
Masih Pov Thomas....
Saat aku hendak menghampiri ranjang tiba-tiba aku melihat Hellen tengah berusaha membuka kedua matanya , kulihat keningnya berkerut kecil dan dengan perlahan mata miliknya pun terbuka namun tak berapa lama ia kembali menutup matanya untuk membiasakan cahaya yang masuk dalam penglihatannya hingga akhirnya Hellen benar-benar berhasil membuka kedua matanya secara sempurna.
" Thom.." Panggilnya sendu dan lemah saat melihatku yang tengah berdiri di sisi ranjang seraya menatap kearahnya
Aku terdiam seraya terus menatap wajah sendu miliknya yang juga tengah menatap kearahku .
" Terima kasih " ucapnya lagi pelan
" Seharusnya sejak awal kau sudah menerimaku Hellen , lihatlah apa yang kau dapatkan pada wajahmu " ucapku sambil mendudukkan tubuhku di sisi ranjang seraya menyentuh lembut pipi kanan Hellen yang terdapat memar karna kejadian tadi
Hellen hanya terdiam seraya memejamkan matanya seolah tengah menikmati sentuhan tanganku yang ada dipipi kanan nya . Dan tak berapa lama kulihat Hellen membuka kedua matanya dan tersenyum lemah kearah ku .
" Aku..tahu " ucapnya lemah
Aku pun menjauhkan tanganku pada pipi Hellen lalu mengambil tangan kanan Hellen untuk aku sentuh .
" Jangan membuatku marah , aku paling tidak suka dengan bantahan " ucapku memberitahu nya
" Aku tahu " sahutnya lagi dengan jawaban yang dan masih dengan suara lemahnya
Kulihat Hellen berusaha membangunkan tubuhnya dan menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang . Aku yang dengan sigap nya pun turut membantu wanita itu .
" Apa kau mencintaiku Thomas atau kau hanya sekedar menyukaiku ? " Tanya Hellen tiba-tiba dengan suara pelannya hingga membuat aku menatap kearah dua bola matanya yang saat itu tengah menatap kearah ku dengan tatapan ingin tau .
" Tidak , aku tidak pernah menyukai atau mencintai seseorang . Terakhir kali aku menyukai dan mencintai seseorang , aku berakhir dengan dia yang melukaiku tidak secara fisik tapi mental ku " ucapku pelan menjawab pertanyaan Hellen
Aku terus menatap kearah Hellen yang merubah ekspresi wajahnya setelah mendengar ucapan ku bahkan wanita itu kini tak lagi menatap kearah ku , ia hanya fokus pada pandangan yang ada di depannya dengan tatapan kosongnya.
__ADS_1
" Lalu... kenapa kau mengikatku seperti ini Thomas ? " Tanya nya lagi seraya mengalihkan pandangannya kearah ku
" Karena aku ingin " sahutku seadanya
Dan kulihat Hellen masih menatapku namun kali ini bibirnya tersenyum dengan senyuman menyedihkan .
" Aku paham , tidak heran jika suatu saat nanti kau akan menyakiti perasaanku , Thom " sahutnya seraya mengalihkan pandangannya kearah langit langit kamar
Hening , tiba-tiba suasana menjadi hening tak ada percakapan lagi di antara kami berdua . Aku masih terdiam seraya menatap kearah Hellen yang tengah menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosongnya , ada perasaan nyeri saat mendengar ucapannya tadi , aku tak ada niat untuk menyakiti perasaan nya sungguh namun aku tak bisa mengungkapkan hal itu di mulut ku .
" Thomas , Bisakah aku kembali ke kamarku saja , Aku pikir aku tidak seharusnya tidur di kamar mu " ucapnya pelan namun aku masih mendengarkan nya dengan jelas
Aku terus menatap kearah Hellen yang kini tengah bersiap untuk turun dari ranjangku namun aku segera menahan kedua lututnya dengan cara berlutut tepat di depannya hingga membuat wanita itu terkejut dan menatap ku .
" Apa yang kau lakukan ? " Tanyanya pelan dengan wajah kaget
" Jangan melangkah menjauh dariku , Hellen , walaupun otakmu berteriak ingin pergi dariku , kumohon jangan pernah lakukan itu . karena sejak saat ini kakimu ada milikku dan seluruh tubuhmu adalah milikku . Kau harus ingat Hellen , bahwa seluruh hidup mu adalah milikku , semua yang ada pada mu adalah milikku " ucapku panjang lebar mengingatkan fakta bahwa dirinya adalah milikku dan mengabaikan pertanyaan darinya
Walau aku tidak melihat kearah wajahnya tapi aku sangat yakin bahwa ia benar-benar terkejut dengan apa yang aku lakukan saat ini karena saat aku tengah menyentuhkan bibirku pada kulit kakinya tiba-tiba Hellen sedikit menarik kakinya namun aku tetap menahan kaki wanita itu dan mengecupnya cukup lama .
" Saat aku mencium kaki milikmu , itu berarti aku memberikan seluruh duniaku padamu Hellen . kau dapat melakukan apapun dengan duniaku namun sebaliknya , aku juga ingin dapat melakukan apapun dengan duniamu " ucapku seraya menatap kearah Hellen dan meletakkan kembali kakinya di lantai
" Akuβ "
" Terakhir kali , aku dilindungi oleh seseorang namun orang itu malah merusak hidup dan mentalku " sambung ku memotong ucapan wanita itu
" Biarkan aku yang melindungi mu , Hellen " Ucapku lagi seraya mendekat tubuhku pada Hellen hingga membuat wanita itu terbaring di ranjang dan aku berada di atasnya
" Aku bukan Thitan " ucapnya pelan setelah lama terdiam seraya terus menatapku tepat di kedua mataku dari bawah sana
__ADS_1
Aku mendekatkan wajahku pada telinga Hellen dan berbisik pelan pada telinganya .
" Tentu Hellen , kau bukanlah Thitan . Thitan adalah sosok monster mengerikan yang merebut segalanya dariku . sementara kau , kau adalah malaikat yang memberikan separuh sayap mu untukku . kau tidak merebut segalanya tapi kau memberikan segalanya untukku , Hellen "
Ucapku panjang lebar berbisik ditelinga miliknya
Tak ada ucapan lain yang keluar dari mulut wanita itu hingga yang dapat aku rasakan hanya nafas Hellen yang memburu begitu cepat , aku pun dengan sengaja mendekat kan tubuhku pada tubuh Hellen hingga membuat dada ku mengenai dua gunung kembar miliknya namun aku tetap menahan tubuhku dengan kedua tangan ku yang ada di masing-masing sisi agar tidak terlalu menindih tubuh wanita itu , kini aku bisa merasakan nafas nya yang naik turun dan tubuhnya yang menegang kaku di bawah sana . Aku pun kembali berbicara tepat ditelinga nya dengan pelan dan lembut .
" Kau adalah malaikat yang terikat dengan seorang Monster , Hellen . Dan Monster itu menginginkan kedua sayap mu untuk aku miliki sendiri . kau adalah sosok sempurna yang harus aku miliki tidak ada yang lain " bisik ku lagi panjang lebar
Aku sedikit menjauhkan wajahku dari telinga nya agar aku bisa menatap wajah cantik Hellen saat ini .
aku mendekatkan bibirku pada keningnya dan mengecup kening itu dengan lama dan lembut lalu aku juga mencium pipi kiri dan kanan milik Hellen hingga ke bibir wanita itu.
Aku mencium lembut bibir Hellen dan sedikit mengisap bibir bawah milikinya hingga kurasakan Hellen merespon ciuman ku dan membuat aku sedikit berani untuk menciumnya lebih dan lebih .
" Sejak awal aku sudah tertarik denganmu , Hellen " ucap ku setelah melepaskan ciuman ku seraya menatap lekat wajah Hellen yang sedikit memerah
.
.
.
Terimakasih buat para pembaca yang udah luangin waktu kalian buat baca karya aku βΊοΈ
Aku berterimakasih banget sama kalian semua , semoga kalian semua sehat selalu ya π
aku mohon banget untuk terus ngedukung aku biar semangat nulis nya biar mood nya baik-baik aja .
__ADS_1
jangan lupa untuk tetap like , vote dan kasih bintang πππππ nya ya buat karya-karya aku biar makin semangat lagi nulis nya βΊοΈππ
terimakasih see you ππ