
Kembali ke Pov Hellen ..
Kalimat terakhir yang Thomas ucapkan membuat fungsi dalam tubuhku melemah seketika apa lagi saat pria itu mencium ku secara tiba-tiba membuat aku tak berdaya saat ini , kini aku dapat menatap mata tajam Thomas yang menatap kearahku .
Thomas menjauhkan wajahnya dari telingaku namun tidak dengan tubuhnya , Tubuh Thomas masih menghimpit tubuhku hingga membuat ruang gerakku sedikit berkurang .
" Thomas .." Panggilku ragu dengan suara pelan
" Hm..." sahutnya hanya dengan gumaman seraya menatap kearahku dan kurasakan tangannya menyentuh wajahku dengan lembut hingga membuat aku memejamkan mataku
Aku seolah menikmati setiap sentuhan tangan yang di berikan oleh Thomas di pipi kanan ku hingga membuat tubuhku sedikit bergetar .
" Aku ingin bertanya sesuatu pada mu " Ucapku pelan setelah tersadar namun aku masih memejamkan kedua mataku
Dan tak berapa lama aku membuka kedua mataku dan kembali menatap manik mata hitam milik pria itu lagi . Kurasakan tangan Thomas tak lagi menyentuh wajahku begitu pun dengan tubuhnya , pria itu kini menjauhkan tubuhnya dari atas tubuhku .
Kini Thomas berdiri tepat didepan ku yang masih membaringkan tubuhku di ranjang miliknya seraya terus menatap kearah ku . Aku pun mulai membangunkan diriku dan membiarkan kakiku memijak kelantai seraya membalas tatapan nya .
" Apa ? " Tanya nya singkat
Aku meremat kedua tanganku pelan seraya mengalihkan pandanganku kearah lain dan mengigit bibir bawahku karena merasa gugup .
" Jangan mengigit bibirmu , Hellen " ucapnya memperingatkan ku hingga sukses membuat aku menghentikan gigitan pada bibir bagian bawahku.
__ADS_1
" Tatap aku jika kau berbicara , Hellen " ucap nya lagi
Aku meneguk ludahku pelan dan memberanikan diri untuk menatap kearah Thomas yang sedari tadi terus menatap kearah ku .
" Ke..kenapa kau— "
" Katakan dengan jelas , Hellen " Potongnya sebelum aku menyelesaikan ucapan ku
Aku semakin meremat tanganku dan sebisa mungkin aku menahan kepalaku agar terus bersitatap dengan tatapan Thomas yang dari tadi tidak melepaskan pandangan nya dariku .
" Apa kau benar-benar orang yang bertanggung jawab atas kematian Reyhan ? " Tanyaku pada akhirnya memberanikan diri
Aku tidak dapat melihat perubahan yang terjadi pada raut wajah miliknya saat ini Karna Thomas orang yang bisa menyembunyikan sesuatu dengan sangat baik .
" Ya . Aku yang melakukan nya " Jawab Thomas lantang dengan wajah tenang
Aku sedikit bergetar namun sebisa mungkin aku menahan kendali atas tubuhku , kedua tanganku masih saling meremat satu sama lain seolah menguatkan diriku sendiri . aku masih berusaha menatap kearah mata pria itu namun aku gagal hingga akhirnya aku menundukkan kepalaku dan mengigit kembali bibirku kuat-kuat.
Hening , tiba-tiba suasana menjadi hening tak ada suara apapun untuk beberapa menit di ruangan tersebut . Aku melepaskan gigitan pada bibir bagian bawahku dan memberanikan diri untuk mengangkat wajahku menatap sendu kearah pria itu.
" Kenapa ?? " Tanyaku singkat dengan suara yang nyaris menghilang namun aku yakin Thomas dapat mengerti hal itu
" Karena dia berhasil mengambil mu dari ku , bukan untuk sementara . Dia ingin memilikimu selamanya dan aku sangat tidak suka dengan ide menjadikanmu milik pria itu selamanya " Jawab Thomas enteng
__ADS_1
Ku lihat Thomas berbicara dengan nada yang masih sama tidak tersirat emosi apalagi rasa bersalah , Thomas mengatakan hal itu dengan ekspresi tenang seolah itu adalah hal yang tidak penting.
" Tapi aku mencintainya.. aku benar-benar mencintainya , Thomas " Ucapku pelan seraya menatap Thomas dengan tatapan berkaca-kaca
Mataku mulai berkaca kaca saat mendengar penjelasan pria itu , ada rasa sakit yang aku rasakan saat ini di bagian dadaku .
" Jangan menangisi pria yang sudah mati , Hellen " ucapnya datar seraya menatapku dengan tatapan tanpa ekspresi
Kulihat Thomas pun membalikkan tubuhnya berniat meninggalkan aku di dalam kamar itu sendirian namun sebelum langkah pria itu menjauh aku kembali berucap hingga membuat langkah kaki Thomas terhenti seketika .
" Apa kau juga yang membunuh kedua Orang tua ku ? , Apakah semua yang terjadi pada kehidupanku sudah kau rencanakan sebelumnya , Thomas ? " Tanyaku lantang dengan suara bergetar dan mata yang terpejam
Tak berapa lama aku membuka kedua mataku setelah mengucapkan hal tersebut seraya menatap kearah Thomas yang masih pada posisinya .
" Kedua orang tuamu adalah orang yang baik , Hellen " ucap Thomas menjeda ucapannya
Aku hanya terdiam mendengarkan penjelasan dari pria tersebut yang berbicara tanpa menatap kearah ku hingga tak berapa lama pria itu kembali melanjutkan ucapannya .
" Aku bisa pastikan , bukan aku yang membunuh kedua orang tuamu , Hellen " Sambung Thomas
Saat aku hendak bertanya lagi tiba-tiba pria itu sudah melangkah pergi menjauhiku , dapat kulihat pintu pun tengah tetutup dengan pelannya dan kini aku benar-benar sendirian di kamar tersebut.
Aku tidak mengerti mengapa aku bisa berada disini dan kenapa aku bisa terperangkap dengan sosok pria seperti Thomas , aku selalu bertanya-tanya kenapa aku bisa menjalankan kehidupanku yang seperti ini .
__ADS_1
Bolehkah aku mempercayai ucapan yang baru saja pria itu keluarkan ? , Atau bisakah aku mempercayai nya ? . Pertanyaan itu selalu berputar dalam kepalaku saat ini .