas dari wanita yang dia curigai itu.
Benar saja, wanita itu mulai menunjukan prilaku yang aneh. Wanita itu seakan gelisah tidak nyaman duduk, Ayumi pun menghampiri Yuda.
"Yud, lihatlah wanita itu," seru Ayumi.
"Iya, gue tahu."
"Ya ampun, tubuh aku mulai panas, sebaiknya aku pergi saja mumpung tidak ada yang memperhatikanku," batin wanita itu.
Wanita itu pun bangkit dari duduknya dan mulai pergi dari acara aqiqah.
"Ayo kita ikuti dia!" ajak Yuda.
__ADS_1
Akhirnya secara diam-diam, Ayumi dan yang lainnya mengikuti wanita itu. Wanita itu terus berjalan dengan sangat cepat dan dia tidak sadar kalau saat ini dia sedang diikuti oleh Ayumi and the geng.
Wanita itu memasuki halaman rumahnya dan ternyata rumah wanita itu jauh dari rumah warga lainnya bahkan di samping kiri dan kananya ditumbuhi kebun singkong.
"Astaga serem amat rumahnya," bisik Olive.
Mereka bersbunyi di balik pepohonan, wanita itu tampak celingukan dia merasa kalau dia yang mengikuti.
"Kok aku merasa ada yang mengikutiku ya," gumam wanita itu.
Akhirnya wanita itu pun langsung masuk ke dalam rumahnya, Ayumi dan yang lainnya mrngendap-ngendap mendekati rumah wanita itu.
Rumah yang sangat gelap dan terlihat menyeramkan itu. Mereka sudah memasuki halaman rumah wanita itu, semuanya berpencar untuk menyelidiki ada apa di dalamnya.
Ayumi menarik baju Farrel dengan kuatnya, karena disekitaran rumah itu banyak sekali arwah-arwah yang Ayumi lihat bahkan banyak suara tangisan bayi yang sangat menyayat hati Ayumi.
"Kamu kenapa Ay? pasti kamu lihat setan kan?" bisik Farrel.
Ayumi hanya menganggukan kepala dengan keringat yang sudah bercucuran di wajahnya. Farrel pun menggenggam tangan Ayumi dan itu membuat Yuda kesal, Yuda ingin membuat perhitungan dengan Farrel tapi dia sadar ini bukan waktu yang tepat.
Yuda pun mencoba mengintip dari balik loster yang sedikit terbuka, dilihatnya wanita itu sedang duduk di hadapannya terdapat berbagai macam sesajen.
"Aku harus mendapatkan darah bayi itu malam ini juga," seru wanita itu.
Para wanita menutup mulutnya dengan tangannya saat mendengar ucapan wanita aneh itu. Wanita itu membuka kerudungnya dan Yuda bisa melihat jelas kalau dilehernya ada tanda hitam yang melingkar.
"Fix, wanita itu adalah kuyang," bisik Yuda.
"Apa?"
"Siapa itu?" teriak wanita itu.
"Kabuuuuurrrrr...."
Mereka pun segera kabur dari tempat itu, sedangkan si wanita segera keluar untuk melihat siapa mereka tapi sayang mereka sudah menghilang tak terlihat.
"Kurang ajar, aku yakin pasti anak-anak dari kota itu yang sudah mengikutiku," seru wanita itu.
Semuanya berlari tunggang langgang karena takut ketahuan, tapi baru saja melewati jembatan tiba-tiba sosok wanita itu muncul di hadapan mereka membuat mereka terkejut.
"Mau kemana kalian?"
Yuda langsung berdiri di hadapan semuanya...
"Ternyata selama ini kamu yang sudah meresahkan warga disini, akhiri semuanya atau akan aku buat kamu mati sekarang juga!" bentak Yuda.
"Hahaha....kalian hanyalah anak ingusan tidak akan bisa memusnahkanku, justru sebaliknya aku yang akan membunuh kalian semua. Jadi, mumpung aku masih berbaik hati lebih baik sekarang kalian kembali ke kota dan jangan ikut campur urusanku."
"Tidak, kami tidak akan kembali sebelum kami bisa memusnahkan kamu!" teriak Farrel.
"Kurang ajar, dasar anak-anak pengganggu."
Wanita itu mulai melancarkan serangannya. "Kalian mundur, biar gue yang hadepin kunyang itu!" teriak Yuda.
__ADS_1
"Hati-hati Yud," seru Ayumi.
Seketika terjadi perkelahian antara si manusia kunyang dan Yuda, perkelahiannya cukup lama hingga akhirnya si manusia kuyang kalah dan langsung kabur.
"Kita harus kasih tahu warga, malam ini juga kita harus musnahkan si kuyang itu," seru Yuda.
"Iya benar."
Semuanya pun kembali ke rumah Kakek dan Nenek Sasa, dan ternyata pengajiannya sudah selesai.
"Kalian darimana?" tanya Nenek Sasa.
"Nek, sekarang kita tahu siapa wanita yang menjalankan ilmu hitam dan berubah menjadi kuyang," seru Sasa.
"Hah...siapa Sa?" tanya Wulan.
"Wanita itu yang rumahnya jauh dari rumah warga lainnya, dan hanya satu-satunya bahkan di kiri kanan rumah itu hanya ada kebun singkong," sahut Sasa.
Wulan dan Ardi saling pandang begitu pun dengan Nenek dan Kakek.
"Itu kan rumahnya Mumun," seru Wulan.
"Iya, wanita itu yang selama ini menjadi kunyang dan selalu menghisap darah bayi yang baru lahir dan darah Ibu yang melahirkan juga," seru Yuda.
"Astagfirullah, kok bisa ya Mumun seperti itu padahal dia itu terkenal wanita yang baik namun Mumun memang sering sakit hati karena selalu saja gagal menikah, dan sejak itu Mumun berubah tidak pernah kelihatan ke warung lagi dan hanya diam di rumahnya tidak pernah keluar dari rumah," seru Nenek Sasa.
"Om Ardi sebaiknya kasih tahu warga, malam ini juga kita harus musnahkan kuyang itu karena kalau tidak dimusnahkan, dia akan terus seperti itu meresahkan warga disini," seru Yuda.
"Baiklah, kalau begitu sekarang Om ke rumah Pak RW dulu."
Om Ardi pun segera menuju rumah Pak RW.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU