
" Ak—h " rintih pria itu
Mataku terus melihat kearah punggung besar Thomas yang tengah fokus pada mangsa yang ada di depannya saat ini .
" Thomas , kau menyakiti nya " Ucapku pelan namun aku bisa melihat punggung Thomas tersentak
Dengan perlahan Thomas mengendorkan cekikannya dan menjauhi pria itu . Kulihat pria itu bernafas dengan sangat rakusnya dan dia pun dengan cepat bersujud tepat didepan kaki Thomas .
Namun seketika nafasku tercekat saat Thomas justru menarik rambut pria itu hingga membuat pria itu mendongkakkan wajahnya kearah Thomas .
" Siapa yang menyuruh mu ? " Tanya Thomas dengan suara dinginnya
" Mr . Simone , di—dia yang menyuruhku untuk mengintai mu " ucap pria itu dengan suara gugup
Dengan kasar Thomas menghempaskan pria itu dan seketika pandangan nya langsung menatap kearah ku seraya berjalan mendekat ke arahku , dapat kulihat wajah Thomas yang berubah pucat dan sedikit terlihat kekhawatiran yang begitu ketara di matanya .
Anak buah Thomas yang tengah memegang tanganku pun langsung melepaskan pegangannya pada kedua sisi tangan ku .
" Thomas " Panggilku pelan namun seketika tubuh Thomas langsung memeluk tubuhku dengan sangat erat
Aku benar-benar terkejut dengan sikap Thomas yang tiba-tiba memeluk tubuhku tanpa mengucapkan sepatah kata pun .
" Thom... " Panggil ku lagi namun pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada tubuhku
" Hellen , Percayalah padaku , aku tidak akan membiarkanmu terluka . Kau hanya perlu percaya padaku Hellen " ucapnya tiba-tiba tanpa melepaskan pelukannya
" Thom — "
" Katakan kau percaya padaku Hellen , dan untuk kali ini aku mohon ikuti semua yang aku ucapkan " ucap Thomas cepat memotong ucapan ku sebelum aku menyelesaikan ucapan ku tadi
Aku terdiam saat mendengar penuturan pria itu , jujur saja Aku bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat sikap Thomas berubah drastis seperi ini .
" Hellen " Panggil Thomas memperingati ku untuk menjawab ucapan nya dan masih tetap memeluk tubuhku
" Hm ..tentu Thom " sahut ku seadanya ,
__ADS_1
" sekalipun aku tidak menurutinya kau pasti akan tetap memaksaku , Thomas " ucapku dalam hati tak berani aku utarakan pada pria itu
Sejujurnya aku masih tidak tau dengan situasi saat ini , kepalaku terus mencari-cari alasan yang logis kenapa Thomas tiba-tiba terlihat ketakutan bahkan pria itu terlihat khawatir dan hal itu membuatnya terlihat lebih manusiawi namun di sisi lain aku merasa sosok itu bukan seperti Thomas yang ku kenal sebelumnya .
Aku juga terus bertanya-tanya dalam pikiran ku siapakah sosok Mr . Simone itu
Apa dia orang yang berbahaya hingga sikap Thomas berubah seperti ini pikirku .
Kurasakan Thomas melepaskan pelukannya dan menatap ke beberapa orang yang masih berdiri disekitar kami hingga membuat ku menyadari hal itu dan aku pun merasa malu sendiri saat menyadari nya .
" Pastikan Hellen tidak pergi kemanapun , panggil Cody serta beberapa orang lainnya untuk berjaga disekitar Hellen . Perketat pengawasan di semua pintu masuk rumah ini . pastikan tidak ada siapapun yang masuk kerumah ini , mengerti !! " Ucap Thomas panjang lebar memperingatkan anak buahnya
Aku yang mendengarnya pun langsung tersadar dan menatap heran ke arah Thomas yang tengah memerintahkan para anak buahnya , saat aku hendak melayangkan protes tiba-tiba Thomas menatap ku dengan tatapan khawatir nya .
" Hanya turuti aku Hellen dan kumohon jangan bertanya kenapa " ucapnya sebelum aku melayang protes ku seraya menatap kearah ku hingga membuat aku hanya terdiam dan menganggukkan kepalaku pelan tanda patuh
" Lempar sibrengsek itu kedalam mobil " ucapnya agi memerintahkan anak buahnya
Mereka pun mengangguk patuh dan langsung menyeret pria yang berada dibelakang punggung Thomas yang disebut sebagai mata-mata itu kedalam mobil .
Aku pun hanya membuang nafasku dengan pelan dan mengangguk paham menuruti perintah pria itu.
" Terima kasih untuk tidak bertanya apapun " ucapnya lagi seraya mengecup lama keningku
Aku hanya terdiam saat Thomas mengecup lama keningku dan meninggalkan aku yang masih mematung di tempat semula dengan jantung yang berdegup karena ulah sederhana yang pria itu lakukan .
Di sisi lain aku juga merasa penasaran dengan apa yang terjadi saat ini , aku memang tidak bertanya pada pria itu karena akan percuma pikirku , Thomas pasti tidak akan menjawab pertanyaan yang akan aku tanyakan dia pasti hanya akan terdiam dan bungkam . Itu memang tipekal Thomas sekali .
Saat Thomas benar-benar pergi beberapa pun orang pun menghampiriku yang masih berdiri menatap kepergian pria itu .
" Kau harus mandi dan makan siang , Hellen " ucap seseorang menyadarkan ku yang tak lain adalah Cody
" Aku akan segera mandi Cody " sahutku ramah di balas senyum simpul oleh pria itu
Aku berjalan menuju kamarku diikuti beberapa orang yang ada di belakang ku saat ini . Kali ini aku akan menjadi anak baik yang menuruti perintah Thomas aku tidak akan membantah atau apa pun .
__ADS_1
" Cody " Panggilku sebelum aku masuk kedalam kamarku
" Ya ? " Sahutnya singkat
" Siapa Mr Simone itu ? " Tanyaku langsung
" Aku tidak mengenalnya , Hellen " sahutnya tenang
Aku pun menatap beberapa dari mereka namun mereka hanya terdiam dan memasang wajah datarnya .
" Ah , Baiklah kalau begitu " ucapku pasrah
Aku pun masuk kedalam kamarku dan menutup pintu tersebut seraya terdiam dibelakang pintu yang baru saja aku tutup .
Aku merasa Cody berbohong padaku , pasalnya pria itu langsung menjawab pertanyaanku tanpa berpikir panjang tadi
Aku melangkahkan kakiku menuju meja nakas dan mengambil ponselku yang tergeletak di sana , tanpa ragu aku segera menelpon seseorang yang jelas tau siapa Tuan Simone itu .
" Ada apa kau menghubungiku Hellen , Apa kau sudah siap untuk terapi ?? " Tanya seseorang di sebrang sana saat Panggilan telah terhubung
Orang tersebut tak lain adalah Gery . Aku langsung menghubungi pria itu karna aku berpikir Gery tau sesuatu tentang Thomas pikirku .
" Ada hal lain yang ingin aku bicarakan Gery , bisakah kau berkunjung kerumah Thomas ? , Karena aku tidak bisa pergi kemana pun saat ini " Ucapku lantang
" Begitukah ? , Baiklah . Satu jam lagi akan tiba " ucapnya
" Terima kasih " sahutku seraya matikan sambungan telpon masing-masing
Usai menelpon Gery aku pun segera pergi untuk membersihkan tubuhku , mengabaikan isi kepalaku yang terus-menerus mencari tau siapa sebenarnya sosok Tuan Simone itu dan kenapa Thomas terkesan menjagaku dari sosok itu pikirku .
Aku kembali membiarkan kepalaku dibasahi oleh air , mencoba untuk meredam banyaknya pertanyaan yang memenuhi isi kepalaku.
.
.
__ADS_1
.