
Ku dengar langkah kaki Thomas menjauh entah kemana dan aku pun tidak perduli namun tak berapa lama tiba-tiba sebuah nampan yang berisikan makanan dan air putih berada tepat dibawah kakiku .
Tanpa menoleh pun aku tau bahwa orang yang membawa nampan itu adalah Thomas , pria kejam yang selalu menyiksa ku dan membuat ku menderita . Aku hanya terdiam seraya menundukkan wajahku tanpa perduli dengan makanan yang ada di depan ku . Saat ini yang kulakukan hanya menangis mengeluarkan emosi , kekesalan dan rasa sakit yang aku rasakan pada diriku saat ini .
" Aku menyuruhmu untuk makan , bukan untuk menangis bocah " Ucapnya dalam dan terdengar menakutkan
Namun aku hanya terdiam dan masih menangis seraya mengabaikan geraman marah dari pria tersebut . Aku menangis bukan karna luka-luka yang ada pada tubuhku melainkan karena aku harus terjebak di tempat neraka seperti ini dan itu membuat ku merasakan sakit yang lebih dalam dari luka-luka yang aku terima .
" Baiklah jika itu mau mu , kau yang memilih untuk terus menangis Hellen " ucapnya terdengar dingin seraya menjauh dari hadapan ku
Kulihat sekilas Thomas menjauh menaiki anak tangga entah ingin pergi kemana aku pun tak tau apa yang akan pria itu lakukan lagi pada ku . Namun tiba-tiba aku mendengar suara teriakan wanita yang kesakitan dan hal itu membuat ku mendongkakkan kepalaku dengan cepat lalu menatap kearah tangga .
Saat itu ku lihat Thomas tengah berjalan mendekat kearah ku seraya menarik rambut panjang wanita paruh baya yang ada di sampingnya seperti yang dia lakukan padaku tadi .
__ADS_1
Aku membulatkan mataku saat melihat wanita yang ada di samping Thomas dia adalah wanita yang menyelamatkanku tempo lalu .
"Akh..." Rintih wanita itu seraya menggenggam tangan Thomas
Aku yang melihatnya kembali menangis saat melihat keadaan wanita paruh baya itu , bagaimana tidak saat ini kondisinya hampir sama mengenaskan nya sepertiku .
Mukanya yang lebam penuh luka dan air mata nya yang menetes membuat hati ku semakin terisi , aku merasa sangat bersalah pada wanita itu karna menolongku dia harus merasakan sakit yang amat sangat luar biasa seperti ini pikirku .
" Pengkhianat harus dihukum " sambung nya dengan suara dingin seraya mengambil sesuatu di dalam saku celana nya
Nafasku tiba-tiba tercekat saat melihat apa yang di keluarkan Thomas dari saku celananya , sebuah pisau lipat yang terlihat sangat tajam saat dia memperlihatkan nya di depan kami .
" K—umohon.... " Ucapku memohon dengan isak tangis dibawah kaki Thomas agar tidak ia tidak melukai wanita itu dengan pisau miliknya
__ADS_1
" Lepaskan dia tuan kumohon , dia tidak bersalah " sambung ku memohon masih dengan Isak tangis ku
" Segera makan makananmu , jika tidak kau akan melihat wanita ini mati sia-sia di hadapanmu " ucap Thomas tajam dan dingin
aku pun kembali ketempat semula dan mulai memakan makananku dengan membabi buta menggunakan tanganku , aku bahkan terus menambahi mulutku dengan nasi saat mulutku masih terisi penuh dengan nasi sebelumnya . Aku tidak perduli jika aku akan tersedak atau apapun yang aku pikirkan saat ini adalah memakan makanan ku agar wanita itu selamat .
Aku memakan makanan ku sambil menangis dan terisak namun sialnya tangisanku malah membuat jeritan kesakitan semakin terdengar di telingaku . Dengan mata basah aku melihat kearah depan ku dan kulihat wanita yang memukulku kemarin tengah memukul perut wanita paruh baya itu dengan kasar tanpa rasa iba .
" Aku menyuruhmu makan , bukan untuk menangis Bocah " ucap Thomas yang kini tengah terduduk seraya mengangkat satu kakinya dan menatap kearah ku tanpa perduli dengan wanita yang tengah merintih kesakitan di sampingnya
Aku yang mendengarnya pun mengangguk paham , kini aku mengerti semua keinginan Andrew harus dituruti tanpa bantahan . aku pun kembali memakan makanan ku dalam diam dan cepat tanpa menangis namun masih sesekali terisak sebisa mungkin aku menahan air mataku agar tidak turun saat itu .
" Setelah dia selesai makan , mandikan bocah itu dan bersihkan seluruh lukanya lalu bawa dia padaku " ucap Thomas entah pada siapa aku pun tak perduli
__ADS_1