Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Bonus chapter 1


__ADS_3

Tiga Minggu kemudian...


Aku kembali terbangun saat mimpi buruk kembali menghampiri tidur ku , sudah beberapa minggu berlalu setelah kejadian terakhir namun aku masih terus saja bermimpi buruk dalam tidurku , Seketika secara otomatis tanganku menyentuh samping kiri tempat tidurku.


Aku pun bernafas lega saat mendapati Hellen yang masih tertidur pulas di sampingku saat ini .


Aku menyentuh wajah polos Hellen yang tengah tertidur damai seraya merapikan anak rambut yang menutupi kening wanita itu , Hellen terlihat tidak terganggu sama sekali dengan perlakuan ku saat ini .


Aku sedikit menggeser tubuhku untuk lebih mendekatkan diriku kearah Hellen dan dengan perlahan aku memeluk tubuh kecilnya seraya menciumi pucuk rambut milik wanita ku itu .


" Aku mencintaimu , Hellen " Ucapku seolah tidak pernah bosan mengatakan hal tersebut padanya


Aku kembali menjauhkan sedikit tubuhku dari Hellen tanpa mengalihkan pandanganku darinya . Aku terus menatap kearah wajah Hellen yang masih memejamkan matanya lalu pandangan ku beralih kearah bahu jenjang milik Hellen , dengan perlahan aku menaikkan selimut yang kami kenakan saat ini .


Seketika sudut bibirku tertarik ke atas saat melihat Hellen yang berusaha membuka kedua matanya , dia mengerjap pelan dan berusaha kembali membuka matanya secara perlahan hingga terbuka sempurna .


" Pukul berapa sekarang ? " Tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur


" Ini masih dini hari , kembalilah tidur " sahutku pelan seraya menyuruh nya untuk kembali tidur


" Emmh " gumamnya pelan namun Hellen tak kembali memejamkan matanya , ia malah mendekatkan tubuhnya kearah ku dan menaruh kepalanya di dadaku


" Apa kau baik-baik saja , Thom ? " Tanya Hellen seraya menyentuh lembut dada bidang ku


Dan setelah itu Hellen menatapku dengan wajah khas bangun tidurnya di tambah lagi dengan rambut yang terlihat acak-acakan namun entah kenapa dia terlihat sangat manis dan cantik di mataku .


" Thom , kau baik-baik saja kan ? " tanya nya lagi namun aku hanya memejamkan mataku seraya merasakan sentuhan Hellen yang kini sudah berada di pipiku


" Sayang..." Panggil nya lembut seraya menggerakkan ibu jari untuk mengelus pipiku


" Apa kau memang bermaksud menggodaku , sayang ? " Ucap ku menggoda Hellen seraya membuka mataku hingga membuat Aku langsung bertatapan dengan matanya yang tengah menatap polos dan malu kearah ku


Selimut yang semula menutupi tubuh Hellen hingga batas leher kini entah bagaimana sudah berada tepat di pinggang rampingnanya .


Kini aku dapan melihat jelas beberapa bercak merah yang ada pada tubuh Hellen , bahkan kini aku bisa dengan jelas melihat dada Hellen yang tak mengenakan apapun karena ulahku sebelumnya .


Aku memejamkan mataku bermaksud untuk menjernihkan kembali pikiranku yang kotor . Aku tidak mungkin kembali menghajar tubuh Hellen karena aku baru saja menghabisinya beberapa jam yang lalu


Seketika aku bangkit dari tidurku hingga membuat Hellen pun ikut terduduk di samping ku dan membuat dadanya kini terlihat lebih jelas di mataku .


" Apa kau baik-baik saja , Thom ?. Aku khawatir " ucapnya dengan tatapan cemas menatap kearah ku


" Aku baik-baik saja , Hellen . aku harus mandi sekarang atau setidaknya mengguyur kepalaku dengan air dingin " Ucapku seraya turun dari ranjang namun saat aku hendak turun dari ranjang tiba-tiba Hellen menahan tanganku hingga membuat aku harus kembali menatap kearah nya.


" Apa terjadi sesuatu ? , Ini masih dini hari Thom dan kau akan kedinginan jika mandi sekarang " ucapnya seraya menatap khawatir kearah ku


" Aku memang membutuhkan air dingin sayang , saat ini pikiranku sedang di penuhi dengan hal-hal kotor . Sebaiknya kau tidur dan maaf telah membangunkan mu " ucapku jujur seraya membaringkan kembali tubuh Hellen di atas ranjang tempat tidur kami


" Hari ini kau harus menemui dosen pembimbing mu untuk menyetujui cuti semester yang kau ajukan , jadi kau harus istirahat sekarang " Sambung ku memberitahu nya namun Hellen hanya terdiam seraya menatapku tanpa berbicara


" Bolehkah aku meminta ciumanku ? , Aku tidak akan bisa tidur jika kau tidak memberikan ciuman selamat tidur untuk ku " ucapnya polos hingga membuat aku terkekeh kecil dan segera mencium seluruh wajah Hellen dari pipi , kening dan juga bibir mungilnya

__ADS_1


" Selamat tidur kembali , sayang " ucapku sebelum benar-benar meninggalkan Hellen sendirian di tengah ranjang milik kami


Kini aku sudah berada di dalam kamar mandi pada pukul dua dini hari dan itu bukanlah ide yang baik , terlebih lagi aku baru saja mandi untuk beberapa saat yang lalu tepatnya setelah kami menghabiskan waktu bersama beberapa waktu yang lalu .


Aku mengumpat pelan saat kembali mengingat sesi permainan kami yang terasa sangat panas . Bahkan air dingin ini tidak dapat menahan luapan ku saat aku mengingat hal tersebut.


Aku bisa saja memaksakan keinginanku seperti sebelumnya , hanya saja aku tidak tega saat melihat Hellen meringis kesakitan dan menjadi pusat perhatian semua orang karna pagi ini dia harus menemui dosen pembimbingnya.


aku pun mendudukkan tubuhku ku di atas closet membiarkan shower menyala begitu saja hingga membasahi seluruh lantai saat ini .


Sebisa mungkin aku menahan suara anehku agar tak mengganggu tidur wanitaku namun aku malah semakin bersuara saat tanganku sedikit berhasil memuaskan adik kecilku .


" Bren***k " umpatku kesal seraya menyadarkan kepalaku kedinding dan menatap langit-langit dengan mata terpejam saat aku tak mencapai puncak ku


aku tak menghentikan tangan ku bahkan saat aku mendengar suara ketukkan pintu dari luar kamar mandi pun aku tetap melanjutkan kegiatanku saat ini .


" Hellen .." ucapku pelan memanggil nama wanita ku sambil membayangkan hal-hal indah tentang dirinya


" Tho..Thom " Panggil seseorang yang tak lain adalah wanitaku


Aku membuka mataku saat mendengar suara gugup milik Hellen yang memanggil namaku . Kulihat wajah Hellen yang memerah dan dia pun menundukkan kepalanya seraya menatap kearah ku yang tengah asik dengan kegiatan ku saat ini .


" Keluarlah , Hellen " ucapku menyuruh nya keluar namun Hellen hanya terdiam tak beranjak seinci pun dari posisinya saat ini


Kulihat Hellen hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya dengan tangan yang saling meremas satu sama lain . Aku pun kembali memejamkan mataku dan berdeham pelan guna untuk membenarkan nada suaraku .


" Aku akan menyelesaikan urusanku sebentar . Kau bisa keluar sekarang Hellen " suruh ku lagi namun Hellen tetap terdiam dan tidak bersuara sedikitpun


Aku pun kembali melanjutkan kegiatanku tanpa peduli dengan keberadaan Hellen yang masih terus menatap kearah ku tanpa bicara sedikitpun .


" Engh.. Hellen " Panggilku pelan seraya memejamkan mataku seolah tengah menikmati pekerjaan ku saat ini


Suara aneh itu terus keluar dari mulutku dan kini aku sudah masa bodo dengan Hellen yang tengah menonton kegiatan ku , aku terus mencari kep**an yang aku butuhkan seraya membayangkan tubuh mungil milik wanita ku itu .


Aku bergumam pelan saat tangan lain mengambil alih tugas tanganku hingga membuat aku membuka mataku dan menatap kearah Hellen yang kini sudah menunduk di depan ku


Dengan malu-malu Hellen menatap ke arahku lalu ia menjatuhkan tubuhnya ke lantai tepat di depan ku dengan ke dua lutut yang menjadi tumpuannya saat ini .


Dengan mata polosnya Hellen menatap kearah ku yang tengah memasang ekspresi wajah cantiknya . Ia terus menatap ku tanpa menghentikan kegiatan nya padaku .


" akh.... Sial " Umpatku


Aku terus bergumam pelan saat melihat ulah Hellen yang terlihat nakal walaupun ia menatapku dengan tatapan polosnya .


Seketika ku pun menghentikan aktivitas Hellen seraya membantu tubuh Hellen untuk berdiri dan membawanya duduk di pangkuanku , Aku mendekatkan wajahku kearah telinga Hellen dan mengigit pelan daun telinganya sebelum berbisik pada wanita itu .


" Kau benar-benar menggodaku , sayang . Aku akan menghabisi mu dan tidak akan ada lagi pertimbangan . Aku akan menghajar mu saat ini , Hellen " bisik ku Pelan di telinga Hellen dengan suara yang terdengar sangat menggoda


" Emh.. "


Hellen hanya bergumam pelan saat aku mengecup telinga bagian belakangnya seraya memainkan tanganku di bagian perut rata milik Hellen .

__ADS_1


" Buka ****** mu sayang " bisikku tepat di telinga Hellen


Dengan tergesa-gesa Hellen pun langsung turun dari pangkuanku dan segera menuruti perintah ku .


Dengan pelan aku menarik pinggang bagian belakang Hellen agar bisa lebih mendekat ke arahku dan mendudukkan kembali tubuh wanita itu di pangkuan ku . Seketika Hellen mendesis pelan saat aku menyentuh bagian sensitif nya .


" Akh ... Teruslah , Thom " ucap Hellen seraya mengeluarkan suara aneh nya


Aku melihat Hellen mengigit bibir bawahnya seraya membiarkan suara aneh lolos dari mulut nya hingga membuat wanita itu terlihat sangat seksi di mataku .


" Ngh... Thom " ucap nya memanggil nama ku hingga membuat aku semakin bersemangat untuk menjelajahi tubuh kekasihku itu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Akh.. kau yang terbaik , sayang " ucapku seraya memperdalam adik kecilku pada milik Hellen bahkan aku tidak membiarkan satu tetes cairan pun keluar dari tempat tersebut .


" Apa kau lelah ? " tanyaku pada Hellen yang masih berada di dalam pelukanku seraya menyandarkan kepalanya pada bahuku


" Hm " gumamnya lemah


Dengan pelan aku pun melepaskan adik kecilku pada lu**ng milik Hellen dan menurunkan Hellen dalam gendonganku seraya mendudukkan nya di atas closet .


" Aku yang akan membersihkan mu , kau terlihat sangat kacau , sayang " bisikku di telinga Hellen dan Hellen hanya bergumam pelan menyahuti ucapku


Aku pun mengambil gagang shower dan memutar keran shower untuk mengatur suhu air yang di butuhkan , Setelah di rasa hangat barulah aku membasahi seluruh tubuh Hellen dengan air tersebut secara perlahan


" Aku tidak ingin menemui dosen pembimbingku , biarkan saja anak buahmu yang menemuinya . Katakan alasan apa pun yang kau inginkan karna aku sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan , Thom " ucapnya lirih sedikit mengomel hingga membuat aku terkekeh pelan dan mencuri kecupan pada bibir mungilnya


" Baiklah , sayang " ucapku menyetujui permintaan nya


Aku pun menggendong tubuh mungil Hellen menuju ranjang setelah aku selesai membersihkan tubuhnya .


Dengan pelan aku pun membaringkan tubuh Hellen pada ranjang dalam keadaan tubuh tanpa benang sehelai pun , aku segera berjalan ke walk in closet untuk mengambil piyama milik kekasihku , sedangkan aku sendiri hanya mengambil celana pendek yang ada di bagian paling bawah .


Seketika aku tersenyum tipis saat mendapati Hellen yang kini sudah tertidur dengan nyaman tanpa benang sehelai pun di tubuhnya saat ini .


Dengan perlahan aku pun memakaikan mini dress tanpa menggunakan ********** hanya mini dress nya saja yang ku pakaian pada tubuh kekasihku itu , aku bahkan mengatur suhu ruangan menjadi nyaman agar wanita ku merasa sangat nyenyak dalam tidurnya.


Aku menyempatkan diri untuk memberikan sebuah kecupan pada kening dan juga bibir milik Hellen sebelum aku benar-benar mengambil tempat di sebelah Hellen untuk tertidur .


" Selamat tidur sayang dan terima kasih , Setidaknya aku tidak akan merasa takut lagi sekarang " ucapku dan segera mengambil tempat di sebelah Hellen untuk tertidur , dengan pelan aku mendekat ke arah Hellen untuk memeluk tubuh mungilnya dan menenggelamkan tubuh Hellen pada dada bidang ku .


Seketika hatiku menghangat saat mendengar Hellen bergumam dalam tidurnya , setidaknya apa yang sering aku impikan tidaklah terjadi.


Aku sering bermimpi bahwa Hellen pergi meninggalkan ku sendirian dan hal itu membuatku ketakutan . Karena ketakutan itu pula aku bahkan menyuruh beberapa anak buahku untuk mengikuti dan memberikan informasi apapun mengenai Hellen bahkan saat sedang bersama siapa pun .


Lusa adalah hari pernikahan kami dan Hellen tidak tau sama sekali mengenai hal itu , aku sengaja merahasiakan hal tersebut karna aku ingin memberikan nya sebuah kejutan yang tak terlupakan .


Seperti yang ia inginkan , kami akan menikah di pantai dengan matahari terbenam sebagai latar belakangnya dan juga dengan mawar orange sebagai pelengkap semuanya .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2