Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Tanda kepemilikan ...


__ADS_3

Saat ini aku sudah kembali ke dalam kamar di mana mereka menyekap ku selama ini . Aku meringis kesakitan saat luka-luka ku tengah di obati , mereka dengan sengaja membersihkan lukaku secara kasar tanpa rasa iba hingga membuatku menggigit bibir bawahku dengan kuat untuk menahan rasa sakit pada bagian luka-luka ku .


" Harusnya kau tidak macam-macam Nona , kau membuat tugas kami bertambah banyak " gerutu salah satu maid yang tengah membersihkan luka-luka ku secara kasar dengan kapan yang di basahi oleh alkohol


Aku hanya terdiam saat mereka menggerutu seraya membersihkan luka-lukaku dan melepaskan pakaianku hingga menyisakan pakaian dalam ku saja.


" Ayo , ikut kami " ajak salah satu maid lagi seraya membawa tubuhku kearah kamar mandi yang ada di dalam sana


Aku masih terdiam mengikuti perintah orang-orang tersebut , kekuatan untuk menolak pun aku sudah tidak punya aku hanya bisa pasrah saat mereka memandikan ku dengan sangat kasar .


Setelah menghabiskan beberapa waktu akhirnya aku menyelesaikan semuanya kini ku lihat sekilas tubuhku sedikit layak untuk di pandang namun percuma saja jika aku terlihat lebih baik karna itu tak berguna jika aku harus menjadi tawanan di tempat ini .


" Tunggu di sini , kepala pelayan akan mengantarkan mu untuk menemui Tuan Thomas " ucap salah satu maid


Mereka pun pergi meninggalkanku sendirian diruang itu , aku yang terduduk di tepi ranjang hanya meremat ujung baju yang aku kenakan seraya membayangkan apa yang akan di lakukan pria itu selanjutnya pada ku .


Saat ini yang bisa kulakukan hanyalah pasrah tidak ada hal lain yang bisa kupikirkan saat ini .


Tidak lama suara pintu diketuk membuatku menolehkan kearah pintu tersebut . dengan perlahan pintu pun terbuka dan menampilkan pria tua dengan setelan tuxedo , dia pun membungkuk sopan saat mata kami saling bertatapan tanpa sengaja .


" Nona " panggil nya dengan nada sopan padaku.

__ADS_1


" Aku tau " sahutku seraya berdiri dari dudukku


Dengan susah payah aku berjalan tertatih-tatih mendahuli pria tua itu namun seketika pria tua itu berjalan mendahuluiku dan kini dia berhenti tepat didepanku membuatku menghentikan langkah kakiku .


" Sebelumnya perkenalkan nama saya Bram , saya kepala pelayan disini Nona . Sebaiknya Nona mengikuti saya " ucap nya


" Maaf " Ucapku singkat


Dia pun tersenyum dan berjalan mendahului ku , aku yang berada di belakangnya pun mengikuti langkah pelayan itu . kami menaiki beberapa anak tangga dan akhirnya aku melihat satu-satunya pintu yang ada dilantai tersebut , pelayan itu pun mengetuk pintu tersebut dengan pelan .


" Nona Hellen sudah disini Tuan " ucapnya dengan suara formal


Aku yang berada di belakangnya hanya terdiam seraya meneguk ludahku dengan kasar , bayangan demi bayangan terlintas dalam kepala ku hingga membuat aku mengepalkan kedua tanganku kuat-kuat menahan rasa takutku .


Bram pun mengangguk dan menatap kearah ku yang berada tak jauh di belakang .


" Kau bisa langsung masuk Nona . kuharap kau tidak melakukan kesalahan apapun , karna jika kau melakukan kesalahan kau sendiri yang akan menanggung akibatnya " ucap pelayanan tersebut mengingatkan ku dengan sopan


Aku yang mendengarnya pun merasa sangat takut namun aku tak punya pilihan apapun selain menurut dan mengangguk paham .


" Kalau begitu aku permisi Nona " ucap nya pamit seraya meninggalkan ku sendiri di depan pintu tersebut

__ADS_1


Aku masih terdiam didepan pintu selama beberapa menit sampai akhinya pintu pun terbuka dari dalam dan menampilkan sosok Thomas dengan penampila yang masih sama seperti sebelumnya .


Tanpa kata Thomas menarik lenganku dengan kuat hingga membuat tubuhku tertarik kedalam . Saat tiba di dalam aku terdiam seraya sekilas memperhatikan ruangan tersebut , ruangan tersebut sangat besar dan luas beda sekali dengan ruangan yang aku tempati .


Aku pun langsung menundukkan kepalaku setelah beberapa detik seolah kakiku yang terlapisi sandal rumahan itu lebih menarik ketimbang apapun yang ada di sekitarku .


" Hellen Keller " panggil Thomas dengan suara dinginnya


Aku yang mendengarnya hanya terdiam dan masih dengan posisi semula saat dia memanggil namaku , aku enggan mengangkat wajahku untuk menatap pria yang ada di depanku saat ini karna rasa takut terus menjalar dalam diri dan perasaan ku hingga membuat telapak tanganku berkeringat .


" Apa kau sekarang menjadi bisu dan tuli , Hellen ?? " ucapnya lagi dengan nada suara lebih tinggi


Aku masih terdiam seraya meremat kedua tanganku yang kini semakin berkeringat . Dengan paksa Thomas menarik daguku agar menatap kearah dirinya dan aku menatap matanya yang tajam dengan tatapan ketakutan .


Senyum miring Thomas membuatku reflek memundurkan langkah kakiku kebelakang hingga membuat tangan besar Thomas yang semula berada didaguku terlepas .


Thomas pun memajukan langkah kaki ke arahku seraya menaruh tangan besarnya pada kepalaku dan mengelusnya dengan lembut hingga membuat ku semakin ketakutan.


" Sesuatu yang sudah menjadi milikku , harus ditandai dengan benar " ucap nya pelan dengan nada mengerikan tepat di telingaku


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2