Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Terobsesi....


__ADS_3

POV Thomas ...


Aku kembali menatap pria paruh baya yang ada di hadapanku saat ini , kulihat pria itu tengah menghembuskan asap rokok dari mulutnya dengan kaki terangkat di pahanya seraya terduduk santai di sofa singel milikinya .


Pria itu tak lain adalah Simone Antonius , seorang pria yang aku temui beberapa tahun silam dan pria itu jugalah yang membantuku agar aku tetap hidup .


" Sebaiknya kau angkat telpon itu Thom , aku bertaruh itu adalah telpon penting " Ucapnya menunjuk ponselku yang masih berada di saku jas ku dengan dagunya


Aku masih terdiam tak berusaha bergerak sedikitpun dari dudukku , bahkan saat ponselku berdering terus menerus


" Lepaskan aku " ucapku langsung pada intinya mengacuhkan ucapan pria itu


Kulihat Simone mematikan rokoknya yang masih setengah dan menatapku dengan tatapan datarnya.


Dia masih terdiam tak berucap sedikitpun begitu pun dengan ku . Aku hanya menatapi pergerakan yang mungkin akan di timbulkan oleh pria itu . mataku sesekali melirik pria-pria yang berdiri tegap dibelakangnya , aku harus tetap waspada karena saat ini aku sedang berada ditempat musuhku pikirku .


" Apa kau tidak khawatir sesuatu tentang wanita itu , Thom ? " Tanyanya saat ponselku kembali berdering dan dapat kulihat dia tersenyum memuakkan di mataku


Sebisa mungkin aku menutupi rasa khawatir yang sendiri tadi memenuhi rongga dada dan pikiran ku .


" Aku tidak akan mengampunimu jika sesuatu terjadi pada Hellen " ucapku tajam seraya terus menatap kearah nya


' prok..prok..prok'


Simone terus menepukkan tangannya beberapa kali seraya tertawa geli sampai akhirnya dia mencondongkan tubuhnya padaku dan menatapku dengan ekspresi datarnya namun bisa aku lihat dia tengah meremehkan ku . seolah kata-kata yang baru saja aku ucapkan hanyalah bualan belaka.


" Aku tidak sabar akan hal itu , Thom " ucapnya santai sambil tersenyum miring dan kembali menyenderkan tubuhnya pada punggung kursi


Aku hanya menatap malas seraya mengambil ponsel yang kembali berdering dalam kantong jas ku .


Kulihat nama Cody tertera pada layar ponselku hingga membuat aku secara otomatis menatap kearah Simone sebelum mengangkat panggilan dari anak buah ku itu


" Kumohon jangan Hellen " Ucapku dalam hati mencoba untuk membuang pikiran negatif yang ada di kepalaku seraya berdoa semoga ini bukan berita buruk tentang wanitaku


" Bo..s " panggil Cody dengan nafas yang tidak teratur dari sebrang sana


Aku pun mengerutkan keningku seraya menantikan apa yang selanjutnya akan disampaikan oleh Cody pada ku .


" Hellen .. maksud ku Nona Hellen , saat ini dia berada di ruang UGD , Tuan " ucapnya lagi hingga membuat aku menggenggam ponselku dengan mengerat

__ADS_1


Seketika aku kembali menatap kearah Simone yang kini sudah menyeringai keji di hadapan ku .


" Mulutnya mengeluarkan busa dan dia terjatuh dikafetaria rumah sakit " Lanjut Cody dari sebrang sana yang tidak aku dengar kan kelanjutan nya


Aku langsung saja matikan sambungan telpon dan terus menatap marah kearah Simone yang tengah terduduk santai seraya menatap remeh kearah ku .


" Apa yang baru saja kau lakukan ?! " Teriakku penuh amarah


" Apakah wanita itu baru saja di kabarkan akan mati ? " Ucapnya santai membalikkan pertanyaan ku


Aku menggenggam erat ponselku yang masih ada ditangan kananku meluapkan emosi pada genggaman tersebut .


" Apa yang baru saja kau lakukan , Simone ?! " Tanyaku lagi dengan tatapan sangat marah seraya berdiri dari dudukku dan meraih kerah baju yang pria itu kenakan


Simone hanya menyeringai dan tidak berusaha menepis tanganku yang ada pada kerah lehernya .


" Sedikit racun yang baru saja di selesaikan oleh ilmuwan gila " ucapnya santai dan tersenyum senang kearah ku.


" Brengs*k " ucapku seraya melemparkan tubuh tua itu kebelakang kursi dan siap melayangkan satu pukulan namun pria yang berdiri dibelakangnya menahan tubuhku dengan kuat


" Hahaha , dia ketakutan " Ucap Simone berbicara sendiri sambil tertawa garing


Aku pun merontakan tubuhku guna melepaskan nya secara paksa walau kurasa sangat sulit melepaskan diri dari dua orang bertubuh besar yang sedang menahan kedua sisi tubuhku .


Aku pun memajukan kaki ku selangkah untuk kembali mendekat kearah pria itu dengan seketika anak buah Simone hendak menahan tubuhku lagi namun Simone menahannya dengan gerakan tangan yang menyuruh mereka untuk mundur.


" Katakan apa yang sudah kau lakukan pada , Hellen " tanyaku marah namun dia hanya menatap remeh kearah ku


" Sudah aku katakan , Ayah hanya mencoba racun yang baru saja diselesaikan ilmuwan gila itu " ucapnya santai memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Ayah.


" Jangan pernah menyebutkan dirimu sendiri dengan sebutan Ayah , karena kau bukan Ayahku ! , Kau hanyalah orang yang terobsesi padaku " ucapku lantang penuh amarah


" Akh kau benar Thom , aku terobsesi padamu karena kau sangat mirip denganku . Aku terobsesi untuk menjadikan dirimu seperti aku , kau adalah boneka yang bagus untuk aku jadikan duplikat diriku . Kau sempurna Thomas " ucapnya lantang menjelaskan nya pada ku


Simone berbicara dengan sangat santai seolah apa yang baru saja ia ucapkan hanyalah ucapan biasa . Aku merasakan sentuhan pada rahang ku dan jelas sekali pria itulah yang menyentuh rahang ku dengan pelan seraya menatap mataku lekat-lekat .


" Jangan marah Thom , kau mengetatkan rahang mu begitu kuat " ucapnya yang kini terdengar sangat berbeda di telinga ku


Aku mengabaikan ucapan nya seperti angin lalu tak berniat bersikap lembut pada pria itu , dengan secepat kilat tanganku mengambil sesuatu yang sedari tadi aku simpan di balik jas ku . Sebuah pistol yang memang sudah aku persiapkan sebelum aku berangkat menemui pria itu .

__ADS_1


" Brengsek sialan " ucapku murka seraya Ku arahkan ujung pistol ku tepat didepan wajah Simone Hingga membuat Simone memundurkan langkah nya dan mengangkat kedua tangannya ke udara ,


Dia hanya menatapku datar dan tersenyum diakhirnya seolah apa yang aku lakukan bukanlah apa-apa untuk nya , tak ada raut ketakutan di wajahnya yang kulihat hanya sikap tenang dan santai nya yang menghiasi wajah pria itu .


" Bunuh aku jika kau mampu Thom , aku tau sekali batas kemampuanmu anakku . Kau tidak akan mampu membunuhku kau bukan sepenuhnya binatang , perasaan balas budi yang dimiliki manusia ada pada dirimu Thom . Kau tidak akan mampu membunuh orang yang telah menyelamatkanmu " Ucapnya santai dan tenang , bahkan Simone menurunkan kedua tangannya seraya melangkahkan kakinya agar lebih dekat kearah ku hingga muncung pistol yang tengah ku pegang kini menyentuhi tubuh bagian atasnya


" Bunuh aku " Tantangnya seraya menatap lekat kearah ku


" Bunuh aku , Thom " Suruhnya lagi hingga membuat genggaman tanganku pada pistol semakin mengerat


Seketika bayangan mengenai masa lalu berputar di kepalaku hingga membuat kepalaku tiba-tiba terasa sangat sakit dar berdenyut .


* Flashback on *


" siapa namamu ? "


" Aku akan menyelamatkanmu , kau hanya perlu percaya padaku "


" Baik Thomas , tidak ada siapapun yang bisa menyakiti dirimu , hanya kau yang berhak atas dirimu sendiri . Bunuh mereka yang menjadi ancaman untukmu , Thom "


" Thomas , sekarang aku adalah ayahmu. Ayah tidak akan meninggalkanmu seperti Ayahmu yang terdahulu "


" Thomas , kau tidak boleh terluka . Kau hanya boleh melukai mereka dengan pisau tajam mu , bukankah itu jauh lebih menyenangkan "


" Thomas.."


" Thomas.."


" Thomas .."


" Ayah menyayangimu Thom , kau adalah putraku . Putra seorang Simone Antonius yang sangat berkuasa , tidak ada siapapun yang bisa menyakiti kita , dunia ini milik kita , Thom "


" Thomas , berjanjilah untuk selalu mengikuti apa yang Ayah katakan ? "


" Ayah..bisakah aku memanggilmu ayah dan..bisakah aku menjadi kuat sepertimu ? , Ajari aku menjadi kuat Ayah dan..aku akan mengikuti mu kemanapun "


* Flashback off *


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2