DISINI ADA SETAN

DISINI ADA SETAN
Kesedihan Farrel


__ADS_3

💀


💀


💀


💀


💀


Malam pun tiba...


Semua tamu undangan yang merupakan teman-teman Venny sudah hadir di Caffe virak milik Farrel.


Begitu pun dengan Ayumi dan teman-temannya yang sudah hadir dan tinggal menunggu acaranya dimulai.


"Ini kapan acaranya dimulai sih? lama banget," kesal Olive.


"Iya, mana aku sudah lapar lagi," sahut Sasa.


"Katanya, Papa si Venny masih di jalan baru pulang dari luar kota jadi si Venny ingin menunggu Papanya datang," seru Dillan.


Sedangkan Ayumi dan Farrel santai-santai saja sembari tersenyum melihat kelakuan para sahabatnya itu.


Beberapa saat kemudian, sebuah mobil pun berhenti di depan Caffe milik Farrel dan sudah dipastikan kalau itu adalah Papanya Venny.


Semua orang langsung menoleh ke arah pria tua berusia lima puluh tahunan tapi masih terlihat gagah dan tampan.


"Papa!" teriak Venny sembari berlari memeluk Papanya itu.


Deg....


Farrel tampak membelalakan matanya, tangan yang sedang memegang minuman tampak bergetar hebat hingga akhirnya gelas yang dipegangnya pun terjatuh.


Praaaannngggg....


Semua mata melihat ke arah Farrel, termasuk Venny dan juga Papanya. Tapi Farrel segera menundukan kepalanya dan pergi ke belakang.


"Kak, Kak Farrel mau kemana?" teriak Ayumi.


"Ay, coba kamu susul dia sana," seru Dillan.


"Ya sudah, aku susul Kak Farrel dulu ya."


Ayumi pun segera berlari menyusul Farrel, sedangkan Dillan segera membersihkan pecahan gelas itu. Papa Venny tampak terdiam, dia memang tidak melihat jelas kepada Farrel tapi dia merasa kenal dengan Farrel.


Ayumi celingukan mencari keberadaan Farrel, hingga akhirnya Ayumi melihat Farrel duduk di lantai dibawah meja.


"Kak Farrel."


Farrel mendongakan kepalanya, dan betapa terkejutnya Ayumi saat melihat Farrel meneteskan airmatanya. Ayumi pun berjongkok di samping Farrel.


"Astaga Kak, Kakak kenapa? kok nangis?"


Farrel terlihat diam saja, bahkan sekarang Farrel kembali menundukan kepalanya dan pundaknya bergetar hebat.


"Ya Allah Kak, Kakak kenapa? cerita sama aku."

__ADS_1


"Dia, dia adalah orang yang sudah meninggalkanku dengan Mama."


"Dia? maksud Kakak siapa?"


"Papanya Venny, dia juga Papaku Ay."


"Apa?" Ayumi menutup mulutnya saking terkejutnya.


"Kalau aku tahu si Venny anak dari pria itu, aku tidak akan membiarkan dia menyewa Caffe ini," seru Farrel dengan masih menundukan kepalanya.


Ayumi tidak tega melihat Farrel seperti itu, Ayumi pun memeluk Farrel untuk memberikan kekuatan kepada Farrel.


"Kakak tahu, cerita hidup Kakak itu sama persis seperti aku sama-sama ditinggalkan oleh Papa kita demi wanita idaman lain. Padahal apa kurangnya Mama kita, sampai-sampai mereka dengan teganya menduakan Mama kita dan yang lebih menyakitkan lagi mereka lebih memilih wanita lain dibandingkan anak dan istri sahnya."


"Hati aku sakit Ay, Mama aku sudah bekerja keras selama ini bahkan rela jarang pulang karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan Mama selalu pulang lama, tapi disaat Mama dan aku pulang untuk melepas rindu ternyata kami justru menemukan hal yang sangat menyakitkan. Papa sedang berselingkuh di rumah kami sendiri," seru Farrel dengan deraian airmata.


Ayumi hanya bisa mengusap punggung kekasihnya itu, Ayumi sangat mengerti akan perasaan Farrel.


Sementara itu, di dalam Caffe sudah terdengar nyanyian selamat ulang tahun untuk Venny dan lagi-lagi itu membuat hati Farrel merasa sangat sakit karena dari kecil, Farrel belum pernah merayakan ulang tahun sebesar yang Venny lakukan saat ini.


Bahkan sejak kecil, Farrel harus menjadi penjaga bagi Mamanya sebagai anak laki-laki Farrel harus kuat.


Ayumi melepaskan pelukannya dan menghapus airmata Farrel. "Aku tahu apa yang dirasakan Kakak, karena nasib kita sama ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. Tapi Kakak tahu, disaat aku ingin memaafkan Papa ternyata takdir berkata lain, Papa harus pergi meninggalkanku selamanya."


Cukup lama, Farrel dan Ayumi lesehan di lantai saling mengungkapkan isi hati mereka yang selama ini mereka pendam.


"Kita ke depan yuk! ga enak sama yang lainnya pasti mereka mencari kita," seru Ayumi.


"Tapi kamu akan tetap berada di samping aku kan? karena untuk saat ini hanya kamu penguat dan penyemangat buat aku."


Farrel pun tersenyum, Farrel kemudian menggenggam tangan Ayumi dan bangkit dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya bergabung kembali bersama teman-teman yang lainnya.


"Kalian darimana saja sih? mojok aja kerjaannya," kesal Yuda.


"Idih sirik aja jadi orang, makanya cari cewek biar ga julid mulu," sahut Farrel yang disambut gelak tawa oleh para sahabatnya.


Sementara itu di atas panggung, Venny tampak bahagia di dampingi oleh kedua orang tuanya. Venny adalah anak yang dibawa oleh istrinya, dulu Papa Farrel selingkuh dengan janda beranak satu dan itu artinya Venny adalah adik tiri dari Farrel.


Disaat kedua orangtuanya mencium Venny, genggaman tangan Farrel semakin erat membuat Ayumi menoleh. Ayumi tahu kalau Farrel merasa sangat marah, tapi Ayumi dengan cepat mengusap lengan Farrel membuat Farrel tersadar.


"Astagfirullah, tangan kamu sakit ya Yang? maafkan aku."


Farrel menciumi tangan Ayumi yang digenggam erat oleh Farrel membuat wajah Ayumi memerah.


"Sudah, aku ga apa-apa kok Kak."


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, hingga akhirnya acara ulang tahun pun selesai. Semua tamu undangan mulai meninggalkan Caffe itu, kecuali Ayumi dan teman-temannya.


"Sayang, pemilik Caffe ini siapa? Papa ingin memberikan bonus karena sudah mendekor tempat ini dengan sangat indah," seru Hikmal yang merupakan Papa tiri Venny.


"Venny juga tidak tahu Pa, karena Venny belum pernah melihat pemilik Caffe ini tapi Papa coba deh tanya teman-teman Venny itu, mereka tahu siapa pemiliknya," tunjuk Venny.


Papa dan Mamanya Venny pun menghampiri Ayumi dan yang lainnya yang saat ini sedang membereskan Caffe.


"Maaf permisi, disini adakah pemilik Caffe ini?" tanya Hikmal.


Semuanya menoleh kecuali Farrel yang masih membelakangi Hikmal dan istrinya. Farrel sangat tahu siapa pemilik suara itu, suara yang selama ini Farrel rindukan.

__ADS_1


Ayumi menghampiri Farrel dan mengusap punggung Farrel.


"Kak, ada yang mencari Kakak."


Perlahan Farrel membalikan tubuhnya, dan seketika kedua pasang mata itu saling tatap satu sama lain. Hikmal sangat terkejut, walaupun Hikmal sudah tidak bertemu dengan anaknya itu sejak lama tapi sebagai Papa dia hafal benar wajah anaknya.


"Iya, apa ada yang bisa saya bantu?" seru Farrel.


"Pa, kok malah diam?" seru Penti yang merupakan istrinya itu.


"Ah, iya...apa Caffe ini milik kamu?"


"Iya, perkenalkan nama saya Farrel dan saya pemilik Caffe ini. Maaf ada apa ya, Bapak mencari saya?"


"Begini, saya ingin memberikan bonus karena kamu sudah membuat tempat ini sangat indah dan anak saya sangat senang dan menyukainya," sahut Hikmal dengan memberikan sebuah amplop kepada Farrel.


Farrel tersenyum sinis. "Tidak usah Pak, pembayaran kemarin pun sudah cukup dan saya tidak membutuhkan bonus dari Bapak karena untuk membuat pelanggan senang adalah tugas saya sebagai Owner Caffe ini."


"Tapi----"


"Maaf Pak, saya sedang banyak pekerjaan jadi dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Bapak, tolong bawa kembali uang itu karena saya tidak bisa menerimanya. Kalau begitu saya permisi dulu."


Farrel pun segera meninggalkan tempat itu dengan menarik tangan Ayumi.


"Lan, kalian pulang saja dan ini kuncinya tolong nanti kamu kunci Caffe ini. Aku dan Ayumi pergi dulu."


"Baiklah," sahut Dillan.


Farrel pun mengambil jaketnya dan memakaikannya kepada Ayumi, lalu memakaikan helm kepada Ayumi.


"Ayo naik."


Farrel pun langsung melajukan motornya meninggalkan Caffe itu, sedangkan Hikmal hanya bisa melihat kepergian anaknya itu dengan tatapan penyesalan.


💀


💀


💀


💀


💀


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2