Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Sangat Merindukan Mu ...


__ADS_3

Saat ini aku melihat dia menatapku dengan wajah senangnya dan senyumnya pun tidak pudar dari wajahnya bahkan saat aku semakin mendekat kearahnya dan saat aku sudah berjongkok di hadapannya bahkan wanita itu semakin tersenyum padaku hingga membuat perasaan aneh memenuhi relung hatiku saat ini .


" Thom .." Panggilnya pelan seraya terus mempertahankan senyum di wajahnya


Aku hanya terdiam seraya terus menatap kearah nya dan mengambil sebuah pisau lipat yang ada di saku celanaku lalu memotong tali yang mengikat tubuh Hellen saat ini .


" Aku senang , dia tidak berbohong padaku " ucapnya pelan namun terdengar sangat senang saat dia mengucapkan hal tersebut


Tiba-tiba tangannya yang sudah aku lepaskan pun kini menyentuh pipiku dan mengelus pipiku dengan lembut . Kurasakan sentuhan nya terasa sangat tidak asing dan benar-benar terasa sangat nyaman .


Sekalipun aku masih tidak mengingat siapa itu Hellen , tapi aku benar-benar merasa bahwa aku sudah mengenal sosok yang ada di hadapanku saat ini dengan sangat dalam .


" Dia ? , Siapa ? " Tanyaku


" Simone , dia mengatakan akan membawaku padamu dan aku benar-benar bertemu denganmu Thom , aku sangat merindukanmu Thomas , sungguh " ucapnya lirih seraya memeluk tubuhku dengan sangat erat


Tiba-tiba rasa nyaman yang memenuhi hatiku kini berganti dengan rasa takut dan kekhawatiran yang menggerogoti perasaan ku saat ini .


Seketika kudengar suara langkah kaki yang mendekat kearah kami membuat aku secara tiba-tiba tersadar . aku tidak akan bisa kabur membawa Hellen kemana pun saat ini pikirku .


" Ini sudah lewat lima menit dari waktu yang kau janjikan , Thom " ucap seseorang hingga membuat aku melepaskan pelukan Hellen dengan perlahan dan berdiri dari posisiku yang semula berjongkok seraya menutupi tubuh Hellen yang masih terduduk di atas kursi.


" Brengsek " Umpatku marah namun Simone hanya tertawa senang seraya menatap ku dan mataku melirik kearah beberapa anak buah yang berada di belakang pria itu


" Ada apa , Thom ? . Apa kau mengingat bocah itu ? " Tanyanya namun aku hanya terdiam seraya menatap marah kearah Simone


Kulihat Simone tersenyum culas seraya berjalan mendekat ke arahku sampai akhirnya pria itu berhenti tepat di depan ku namun jarak kami memang tidak terlalu dekat namun juga tidak terlalu jauh .


Simone menolehkan pandangannya kearah Hellen yang masih berada di belakangku seraya tersenyum remeh ke arah wanita itu . Aku yang melihatnya pun langsung mengepalkan ke dua tanganku erat-erat seolah tengah menahan kemarahan ku .


Seketika Simone mengalihkan pandangannya kearah ku dan terus menatapku dengan tatapan tenangnya . aku pun membalas tatapan pria itu seraya


menahan amarah yang hampir meledak di kepalaku .


" Aku ayahmu- "


" Ayah angkat ku " ucapku memotong ucapan pria itu seraya memberi penekanan yang jelas pada pria itu bahwa dia bukan Ayah kandungku.


" Kau adalah putraku , Thom " ucapnya tetap teguh pada pendirian nya


Namun aku hanya mengabaikan ucapan Simone dan kulihat pria itu mengambil sesuatu dari dalam saku jas nya dan mengarahkan muncung pistol kearah keningku secara tiba-tiba .

__ADS_1


" Bunuh wanita itu atau aku yang akan melenyapkan mu , Thom " ucapnya terdengar serius di telinga ku namun aku tak memiliki ketakutan sama sekali atas sikap nya terhadap ku saat ini


" Aku lebih suka opsi yang kedua " ucapku tenang


Dan kulihat Simone tersenyum miring seraya bersiap menarik pelatuknya kearah ku namun dengan tiba-tiba Hellen segera bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di hadapanku bahkan dengan sebuah pistol yang entah bagaimana caranya ia ambil dariku dan kini sudah ada di tangannya hingga membuat rasa tenangku kembali menjadi rasa khawatir yang sangat mendalam.


Kini Hellen berada tepat di depan tubuhku membuat aku berada di belakang tubuh nya . Dia bahkan mengarahkan ujung pistol nya ke arah Simone dengan tangan yang terlihat bergetar hebat saat mengarahkan pistol itu ke arah Simone .


Secara tiba-tiba Simone pun mengambil langkah mundur ke belakang dengan tangan yang terangkat di udara .


DORR...


Satu tembakan terdengar sangat jelas hingga membuat aku membulatkan mataku tak percaya saat Hellen mengarahkan tembakannya kearah Simone . Dan seketika pistol yang di pegang oleh Hellen pun terlepas begitu saja dan terjatuh kelantai .


Hellen terduduk ketakutan dengan tubuh yang bergetar hebat seraya memegang kepalanya kuat-kuat sedangkan Simone berteriak kesakitan saat tembakan Hellen mengenai lengan nya .


Tembakan tersebut memang tidak mengenai tubuh Simone dengan benar hanya luka gores pada lengan yang di dapat pria itu namun tetap saja itu terasa menyakitkan .


" Tidak ..tidak .. aku tidak bisa " ucap Hellen dengan suara bergetar ketakutan hingga membuat aku tersadar dari lamunanku


Dan kulihat Hellen masih berjongkok ketakutan tepat di depan tubuhku bahkan tubuhnya sampai bergetar dan dia menangis , seketika beberapa anak buah Simone langsung mengarahkan pistol mereka ke arah Hellen .


Namun tiba-tiba pintu gudang pun terbuka lebar dan terlihat beberapa orang masuk ke dalam gudang tersebut lalu bergabung bersama kami .


Kulihat Martin , Riley dan Cody berada dalam tim yang sama dengan ku dan mereka pun menatapku sambil tersenyum . tanpa ragu mereka mengarahkan pistol mereka ke arah anak buah Simone yang tengah mengarahkan muncung pistol nya kearah Hellen .


Semua anak buah Simone mengarahkan tangan nya ke udara seraya melepaskan pistol mereka tanda menyerah.


" Hellen..." Panggil ku seraya berjongkok


Tak ada jawaban yang kudengar dari mulut Hellen , wanita itu hanya menundukkan kepalanya hingga membuat aku menghela nafasku pelan dan mengelus pucuk kepalanya beberapa kali seolah menenangkan wanita itu , lalu aku pun memberikan satu kecupan pada kepala Hellen hingga membuat wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap kearah ku .


" Oh , aku tidak tau di khianati begitu banyak oleh kalian semua " ucap Simone dengan suara yang terdengar sangat marah dan terlihat lepas kendali


Aku pun langsung mengalihkan pandangan ku seraya mengambil pistol yang di jatuhkan Hellen tadi dan kembali mengarahkan nya kearah Simone .


" Aku adalah Ayahmu Thom , semua orang tidak menerimamu dan hanya aku yang menerima mu dengan baik . Bagaimana bisa kau mengarahkan ujung pistol mu ke arah orang yang telah merawatmu dengan baik ? , Jika kau menjadi anak baik dan tidak melawan perintahku aku tidak mungkin mengarahkan ujung pistol ku ke arahmu , kau adalah putraku . Kau adalah kesayangan — "


" Berhenti berbicara omong kosong " ucap seseorang wanita berteriak memotong ucapan Simone hingga membuat aku menolehkan pandangan ku ke asal suara tersebut dengan tangan bergetar .


" Kau yang telah membuat putraku menjadi seperti ini " ucap wanita itu yang tak lain adalah ibuku

__ADS_1


Aku masih terdiam dan terus memegang pistol ku dengan tangan bergetar dan saat aku hendak menarik pelatuk pistol ku tiba-tiba Simone tersenyum miring karena aku masih tidak mampu untuk melakukan hal tersebut .


" Kau tidak pernah percaya pada putramu Tina . hanya aku !! , Hanya aku yang memperlakukan Thomas layaknya darah daging ku sendiri , aku yang merawatnya dengan baik dan mempercayai apa yang diucapkan oleh nya , hanya aku !!! " Ucap Simone dengan suara lantang hingga membuat aku melepaskan pistol yang saat ini berada di genggaman ku


Pistol yang aku pegang pun kini terjatuh dan tanganku bergetar hebat , aku memundurkan langkah ku kebelakang seraya memegangi kepalaku yang kini terasa sangat sakit .


Tiba-tiba bayangan mengenai Simone kembali berputar secara acak di kepalaku bahkan bukan hanya Simone tapi juga semuanya . Bayangan mengenai Ibu ku , Thitan dan semua hal yang pernah terjadi dalam hidupku pun berputar sangat hebat seperti kaset kusut .


Aku semakin memundurkan langkahku menjauh dari semua orang seraya memegangi kepalaku yang semakin berdenyut sakit hingga membuat aku berteriak kencang .


" Thom.... Thomas " Panggil seseorang menerikan namaku dan aku semakin menjerit saat ingatan mengenai Hellen di paksa keluar dari pikiran ku .


DORR....


" Hellen ....!!! "


DORR


DORR


Kudengar suara tembakan lain pun memenuhi telingaku di tambah lagi dengan teriakan Tina yang memanggil nama Hellen hingga membuat tubuhku mematung seketika.


" Jangan ambil Hellen , kumohon Jangan Hellen , aku tidak punya hal lain lagi selain dia " ucapku dalam hati namun aku masih terdiam mematung seraya memegangi kepalaku yang kian berdenyut


Seketika kilasan mengenai Hellen kembali berputar di kepalaku seperti kaset kusut yang terus terulang-ulang .


" Mari kita menikah "


" Aku ingin kita menikah di tepi pantai , aku ingin bunga mawar orange , aku ingin menatap matahari terbenam bersamamu , aku ingin menikah denganmu . setelah ini , mari kita menikah "


Bukankah kita masih ada perjanjian yang belum kita tempati , Hellen .


...****************...


maaf kalo semakin membosankan cerita nya , saat ini saya sedang berusaha untuk menyelesaikan cerita ini dengan keadaan mood saya yang berantakan 🥺


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2