
💀
💀
💀
💀
💀
Malam pun tiba...
Semuanya sudah tertidur di kamar masing-masing. Ayumi tersentak saat mendengar suara seperti orang yang sedang masak di dapur.
"Siapa malam-malam begini yang masak?" gumam Ayumi.
Ayumi sebenarnya ingin sekali melihat ke dapur tapi Ayumi takut itu bukan manusia dan Ayumi kembali ingat dengan ucapan Yuda maupun Eyangnya jangan pernah berurusan lagi dengan para arwah itu.
Akhirnya Ayumi pun kembali merebahkan tubuhnya, Ayumi yakin kalau itu bukan manusia mana ada orang yang memasak di tengah malam ini.
Keesokan harinya.....
Semuanya sudah bangun, setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah para gadis menyiapkan sarapan untuk semuanya.
"Ini Kak kopinya," seru Ayumi dengan menyodorkan kopi kepada Farrel.
"Terima kasih sayang."
"Tunggu, kok kayanya ada yang sudah lamaran nih," sindir Olive.
"Hah, siapa yang lamaran?" tanya Bella.
"Tuh, di jari manisnya ada yang sudah memakai cincin," sahut Olive.
Otomatis semua orang langsung melihat ke arah jari Ayumi.
"Ya ampun, Ayumi selamat ya!" teriak Bella dengan memeluk Ayumi.
"Terima kasih."
Para gadis pun mengucapkan selamat kepada Ayumi, mereka sangat bahagia akhirnya Ayumi dan Farrel bisa bersatu juga.
"Eh, kita main ke danau yuk!" ajak Venny.
"Ayo."
Semuanya pun memutuskan untuk jalan-jalan ke danau, Bella terus saja melihat ke arah Villa yang berada di sebelah Villa mereka.
"Rian kemana ya? kok ga kelihatan, apa jangan-jangan dia masih tidur," batin Bella.
Semua orang tampak bahagia, bahkan semuanya terlihat selfi di pinggir danau itu. Yuda memperhatikan setiap sudut tempat itu dan Yuda merasa kalau tempat itu sangat kuat auranya.
"Sepertinya ada yang berbeda dari tempat ini, aku harus selalu mengawasinya," batin Yuda.
"Yud, kita naik sampan itu yuk!" ajak Sasa.
Yuda memperhatikan sampan yang ada di pinggir danau itu, tiba-tiba bayangan seorang pria hadir disana dan kemudian kembali menghilang.
"Astagfirullah, jangan kita jangan naik sampan itu bahaya," sahut Yuda.
"Bahaya kenapa?"
"Pokoknya jangan."
Disaat semuanya sedang asyik selfi, Ayumi duduk di ayunan yang sudah tersedia disana. Ayumi tersenyum saat melihat sahabat-sahabatnya tampak bahagia.
Deg...
Tiba-tiba Ayumi merasa ada yang menghampirinya.
"PULANGLAH, BAHAYA SEDANG MENGANCAM KALIAN "
Suara itu terdengar samar-samar seperti terbawa oleh angin, Ayumi pun bangkit dan celingukan mencari sumber suara tapi Ayumi tidak menemukan siapa pun.
"Apa kamu merasakan yang aku rasakan?" tanya Yuda yang tiba-tiba muncul di belakang Ayumi.
"Iya Yud, kita harus segera pulang," sahut Ayumi.
"Tapi bagaimana dengan yang lainnya? mereka tidak mungkin mau pulang karena kita baru sampai juga."
"Ada apa?" tanya Sasa.
__ADS_1
"Sa, kita harus pulang tempat ini terlalu bahaya untuk kita," sahut Ayumi.
"Tapi kita baru sampai Ay."
Semuanya menghampiri Ayumi dan juga Yuda.
"Bagaimana kalau besok saja pulangnya, kita baru sampai loh Ay masih ingin menikmati suasana di Villa ini," seru Riska.
"Iya Ay, please," sambung Olive.
Ayumi dan Yuda saling pandang, hingga akhirnya keduanya menganggukan kepalanya dengan lemah. Semuanya pun kembali tertawa dan foto-foto di dekat danau itu, Ayumi melihat ke arah Villa di samping Villanya yang ditempati Rian.
"Kok aku merasa ada yang sedang memperhatikanku," batin Ayumi.
Tiba-tiba Riska terlihat berlari. "Kamu mau kemana?" teriak Bella.
"Aku mau pipis dulu."
Riska pun segera berlari masuk ke dalam Villa, di dalam Villa Riska hendak masuk ke dalam toilet tapi Riska seperti mendengar sesuatu dari toilet yang berada di sudut dapur itu.
Perlahan Riska melangkahkan kakinya menuju toilet itu karena merasa penasaran. Tangan Riska mulai bergerak membuka gagang pintu dan ternyata di dalamnya tidak ada apa-apa hanya saja showernya hidup membuat airnya terus keluar.
Riska masuk ke dalam kamar mandi itu dan berusaha mematikan shower tapi shower itu tidak bisa dimatikan. Riska pun memutuskan untuk keluar dan meminta bantuan kepada teman-temannya tapi betapa terkejutnya Riska saat pintu itu tidak bisa dibuka.
"Astaga, kenapa pintunya tidak bisa dibuka," gumam Riska.
Air yang keluar dari shower semakin deras membuat air semakin naik dan itu membuat Riska panik.
"Tolooong....tolooong...!" teriak Riska dengan menggedor pintu itu.
Namun tidak ada satu pun yang mendengar teriakan Riska, selain semuanya sedang berada di luar, jarak antara Villa dan danau lumayan agak renggang jadi tidak bisa mendengar teriakan Riska.
Air semakin naik, hingga akhirnya Riska tenggelam dalam air itu. Riska meronta-ronta sembari menggedor pintu tapi susah sekali, entah dari mana datangnya sebuah rambut panjang itu mulai melilit leher Riska.
Riska semakin kehabisan nafas, matanyanya melotot. Riska terus meronta-ronta hingga akhirnya dalam hitungan menit, Riska pun lemas dan akhirnya terkulai tewas dengan mata yang melotot.
Diluar, Ayumi tampak berjalan-jalan bersama Farrel dan memperhatikan Villa di sebelahnya.
"Ini Villa perasaan kemarin ada penghuninya, tapi kok sekarang malah sepi ya kaya yang ga berpenghuni," seru Farrel.
"Mungkin masih pada tidur kali," sahut Ayumi.
"Ini sudah pukul 09.00 pagi sayang, mana mungkin mereka masih tidur."
"Eh guys, perasaan Riska belum kembali ya kok lama banget," seru Bella.
"Ah iya, kita susul yuk!" ajak Sasa.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menyusul Riska ke dalam Villa. Bella mencari Riska ke kamar mandi yang biasa mereka gunakan.
"Kok tidak ada."
"Bagaimana?" tanya Olive.
"Riska tidak ada."
"Apa?"
Semuanya terkejut, Ayumi dan Yuda mulai merasakan ada hal yang janggal di Villa itu. Semuanya mulai tersebar mencari keberadaan Riska.
"Riska...Riska...."
Semua orang terus mencari Riska, tapi teriaka demi teriakan dari semuanya tidak membuahkan hasil. Semua orang seakan tidak diingatkan dengan kamar mandi yang ada dipojok dapur itu, mereka sama sekali tidak ada yang mencari kesana.
Hingga tanpa terasa waktu sudah menjelang maghrib dan pencarian pun tidak membuahkan hasil, semuanya tampak kelelahan.
"Astaga, Riska kemana?" seru Dillan.
Tidak lama kemudian, waktu shalat maghrib pun tiba dan semuanya pun memutuskan untuk shalat terlebih dahulu kecuali Bella. Bella menunggu di ruang tv, tiba-tiba sosok Riska pun muncul dengan wajah datarnya.
"Astaga Riska, kamu kemana aja kita nyariin kamu dari tadi," seru Bella.
Riska menunjuk ke arah danau tanpa bicara sedikit pun.
"Kamu dari danau?"
Lagi-lagi Riska hanya mengangguk, hingga semuanya pun selesai shalat dan bergabung dengan Bella.
"Ya ampun Riska, kamu darimana saja kita sampai pusing nyariin kamu," seru Dillan.
"Aku ngantuk."
__ADS_1
Riska bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya membuat semua orang heran dengan tingkah Riska.
"Tuh anak kenapa?" seru Olive.
"Iya aneh banget," sambung Sasa.
"Sudahlah, yang penting kan Kak Riska sudah kembali jadi kita tidak khawatir lagi," seru Venny.
Semuanya pun kembali tenang, Bella teringat akan janji Rian yang akan mengajaknya main ke danau naik sampan. Disaat semuanya sedang asyik dengan kegiatan masing-masing, Bella pun keluar dari Villa itu tanpa sepengetahuan siapa pun karena Bella takut Yuda marah soalnya Yuda sudah memperingatkan jangan dekat-dekat ke danau itu.
Bella tampak celingukan mencari keberadaan Rian, hingg akhirnya tanpa diketahui kedatangannya Rian sudah berdiri di belakang Bella.
"Hai Bel."
"Astagfirullah, Rian ngagetin aja."
"Maaf sudah mengagetkanmu, bagaimana apa kamu sudah siap untuk naik sampan?" tanya Rian.
"Siap dong, malahan aku sudah ga sabar banget."
"Yuk."
Rian menggandeng tangan Bella membuat Bella tersentak karena kaget tapi beberapa saat kemudian Bella justru tersenyum merasa bahagia.
Akhirnya Rian pun mengajak Bella menaiki sampan itu, sebenarnya Bella merasa takut naik sampan malam-malam tapi Rian selalu berbicara kalau semuanya akan baik-baik saja.
"Ya ampun Rian, suasana danau ini serem banget sih."
"Jangan takut, ada aku disini."
Bella sudah mulai merasa nyaman dekat dengan Rian, Bella melihat-lihat keadaan disekitar danau yang gelap dan hening itu sungguh sangat mengerikan.
Posisi mereka saling berhadapan dan Rian yang mendayung sampannya, sesaat Bella melihat ke belakang karena Bella merasa ada yang aneh dan betapa terkejutnya Bella saat Bella menoleh kembali, Rian sudah tidak ada.
"Astaga, Rian kemana? Rian, kamu ada dimana?" teriak Bella yang celingukan mencari Rian.
Bella mulai panik karena saat ini dia sedang berada di tengah danau sendirian.
"Rian, kamu ada dimana? jangan bercanda deh, aku takut," seru Bella kembali.
Tidak ada jawaban sama sekali, hingga akhirnya sebuah tangan yang muncul dari dalam danau menarik tangan Bella sampai Bella terjebur ke danau.
"To--long...."
Tangan itu terus saja menekan kepala Bella supaya tidak muncul ke permukaan, Bella terus saja berontak dan berusaha muncul ke permukaan tapi tangan itu terus saja menahan kepala Bella.
Hingga beberapa saat kemudian, Bella sudah mulai lemah dan tidak berontak kembali. Tubuh Bella pun mengambang, dan itu tandanya Bella sudah tewas menyusul Riska.
Pemilik tangan itu mulai muncul kepermukaan, dan itu adalah Rian. Rian tertawa senang karena akhirnya yang dia inginkan sudah terlaksana.
"Akhirnya, kita akan selalu bersama disini Kamelia di danau keabadian ini," gumam Rian.
Kamelia adalah istri Rian, dulu Rian memergoki Kamelia selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Rian mengikuti Kamelia dan sahabatnya ke Villa Kamboja ini, disaat Rian memergoki keduanya mereka justru membunuh Rian dan jasadnya di lemparkan ke danau itu.
Ternyata Rian adalah arwah penasaran penunggu danau itu, dan wajah Bella sangat mirip dengan istrinya Kamelia maka dari itu Rian mengincar Bella.
"Kita akan berada disini Kamelia, tidak ada yang boleh membawa kamu pergi dari sini," gumam Rian.
Jasad Bella terlihat mengambang di tengah danau itu tanpa ada yang tahu.
💀
💀
💀
💀
💀
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU