
Aku merentangkan kedua tanganku keatas untuk merenggangkan tulang-tulangku yang terasa sangat kaku . Aku menguap sesekali sebelum turun dari ranjang dan memasuki kamar mandi untuk sekedar mencuci mukaku .
Seketika aku mendesah pelan saat mengingat kalau aku sedang di skors selama dua minggu itu artinya aku tidak memiliki kegiatan apapun saat ini .
Aku membuka pintu kamar mandi namun tubuhku hampir saja terjatuh kebelakang kalau saja aku tidak berhasil menjaga keseimbangan tubuhku karena di depanku saat ini ada bibi Tina yang tengah tersenyum hangat kearah ku .
" Bibi , kau mengagetkanku " Ucapku pelan sambil mengelus-elus dadaku.
Aku berjalan melewati Bibi Tina dan menatap beberapa kantung pakaian yang tergeletak di atas kasur ku , aku kembali menatap kearah Bibi Tina yang seolah mengerti arti tatapan dariku .
" Tuan Thomas menyuruh para maid untuk memperlakukanmu dengan baik , itu semua pakaian yang baru saja di kirim oleh kurir pagi ini . Silahkan pakai dan segera keluar karena Tuan Thomas ingin bertemu denganmu " ucap Bibi Tina panjang lebar
Aku hanya menaikkan sebelah alisku sambil menatap isi dalam tas belanjaan tersebut dengan tatapan bingung dan heran .
" Ini terlalu berlebihan Bi , dan ini semua terlihat sangat mahal " ucapku setelah melihat isi dalam tas belanja tersebut
" Kau harus memakainya Hellen atau Tuan Thomas akan marah " ucap bibi Tina seraya memberikan tatapan tajam yang aku ketahui itu hanya main-main
Wanita itu tidak akan bisa marah pikirku . Aku tersenyum kecut lalu menatap Bibi Tina dan kantung belanjaan tersebut secara bergantian
" Kenapa anak Bibi Aneh sekali , sikapnya yang seperti ini lebih menyeramkan ketimbang dia menyakitiku " Ucapku pelan
Dan kulihat Bibi Tina menundukkan wajahnya hingga membuat Aku merutuki mulutku yang suka berbicara seenaknya tanpa sadar bahwa aku sudah menyakiti hati wanita paruh baya itu .
" Maafkan Putraku , Hellen . Ini semua kesalahanku " ucapnya dengan wajah sendu
" A---ku , aku hanya bercanda Bi " ucapku dengan suaran canggung
Bibi Tina pun mendongkakkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan sayu nya .
" Kenapa kau tidak kabur saat itu Hellen ?? , Bukankah Kau memiliki kesempatan saat itu " tanya Bibi Tina pelan hingga membuat pikiran ku menerawang jauh
" Entahlah Bi , aku tidak mengerti . Saat itu yang ada di pikiran ku , Aku sangat ingin menyembuhkan Thomas " ucapku masih menerawang jauh dan aku tersenyum kecut.
" Aku tau , aku tidak sehebat itu tapi entah kenapa aku hanya ingin menyelamatkan Thomas , aku hanya merasa berhutang budi padanya " sambung ku lagi dan menatap Bibi Tina dengan senyum tulus yang terpampang jelas di wajahku
" hutang budi ?? " Tanyanya
" Dia mengatakan padaku , semuanya akan baik baik saja " sahutku begitu saja sambil tersenyum
Aku kembali mengingat saat Thomas menenangkanku semalam , walau hanya dengan kalimat sederhana seperti itu aku jelas tau kalimat itu akan sulit di keluarkan oleh sosok seperti Thomas .
Karna kalimat itu yang membuktikan bahwa Thomas masihlah manusia seperti ku .
" Kenapa kau tersenyum , Hellen ?? " Tanya Bibi Tina memecahkan lamunanku
" Eum.. mungkin Aku akan mandi terlebih dahulu Bi " Ucapku mengalihkan pembicaraan tak menjawab pertanyaan Bibi Tina Dan Bibi Tina hanya mengangguk paham sambil tersenyum dan meninggalkanku sendirian.
Selesai mandi aku segera memakai pakaian yang sudah aku keluarkan sebelum masuk kedalam kamar mandi , pilihanku jatuh pada pakaian putih pucat dengan celana cream lembut . Aku sedikit merapikan anak rambut yang menutupi keningku, usai merapikan diri aku segera keluar dari kamar tersebut .
__ADS_1
Saat tiba di meja makan aku tidak melihat siapapun di sana hanya ada banyak makanan yang di sajikan di meja tersebut bahkan kursi-kursi makanpun masih terdorong rapi di dalam meja makan tersebut .
Mataku melirik ke sekeliling ruangan yang terlihat sangat sepi bahkan tidak ada siapapun yang lewat , tidak seperti biasanya pikirku .
Aku melangkahkan kakiku melewati meja makan untuk berjalan menuju ruangan lainnya dan aku menghentikan melangkah ku saat tiba di ruang utama.
Ku lihat seorang pria yang sangat aku yakini adalah Thomas tengah membelakangiku sehingga aku hanya bisa melihat punggung kokoh miliknya . tangan kanan Thomas tengah memegang sebuah ponsel yang dia dekatkan pada telinga kanannya saat itu sementara tangan kirinya dimasukkan kedalam saku celana bahan yang ia kenakan .
Aku masih terdiam sampai Thomas memutar tubuhnya dan menatapku tepat di manik mataku . matanya terus menatapku namun dia tetap berbicara dengan lawan bicaranya di sebrang sana .
Aku yang tersadar pun langsung memutuskan kontak mata kami dan menatap kearah lain namun seketika kudengar langkah kaki yang mendekat ke arahku , dengan perlahan aku menatap kearah depanku dan kulihat Thomas berjalan mendekatiku dan berhenti tepat di depanku.
" Pilihan yang bagus " ucapnya setelah tiba di depanku
Aku yang mendengarnya hanya terdiam malu , Sejujurnya aku tidak mengerti apa yang di maksud pria itu . Apakah pakaianku saat ini atau apa namun ada rasa aneh yang menjalar dalam dadaku saat ini , Aku mengigit bibir bagian dalamku dengan kuat agar tidak tersenyum .
" Bruce " Panggil Thomas pada sosok yang berdiri di belakang ku namun aku masih tidak tau siapa karena aku membelakangi sosok itu
" Yes , Tuan " sahutnya sopan dan membungkuk hormat pada Thomas
Kini aku bisa melihat sosok yang Thomas panggil Bruce itu karna pria itu kini tengah berdiri tepat disampingku.
" Bagaimana dengan NZT - 48 dan Uzi Submachine Gun ? " Tanya Thomas yang berhasil membuat aku mengerutkan keningku saat mendengar NZT-48 yang merupakan narkotika jenis mahal yang jelas sangat ilegal dan berbahaya
" Semua barang sudah di simpan digudang penyimpanan Tuan , Uzi submachine Gun yang di pesan sudah tiba namun hanya 50 buah selebihnya Antalisia berhasil mengelabuhi kita "ucap Bruce menjelaskan
Aku yang merasa sangat penasaran pun hendak bertanya namun aku segera membungkam mulutku saat melihat mata Thomas yang berkilat marah.
" Apa kau sudah mendapatkan profile bos mereka ?? " Tanya Thomas lagi
" Sudah Tuan . Jesper Sky dia seorang mafia yang baru saja keluar dari penjara beberapa tahun lalu . Mereka juga sudah memperbesar wilayah penguasaan mereka , Kelompok Antalisia juga pernah merampok gudang penyimpanan yang berada di Las Vegas " ucap Bruce panjang lebar
" Ternyata mereka ingin sekali bermain-main denganku . persiapkan semuanya dan kali ini dia akan ikut bergabung " ucap Thomas dengan suata dingin
Kulihat Thomas menunjukku dengan mata tajamnya hingga membuat aku merasa sangat bingung sementara Bruce mengangguk paham sambil menatap kearah ku
" Tu—" ucapku terpotong
" Apa Jesper yang kita bicarakan saat ini sama dengan Si Kill-jes itu ?? " Tanya Thomas memotong ucapan ku
Aku yang benar-benar merasa sangat penasaran pun hendak menyentuh tangan Thomas untuk meminta penjelasan maksud dari ucapan pria itu namun aku tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal tersebut .
" Mereka orang yang sama Tuan . Kill-Jes adalah panggilan yang lebih sering di kenal , Tuan " ucap Bruce sopan
" Aku mengerti . Dimana dia saat ini ?? " Tanya Thomas datar
" Saat ini Dia berada Chicago , Tuan " ucap Bruce
" Persiapkan Icon Aircraft A5 , aku akan terbang menggunakan itu dan Siapkan beberapa anak buah di Chicago . Dan kau Bruce ikut denganku " ucap Thomas memerintah
__ADS_1
Aku yang berada di sana masih terdiam tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan sampai akhirnya kurasakan sebuah tangan dingin menyentuh pipiku hingga membuat mata ku menatap sosok Thomas yang kini tengah menatapku dengan tatapan tajamnya . Kurasakan Tangan Thomas menyentuh pipiku dan mengelusnya dengan menggunakan Ibu jari miliknya .
" Bawa juga dia bersama kita , kurasa Kill-Jes akan senang mendapatkan hadiah dariku . Dia akan sangat berguna untuk menjadi umpan kita malam ini " ucap Thomas hingga membuat aku memundurkan kakiku selangkah dan seketika kurasakan tangan Thomas yang masih berada di pipiku pun terlepas .
Aku terus menatap Thomas dengan tatapan tidak percaya .
" Apa maksudmu ?! " Tanya ku dengan wajah marah namun Thomas hanya menyeringai dan menatap kearah Bruce , Bruce seolah paham yang dimaksudkan oleh Tuannya pun langsung menatapku dan kembali menatap kearah Thomas .
" Saya akan mempersiapkannya , Tuan" Ucap Bruce
" Pastikan Kill-Jes benar-benar tertarik dengannya malam ini " ucap Thomas
" Apa yang akan kau lakukan padaku !! " ucapku marah
" Aku akan menjadikanmu Umpan Hellen , Pria itu sangat tergila-gila dengan wanita dan aku rasa dia akan tertarik denganmu " ucap Thomas dengan nada santai
Ada rasa sakit saat mendengar penuturan pria itu dan saat aku hendak berbicara lagi tiba-tiba Thomas menatapku dengan tatapan tajamnya.
" Berhenti berbicara , atau aku akan menjahit mulut cantikmu itu " ucapnya datar dan tajam hingga membuat aku reflek menutup rapat-rapat mulutku
Kulihat tatapan tajam Thomas yang tidak main-main hingga membuat aku langsung menggelengkan kepalaku seraya memohon namun pria itu hanya mengabaikanku.
" Tuan—K " Ucapku terputus
" Kau terlalu banyak memohon Nona , kau tau permohonanmu sudah tidak akan berguna sama sekali " ucap Bruce yang kini sudah memegangi tanganku
Aku pun meronta saat Bruce memegangi tanganku namun Bruce menatapku dengan datar dan tidak perduli . Sedangkan Thomas , pria itu kini sudah meninggalkanku yang terus berteriak memanggil namanya untuk memohon kembali .
" Lepaskan aku , ku mohon " ucapku memohon dengan wajah ketakutan pada Bruce namun pria itu hanya diam dan menyeretku untuk berjalan mengikutinya
" Tidak ada guna nya kau memohon Nona . Kau hanya umpan , jika Tuan Thomas berbaik hati kau akan selamat dan bisa menghirup udara pagi untuk keesokan harinya namun jika tidak , Aku akan menguburkan mayatmu secara layak " ucap Bruce
" Apa bagi kalian semua nyawa bisa di permainkan " ucap ku marah saat mendengar penjelasan dari Bruce
Aku menatap kearah beberapa orang yang memakai jas serba hitam dengan mata berkaca-kaca dan aku pun langsung menangis , aku terisak pelan menumpahkan kesedihan ku saat ini aku benar-benar ketakutan.
" Lepaskan aku " teriakku dengan wajah merah dan basah karna air mata namun Bruce tidak perduli dan dia terus menyeret tubuhku.
Aku terus meronta meminta di lepaskan bahkan saat tubuhku sudah di seret menuju mobil aku masih merontakan tubuhku . Thomas yang baru saja keluar dari mobil lainnya menatapku dengan datar dan kulihat dia mengambil sesuatu dari dalam saku celana milik Bruce dan menatapku tajam .
Sebuah sapu tangan dengan paksa diletakkan Thomas pada hidungku hingga membuatku menahan nafasku namun Thomas lebih memaksaku untuk menghirup sapu tangan itu hingga tanganku yang semula menahan tangan Thomas tiba-tiba melemas .
Aku baru saja menghirup Triklorometana atau yang lebih di kenal dengan obat Bius.
" Kumohon " ucapku pelan hingga kesadaran ku benar-benar menghilang
.
.
__ADS_1
.