
💀
💀
💀
💀
💀
Farrel menghentikan motornya di sebuah taman kota.
"Loh Kak, kok berhenti? rumah aku masih jauh loh," seru Ayumi.
"Bisa kita bicara sebentar, ada yang ingin aku tanyakan sama kamu," sahut Farrel.
Ayumi turun dari motor Farrel dan Farrel mengajaknya duduk di bangku taman.
"Apa yang ingin Kakak bicarakan?"
"Mengenai tadi di toilet, tadi kenapa kamu lari-lari seperti itu? pasti kamu melihat sesuatu kan di dalam toilet tersebut?" tanya Farrel.
Dengan ragu-ragu, Ayumi menganggukkan kepalanya.
"Apa yang kamu lihat? toilet wanita yang ada di paling ujung memang terkenal dengan sebutan toilet angker karena satu tahun yang lalu ada siswi sekolahan itu yang meninggal di dalam toilet."
"Apa nama siswi itu Lula Amalia?" tanya Ayumi ragu-ragu.
"Kok kamu tahu?" seru Farrel dengan menatap Ayumi tidak percaya.
"Karena tadi aku bertemu dengannya dan di seragamnya tertulis nama Lula Amalia, dia minta tolong tapi aku langsung pergi karena aku tidak mau berurusan lagi dengan setan," sahut Ayumi.
"Kenapa anak itu masih gentayangan di sekolah ya? apa mungkin dia ingin menyampaikan sesuatu? seperti teka-teki kematiannya," seru Farrel.
"Teka-teki kematiannya? memang waktu dia meninggal kenapa?"
"Kami semua tidak tahu apa penyebab dia meninggal, dia adalah adik kelasku waktu itu dan dia anak baru kelas sepuluh sama kaya kamu, aku lihat dia anaknya ceria dan Lula itu kalau kemana-mana selalu berdua dengan Wirda, hingga suatu ketika disaat ada anak yang mau ke toilet menemukan Lula sudah meninggal di dalam toilet itu dengan keadaan kepalanya mengeluarkan darah dan penampilan yang acak-acakkan seperti habis di siksa."
"Terus bagaimana dengan pihak sekolah? apa tidak ada yang bisa menemukan penyebab kematian Kak Lula itu?" tanya Ayumi.
"Tidak ada, malahan entah kenapa kasusnya di tutup dan pihak sekolah melarang semua siswanya untuk menyebarkan musibah ini kalau ada siswa yang berani menyebarkannya, pihak sekolah akan mengeluarkan anak itu."
"Hah, kok gitu?"
"Mana aku tahu, makannya mungkin karena dia merasa kamu bisa melihatnya dan bisa berkomunikasi sama kamu, akhirnya dia ingin minta tolong kepada kamu, kali aja dia inhin menceritakan soal kematiannya."
"Tapi aku takut Kak, kadang-kadang melihat sesuatu yang mengerikan di sekeliling kita itu sangat melelahkan tapi disaat mereka meminta bantuan, ada perasaan penasaran dan ingin membantu tapi ya begitulah aku masih belum bisa kuat melihat penampakan yang ada di sekeliling aku," keluh Ayumi.
"Aku ngerti dengan perasaan kamu, tidak mudah memang menerima kenyataan kalau kita seorang anak indigo, aku saja yang hanya bisa merasakan kehadiran makhluk astral tanpa bisa melihatnya kadang-kadang suka parno apalagi kamu, tapi aku yakin Ayumi kalau Lula ingin menyampaikan sesuatu mengenai kematiannya, kita harus menolongnya kamu tenang saja aku akan membantu dan menai kamu," seru Farrel dengan menepuk pundak Ayumi.
"Entahlah Kak, untuk saat ini aku belum siap."
"Ya sudah tidak apa-apa, tapi kalau suatu saat kamu sudah siap dan ingin menolong Lula, kamu bisa memberitahu aku dan aku akan membantu kamu."
"Iya Kak, terima kasih."
"Ya sudah, yuk kita pulang sudah sore."
__ADS_1
Ayumi dan Farrel pun mulai melanjutkan perjalanannya. Tidak lama kemudian motor yang dikendarai Farrel sampai di rumah Ayumi, Ayumi dengam cepat turun dan menyerahkan helm kepada Farrel.
"Terima kasih ya Kak, sudah mau nganterin aku pulang."
"Iya sama-sama, kalau begitu aku pulang dulu, bye."
"Bye."
***
Keesokkan harinya....
"Sayang, nanti siang Mama tidak bisa jemput kamu lagi, di toko lagi banyak pesenanan kue ga apa-apa kan?"
"Iya Ma, ga apa-apa Ayumi bisa naik bus."
"Kok naik bus sih? pakai taxi saja biar lebih aman."
"Iya..iya..gampang, kalau begitu Ayumi masuk dulu ya."
Ayumi menyalami Mamanya dan langsung masuk ke dalam sekolah, dari kejauhan Bella dan Riska sudah menunggu kedatangan Ayumi. Disaat Ayumi ingin masuk, langkahnya terhenti karena Bella dan Riska menghalangi jalannya.
"Maaf Kak, permisi aku mau lewat," seru Ayumi.
"Jangan sok manis deh lo, ga bakalan mempan sama gue," seru Bella.
"Maksud Kakak apa?" tanya Ayumi bingung.
Tanpa di duga-duga, Riska dan Bella menyeret Ayumi sampai ke toilet.
Sesampainya di toilet, Bella dan Riska mendorong tubuh Ayumi sehingga Ayumi tersungkur ke lantai.
"Lo jangan kecentilan jadi cewek, jangan sok cantik deh," seru Riska.
"Maksud dari Kakak-kakak ini apa ya, dari tadi aku sama sekali ga ngerti."
Bella mencengkram wajah Ayumi dengan kasar sehingga membuat Ayumi meringis.
"Jangan deketin Farrel karena Farrel adalah milik gue, kemarin gue lihat lo di bonceng sama Farrel pasti lo menggoda dia kan supaya dia mau bonceng lo," bentak Bella.
"Kak tolong jangan sembarangan kalau ngomong, aku tidak pernah deketin Kak Farrel dia sendiri yang nawarin tumpangan, lagipula aku sudah nolak tapi dia tetap maksa mau nganterin aku pulang," sahut Ayumi.
"Alah jangan bohong deh lo, Farrel itu orang yang sulit di deketin apalagi sama cewek, tidak mungkin dia nawarin lo duluan pasti lo yang sudah meminta dan memaksanya, iya kan?" bentak Bella.
"Ya sudah kalau ga percaya, dan satu lagi jangan bentak-bentak karena aku ga suka di bentak," sahut Ayumi.
Disaat Ayumi hendak melangkahkan kakinya untuk keluar dari toilet itu, Bella kembali menarik tubuh Ayumi dan mendorongnya sehingga lagi-lagi Ayumi tersungkur ke lantai, dengan perasaan kesal Bella mengambil gayung dan mengisi dengan air berniat ingin mengguyur Ayumi tapi tiba-tiba sosok Lula muncul dan membalikkan gayung itu kearah diri Bella sendiri.
Byyyuuuuurrrrr.....
Air itu menyiram tubuh Bella sendiri sehingga membuat bajunya basah kuyup.
"Bell, kok lo malah nyiram diri lo sendiri sih?" tanya Riska.
Ayumi berdiri, tubuhnya tiba-tiba menegang bukan berarti dia takut Bella marah tapi Ayumi melihat sosok Lula di samping Bella.
"Gue juga tahu, tiba-tiba gayungnya mengarah ke gue," sahut Bella.
__ADS_1
Riska memperhatikan toilet itu dan dia baru sadar kalau toilet itu merupakan toilet angker.
"Astaga Bella, ini kan toilet angker itu," seru Riska.
"Benar, jangan-jangan yang barusan ulah penghuni toilet ini lagi, ayo kita pergi," ajak Bella.
Bella dan Riska akhirnya kabur, tinggallah Ayumi dan hantu Lula yang saat ini saling pandang satu sama lain.
"Te---terima ka--kasih," ucap Ayumi tergagap.
"Tolong aku..." suaranya begitu menyeramkan bagi Ayumi sehingga Ayumi memejamkan matanya.
Tubuh Ayumi mulai bergetar, tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Ak--aku....."
"Ayumi, lo ga apa-apa kan?" tanya Oliv yang tiba-tiba muncul membuat hantu Lula langsung menghilang seketika.
"Ga gue ga apa-apa kok, kalian kok tahu gue ada disini?" tanya Ayumi.
"Nanti kita jelasin, ayo cepetan kita keluar dari sini, gue berasa merinding kalau berada disini," sahut Oliv.
Mereka semua pun cepet-cepet menuju kelasnya.
"Kamu ga apa-apa kan Ay?" tanya Denis.
"Enggak, gue ga apa-apa. Oh iya kalian belum jawab pertanyaan gue, kenapa kalian tahu gue ada di toilet?" tanya Ayumi.
"Tadi kita itu nyariin lo, karena tumben sudah siang lo belum datang, gue tanya anak-anak dan ada yang ngelihat lo di bawa sama Kak Bella dan Kak Riska ke toilet, ya kita paniklah kita cepat-cepat ke sana tapi pas kita menuju toilet, Kak Bella keluar dari sana dengan basah kuyup makin paniklah kita, dan Alhamdulillah lo baik-baik saja," jelas Oliv.
"Iya, kita takut lo di apa-apain sama mereka," sambung Sasa.
Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi, Bu Vera masuk ke dalam kelas dan proses ngajar-mengajar pun di mulai. Lagi-lagi Ayumi tidak fokus belajar dia memikirkan mengenai hantu Lula.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1