Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Bahaya ....


__ADS_3

Kini seperti yang telah disepakati , aku dan Gery akan bertemu hanya saja kali ini tampak beda . semulanya Thomas memberitahu ku sebelum penolakan itu bahwa Bruce yang akan menemani ku bertemu dengan Gery namun kali ini yang aku temui adalah sosok lain .


" Apakah anda Nona Hellen Keller ? " Tanya sosok itu padaku saat dia tiba di dekat ku


aku yang tak mengenalnya pun hanya terdiam seraya mengerutkan dahiku tak langsung menjawab pertanyaan dari pria itu.


" Saya ditugaskan oleh Tuan Thomas untuk mengantarkan anda menggantikan Bruce " ucapnya lagi dan aku yang masih merasa aneh dan bingung tetap terdiam


" Bukankah anda harus menemui , Dokter Gery ? " Ucapnya lagi dan lagi padaku hingga membuat aku menganggukkan kepala ku dengan ragu.


" Dimana Bruce dan eum.. Thomas " Tanyaku pelan yang akhirnya aku mengikuti langkah kaki pria yang tidak aku kenal itu .


" Mereka sedang menyelesaikan beberapa urusan bisnis , sebelumnya perkenalkan nama saya Riley . saya biasanya mengikuti Tuan Thomas untuk melakukan transaksi bisnisnya " ucap pria itu seraya memperkenalkan dirinya padaku dan membukakan pintu penumpang untukku dan menutupnya setelah aku masuk.


" Urusan bisnis ? " Tanyaku saat Riley sudah berada di kursi pengemudi seraya memasang sabuk pengamannya pria itu pun menoleh kearahku.


" Sekelompok mafia baru saja mengelabuhi Bos besar dan saat ini mereka tengah mengurus hal tersebut " Ucap nya hingga membuat aku terdiam dan bertanya-tanya dalam hati saat mendengar penjelasan nya


" Nona Hellen , harap pasang sabuk pengaman anda " Suruhnya sopan hingga membuat aku tersadar dan aku pun langsung memasang sabuk pengaman tersebut


Kini Riley mulai memutarkan kunci mobilnya dan beberapa saat kemudian mobil pun melaju dengan pelan meninggalkan perkarangan rumah sakit . aku yang duduk di kursi penumpang hanya menyenderkan kepalaku pada jendela mobil seraya menatap kosong pemandangan jalan di luar jendela .


Pikiran ku terus menerawang ucapan Riley tadi , aku terus berpikir apakah Thomas akan membunuhmu seseorang lagi .


Setelah perjalanan panjang akhirnya mobil yang aku tumpangi pun berhenti disebuah gedung yang lumayan tinggi , aku menatap kearah Riley yang melepaskan sabuk pengaman nya .


" Apa kita sudah sampai ?? " Tanya ku


" Iya Nona , Kita sudah sampai ditempat prakter dokter Gery " ucapnya memberitahuku dan aku pun mengangguk paham


Aku langsung keluar dari mobil tersebut dan menatapi bangunan tinggi yang ada dihadapanku saat ini . Dan aku pun masuk kedalam gedung itu diikuti oleh Riley yang berjalan dibelakangku , saat aku hendak mengkonfirmasi kedatanganku pada resepsionis tiba-tiba Riley menarik tanganku untuk masuk kedalam Lift.


" Kita tidak perlu membuat janji temu , Nona Hellen " ucapnya menjelaskan saat kami sudah masuk kedalam lift dan aku pun hanya terdiam paham


Kulihat Riley menakan tombol delapan dan tak beberapa lama pintu Lift pun terbuka dan kami segera berjalan menuju ruangan dengan label nama Lengkap Gery yang ditempel pada depan pintu ruangan tersebut .


Aku berjalan mengikuti langkah Riley yang kini berjalan di depanku , ku tatap sekeliling bangunan tersebut dan aku hanya melihat ada beberapa ruang di tempat tersebut hingga akhirnya Riley membuka salah satu ruangan yang terdapat papan nama Gery tadi di depan pintu .


" Hay Hellen " Sapa Gery sopan saat melihat kedatangan ku

__ADS_1


Aku pun tersenyum ramah membalas sapaan Gery seraya menatap kearah Gery yang saat itu terlihat lebih muda dengan pakaian kemeja birunya ketimbang saat pertama kali kami bertemu


" Aku pikir Bruce yang akan mengantarmu kemari " Ucapnya lagi dan aku hanya tersenyum sambil menggelengkan pelan kepala ku untuk membalas ucapannya


Gery pun menyuruhku untuk duduk dihadapannya sementara Riley sudah menunggu kami didepan pintu atau mungkin di dalam mobil aku pun tak tau.


" Baiklah , kita akan mulai dari hal yang paling dasar , oke " ucap nya dan aku hanya mengangguk saat Gery bersuara .


" Apa yang kau rasakan saat ini , Hellen ?? " Tanyanya padaku


" Tidak ada , aku tidak merasakan apapun " ucap ku pelan


" Apakah kau masih merasakan ketakutan saat kau memejamkan matamu ?? " Tanyanya lagi dan aku pun mengangguk pelan karena aku memang masih merasa ketakutan saat aku memejamkan mataku


" Aku punya sesuatu untukmu , Hellen " Ucap Gery


Kulihat Gery membuka lacinya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sana . Aku terus menatap kearah Gery yang saat itu tengah memegang sebuah kotak yang di bungkus dengan kain biru .


" Bukankah , ini untukmu " ucapnya sambil memberikan kotak tersebut pada ku


Aku pun dengan ragu mengambil kotak tersebut dan membukanya dengan pelan . saat aku mengetahui apa isi di dalam kotak tersebut aku pun segera melempar kotak itu dan menatap Gerald dengan wajah ketakutan aku bahkan sampai berdiri dari dudukku dan memundurkan kakiku tiga langkah kebelakang .


Aku terus melihat kearah Gery yang saat itu tengah berjalan mendekat kearah kotak yang aku lempar tadi . kulihat Gery berjongkok dan mengambil isi dari kotak yang dia berikan padaku , sebuah pisau tajam dengan lumuran darah , itu adalah isi dari kotak yang Gery berikan . aku menggelengkan kepalaku saat Gery mengangkat pisau itu kearah ku .


" Tidak masalah Hellen , kemarilah . Aku tidak akan menyakitimu kau bisa menyentuh benda ini , ini hanyalah benda mati yang tidak akan melukaimu , ini hanya benda mati , Hellen " Ucap Gery meyakinkan ku namun aku tetap menggelengkan kepalaku


Gery masih setia meyakinkan ku dengan ucapan-ucapan nya seraya berjalan mendekat kearahku sampai akhirnya ia berhenti tepat didepan ku .


Aku pun memejamkan mataku dan semua peristiwa yang aku alami kembali berputar bagai film di kepalaku , aku bahkan merasa pasokan udara dalam tubuhku semakin berkurang hingga aku tidak bisa bernafas .


" Bernafas lah Hellen "ucap Geri terdengar agak membentak hingga membuatku menarik nafas sebanyak-banyaknya


Aku menatap Gery dengan tatapan takut dan nafas terputus-putus bahkan jantungku semakin berdetak cepat dengan keringat yang sudah membanjiri keningku . aku kembali ketakutan saat kilasan kejadian itu memenuhi isi kepalaku hingga membuat aku memegang kepalaku dan menjatuhkan tubuhku kelantai.


" Kau baik-baik saja , Hellen ? " Tanya Gery namun aku hanya menggeleng kuat saat Gery menanyai keadaanku


" Semuanya , pembunuhan itu , Jesper, Dokter Charles , semua itu terus menghantuiku " ucapku dangan suara gugup dan bergetar


Aku pun kembali memundurkan kakiku selangkah kebelakang saat Gery hendak menyentuh pundakku.

__ADS_1


" Hellen dengarkan aku , jika saat itu Thomas tidak melukai Jesper kau mungkin yang akan mati , Hellen . jika saat itu Thomas tidak membunuh Jesper mungkin Jesper yang akan mencarimu . ingatlah Hellen , kau selamat berkat Thomas yang datang menolong mu " ucap Gery tegas dan lantang namun aku hanya menggelengkan kepalaku


" Jangan lari dari rasa sakit yang kau rasakan Hellen , kau baik-baik saja kau hanya mengalami ketakutan . Jika kau terus berlari dan menghindari apa yang sudah terjadi kau tidak akan bisa melewati itu semua , Hellen yakinkan dirimu sendiri kalau kau baik-baik saja , lewati rasa takutmu karena jika menghindarpun kau akan percuma " Sambung Gery dengan tangan yang sudah menekan kedua pundak ku


Kini Aku pun sedikit merasa tenang dan aku mencoba untuk memberanikan diri menatap pria yang ada di depanku saat ini . Aku terus menatap kearah Gery yang tengah menatap kerahku dengan senyum lembutnya seolah tengah menenangkan ku .


" Aku rasa kau belum siap untuk tahap selanjutnya Hellen . maafkan aku yang sudah menakutimu aku hanya ingin tau bagaimana reaksimu saat melihat benda itu . aku akan mengirimi mu email kau hanya perlu menjawab pertanyaan yang aku kirim nanti . sebelum pulang tulislah alamat emailmu dan setelah itu istirahatlah , jika kau sudah siap kau bisa temui aku lagi Hellen " ucap Gery panjang lebar dan berbalik dengan pisau yang ia sembunyikan di tangannya


Aku hanya terdiam dan berjalan kearah meja Gery dengan pelan dan menuliskan alamat emailku seperti yang di pinta oleh pria itu .


" Aku permisi , ma..maaf kalau aku bersikap seperti tadi , jika nanti aku sudah siap aku akan menemui mu " ucapku pamit pada Gery dan Gery pun menganggukkan kepalanya paham


" Maaf atas ketidak nyamanan nya , Hellen " ucap Gery


" Hm " sahutku singkat dan aku pun segera pergi dari ruangan tersebut


Aku berjalan keluar gedung tersebut dan sepertinya Riley menungguku didalam mobil karna aku tak menemukan siapapun saat aku keluar dari ruangan Gery .


" Apa anda sudah selesai , Nona " Tanya Riley langsung saat aku sudah memasuki kursi penumpang


Aku hanya mengangguk dan mengelap air keringat yang ada di keningku , perasaan takut masih aku rasakan sedikit bahkan tubuh juga sedikit bergetar.


" Aku ingin pulang " ucapku pelan


" Baik " sahut Riley patuh


Aku pun menyenderkan tubuhku pada kursi penumpang dan memejamkan mata untuk menenangkan rasa takutku yang masih meluap tanpa sisa di diriku , setelah dirasa sudah sedikit tenang aku pun kembali membuka mataku namun mataku menangap raut khawatir dari wajah Riley yang tengah menyetir .


" Ada apa ? " Tanyaku langsung


" Beberapa mobil di belakang mengikuti kita , Nona pegangan yang kuat aku akan menambahkan kecepatan mobilnya " ucapnya hingga membuat aku secara otomatis menoleh kearah belakang dan memang mendapati beberapa mobil dengan kaca hitam yang mengikuti mobil yang aku tumpangi .


Riley pun menambahkan kecepatan mobil sedikit demi sedikit namun tetap diikuti beberapa mobil dibelakang kami .


Seketika aku teringat akan ucapan Thomas tempo lalu . Apakah ini yang pria itu maksud , bahaya yang aku takutkan kini datang di depan mataku.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2