
💀
💀
💀
💀
💀
Setelah puas belanja, Ayumi dan yang lainnya pun memutuskan untuk pulang. Betapa terkejutnya mereka saat tiba di depan rumah, sudah banyak orang yang berada di rumah Kakek dan Nenek Sasa.
"Loh, kok banyak orang sih? ada apa?" seru Sasa.
"Ayo buruan kita masuk!" ajak Ayumi.
Pas semuanya sampai di dalam rumah, ternyata Tante Wulan baru saja melahirkan seketika yang awalnya sangat khawatir banget berubah menjadi kebahagiaan.
Di desa itu memang seperti itu, setiap ada yang lahiran pasti rame dan datang ke rumah untuk melihat.
"Hai kalian, kok malah bengong sini masuk," seru Wulan dengan senyumannya.
Ayumi dan yang lainnya pun masuk dan duduk di samping tempat tidur Wulan, sedangkan bayinya di gendong oleh Ardi.
"Tante selamat ya, anaknya laki-laki apa perempuan?" tanya Sasa.
"Laki-laki Sa."
"Alhamdulillah," sahut semuanya bersamaan.
"Kakek dan Nenek mana?" tanya Sasa.
"Ada di dapur."
Tidak lama kemudian, Nenek pun membawa nampan berisi bawang merah, sisir, kaca, dan sejumput sapu injuk juga.
"Itu apa Nek?" tanya Yuda.
"Ini katanya membuat si kuyang takut, karena barang-barang ini salah satu barang yang ditakuti si kuyang," sahut Nenek.
"Nek, bagaimana kalau kita berdo'a saja memperbanyak baca al-qur'an karena semua bentuk sihir dan setan akan takut dengan ayat-ayat Allah," seru Yuda.
Semuanya mengangguk paham....
Malam pun tiba....
Yuda, Farrel, Denis, dan juga Dillan duduk di teras. Suasana malam itu sangat hening, tiba-tiba angin berhembus lumayan sedikit kencang.
"Wow, kenapa tiba-tiba ada angin," seru Dillan.
Yuda berdiri dan memperhatikan setiap sudut rumah, halaman, dan sekitarnya.
"Ada sesuatu yang aneh," batin Yuda.
__ADS_1
Tiba-tiba bayi Wulan menangis sangat kencang membuat semua orang terkejut. Ardi menggendong bayinya, tapi tetap saja bayi itu terus saja menangis tak henti bahkan di kasih ASI pun tidak mau.
"Ada apa ini?" seru Ardi.
Ayumi segera keluar menghampiri Yuda dan yang lainnya.
"Yud, kok aku merasa bakalan ada sesuatu ya," seru Ayumi.
Yuda menyimpan telunjuknya di bibirnya. "Jangan menoleh, di sebuah pohon asem di ujung sudut rumah ini ada kuyang," seru Yuda.
"Apa?"
"Serius Yud, jangan bikin kita parno dong," seru Dillan.
Ketiga laki-laki itu sudah merapatkan tubuhnya mereka masing-masing. Yuda melangkahkan kakinya ke tengah halaman rumah, baru saja Yuda ingin memusatkan pikiran tiba-tiba sesosok kepala tanpa tubuh dengan organ tubuh yang menggantung melayang mengejutkan semuanya.
"Huwaaaaaaa....Kuyaaaaaaang...." Teriak semuanya.
Farrel dan yang lainnya langsung masuk ke dalam rumah, sedangkan Yuda masih berdiri di tempatnya tanpa merasa takut sedikit pun.
"Siapa kalian? kenapa kalian mengacaukan semuanya? aku sudah lama menunggu kelahiran anak itu," seru si Kuyang dengan mata yang melotot.
"Sudah cukup kamu meresahkan masyarakat disini, lebih baik sekarang kamu insyaf dan bertobat atau aku akan membuat kamu benar-benar musnah dari dunia ini!" bentak Yuda.
"Anak ingusan, bisa apa kamu?"
Si Kunyang itu melayang dan menyerang Yuda, tapi Yuda dengan sigap menghindar. Sementara itu, dibalik kaca Ayumi dan yang lainnya tampak gemetaran melihat Yuda yang sedang bertarung dengan si Kuyang.
Yuda langsung duduk bersila, dan membacakan lantunan ayat suci al-qur'an membuat si Kuyang berteriak kepanansan.
Tanpa menunggu lama, si Kunyang pun langsung pergi dari tempat itu. Ayumi langsung keluar dan menghampiri Yuda.
"Lo ga apa-apa Yud?"
"Gue baik-baik saja."
Ayumi mengambil sapu tangan dari saku jaketnya hendak mengusap keringat yang mengucur di wajah Yuda, tapi Farrel langsung berlari dari dalam rumah menghampiri Ayumi dan Yuda.
"Tungguuu!"
"Ada apa Kak?" tanya Ayumi.
"Kamu mau ngapain?"
"Mau menyeka keringat Yuda."
"Sini biar aku saja."
Farrel langsung merebut sapu tangan yang ada di tangan Ayumi dan menyeka wajah Yuda dengan kasarnya membuat Yuda kesal.
"Hentikan, apa-apaan sih lo Dugong ganggu aja kerjaannya," kesal Yuda.
"Biar gue yang menyeka keringat lo."
__ADS_1
"Ogah, entar disangkanya gue suka sesama pisang," tolak Yuda.
Semua orang pun akhirnya menghampiri Yuda dan yang lainnya.
"Bagaimana Yud, apa si Kuyangnya sudah musnah?" tanya Dillan.
"Belum, dia pasti akan kembali lagi," sahut Yuda.
"Menurut cerita orang, untuk memusnahkan si Kuyang kita harus bisa menemukan tubuh wanita itu, tubuh yang kosong karena terlepas dari kepalanya kemudian dimasukan benda-benda tajam, konon si Kuyang itu akan mati lemas karena tidak bisa menyatukan kepala dan tubuhnya," seru Kakek Sasa.
"Tapi kita bisa menemukan wanita itu dimana, Kek? sedangkan semua orang tidak tahu siapa yang menganut ilmu hitam itu," seru Sasa.
"Dihari ke tujuh, Kakek akan mengadakan aqiqahan anak Wulan dan Kakek akan mengundang semua warga di kampung ini untuk hadir, nah saat itu kita harus perhatikan satu persatu orang yang datang kalau ada wanita yang kelakuannya aneh kita harus perhatikan dia dan selidiki wanita itu apa dia benar-benar Kuyang atau bukan?" sahut Kakek Sasa.
"Soalnya kalau dia Kuyang, saat semua orang melantunkan ayat suci Al-qur'an dia akan merasakan gelisah," sambung Yuda.
"Tapi kan Yud, kita liburan disini hanya satu minggu berarti kalau menunggu aqiqahan anak Tante Wulan, kita akan liburan lebih lama lagi," seru Olive.
"Ya terpaksa, mau bagaimana lagi kita harus menuntaskan semuanya dan aku juga harus memusnahkan si Kuyang itu supaya warga disini semuanya aman dan tidak khawatir lagi," sahut Yuda.
"Betul itu, kasihan warga disini mereka jadi takut kalau menjelang melahirkan. Pokoknya kita harus memusnahkan si Kuyang itu," seru Ayumi.
"Baiklah, kita sama-sama musnahkan si wanita Kuyang itu," seru Dillan penuh semangat sembari mengepalkan tangannya.
Bella menoyor kepala Dillan. "Sok-sokan lo, malam aja pas si Kuyang muncul, lo orang pertama yang langsung kabur," seru Bella.
"Hehehe...tadi malam kan gue kaget, dia datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan dulu," sahut Dillan cengengesan.
"Dasar....."
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk memperpanjang liburannya, mereka harus menuntaskan semuanya dan memusnahkan Kuyang itu.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU