Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Mencintai Nya Dengan Cara Ku ...


__ADS_3

" Aku akan tetap melindungi mu dengan caraku sendiri , dan tanpa kau minta pun aku sendiri yang akan mencintaimu tetap dengan caraku sendiri "


Masih segar sekali ingatanku saat Thomas mengucapkan hal itu padahal ini sudah hari ke lima sejak kejadian malam itu , malam dimana aku memutuskan untuk memulai semuanya dari awal dan malam dimana aku juga dengan suka rela menjadi milik seorang pria bernama Thomas shine .


Aku memijat pangkal hidungku yang terasa agak sedikit pegal akibat terlalu lama menatap layar komputer yang ada di hadapanku . aku pun berdiri dari kursi yang aku duduki dan mulai merenggangkan seluruh tubuhku membiarkan bunyi khas tulang belakangku yang berbunyi akibat terlalu banyak duduk .


Kulirik beberapa orang yang masih setia menatap layar komputernya masing-masing memasukkan beberapa data mengenai pasien dan hanya aku calon dokter yang berada dalam ruangan ini .


Ruangan ini dipenuhi oleh staff rumah sakit ada juga beberapa perawat dan hanya aku yang terlihat menyedihkan. Aku masih dalam masa hukuman dan disinilah aku berada .


" Apa kalian butuh segelas kopi atau sesuatu seperti makanan ? " Tanyaku mulai bersuara pada mereka yang masih memfokuskan matanya di layar dan sesekali melihat buku yang ada disamping mereka .


" Aku butuh segelas kopi panas , Hellen " ucap seseorang mulai menyahuti pertanyaan ku tanpa repot-repot memutar tubuhnya ia pun bersuara masih dengan mata yang menatap kearah laptopnya .


Aku pun segera mengeluarkan ponselku untuk menuliskan semua pesanan mereka . Usai mencatat pesanan mereka pada memo ponsel aku pun segera izin keluar .


Saat ini lorong-lorong rumah sakit terlihat sepi hanya ada beberapa keluarga pasien yang terlihat berlalu lalang karena beberapa menit lagi jam besuk akan segera berakhir .


Cafe tempat aku membeli kopi tidak terlalu jauh dari tempat ku hanya perlu 7 sampai 10 menit dengan berjalan kaki . kulihat beberapa mobil memadati jalanan yang ada disampingku , suara klakson dan beberapa penjalan kaki pun ikut memadati jalanan yang juga aku lewati .


Beberapa orang terlihat bernyanyi dengan gitar mereka , tidak lupa dengan kotak gitar yang mereka letakkan didepan hadapan mereka .


Aku berhenti sejenak seraya mendengarkan lagu yang mereka bawakan , lagu itu adalah salah satu lagu kesukaanku yang berjudul When We Were Young seketika aku ingat seseorang yang pernah menyanyikan lagu ini untuk ku , seseorang yang sangat aku cintai . Aku sedikit tersenyum saat mendengar lagu itu , hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini . Terkadang aku masih sering merindukan sosok Reyhan di saat sekelibat kenangan bersama pria itu lewat di ingatan ku seperti sekarang ini .


Seakan teringat sesuatu aku pun buru-buru mengeluarkan selembar uang dollar yang ada di dalam saku celana yang aku kenakan , aku kembali berjalan dan akhirnya aku pun sampai pada tempat tujuanku semula .


Aku keluar dari cafe setelah usai mengambil semua pesanan ku , sedikit menimbang-nimbang akhirnya aku kembali berjalan lurus ke arah depan menuju sebuah minimarket 24 jam yang tidak jauh dari cafe tersebut . aku rasa beberapa cemilan akan sangat membantu untuk pekerjaan malam ini pikirku


Setelah usai membeli sekantung plastik yang berisikan cemilan aku pun segera kembali kerumah sakit . Aku berjalan menuju jalan yang aku lewati sebelumnya , kini jalanan semakin ramai dan banyak orang yang sudah memadati jalanan khusus pejalan kaki tersebut .


Aku menyusuri jalan dengan menundukkan kepalaku seraya menatap kaki-kakiku yang berjalan diatas jalanan tersebut namun tiba-tiba aku tak sengaja menabrak seseorang yang ada di depan ku , dengan buru-buru aku pun langsung mengangkat wajahku dan tersentak kaget saat mendapati Thomas yang ada di depanku yang saat ini tengah menatap kearahku.


" Apa kau selalu seperti ini , Hellen " Tanyanya ambigu hingga membuat aku menatap bingung dan hanya mengedipkan mataku beberapa kali karena tak mengerti apa maksud dari pertanyaan pria itu .


Aku masih terdiam sampai akhirnya Thomas mengeluarkan kedua telapak tangan yang ia sembunyikan dalam saku celananya . Kulihat Thomas melangkahkan kakinya kearahku hingga ujung telapak sepatu kami saling bersentuhan satu sama lain .


" Perhatikan jalanmu Hellen , lihatlah kedepan jika kau berjalan jangan menunduk kebawah " ucapnya lembut saat memberitahu ku seraya memegang kedua pundak ku


Aku menelan ludahku guna membasahi tenggorokanku yang tiba-tiba saja terasa mengering saat Thomas memberitahu ku tentang kebiasaan buruk .


" Eum.. maaf , aku hanya memiliki kebiasaan itu " ucapku pelan seraya kembali menundukkan kepala dan tanpa tau keadaan dimana kami sekarang

__ADS_1


Kurasakan Thomas mencubit pelan daguku dengan ibu jari dan telunjuknya memaksakan aku untuk menatap kearahnya .


" Buang kebiasaan buruk itu , kau bisa saja terjatuh dan terluka Hellen " ucapnya lembut hingga membuat aku sedikit tertegun mendengar balasan yang Thomas keluarkan dari mulutnya


Wajah Thomas terlihat sangat datar namun nada suaranya kini terdengar lebih bersahabat dari pada saat pertama kali kami bertemu dulu .


Aku terlalu larut dalam debaran jantungku saat ini sampai tak tau harus bicara apa pada pria itu hingga Akhirnya kulihat Thomas berpindah posisi menjadi di samping ku saat ini .


" Aku akan menemanimu berjalan kaki Hellen , agar bisa memastikan kau tidak terjatuh karena ke cerobohan mu " ucapnya seraya menatap lurus kearah depan


Seketika kurasakan Thomas menarik tanganku untuk segera berjalan , Kami pun berjalan beriringan dengan tanganku yang digandeng oleh pria itu .


Thomas mengandeng tanganku dengan sangat eratnya hingga membuat aku ingin melepaskannya namun aku takut dan di sisi lain aku merasakan perasaan nyaman dan perasaan terlindungi .


Tangan besar pria itu nyaris menutupi tangan kiriku, genggaman tangannya benar-benar terasa hangat dan membuat hatiku terasa sangat nyaman .


Tak ada percakapan selama kami menyusuri jalan tersebut , hanya ada suara bising kendaraan dan beberapa suara pengguna jalan yang terdengar di sisi kami , aku masih terdiam tidak tau ingin berbicara apa hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk memanggil nama pria itu .


" Thomas.. " Panggilku pelan seraya menatap kearah wajah Thomas yang terlihat tampan dengan wajah datar nya


" Hm " sahut nya singkaat tanpa menoleh ke arahku


" Kenapa kau bisa berdiri di depanku tadi ? " Tanyaku tiba-tiba yang merasa penasaran dengan kehadiran pria itu


Kurasakan ibu jari Thomas menyentuh bibir bawahku seraya mengelusnya dengan pelan dan terasa sangat lembut membuat debaran halus kembali merangs*ng jantungku .


" Aku mengikuti mu " ucapnya singkat seraya menghentikan sentuhan nya pada wajahku


Dan sekilas aku melihat senyum simpul yang Thomas pancarkan di bibirnya hingga akhirnya pria itu mengalihkan pandangannya kearah depan dan kami kembali melanjutkan perjalanan kami menuju rumah sakit


Debaran pada jantung ku masih terus berdetak saat mendapati perlakuan Thomas yang tiba-tiba . Tak ada percakapan lain sampai akhirnya aku dan Thomas tiba di halaman rumah sakit , Thomas melepaskan genggamannya pada tangan ku seraya menatapku dengan tatapan lembutnya .


" Pastikan kau tidur dengan cukup Hellen , jika sudah memungkinkan pulanglah kerumahku " ucapnya dengan nada yang terdengar lembut di telinga ku


Aku hanya terdiam seraya menganggukkan pelan kepala ku tanda mengiyakan ucapnya . Dan kulihat Thomas masih terus menatapku namun entah kenapa aku melihat tatapan lain dari sorotan matanya saat ini .


Kulihat tatapan nya terlihat sedih seolah tengah merasakan sesuatu , aku ingin menanyakan banyak hal namun aku tidak berani bertanya lebih jauh .


" Hellen , Kau percayakan padaku bahwa aku akan melindungi mu ? " Ucap Thomas tiba-tiba saat aku tengah menatap kearah matanya


Aku semakin menatap Thomas tidak mengerti , dan kulihat dia melangkahkan kakinya mendekat ke arah ku hingga jarak kami kini sangat dekat , Thomas menatapku dengan pancaran khawatir yang terlihat sangat jelas saat ini dan kurasakan tangan nya menyentuh pipi , mata dan hidungku dan setelah nya pria itu mengecup kening ku dengan sangat lama .

__ADS_1


" Aku akan melindungi mu , Hellen" ucapnya lagi setelah ciuman pada kening ku terlepas


Aku hanya terdiam seraya menatap pria itu , jujur aku benar-benar tak mengerti dengan apa yang pria itu ucapku namun Aku merasa ada sesuatu yang terjadi saat ini .


" Kau harus percaya padaku , apa kau percaya padaku , Hellen ? " Tanyanya Namun aku masih tetap terdiam dan semakin tak mengerti kemana arah pembicaraan ini.


" Jika kau terluka aku akan sangat marah , Jika kau tersakiti aku juga akan sangat marah , dan jika kau pergi dariku.."


Kulihat Thomas menjeda ucapannya seraya terus menatap kearah ku dengan tatapan yang sangat berbeda dari biasanya


" aku yang akan terluka , Hellen " ucapnya melanjutkan kata-katanya


" Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan , Thomas " Ucapku jujur pada akhirnya setelah lama terdiam


Kulihat pria itu hanya terdiam seraya terus menatap kearah ku hingga membuat aku menarik nafasku dengan pelan dan menghembuskannya dengan perlahan.


" Satu-satunya orang yang bisa menyakitiku , hanya kau . Satu-satunya orang yang bisa melukaiku juga hanya kau . seperti yang pernah kau katakan pada ku Thom bahwa aku ini adalah milikmu . Aku tidak akan terluka jika bukan kau yang melukaiku , aku akan baik-baik saja karena kau selalu melindungi ku , bukan ? , Bukan hanya kau tapi seluruh orang kepercayaan mu melindungi ku . Jadi apa yang kau khawatirkan , Thom " ucapku panjang lebar pada pria itu


" Aku mengkhawatirkan dirimu Hellen , aku takut tidak punya pilihan lain selain membunuhmu " ucapnya hingga membuat aku memundurkan langkah ku


Aku tersentak kaget dengan pengakuan yang pria itu katakan secara tiba – tiba.


" Aku tidak akan membiarkan diriku terluka , dan satu-satunya orang yang bisa membuatku terluka hanya kau , Hellen . dan ketakutan terbesar dalam hidupku adalah membunuhmu " ucapnya lagi


Aku pun tercekat dan sedikit ketakutan saat mendengar semua ucapan pria itu dengan susah payah aku menelan ludahku dengan kasar.


" Jika aku menyakitimu dan membuatmu terluka maka bunuhlah aku , Thom " Ucapku tiba-tiba membalas ucapan yang baru saja pria itu keluarkan seraya menatap kearah Thomas yang juga menatap kearah ku


" Aku bersumpah , aku tidak akan menyakitimu Thom , kau adalah orang yang sudah tersakiti sejak dulu , aku tidak akan menambah beban kesakitanmu lagi . aku hanya ingin menjadi seseorang yang bisa kau cintai dan tidak kau takuti " sambunyku meyakinkan pria itu


Apa aku bisa mengatakan kalau aku kini sedang jatuh cinta , entahlah lah Apakah perasaan ini bisa dikatakan cinta , aku pun tak tau . Aku hanya ingin Thomas yakin akan perasaan ku yang ingin benar-benar belajar mencintai nya .


Aku merekam jelas tatapan mata Thomas yang terlihat sangat sendu . untuk kali ini aku bersumpah pada diriku , bahwa aku tidak akan melukainya, aku tidak akan memberikan rasa sakit pada pria itu untuk yang kesekian kalinya , aku hanya akan belajar mencintainya setulus hatiku .


Jika Thomas bisa mencintaiku dengan caranya sendiri maka aku juga bisa melakukannya . aku akan mencintai Thomas dengan caraku sendiri , aku juga akan melindunginya dengan caraku sendiri.


" Hellen , mari kita menikah " ucap nya tiba-tiba


.


.

__ADS_1


.


maaf kalo banyak typo soalnya lagi gk fit body nya 🥴


__ADS_2