Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Kekasih Atau Tawanan...


__ADS_3

Keheningan dalam mobil pun akhirnya berakhir saat kami sudah sampai pada lokasi yang di tuju . Thomas pun keluar dari mobil itu terlebih dahulu dan saat aku hendak membuka pintu mobil yang ada di sisiku tiba-tiba pintu itu sudah terbuka dengan Thomas yang ada di sana untuk membuka nya .


" Tetaplah berada disampingku , Hellen " ucapnya lagi mengingatkan ku , Aku pun menatap Thomas sekilas dan menangguk paham .


Thomas pun memberikan lengannya untuk aku pegang dan aku dengan ragu pun menyambut lengan berotot milik pria itu . Kulihat beberapa orang tersenyum saat Thomas melewati mereka dan entah kenapa aku sedikit tidak nyaman saat mereka menatapku penuh tanda tanya .


Aku terus memegang lengan pria itu bahkan aku sampai meremat lengan berototnya dengan pelan namun Thomas sama sekali tidak terganggu dengan hal tersebut.


Thomas mengambil sesuatu dalam saku jas miliknya , sebuah amplop yang terlihat sangat elegan yang menjadikan kunci masuk kedalam acara ini .


" Hay , Mr Thomas " Sapa seorang pria paruh baya saat kami sudah masuk kedalam ballroom hotel yang disulap menjadi sesuatu yang sangat mewah .


Mataku meneliti ke seluruh ruangan tersebut , aku benar-benar merasa kagum saat melihat kemewahan tempat itu . ini adalah kali pertamanya aku datang ke acara semewah ini jadi wajar saja aku merasa sangat kagum .


Saking kagumnya aku sampai mengabaikan orang yang saat ini tengah berbicara dengan Thomas , bahkan aku tak sadarkan saat Thomas melepaskan rangkulan ku pada lengannya membuat aku berdiri disampingnya dengan jarak beberapa centi .


Sayup-sayup aku mendengarkan suara Thomas yang tengah berbicara dengan pria tua yang aku yakin rekan bisnisnya . terkadang aku merasa bingung , mengapa Thomas melakukan pekerjaan 'gelap' saat dia sudah memiliki kesuksesaan seperti sekarang ini pikirku .


Aku menatap kearah pria tua yang tengah berbicara dengan Thomas terlihat sekali pria itu sangat menghormati Thomas , aku bisa melihat dari cara dia bicara pada sosok Thomas saat itu .


Tak berapa lama pria itu pun berpamitan pada Thomas dan menoleh kearahku sekilas seraya tersenyum sopan padaku dan aku pun membalas senyum yang dia berikan padaku .


" Kita harus mencari pemilik acara ini " ucap Thomas menyadarkan ku hingga membuat aku menatap kearahnya


Thomas pun merangkul pinggangku membuat jarak di antara kami terkikis , aku hanya terdiam seraya mengikuti kemanapun pria itu membawaku sampai akhirnya kami berhenti disebuah kumpulan orang yang terlihat lebih muda dari tamu-tamu yang di dominasi pria tua.


" Selamat malam , Mr Thomas " ucap seseorang dari samping ku hingga membuat aku tersentak kaget saat mendengar sapaan tersebut


Aku menatap ke arah asal suara tersebut dan melihat seseorang dengan wajah tegas dan terlihat masih muda . kulihat dia menunduk sopan dan menyapa semua orang yang juga ada disini .

__ADS_1


" Aku harap kalian menikmati acara kali ini.. Ah , siapa yang datang bersamamu Mr Thomas ? " Ucap pria itu seraya bertanya tentang diriku dan menatap kilas kearah ku dengan tatapan bingung hingga membuat mereka semua mengalihkan tatapannya kearah ku


" Dia Hellen " ucap Thomas datar


Aku hanya terdiam seraya menatap kearah Thomas saat pria itu memperkenalkan aku pada mereka.


" Siapa dia Thom ?? " Tanya salah seorang dari mereka dengan wajah penasaran


Aku menutup bibirku rapat-rapat dan


Seketika Aku pun menundukkan kepalaku tanpa sadar dan hanya menatap sepatu yang saat ini aku kenakan .


" Kekasihku.. dia adalah kekasihku " ucap Thomas hingga membuat aku mengalihkan pandanganku kearahnya


Entah kenapa tiba-tiba jantung ku berdegup dengan cepat saat mendengar ucapan pria itu . walau pun pada kenyataannya aku ini lebih cocok di akui sebagai tawanan nya bukan sebagai kekasihnya namun di sisi lain Ada rasa senang saat mendengar Thomas menyebutkan diri ku sebagai kekasihnya .


" Ini " ucap Thomas singkat seraya memberikan aku segelas minuman yang tidak aku ketahui jenisnya


Kini kami berhenti didekat meja yang dipenuhi dengan cupcake yang terlihat sangat cantik . Aku pun mengambil gelas yang di berikan oleh Thomas tanpa berniat untuk meminumnya .


" Minumlah , Itu satu-satunya minuman yang tidak memabukkan " ucap ya dan aku pun dengan patuh meminumnya perlahan .


" Thomas.. seharusnya kau tidak perlu mempermalukan dirimu sendiri tadi " Ucapku pelan memberanikan diri seraya menatap gelas yang ada ditanganku


" tatap wajahku saat berbicara denganku , Hellen " Ucap Thomas pelan dan aku pun segera menatap wajah Thomas dengan ragu-ragu


" Seharusnya kau tidak perlu mengakui kalau aku kekasihmu karena— " aku menjeda ucapan ku seraya terus menatap Thomas dengan ragu-ragu kembali melanjutkan ucapan ku


" —kita— "Ucapku terputus

__ADS_1


" Kau sendiri yang menyerahkan dirimu padaku Hellen . Apa kau pikir aku akan malu untuk memperkenalkan mu ? " ucap Thomas memotong ucapan ku dan aku pun langsung terdiam


Kurasakan tangan Thomas menyentuh wajahku dengan lembut seraya mendekatkan wajah nya kearah ku dan berbisik tepat ditelinga ku


Aku hanya terdiam kaku saat melihat perlakuan pria itu bahkan Thomas tak perduli dengan tatapan sekitar yang saat ini tertuju kearah kami .


" jika kau berpikir seperti itu , kau harus benar-benar mengenalku lebih dalam , sayang " bisik nya pelan hingga membuat Aku tertegun mendengar suara Thomas yang entah kenapa terdengar sangat intim di telinga ku


Tak berapa lama wajah Thomas pun menjauh dari telingaku dan kini kami saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat . aku yang gugup pun tanpa sadar mengigit bibir bawahku dan dapan aku rasakan orang di sekitarku menatap kearah kamu tanpa perlu aku melihat kearah mereka .


" Jangan nenggigit bibir bawah mu , Hellen " ucap Thomas pelan seraya menyentuh dagu ku hingga membuat bulu kudukku merinding


Secara refleks aku pun melepaskan gigitan pada bibir bagian bawahku dan menatap kearah Thomas sekilas dengan wajah gugup dan juga malu , lalu tak berapa lama aku menundukkan kepalaku


" Mereka memperhatikan kita , Thomas " ucapku pelan dengan nada takut-takut .


Thomas terus menatapku dengan sangat lama dan mengalihkan pandangannya ke arah sekelilingnya .


" Silahkan nikmati acara kalian , kami bukan tontonan " ucap Thomas pada orang di sekeliling kami dengan suara dinginnya


Perkataan yang Thomas lontarkan pun sukses memecahkan keheningan di sekitar kami hingga membuat pendengaran ku sangat jelas mendengar orang-orang itu membicarakan kami .


Aku masih setia menundukkan wajahku seraya mendengar sayup-sayup pembicaraan mereka namun seketika Thomas menyentuh daguku hingga membuat aku kembali bertatapan dengan pria itu .


" Abaikan mereka semua Hellen , yang harus kau lakukan hanyalah memikirkan aku , kau tidak boleh memikirkan orang lain " ucapnya nya posesif namun terdengar seperti perintah


Seharusnya aku tau bahwa pria itu memang seorang posesif yang gila .


Walaupun dia mengenalkan aku sebagai kekasihnya pada publik namun tetap saja aku ini adalah tawanan nya yang tak bisa menolak atau membantah permintaan nya .

__ADS_1


__ADS_2