
" ****....." Umpat Riley pelan dan dia pun memutarkan kemudi mobilnya untuk melewati jalan lain yang tidak terlalu padat , sampai akhirnya ditikungan kedua sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti tepat didepan kami membuat Riley seketika menghentikan laju mobilnya .
Kulihat beberapa orang berpakaian hitam pun memenuhi mobil yang aku tumpangi , sementara Riley mengambil senjata yang ia simpan didalam mobil tersebut .
" Tetaplah didalam mobil Nona , Aku sudah mengirim sinyal GPS pada Tuan Thomas . jangan keluar dari mobil ini apapun yang terjadi " Suruh Riley dan aku pun hanya terdiam seraya mengangguk kepala mengikuti apa yang dikatakan Riley .
Aku tak punya pilihan lain selain menuruti pria itu karena aku juga tidak ingin mati konyol saat ini , aku menutup semua pintu mobil dan membiarkan Riley keluar dengan pistol yang ada di tangannya .
" Aku ingin wanita itu ! " Ucap seseorang bertumbuh besar di luar sana
Aku hanya terdiam ketakutan saat mengetahui yang mereka inginkan adalah aku . aku meremat kedua tanganku dengan sangat kuat saat pintu jendela diketuk dengan kasar dari luar , aku semakin memejamkan mataku bahkan tubuhku kini kembali bergetar ketakutan .
" Kau harus membunuhku terlebih dulu jika kau menginginkan wanita itu ! " Ucap Riley melawan dan mulai menarik pelatuk pistol miliknya
Namun seketika sebuah hantaman kuat Riley dapatkan pada wajahnya hingga membuat aku yang berada di dalam mobil pun berteriak ketakutan .
Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana Riley melawan dan melindungiku yang kini bergetar ketakutan didalam mobil , bahkan tubuh Riley sampai menutupi pintu mobil saat orang-orang itu hendak membuka paksa pintu tersebut .
Aku yang berada di dalam semakin merasa ketakutan dan merasa bersalah pada pria itu , kulihat Riley ditarik kuat oleh orang-orang itu dan ditendang dengan beberapa orang lainnya hingga membuat aku berteriak saat tubuh lemah Riley dilempar didepan kaca mobil yang aku tumpangi . saat mereka hendak menembak tubuh lemah Riley aku pun segara keluar tanpa memikirkan apapun .
" Cukup ... Kalian bisa membawa ku , jangan sakiti dia lagi kumohon jangan membunuh siapapun lagi " ucap ku berteriak memasang badan ku di depan tubuh Riley yang tergeletak lemah
Mereka pun langsung menyeret tubuhku menuju salah satu mobilnya yang ada di sana meninggalkan Riley yang masih tergeletak lemah di tempat itu sendirian , sedangkan aku hanya bisa pasrah saat mereka menyeretku kedalam mobil mereka .
Aku tidak meronta saat mereka menyentuh lenganku bahkan saat mereka menampar pipiku dengan kuat aku tetap terdiam tak melawan sedikitpun karna aku tau jika aku melawan pun akan percuma , mereka pun melemparkan tubuhku kedalam mobil dan mereka tidak membiarkan aku bersuara sedikit pun karena saat ini mulutku telah disumpal oleh sebuah kain bahkan tangan ku kini sudah di ikat oleh mereka.
Entah sudah berapa lama mereka membawa ku pergi sampai akhirnya mobil pun berhenti dan kami tiba disebuah bangunan tua yang terlihat tidak terpakai . mereka menyeretku bahkan mendorong tubuhku membuat aku beberapa kali terjatuh .
Mata ku kini semakin perih memanah tangis dan juga ketakutan dalam diriku , sebisa mungkin aku mencoba untuk tetap menenangkan diriku walaupun kenyataannya sangat sulit .
Aku semakin masuk kedalam gedung tersebut dan semakin pula aku tau tempat ini tidak seburuk yang terlihat dari luar . Aku mendengar bunyi musik memenuhi gendang telingaku dan beberapa suara tawa menghiasi ruangan tersebut .
Kulihat beberapa orang tengah bermain judi dengan beberapa wanita yang duduk disamping mereka bahkan mereka tidak perduli dengan kedatanganku dan segerombolan orang yang ada di dekat ku .
__ADS_1
Aku yakin mereka menyadarinya namun mencoba untuk tak perduli , aku terus-merusan didorong orang-orang itu sampai akhirnya kami menaiki tangga untuk menuju lantai selanjutnya .
Kini aku sampai disebuah ruangan dengan pintu bercat putih gading dan kulihat mereka membuka pintu tersebut dan mendorong tubuhku hingga membuat ku terjatuh kelantai . aku meringis pelan saat kepalaku terbentur meja kayu yang ada di hadapanku .
" Sudah aku bilang dia itu bukan milikku " ucap seseorang yang terdengar sangat familiar di telinga ku
Aku pun langsung menolehkan pandangan ku kearah suara tersebut dan aku mendapati tubuh tegap Thomas yang tengah terduduk dengan nyamannya bersama dengan Bruce yang berdiri disamping nya.
Aku menatap kearah Thomas yang tak menatap kearah ku saat itu , ada perasaan sakit dalam hatiku saat mendengar ucapan tersebut dan entah mengapa tiba-tiba air mata yang sejak tadi ku tahan kini telah terjatuh membasahi pipiku .
" Benarkah ? , Kalau begitu bunuh dia " ucap sosok lain yang ada di dekat Thomas
Aku pun langsung menolehkan pandangan ku kearah pria tua dengan perut buncit miliknya yang tengah duduk di kursi lain dan kulihat di cela bibirnya ada sebuah rokok .
" Tembak wanita itu dengan pistol yang baru saja kita curi dari gudang milik Tuan Thomas " Sambung pria tua itu lagi memerintahkan anak buahnya
Aku yang masih berada dilantai sebisa mungkin berdiri dari posisiku namun tiba-tiba sebuah kaki menekan punggungku hingga membuat tubuhku bersujud dilantai dengan moncong pistol yang ada dikepala bagian belakangku .
" Dia memanggilmu Thomas " ucap pria itu mengejek Thomas sambil tersenyum miring
" Dia bukan milikku " sahut Thomas dengan ekspresi datar
" Aku tidak perduli jika kalian ingin melukainya atau bahkan membunuhnya , karena dia bukan milikku " Sambung Thomas masih dengan ekspresi datarnya
Dan kulihat Thomas menolehkan kepalanya menatap kearah ku dengan tatapan datarnya tepat dikedua bola mataku . aku yang ditatap hanya memasang wajah lirih dengan mata basah karna air mataku dan seketika kepalaku menggeleng pelan seraya memohon pada pria itu namun Thomas hanya terdiam dan kembali menatap lurus kearah depannya .
" Thomas ... aku mohon , aku tidak ingin mati " ucapku lirih memohon pada pria itu namun dengan sangat jelas Thomas mengabaikan ucapan ku
" Bunuh saja dia , dan cepatlah selesaikan urusan kita " ucap Thomas memberitahu orang-orang itu dengan ringannya
Aku yang mendengarnya pun terkejut seraya menatap kearah pria itu . Dengan sekuat tenaga aku merangkakkan tubuhku kearah Thomas mengabaikan kaki yang menekan punggungku , aku bahkan mengabaikan moncong pistol yang ada dibelakang kepalaku saat ini .
Dengan wajah basah dan kondisi yang sangat acak-acakan bahkan tangan yang bergetar aku pun menyentuh kaki Thomas seraya menatap pria itu dengan tatapan lirih .
__ADS_1
" Thomas aku mohon , aku tidak ingin mati " ucapku lirih memohon di kaki pria itu namun Thomas hanya terdiam lagi dan lagi mengabaikan ucapan ku .
" Thomas aku mo—aaaakh " ucapku terpotongan seraya menyerit kesakitan saat rambutku ditarik kebelakang dengan kasarnya oleh orang-orang itu .
Aku melihat kearah Thomas dengan wajah penuh air mata dan kulihat Thomas menatapku sekilas lalu kembali menatap lurus kearah ke depan.
" Apapun yang kau lakukan pada wanita itu tidak akan berpengaruh apapun pada ku karna dia bukan milikku . Kalian bisa melukai nya sepuas yang kalian inginkan kalau perlu bunuh saja dia , aku tidak perduli " ucap Thomas datar dan terdengar serius hingga membuat aku yang mendengarnya pun menangis dan memohon padanya terus-menerus.
" Thomas ..." Panggil ku dengan suara terisak
" Thomas , aku mohon.. aku sangat ketakutan " Ucapku lagi namun pria itu masih tetap pada pendiriannya untuk terus mengabaikan ucapanku
Aku memejamkan kedua mataku membiarkan rasa lelah , sakit dan ketakutan memenuhi batinku saat ini . Dan setelahnya aku kembali membuka kedua mataku dan menatap kearah Thomas yang sejak tadi hanya terdiam bahkan pria itu tidak terganggu dengan teriakan dan permohonanku tadi , sampai akhirnya aku menyerah dan mengalah dengan ego miliknya .
" Jadikan .. jadikan aku milikmu Thomas , aku bersedia menjadi milikmu , aku mohon tolong aku " Ucapku pada akhirnya dengan suara yang tak memiliki tenaga bahkan terdengar sangat lemah
Kulihat Thomas menolehkan kepalanya kearah ku dan aku dapat melihat senyum puas tercetak diwajah tampan pria itu dan tak berapa lama Thomas pun berdiri dari duduknya .
" Lepaskan tangan kotor kalian , jangan menyentuh milikku.." ucap Thomas dengan suara lantang nya setelah berdiri tegak
Thomas pun menatap mereka satu persatu dan mengeluarkan sebuah pistol yang di simpan di balik punggungnya . Aku yang masih berbaring dilantai pun langsung memeluk tubuhku sendiri saat mendengar suara tembakan yang tertuju pada orang yang ada di belakangku .
" Bruce , pastikan semua yang ada diruangan ini mati . aku tidak bisa membiarkan mereka bernafas dengan nyaman saat tangan-tangan kotor mereka sudah menyentuh milikku " ucap Thomas lantang memerintahkan Bruce yang juga sudah mengeluarkan pistolnya
Aku menatap kearah Thomas yang berjalan mendekat kearah ku seraya menatapku dengan senyum kecilnya .
" Kau sendiri yang menyerahkan dirimu pada ku , Hellen " ucapnya tepat di depanku dan aku hanya menganggukkan kepalaku tanda paham dan tak berapa lama tiba-tiba semua penglihatan ku menjadi gelap
" Kau milikku Hellen , kini kau sudah menjadi kekasih ku " Ucap Thomas yang masih terdengar di telinga ku untuk yang terakhir kalinya sebelum kesadaran ku benar-benar menghilang .
.
.
__ADS_1