
( Masih POV Thomas )
Kini keringat membanjiri kening dan juga tubuh ku membuat aku terbangun seperti beberapa waktu terakhir .
Aku terus memimpikan sesuatu yang sama yang tidak aku mengerti , seorang wanita yang tidak bisa aku kenali sama sekali bahkan bayang wajahnya saja pun tidak bisa aku lihat dengan jelas . Aku merasa nimpi itu sangat nyata , seperti Dejavu mungkin .
Tanganku mengapai segelas air yang sengaja aku letakkan disamping lampu tidur dan meneguknya hingga kandas . aku pun menyandarkan punggungku pada kepala tempat tidur seraya mengingat-ingat tenteng mimpi yang selalu hadir dalam tidurku .
" Sebenarnya apa yang terjadi , kenapa nama Hellen terasa tidak asing di kepalaku ?? " Tanya ku pelan pada diri sendiri seraya memejamkan mataku , mencoba terus mengingat dimana aku bertemu dengan wanita di dalam mimpiku itu namun hasilnya selalu nihil , aku tidak bisa menemukan apapun pada ingatanku.
Kembali aku membuka mataku dan melirik jam tangan yang masih melekat pada tangan kiri ku . Jam masih menunjukkan pukul dua belas malam dan aku tidak memiliki sesuatu yang ingin aku lakukan sama sekali .
Aku menghela nafasku dan membuangnya secara asal , ku turunkan kedua kakiku dan berjalan menuju pintu kamar . Kulihat Suasana rumah sangatlah sepi , wajar saja ini sudah tengah malam
bahkan lampu-lampu utama sudah dimatikan , hanya ada beberapa lampu yang dibiarkan menyala.
Kakiku melangkah menuju dapur namun langkah ku seketika terhenti saat mendapati Ayah angkatku tengah menuangkan wine pada gelasnya .
Kulihat tangan kiri Simone tengah sibuk menggunakan ponsel miliknya sementara tangan kanannya bekerja untuk menuangkan wine pada gelas nya sendiri.
" Ayah... " Panggilku hingga membuat pria itu menoleh sekilas kearahku dan tersenyum dengan cepat seraya meletakkan ponsel nya disamping botol wine.
" Kemarilah , nak " ucapnya dan aku pun mengangguk patuh seraya berjalan mendekati nya
" Kau ingin ? " Tanya Simone menawarkan aku segelas Wine dan aku hanya mengangguk mengiyakan ucapannya
" Apa terjadi sesuatu ? , Aku perhatikan kau selalu terbangun di tengah malam , Thom " Tanyanya seraya menuangkan wine tersebut kedalam gelas kosong ku
Aku hanya terdiam dan memegang tangkai gelas seraya menatap kearah gelas yang tengah kumainkan isinya seolah tengah membuat gelombang pelan di dalam gelas tersebut .
" Sebenarnya ada hal yang ingin aku tanyakan " ucapku setelah beberapa menit terdiam
Aku menghentikan sejenak ucapanku dan menatap kearah Simone yang tengah menatapku penuh minat namun tetap terlihat tenang dan santai .
Cukup lama kami terdiam dan saling pandang sampai akhirnya aku kembali bersuara dan melanjutkan ucapan ku seraya terus menatap kearah pria itu .
" Sebenarnya , siapa Hellen itu ? " Sambungku menanyakan hal yang sangat membuat aku penasaran seraya menatap setiap inci pergerakan yang mungkin saja akan dilakukan oleh Simone di depanku
Kulihat dia tersenyum dengat sudut bibir yang di tarik keatas seraya terus menampilkan sikap tenang dan dia meminum kembali wine yang ada di tangan nya.
" Apa dia menganggu mu ? " Tanya nya balik mengabaikan pertanyaan ku seraya meletakkan gelasnya di meja dan menatapku dengan kedua tangan yang dia lipat di dada
" Ya , Dia selalu menganggu tidurku " ucapku datar Namun membuat Simone terkekeh kecil seraya mendekatkan tubuhnya padaku dan berbisik pelan di telingaku.
__ADS_1
" Maka lenyapkanlah orang yang menganggumu itu , Thom " Bisiknya pelan di telingaku
Aku masih terus menatap Simone yang menjauhkan wajahnya dari telingaku dan dapat kulihat seringaian kecil di wajahnya.
Ada sesuatu yang aneh pada diriku saat mendengar ucapan pria itu dan aku dapat merasakan keanehan itu pada diriku sendiri saat ini , ada perasaan marah saat mendengarkan bisikan Simone barusan hingga membuat aku semakin tak mengerti dengan diriku saat ini .
" Apa kau mengenal nya ? , Mengapa Cody memberitahukan aku hal seperti itu ? , sebenarnya siapa Hellen ? " Tanyaku berturut-turut
Simone tak langsung menjawab ucapan ku , kulihat pria itu malah berdiri dari duduknya dan menatapku dengan senyum biasanya , senyum yang tidak dapat aku artikan .
" Sedikit , aku sedikit mengenal nya . Dia hanyalah penganggu kecil yang sayangnya masih bisa bernafas sampai saat ini " ucapnya setelah berdiri
" Apa kau membencinya ? " Tanyaku langsung
" Ya, aku sangat membenci bocah itu " sahutnya santai dan aku hanya terdiam tak ingin bertanya lebih lanjut lagi
" Aku akan tidur sekarang , sebaiknya kau kembali tidur , Thom " Sambungnya seraya melangkahkan kakinya menjauh dariku dengan pelan dan semakin menjauh
Aku masih terdiam dengan segelas wine yang belum aku sentuh sama sekali seraya menatap kepergian Simone yang kini semakin hilang dari pandangan ku .
Kini sudah satu bulan sejak Cody meneleponku untuk memberitahukan perihal Hellen padaku , dan setelahnya tidak ada satupun panggilan yang masuk lagi kedalam ponselku .
Saat ini aku tidak tinggal di rumah besar ku karena ada beberapa alasan , salah satunya Simone lah yang memintaku untuk tinggal di rumah besarnya dengan alasan dia sangat merindukan ku dan membutuhkan ku untuk beberapa pekerjaan nya .
Namun kali ini aku merasa ada yang berbeda pada diriku , saat aku melihat cipratan darah aku merasa sedikit bersalah dan bayangan mengenai wanita itu kembali muncul di dalam pikiran ku .
Suara seseorang kembali terdengar di telinga ku dan aku merasa sangat benci ketika setiap kali suara itu menahan ku saat aku melakukan pekerjaan ku .
Aku meremas gelas yang sudah berada di tanganku seraya meneguk wine itu sampai habis dengan sekali tegukan dan kembali menuangkan untuk gelas kedua dan seterusnya
" Sialan " kesal ku saat sakit di kepalaku kembali datang
" Aku mencintaimu "
" Hellen .. mari kita menikah "
prak...
Aku melemparkan botol wine itu kearah kulkas yang ada di depanku hingga membuat cairan itu bercecer di lantai . aku meremas kepalaku yang terasa sangat sakit , bahkan saat ini aku bisa mendengar suaraku sendiri yang tengah berbicara dalam pikiran ku seperti kaset kusut .
"Hellen... mari kita menikah "
" Hellen... mari kita menikah "
__ADS_1
"Hellen... mari kita menikah "
" Hellen... mari kita menikah "
Suara itu terus menerus terulang-ulang di kepalaku bagaikan kaset kusut hingga membuat wajahku memerah dan berkeringat .
" Brengsek....." Marah ku
Kini kepalaku kian berdenyut sakit akibat terus memaksakan otakku untuk mengingat siapa wanita itu , bayangan mengenai Hellen terus berputar secara cepat dikepalaku hingga membuat kepalaku semakin terasa sangat sakit
Tanganku tak berhenti meremas rambutku seolah meredakan rasa sakit itu namun hasilnya nihil kepalaku kini kian terasa sangat sakit bahkan remasan pada rambutku kini kian menguat saat bayang-bayang samar seorang wanita berputar di kepalaku .
Aku hanya dapat mendengar suara seorang wanita namun aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas , wajah wanita itu terlihat buram di dalam ingatanku bahkan tidak terlihat sama sekali.
Aku mendudukkan tubuhku dilantai dengan pecahan gelas yang mengotori lantai dan juga meja , tangan ku terus meremas rambut-rambutku bahkan wajah ku kini kian memerah dengan keringat seberapa jagung yang terus membasahi wajahku .
" Setelah ini , mari kita menikah Thom . Aku ingin kita menikah di tepi pantai , aku ingin bunga mawar orange , aku juga ingin menatap matahari terbenam bersamamu , aku ingin menikah denganmu Thomas . setelah ini , mari kita menikah "
Jantungku terasa diremas dengan erat saat kalimat-kalimat itu terngiang di kepalaku , aku meringis kesakit saat mendengarkan suara itu berputar di kepalaku bahkan aku mengabaikan suara langkah kaki yang berlari mendekat ke arahku saat ini .
Seketika aku menatap kosong kearah depanku dan melepaskan remasan tanganku pada rambut-rambut ku membiarkan rasa sakit yang tidak terkontrol menyerang kepalaku dan tiba-tiba air mataku menetes tanpa permisi saat Kalimat itu terus terngiang di kepalaku .
Aku menoleh kearah Martin , pria yang menemaniku sejak aku berada di rumah besar ini , orang yang benar-benar tau bagaimana caraku menjalani hidup dan dia juga merupakan orang kepercayaan dari Simone .
" Tuan muda " Panggilnya padaku namun aku hanya diam tidak menyahut ucapannya sama sekali
Aku benar-benar merasa lelah dan tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun .
Kurasakan Martin meraih tangan kananku seraya menusukkan sesuatu pada kulit tangan ku . Aku tak menolak ataupun membantah aku hanya membiarkan apapun yang pria itu lakukan pada tubuhku.
Aku terus menatap kosong kearah depanku dan suara itu kembali berputar lagi di kepalaku.
" Kau bisa menjaga diriku seperti yang sering kau lakukan Thomas , hanya lakukan seperti biasanya . Jaga diriku dengan baik seperti biasanya dan aku akan menjaga dirimu seperti kau menjagaku . Itulah hal yang dilakukan sepasang kekasih , bukan . pasangan yang memutuskan untuk menikah . Kita bisa saling melindungi Thom dan itu adalah yang terbaik . Aku percaya padamu , sangat percaya pada mu "
" Aku percaya padamu , Thom "
Ucapan-ucapan itu kembali terngiang-ngiang di kepalaku namun aku masih terus terdiam seraya menatap kosong kearah depan ku dengan pandangan yang kini semakin buram dan remang-remang , Namun aku masih bisa merasakan seseorang yang tak lain adalah Martin mendekatkan wajahnya pada telingaku dan berbisik pelan di sana .
" Aku akan membawa Hellen padamu , kau hanya perlu menunggu " bisik Martin pelan di telingaku hingga membuat aku menatap kosong kearah pria itu dan pandangan ku pun menjadi gelap
Sebelum menutup mataku rapat-rapat aku sempat melihat siratan iba pada wajah pria itu saat menatap ke arahku
.
__ADS_1
.