
Pov Thomas...
Aku menatap wanita itu melalui layar monitor yang ada di hadapanku , kulihat sosok itu masih tertidur sama sekali belum membuka matanya hingga akhirnya aku menaikkan sebelah alisku saat menyadari sosok itu tengah membuka kedua matanya .
Tanganku bergulir menuju keyboard dan menekan beberapa sandi sehingga semua CCTV yang berada dalam kamar hotel tempat Hellen tertidur terpampang jelas pada layar Komputer yang ada di hadapanku . Aku dan beberapa anak buahku sedang berada dalam ruang kendali yang berada satu lantai diatas kamar tempat Hellen berada .
" Bos " Panggil salah satu anak buahku hingga aku menolehkan kepalaku kearah mereka
" Target sudah mendekat " ucapnya memberitahuku , aku pun menangguk dan kembali mengarahkan control yang ada pada Keyboard menuju kamera lantai 10 tempat dimana kamar Hellen berada
Aku tersenyum miring saat Jesper membuka pintu kamar hotel tersebut , Kulihat dia berjalan mendekat kearah Hellen yang terikat di atas ranjang .
Terlihat sekali kalau Jesper sangat menyukai wanita itu , kini jemariku kembali bergulir pada Keyboard untuk melihat dari arah CCTV lainnya , sehingga kini layar monitor menampilkan 4 tampilan yang memperlihatkan keadaan Hellen dan Jesper .
" Persiapkan perangkap " ucapku memberi perintah
Mereka pun mengangguk paham dan salah satu dari mereka menghubungi anak buahku yang berada pada lantai 10 untuk mempersiapkan semua nya .
Untuk beberapa pekerja hotel yang sudah menaruh curiga telah di bereskan oleh Bruce hingga memudahkan pekerjaan ku saat ini .
Aku kembali menatap layar monitor yang kini menampilkan Jesper yang tengah mendekat kearah Hellen , Hellen terus berteriak dan marah namun itu jelas sia-sia karena tidak akan ada yang akan menolong nya saat ini .
" Bos , apa anda yakin untuk membiarkan wanita itu menjadi umpan ? " Tanya Bruce yang entah sejak kapan sudah berada di dalam ruangan yang sama denganku
" Tentu " ucapku singkat
Tidak ada bantahan atau suara lain yang ku dengar kini hanya ada suara Jesper yang ku dengar secara jelas , karena saat itu aku sengaja meletakkan alat perekam tepat di belakang telinga Hellen , benda kecil yang aku dapatkan dengan harga jutaan dollar .
Aku menatap datar layar monitor saat mendapati Jesper yang tengah menampar wajah Hellen dan Jesper kembali menampar Hellen namun kali ini aku yakin lebih keras dari sebelumnya . Aku yang melihatnya nyaris membanting keyboard yang ada di pangkuanku saat ini .
" Brengs*k " Ucapku kesal
Entah mengapa aku merasa kesal saat melihat Jesper memukul wajah Hellen .
Aku masih terdiam dalam dudukku tidak melakukan apapun sampai akhirnya Jesper menyadari sesuatu yang salah di sana , alat perekam yang aku tempelkan pada belakang telinga Hellen terputus begitu saja membuat jari-jemariku dengan cepat berada pada Keyboard dan segera menampilkan CCTV yang berada tepat diatas kepala Hellen .
__ADS_1
" Bunuh keparat itu " ucapku memerintahkan anak buah ku saat mendapati Jesper terus menerus melayangkan pukulan pada wanita itu
Dengan segera aku berlari dari ruangan tempatku berada menuju tempat di mana Hellen berada . Sesungguhnya aku tidak menginginkan hal ini bahkan aku bisa saja membiarkan si brengs*k itu membunuh Hellen hanya saja aku tidak bisa membiarkan itu .
Ada sesuatu dalam diriku yang marah dan tidak mengizinkan siapapun menyakiti Hellen , hanya aku yang boleh melakukan hal itu .
Sesampai nya di depan kamar itu aku segera membukanya dengan kasar dan mendekat kearah Jesper yang saat itu sudah memegang pisau lipat di tangannya dan nyaris melayangkan pisau tersebut pada tubuh Hellen .
Dengan segera aku menahan pisau itu dengan telapak tanganku hingga membuat darah segara mengalir di telapak tangan kananku.
" Brengs*k " Umpat nya marah saat melihat kedatangan ku
Aku menatap Jesper dengan tatapan murka saat menyadari bahwa sudut bibir Hellen berdarah bahkan wajahnya terlihat sangat kacau saat ini .
" Aku akan membunuhmu , kepalamu akan aku berikan pada anjing-anjing liar di jalanan dan jantungmu akan aku berikan pada burung gagak yang kelaparan " ucapku sambil menatap marah pada pria itu dan dengan sekuat tenaga aku memutar tangan Jesper agar pisau lipat itu mengarah pada dirinya sendiri.
Aku menusuk Jesper dengan sangat kuat dan ku tatap sosoknya dengan dingin bahkan aku bisa melihat mimik wajah Jesper yang kini berubah , aku terus menusukkan pisau itu sampai aku benar-benar merasa puas .
Aku melemparkan pisau lipat itu kelantai dan berdiri dari posisiku yang mengangkangi tubuh Jesper agar leluasa untuk menusuk tubuhnya tadi . Sudah dapat ku pastikan bahwa Jesper sudah mati saat ini , aku masih menatap sosok mayat jasper namun rasa puas dalam diriku belum dapat aku rasakan .
Aku berniat untuk mengambil pisau itu kembali untuk memotong kepalanya dan membelah tubuhnya namun isakan dan teriakan terdengar jelas dari arah belakangku membuat aku mengurungkan niatku .
Aku melepaskan Jas hitam dari tubuhku dan melemparkannya kearah Hellen kini aku sedikit bernafas lega saat Hellen sudah tidak melihat mayat milik Jesper yang mengerikan itu bahkan suara teriakan tak lagi ku dengar kini yang ku dengar hanya isakan kecil dari arah belakangku .
Setelah usai dengan permainan ku , Aku berjalan mendekat kearah Hellen dan tanpa kusuruh tanganku langsung mengelus pucuk kepala miliknya dengan sendirinya setelah melepaskan ikatan pada kedua tangan Hellen .
" Semua akan baik baik saja , Hellen " ucapku
Aku hanya mendengar suara isakan pelan dari dalam jas yang menutupi wajahnya Hellen , kini tanganku tak henti-hentinya menepuk pelan pundak wanita itu seolah tengah menenangkan nya .
" Semua akan baik baik saja , Hellen " ucapku lagi namun wanita itu masih tetap terdiam
Aku terus menatap kearah Hellen dan menghela nafas pelan saat melihat wanita itu yang masih bersembunyi di balik jas milikku.
" Kali ini kau benar-benar tidak bisa pergi dariku Hellen , kau berhutang banyak hal padaku " ucapku pelan
__ADS_1
Aku tidak yakin Hellen mendengarkan nya saat itu namun Aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku Hellen , serius . Kau akan menjadi tawanan ku seumur hidup Hellen .
" Mereka akan mengantarkanmu Kerumah Sakit , Hellen " Ucapku lagi pada wanita itu
Seketika Aku melirik kearah mayat Jesper yang tergeletak di lantai kamar hotel dengan genangan darah yang sangat kental , sesaat aku menatap sosok mayat itu dan tersenyum senang .
" Aku harus menyelesaikan tugasku di sini " ucapku lagi dan lagi seraya mengangkat tubuh mungil Hellen ke dalam gendonganku namun Wanita itu masih tetap terdiam bahkan wajahnya masih di menutupi dengan jas milikku
" Pastikan dia mendapat pelayanan terbaik , Bruce " ucapku memerintahkan Bruce , Bruce pun mengangguk paham dan mengambil alih tubuh Hellen
" Kurasa dia pingsan saat ini " ucapku lagi memberikan keterangan pada Bruce karna sejak tadi Hellen hanya terdiam
" Baik Tuan . Apa Tuan akan ikut dengan kami ?? " Tanya Bruce.
" Tidak , aku ingin membelah tubuh Jesper terlebih dahulu " Jawabku santai
" Tapi Tuan , Tangan Anda harus sege— "
" Luka ini tidak terlalu dalam Bruce , kau tenang saja ." ucapku sambil melihat kearah luka di tanganku
" Oya , Jangan lupa pesankan aku peti dengan beberapa balok Es , Aku ingin mengirim mayat Jesper . apa aku harus memotong tubuhnya atau aku harus mengirim mayat Jesper secara utuh ? " Tanya ku seolah meminta saran v
" Terserah anda Tuan , aku akan menyiapkan semuanya " ucap Bruce
" Baiklah kalau begitu aku akan memotong-motong tubuhnya , kau pergilah Bruce " ucapku dan Bruce menganggukkan kepalanya tanda mengerti
Bruce dan beberapa anak buahku pun pergi meninggalkanku sendirian namun aku tidak benar-benar sendirian karena masih ada beberapa dari anak buahku yang berada disama untuk mengurus kejadian di hotel agar tidak ada yang curiga .
" Mari bersenang senang , Jes " ucapku dengan senyum senang
Aku tersenyum senang saat menatap sosok Jesper yang terbaring kaku dengan darah dan tusukan pada tubuh nya . aku pun berjalan sambil bersiul dan berhenti tepat disamping pisau lipat yang aku lempar tadi . ku ambil pisau itu dan berjalan kembali menuju kearah Jesper , aku berjongkok di samping mayat Jesper dan dengan senang hati memotong-motong jari jemarinya . darah segar kini memuhi permukaan lantai dan tanganku hingga membuat aku tersenyum puas dan kembali melanjutkan tugasku.
" Kita akan bertemu kembali di Neraka , Jesper " ucapku berbisik pelan di telinga nya sebelum aku memotong telinga pria itu
.
__ADS_1
.
.