
Aku kembali ke kamar ku dengan rentetan doa didalam hatiku sepanjang perjalanan , Aku berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi namun lagi-lagi Tuhan tidak mengabulkan permintaan ku .
Saat ini kulihat Thomas tengah terduduk ditepi ranjang dengan tatapan tajam yang menatap kearah ku , aku terdiam mematung setelah masuk kedalam ruangan tersebut .
" Apa kau sudah mendengar kli***s diakhir cerita ja**ng itu ?? " Tanya Thomas mengintimidasi dengan suara bariton nya
Dia pun bangkit dari duduknya dan berjalan kearah ku seraya melepaskan dua kancing kemeja atas nya .
" Apa kau sudah tau . apa akhir cerita yang disampaikan oleh wanita itu , hm? " Tanya nya lagi masih dengan wajah dingin dan datar
Aku tau wanita yang dimaksud Thomas jelas Bibi Tina karna aku tidak bicara dengan siapapun lagi selain Bibi Tina .
Aku hanya terdiam tak menjawab semua pertanyaan pria tersebut bahkan kini sekujur tubuhku sudah terasa sangat kaku rasa takut pun menjalar dalam diriku saat melihat pria itu semakin mendekat kearah ku .
__ADS_1
" Biar aku yang memberitahu mu " ucapnya berbisik di telingaku setalah tiba tepat di depanku
Aku pun reflek memundurkan langkah ku namun secepat kilat tubuhku di tahan oleh tangan nya hingga membuat aku tidak bisa bergerak ke manapun bahkan kini aku bisa merasakan hembusan nafas Thomas menerpa kulit leherku .
" Aku lah yang telah membunuh kembaran ku didepan mata wanita itu " ucapnya tepat di telingaku hingga membuat tubuhku langsung menegang
Aku yang mendengarnya benar-benar kaget dan tidak menyangka dengan ucapan pria itu . pantas saja Bibi Tina tak menjawab pertanyaan ku tadi saat aku bertanya kemana Thitan saat ini .
" Kau tau sensasi apa yang aku rasakan saat pisau tajam itu mengoyak organ dalam tubuh kembaran ku ... , Rasanya sangat menyenangkan " sambung nya dengan senyum senang dan puas seraya menatap kearah ku yang saat itu terlihat sangat shock dengan penuturan nya
aku tersentak kaget hingga membuat nafasku tak beraturan dan seluruh ketakutan yang aku simpan dalam diriku
menyeruak kepermukaan hingga membuat keringat di kening ku keluar sebesar biji jagung .
__ADS_1
" Aku mengatakan padanya bahwa aku memang benar-benar pembunuh yang tidak termaafkan dan sangat keji seperti yang pernah dia katakan padaku dan orang-orang "
" Apa kau tau Hellen ? , aku bahkan mematahkan tangan kiri ****** itu dengan palu yang aku dapatkan hingga membuat dia menangis dan aku sangat menyukai itu " Bisik nya dengan wajah dan senyum puas
Tubuhku pun menegang dan berkeringat dingin di tambah lagi saat mata tajam itu menatapku dengan senyum yang sangat mengerikan menurutku.
Aku benar-benar berfikir bahwa Thomas adalah pria yang sangat-sangat mengerikan .
" Jadi Nona Dokter , berpikirlah sejuta kali jika kau ingin kabur dariku karna aku bisa dengan sangat mudah dan santai untuk menusukkan pisau ku pada jantungmu dan membuang nya hingga anjing-anjing liar memakan nya dengan lahap " ucap nya santai dengan wajah mengerikan tepat di depan wajahku
" Kau manusia iblis " Ucapku akhirnya setelah mengumpulkan seluruh keberanian untuk mengucapkan hal tersebut
" Aku memang iblis nyata saat ini , sayangku " sahutnya santai sambil tersenyum miring
__ADS_1
.
.