
đź’€
đź’€
đź’€
đź’€
đź’€
Setelah kejadian meninggalnya Irawan, Jenny dan Miranda memutuskan untuk pindah ke Banten kampung halaman Miranda, tentu saja setelah sebelumnya mereka meminta maaf kepada Ayumi dan Mama Anis.
Sekarang kehidupan Ayumi dan Mama Anis kembali normal, Ayumi sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus karena hari ini adalah hari pertama Ayumi dan teman-temannya masuk kuliah, dan saat ini mereka akan menjalani Ospek.
Ayumi dan teman-temannya masuk ke universitas yang sama dengan Dillan, Bella, dan juga Riska. Ayumi dan teman-temannya ambil fakultas kedokteran karena memang cita-cita kelimanya menjadi seorang dokter.
“Ayo semuanya diharapkan segera berkumpul!” teriak seorang senior.
Tanpa menunggu lama, semua para calon Mahasiswa itu berkumpulan di lapangan.
Ospek kali ini dilaksanakan hanya selama dua hari saja karena tidak akan ada banyak yang dibahas, para senior hanya akan membahas hal-hal yang bersangkutan dengan kedokteran.
“Sumpah, itu pasti ketuanya ganteng banget mana orangnya ramah pula,” bisik Sasa.
“Iya, aku pikir Ospeknya bakalan kaya MOS di sekolah, seniornya galak-galak dan suka teriak-teriak tapi disini ga ada yang seperti itu semuanya baik dan ramah,” sahut Olive.
“Sudah jangan ngobrol, dengarkan apa yang sedang Kakak-kakak senior kita jelaskan,” bisik Ayumi.
Semenjak masuk kuliah, gaya bahasa mereka pun jadi berubah asalnya lo gue sekarang mereka belajar berbicara sopan karena menurut mereka rasanya kurang pas saja sebagai calon dokter bahasanya lo gue.
“Kami akan memberikan kalian tugas dan besok harus dikumpulkan, tugasnya ialah kalian harus membuat denah universitas ini, bagi yang gambar denahnya paling bagus nanti kami akan memberikan hadiah untuk kalian,” seru senior yang bernama Bisma itu.
“Baik Kak!”
“Oke, sekarang kami akan membawa kalian berkeliling universitas ini supaya kalian punya gambaran untuk mengerjakan tugas nanti,” seru Bisma.
“Baik Kak!”
Semua Maba pun menyusul dan mengikuti para seniornya yang sudah berjalan lumayan agak jauh.
Ayumi dan teman-temannya tampak antusias, mereka memperhatikan setiap sudut universitas itu.
“Ya ampun, aku yakin kali ini otakku sudah ngebul,” seru Denis.
“Memangnya kenapa?” tanya Yuda.
“Aku sama sekali ga inget, tempatnya luas banget bagaimana dengan tugasnya nanti, bisa-bisa aku dapat nilai paling kecil,” sahut Denis.
“Denis jangan bilang seperti itu, masa sudah menyerah sebelum mencoba sih,” sambung Ayumi.
__ADS_1
Disaat melewati sebuah ruangan yang tertutup rapat dengan gembok yang menempel di gagang pintu.
Tiba-tiba perasaan Ayumi terasa berbeda, membuat Yuda menarik tangan Ayumi karena Yuda sudah tahu apa yang dirasakan Ayumi.
“Jangan hiraukan Ay.”
Ayumi menganggukan kepalanya dan mulai melanjutkan langkahnya.
Setelah semua aktivitas selesai, semua peserta Ospek dipersilakan untuk istirahat makan siang.
“Hallo semuanya!” teriak Bella dan Riska bersamaan.
“Hallo Kak Bella, Kak Riska, Kak Dillan!” sapa Olive.
“Ah, satu kampus juga sama si kampret,” ledek Dillan.
Yuda tidak menanggapi ocehan Dillan, dia fokus saja melahap makanannya.
“Kita senang, akhirnya kalian kuliah disini juga padahal kita sudah mengira kalau kalian tidak akan kuliah disini,” seru Bella.
“Mana mungkinlah, kita kan best friend kemana-mana harus sama-sama, iya kan Ay?” seru Olive.
“Yoi.”
Akhirnya mereka semua pun berkumpul kembali, canda tawa kembali menghiasi persahabatan mereka apalagi Dillan dan Yuda yang sudah dipastikan tidak akan pernah akur.
Tiba-tiba seorang gadis cantik menghampiri mereka.
"Boleh, gabung aja," sahut Ayumi.
"Kenalkan nama aku Venny."
Ayumi dan yang lainnya pun membalas uluran tangan Venny, Venny merupakan gadis cantik dengan rambut sebahu.
Tidak membutuhkan waktu lama Venny dan Ayumi and the geng langsung akrab seperti sudah lama bertemu.
"Kalian enak ya, satu sekolah dan sekarang satu kampus salut sama persahabatan kalian," seru Venny.
"Kita memang selalu kompak dalam segala hal, walaupun kadang-kadang salah paham dan pertengkaran mewarnai persahabatan kita tapi kita peduli satu sama lain," sahut Olive.
"Kok aku ga suka ya sama nih orang," batin Bella.
Entah kenapa Bella tidak suka dengan Venny, walaupun Venny ramah tapi Bella justru merasa kalau itu hanya kepura-puraan.
"Ay, kok kamu diam saja sih?" seru Riska.
"Ayumi lagi galau Kak, soalnya ga ada kabar dari Kak Farrel," sahut Sasa.
"Hah iyakah? wah bahaya, jangan-jangan dia sudah lupa lagi sama kamu Ay," seru Riska.
__ADS_1
"Ih Kak Riska jangan nakut-nakutin deh, aku masih percaya kok sama Kak Farrel mungkin dia lagi sibuk," sahut Ayumi.
"Ini sudah dua tahun loh Ay, bukanya dia janji akan kembali setelah dua tahun tapi kok malah ga ada kabar sih? awas saja kalau dia berani menyakiti kamu Ay, aku yang paling depan yang akan memberinya pelajaran," kesal Bella.
"Sebelum kamu yang memberinya pelajaran, si dugong harus berhadapan dulu sama aku enak saja, sudah disuruh nunggu selama dua tahun dan sekarang ga ada kabar sama sekali, awas saja kalau dia pulang," geram Yuda.
"Jangan jadi kompor kamu, kali aja memang Farrel lagi sibuk. Lagipula aku yakin Farrel tidak mungkin menyakiti hati Ayumi karena Farrel sangat mencintai Ayumi," sahut Dillan.
"Alah, dia itu cowok bro dan sekuat-kuatnya dia menjaga hati tapi kalau disuguhkan cewek cantik dan seksi bakalan kegoda juga," ledek Yuda.
"Jangan pernah jelek-jelekin sahabat aku!" bentak Dillan.
Dillan bangkit dari duduknya dan berniat menghampiri Yuda tapi Bella dan Riska langsung menahannya, begitu pun dengan Yuda yang dengan sigap berdiri tapi Denis langsung menahannya.
"Sudahlah, jangan berantem mulu kita positif thinking sajalah dan kita tunggu saja mudah-mudahan Kak Farrel menepati janjinya," seru Ayumi.
Venny pun hanya tersenyum menyaksikan adu mulut teman-teman barunya itu, selain Venny tidak tahu apa permasalahannya, Venny juga merasa tidak pantas untuk ikut campur urusan mereka.
Sepulang Ospek, Ayumi pun langsung pulang ke rumahnya. Ayumi duduk di pinggir ranjangnya dan menatap layar ponselnya yang terpampang foto dirinya dan Farrel.
"Sebenarnya kamu kemana sih Kak? kok ga ada kabar sama sekali, bahkan saat ini ponsel kamu tidak aktif," batin Ayumi.
Ayumi merasa sangat rindu kepada Farrel tapi entah kenapa perasaan Ayumi tiba-tiba merasa tidak enak.
"Mudah-mudah kamu kembali dan menepati janji kamu Kak, aku akan setia menunggumu disini," batin Ayumi.
đź’€
đź’€
đź’€
đź’€
đź’€
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1
    Â