
Seperti yang diperintahkan oleh Thomas , aku pun berjalan menuju kamarku seraya menunduk sedih namun baru beberapa langkah aku menuju ke kamar ku tiba-tiba sebuah tangan menahan kedua bahuku dari depan membuatku tidak dapat melangkahkan kakiku .
Aku mendongkak kan kepalaku dan menatap sosok tersebut yang tak lain adalah Bibi Tina yang saat itu tengah menatap khawatir kearah ku , dia terlihat baik namun guratan lelah jelas ketara pada wajah cantiknya.
" Bibi " Panggilku pelan seraya langsung memeluk tubuh wanita itu
" Apa Thomas akan meninggalkanku dan kembali pada Simone ? " Tanya ku langsung dengan suara lirih tanpa melepaskan pelukannya
Tidak ada jawaban yang kudengar dari wanita itu , aku hanya merasakan sebuah usapan lembut pada punggungku
" Istirahatlah Hellen , Thomas akan pulang nanti . Dia hanya perlu waktu untuk dirinya sendiri " Ucap Bibi Tina berusaha menenangkan ku seraya melepaskan pelukanku
Aku pun hanya menganggukkan pelan kepala ku seraya mantap kearah Bibi Tina yang menatap ku dengan wajah iba nya .
" Bibi tidak perlu mengantarku " Ucapku menolak Bibi Tina yang hendak berniat mengantar ku ke kamar hingga membuat Bibi Tina menghembuskan nafas pasrah nya
" Istirahatlah nak " Suruhnya lagi dengan suara lembut seraya mengelus lembut kepalaku dan aku hanya mengangguk patuh
Aku kembali berjalan menuju kamarku dan saat tiba didepan pintu kamar aku hanya terdiam seraya menatap kearah ranjang yang sempat kami tiduri tadi . aku masih jelas mengingat bagaimana cara Thomas mencumbui tubuhku tadi .
Bahkan ucapan-ucapan mengenai pernikahan masih terngiang jelas di kepalaku , aku jelas mengatakan apa yang aku inginkan dan pria itu mengatakan akan mengabulkan nya .
Semula aku tidak pernah memimpikan sebuah pernikahan seperti ini , aku bahkan harus memikirkan banyak hal untuk menikah saat aku memilih Rey , aku juga tidak pernah mengucapkan detail pernikahan yang aku inginkan pada Rey dulu .
Tapi lebih dari itu semua , aku hanya memerlukan Thomas untuk terus tetap berada di sampingku . Saat memikirkan Thomas yang akan meninggalkanku , entah kenapa aku merasa sangat takut . entah sejak kapan aku merasa kini aku yang telah bergantung pada pria itu .
Aku merasa mengapa semakin sulit saat aku dan Thomas bisa saling mengungkapkan perasaan masing-masing di antara kami . Aku berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuhku di sana seraya menatap sendu kearah langit-langit kamar .
Aku memejamkan mataku hingga membuat sudut mataku mengeluarkan air mata . Saat ini Aku hanya menginginkan Thomas berada di sisiku dan lebih dari itu semua , aku juga menginginkan Thomas bebas..
Aku ingin Thomas bahagia , sekalipun itu tanpa aku disisinya . aku hanya ingin dia bahagia dan tidak pernah merasa takut , aku hanya ingin dia percaya bahwa masih banyak orang yang tidak akan meninggalkan nya . Aku juga ingin Thomas percaya bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan nya .
Aku membuka mataku dengan pelan setelah tertidur cukup lama . Aku terbangun saat merasakan sebuah tangan memeluk pinggangku dengan erat , aku bahkan merasakan hembusan nafasnya mengenai pucuk kepalaku .
" Jangan lepaskan , Hellen " ucap orang tersebut saat aku berusaha untuk melepaskan pelukannya .
Tanpa menoleh pun aku tau siapa orang yang tengah memelukku saat ini .orang itu tak lain adalah Thomas .
" Aku harus mandi , aku ada shift malam saat ini " Ucapku dengan suara serak
" Kau hanya perlu diam disini , Hellen " ucapnya dengan suara sangat pelan seraya kembali mengeratkan pelukannya pada tubuhku
Aku tak menolak pelukan Thomas aku malah mengelus pelan tangan Thomas dengan ibu jariku seolah tengah memberikan ketenangan untuk pria itu .
" Hanya tinggal beberapa minggu saja , dan aku akan kembali ke kampus setelah menyelesaikan magang , aku tidak akan kemanapun seperti yang kau inginkan Thom , hanya biarkan aku menyelesaikan magangku dengan baik , setidaknya aku harus memberikan kesan baik diakhir magangku " ucapku lagi berusaha merayu pria itu namun Thomas hanya terdiam seraya melepaskan pelukannya padaku dan menjauhkan tubuhnya dariku .
" Cody dan beberapa penjaga lainnya akan menjagamu . Hubungi aku setiap 3 jam sekali " ucap nya memberi perintah
Aku pun mendudukan tubuhku dan membiarkan punggungku bersender pada kepala ranjang seraya menatap kearah Thomas yang tengah menyangga kepalanya dengan tangan seraya menatap kearah ku.
" Oke Deal . Aku akan menghubungimu setiap 3 jam sekali dan membiarkan pengawalmu berkeliaran disekitaran ku " ucapku tanpa menolak seraya tersenyum di akhir kalimat
Sejujurnya banyak hal yang ingin aku tanyakan pada pria itu namun pertanyaan itu tidak pernah aku utarakan padanya . aku hanya menatapi wajah Thomas yang kini terlihat lebih lelah dari sebelumnya , aku mendekatkan wajahku kearah telinga Thomas dan berbisik di sana .
" Aku mencintaimu , Thom " Bisikku Pelan di telinga nya
__ADS_1
Aku pun langsung beranjak dari kasur dan hendak meninggalkan Thomas menuju kamar mandi , jujur aku merasa sangat malu saat mengucapkan hal tersebut .
" Hellen " Panggil Thomas hingga membuat aku menghentikan langkahku
Dan menatap kearah nya yang kini tengah memejamkan matanya dengan posisi yang masih sana
" Hm " sahutku seadanya
" Aku juga mencintaimu " Ucapnya pelan hingga membuat kedua sudut bibirku tertarik keatas , aku tersenyum senang saat mendengarkan balasan dari pria itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Usai merapikan diri dengan pakaian santai aku pun keluar dari kamar dengan Thomas yang berada di sampingku , tampilan Thomas saat ini terlihat sedikit berantakan karena pria itu baru saja bangun dari tidurnya .
Pria itu bersikeras ingin mengantarkan ku sendiri ke rumah sakit tempat ku magang , aku sudah menyuruhnya untuk tetap beristirahat namun Thomas tatap pada pendiriannya untuk mengantar ku hingga membuat aku hanya bisa pasrah menuruti kemauan pria itu .
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya kami pun tiba didepan rumah sakit , saat aku hendak keluar dari mobil tiba-tiba Thomas menyentuh lenganku hingga membuat aku menoleh kearahnya .
tiba-tiba kurasakan kecupan pada bibirku dan juga luma*tan lembut setelahnya bahkan kini tangan Thomas berada di tekuk leherku untuk memperdalam ciuman kami .
Saat aku nyaris kehabisan nafas aku pun langsung memukul pelan dada bidang Thomas hingga membuat Thomas menghentikan ciuman nya seraya menatap kearah ku dan tersenyum simpul .
" Jagalah dirimu baik-baik , Hellen " ucapnya seraya menyentuh bibirku dengan ibu jari nya membersihkan sisa-sisa Saliva di bibirku
Aku pun tersenyum seraya mengangguk pelan dan segera keluar dari mobil yang di kendarai oleh pria itu , kulihat beberapa mobil anak buah Thomas kini sudah terparkir rapi di rumah sakit tersebut . Bahkan kini kulihat beberapa penjaga yang diutus oleh Thomas sudah berpenampilan santai dan tidak mencolok hingga membuat aku merasa sedikit lega melihatnya.
" masuklah , Hellen " ucap seseorang di belakang ku Hingga membuat Aku menoleh kearah jendela mobil yang kini terbuka dan menampilkan Thomas yang menyuruhku untuk segera masuk
" Sampai bertemu besok , Thom " ucapku lembut dan Thomas pun mengangguk pelan
Saat ini tak banyak yang aku lakukan , aku hanya memperhatikan dan mencatat beberapa hal yang diperlukan saja .
" Berapa lagi pasien yang harus aku kunjungi ? " Tanya Dr.Frans
" Tiga pasien lagi Dok " sahutku
Dan kami pun segera menuju kamar lainnya untuk memeriksa beberapa pasien sebelum menikmati waktu istirahat malam kami
" Melelahkan " ucap salah satu rekanku yang bernama Kris
" Apa kau tidak lelah Hellen ? " Tanyanya lagi padaku
" Sedikit " Jawabku seadanya dengan sikap canggung , pasalnya kami hanya berbicara beberapa kali saja tak sedekat aku dan Gina
" Aku mempunyai coklat , apa kau mau ? " Ucap Kris seraya merongoh saku nya dan memberikan sebungkus coklat pada ku
" Ti— "
" Coklat dapat membuatmu bahagia Hellen , makanlah kau terlihat banyak pikiran saat ini " Ucapnya seraya terkekeh kecil hingga membuat aku mau tak mau mengambil coklat yang diberikan oleh Kris
" Apa kau akan makan di kantin ? " Tanyanya dan aku hanya mengangguk seraya menyimpan coklat yang di berikan pria itu
" Aku juga , kita bisa berjalan bersama , Hellen " ucapnya
Aku hanya menyetujui ajakan pria itu dan kami pun berjalan beriringan menuju kantin rumah sakit tersebut . saat hendak menuju kantin tiba-tiba mataku melirik kearah Cody yang tengah memakan burgernya seraya menatapku dan Kris secara bergantian .
__ADS_1
" Kau ingin makan apa ? " Tanya Kris padaku hingga membuat aku menatap kearah nya
" Junk food , sepertinya aku ingin burger ukuran besar atau mungkin hotdog " sahut ku
Aku pun memesan Burger ukuran sedang dengan orange juice serta kentang goreng sedangkan Kris sudah memesan makanan nya dan kini pria itu tengah duduk dimeja yang sudah terisi anak magang lainnya.
" Hellen , duduklah di sini "Ajak Gina seraya menatapku dan tersenyum tak jelas seolah tengah meneliti ku
" Apa ada yang salah , Gi ? " Tanyaku langsung saat sudah mendudukkan diriku di kursi
" Tidak ada . Aku hanya sedikit merindukanmu " ucap Gina sekenanya hingga membuat aku memutarkan bola mataku malas . jelas sekali wanita itu menyindirku , pasalnya aku jarang sekali terlihat akhir-akhir ini.
Aku pun mulai memakan burgerku tanpa repot-repot menunggu pesanan mereka , saat sudah gigitan kedua, orange juice yang aku pesan baru saja tiba dan aku menelan burger yang masih ada dalam mulutku .
" Apa diantara kalian ada yang mengikuti seminar lusa lalu " tanya seseorang yang duduk di meja kami memulai pembicaraan
Aku hanya terdiam seraya mendengarkan mereka berbicara tanpa berniat menanggapi ucapan tersebut .
" Tema kali ini tentang apa ? " Tanya Gina yang terlihat tertarik dengan pertanyaan tersebut
Aku hanya menyimak dan sesekali menyedot orange juice yang aku pesan tadi .
" Ganguan kejiwaan , aku sedikit lupa mengenai tema yang akan dibicarakan tapi sepertinya tentang gangguan kejiwaan " Jawab seseorang dari mereka hingga membuat aku menajamkan telingaku dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan saat ini
" Apa menurutmu orang yang memiliki kerusakan mental seperti DID (Dissociative Identity Disorder /Alter Ego) dapat disembuhkan ? " Tanya Kris yang mulai angkat suara
Aku meletakkan burgerku yang hanya tinggal separuh dan segera menghabiskan orange juice ku tanpa sisa seraya menatap penuh kearah mereka yang tengah membicarakan hal tersebut .
" Seperti psikopat , apakah dapat disembuhkan ? " Tanya ku tiba-tiba menyambung kan pertanyaan Kris
" DID dan Psikopat adalah hal yang berbeda Hellen , tapi mereka sama-sama bisa dikatakan memiliki gangguan kejiwaan , mereka sama-sama memiliki kerusakan mental " ucap Gina menanggapinya dengan santai.
" Mereka rusak secara mental , banyak faktor yang menyebabkan hal itu , akan tapi kebayakan terjadi saat berada pada posisi tertekan dan fase kanak-kanak ? " Sambung seseorang yang ku ketahui namanya adalah Bella
" Ya , aku sedikit setuju denganmu Bel , fase kanak-kanak itu memang sangat penting " sahut Gina
" Tapi apa menurut kalian kerusakan seperti itu dapat disembuhkan " tanya Kris lagi
" Mereka tidak bisa disembuhkan 100% , DID dan psikopat bukanlah sebuah penyakit . Sebuah penyakit ada penawaran nya dan bisa dinyatakan sembuh tapi untuk kerusakan mental aku rasa tidak , mereka bukan sakit melainkan terkena gangguan jiwa . yang bisa dilakukan hanyalah menekan kerusakan itu agar menjadi normal dan sedikit meminimalisir agar tidak semakin parah . Gangguan kejiwaan tidak sam— "
" Hellen , apa kau baik – baik saja ? , Kenapa kau terlihat sangat pucat ? " tanya Gina memotong penjelasan Bella hingga membuat mereka semua menatap kearah ku .
Aku pun menganggukkan pelan kepalaku yang tiba-tiba terasa pusing bahkan keringat dingin juga sudah membasahi tanganku , tiba-tiba aku merasa ada perasaan aneh pada tubuhku saat ini
" Aku baik-baik saja " ucap ku berbohong seraya tersenyum simpul diakhir kalimatku
Entah kenapa tiba-tiba perutku terasa sangat mual bahkan telapak kakiku terasa sangat dingin dan tenggorokanku juga terasa sangat panas .
" Hellen... "
Teriakan terakhir yang dapat aku dengar sebelum pandangan ku benar-benar gelap dan menghilang , samar-samar aku mendengarkan sebuah suara yang memanggil namaku sampai akhirnya aku tidak mendengarkan apapun lagi.
.
.
__ADS_1
.