
Aku semakin mengeratkan pegangan ku pada pistol yang ada di tangan ku yang siap untuk menembak nya kapan saja namun aku tidak kunjung melakukan hal itu .
Wanita itu menatapku dengan tatapan sendu hingga membuat sesuatu dalam tubuhku menjerit tidak suka saat melihat pandangan yang dia torehkan pada ku .
Dengan susah payah dia kembali berbicara namun kini lebih jelas dari sebelumnya.
" Thom...aku senang melihatmu baik-baik saja " ucapnya pelan namun jelas seraya menatap kearah ku
Wanita yang aku ketahui bernama Hellen itu menatapku semakin dalam seraya menggerakkan tangannya yang lemah untuk menyentuh pergelangan tanganku yang sedang memegang pistol kearah keningnya . Kulihat dia tersenyum lembut dan kembali menutup matanya rapat-rapat .
" Bangun !! " Ucapku yang mulai berteriak seperti orang kesetanan saat tangan lemah yang menyentuh pergelangan tanganku terlepas dengan perlahan
Pistol yang semula berada di tanganku pun akhirnya terlepas karna aku membuang pistol itu ke sembarang arah . Dengan tangan bergetar aku menyentuh pipi wanita yang saat ini kembali memejamkan matanya ,
Entah kenapa tiba-tiba ada perasaan aneh yang menggerogoti perasaan ku saat ini , aku merasa hancur dan sakit saat melihat wajah sayu wanita itu yang terpejam dan hal itu benar-benar membuat ku tak mengerti pada diriku saat ini .
" Bangun brengsek.." teriakku marah seraya menepuk pelan pipinya namun tidak ada reaksi apapun , wanita itu hanya terdiam dalam tidurnya
"HeโHellen " Panggilku ragu saat memanggil namanya.
" Brengsek ... Bangun !! , Jika kau tidak bangun ..." ucapku marah seraya menghentikan sejenak kata-kata ku dan tak berapa lama aku pun kembali melanjutkan ucapan ku
" Aku akan menyakitimu...." Sambungku tidak yakin
Namun wanita itu masih betah memejamkan matanya dan tidak terpengaruh sama sekali atas tindakanku saat ini . kini tanganku menyentuh leher wanita itu bermaksud untuk mencekiknya namun aku jurstu malah memeluk tubuh lemah wanita itu .
" Aku mohon , bangunlah " ucapku memohon dengan suara lirih seraya memeluk tubuh lemah tersebut
Aku tidak perduli siapa wanita yang tengah aku peluk saat ini , yang jelas aku melakukan nya dengan begitu saja seolah mengikuti nurani ku saat ini .
Aku melepaskan pelukanku dari tubuh wanita itu seraya menatapi wajah itu secara intens seolah tengah merekamnya di otakku saat ini , bagaimana rupa wanita yang bernama Hellen itu . Aku bahkan memberanikan diri untuk menyentuh wajahnya dengan telunjuk ku , menyentuh setiap inci wajahnya seraya terus menatap kearahnya .
Tidak ada kata apapun yang aku ucapkan , aku hanya menatapi wajah itu dan berusaha mengingat siapa Hellen dan ada hubungan apa aku dengan wanita itu namun hasilnya tetap nihil , aku masih tidak menemukan apapun , Aku masih tidak ingat siapa itu Hellen .
Tiba-tiba kudengar pintu ruangan tersebut pun terbuka dan menampil beberapa orang yang aku kenali salah satunya adalah Cody dan Riley yang merupakan anak buah ku bahkan Martin pun juga berada di sana .
Martin melirik ke arah pistol yang aku jatuhkan dan kulihat dia berjalan dengan tenang lalu berjongkok di hadapanku untuk mengambil pistol yang ada di bawah kakiku.
" Pistol anda Tuan muda "ucapnya seraya memberika pistol itu padaku namun aku hanya menatap datar kearah Martin
" Bos..." Panggil Cody setelah sekian lama terdiam seraya menatapku dan Hellen secara bergantian
" Apa terjadi sesuatu ? " Tanya nya pelan
Aku mengerutkan keningku seraya menatap heran kearah Cody , pasalnya entah sejak kapan Cody berbicara senyaman ini denganku pikirku .
" Tidak " sahutku berbohong dan memilih mengabaikan nada suara Cody
__ADS_1
Cody terlihat ingin bertanya kembali namun aku segera melangkahkan kakiku meninggalkan ruangan ini dengan ekspresi datar ku .
Secara patuh Martin pun mengikuti langkah kakiku dari belakang dengan diam dan tidak bersuara sama sekali begitu pula denganku . aku hanya sibuk dengan pemikiranku sendiri saat ini .
" Thomas.. " suara seseorang memanggil nama ku dengan akrab
Aku mendongkakkan kepalaku yang semula menunduk dan menoleh ke arah sumber suara tersebut .
" Apa kau datang untuk menjenguk Hellen ? " Tanya orang itu yang tak lain adalah Gery dengan suara pelan saat menyebut nama Hellen bahkan matanya menoleh ke kanan dan ke kiri seolah tengah berhati-hati akan sesuatu.
Aku kembali menatap heran dan mengerutkan keningku seraya menatap kearah Gery saat pria itu berbicara mengenai Hellen . Aku hendak membuka Mulutku dan bertanya sesuatu namun aku kembali menutupnya rapat-rapat saat pria itu kembali berbicara .
" Dia dalam tahap penyembuhan saat ini "
Ucapnya lagi Namun aku hanya terdiam dan masih tidak menanggapi ucapannya sama sekali.
" Racun yang dia minum memicu sel-sel kanker pada tubuhnya dan ya sel-sel kanker itu hampir mengacaukan organ tubuhnya . Dia masih dalam masa perawatan , saat ini kondisinya masih sangat lemah dan belum pulih . Dia masih memerlukan perawatan yang intensif selama beberapa hari ke depan " Ucap Gery lagi menjelaskan nya secara detail pada ku namun aku masih terdiam menyimak penjelasan yang Gery sampaikan .
" Ger..." Panggilku
" Hm..." Gumam nya menyahuti panggilan ku .
" Sebenarnya.. " ucapku menghentikan sejenak kata-kata ku sebelum melanjutkannya , setelah aku merasa yakin barulah aku kembali bersuara dan melanjutkan ucapan ku
" Sebenarnya aku tidak mengenal--- . Em , maksudku aku tidak bisa mengingat dengan jelas siapa Hellen itu . belakangan ini wanita itu selalu mengacaukan mimpiku , aku selalu bermimpi tentang wanita itu namun aku tidak tau bagaimana rupanya dan ini kali pertama aku bertemu dengannya . Sebenarnya , siapa itu Hellen ? " Tanyaku panjang lebar menjelaskan apa yang ada di pikiranku saat ini seraya menatap lurus ke arah Gery
Aku hanya terdiam seraya menatap kearah pria itu tanpa mengangguk ataupun menggeleng .
" Apa ini ada hubungan nya dengan Simone ?? " tanyanya lagi namun aku masih terdiam tak menanggapi ucapannya karena aku sendiri tidak tau apapun .
Aku tidak tau apakah Simone yang membuatku seperti ini atau tidak , yang aku tau adalah aku tidak mengenal siapa itu Hellen .
" Apa- "
" Kita harus segera pergi Tuan Muda , kita sudah terlalu lama berada di luar dan mereka pasti akan curiga " Ucap Martin memotong ucapan ku hingga membuat aku menoleh sekilas kearah belakang dan kembali menatap Gery
" Baiklah , kita pulang " Ucapku dan Kembali melangkahkan kakiku namun Saat hendak berjalan mendahului Gery tiba-tiba dia menahan tanganku hingga membuat langkah kakiku kembali terhenti
" Apapun yang akan terjadi dan apapun yang kelak akan kau lakukan , kau hanya cukup percaya pada ucapan ku , Thom " ucap Gery berbicara santai seperti teman
" Dia adalah seseorang yang penting dalam hidupmu , Hellen adalah orang yang akan selalu kau lindungi apapun kondisinya kau pasti akan melindungi dia Thom , karena dia adalah wanitamu . Dia adalah orang yang kau cintai dan satu hal penting lain nya , segeralah kembali dan tepati janjimu pada Hellen " Sambung nya panjang lebar
" Janji ? " Sahutku bingung atas penjelasan yang di berikan oleh pria itu
" Menikah " Jawab Gery singkat
" Bukankah kau berjanji akan menikahinya ? , Tepati janjimu itu , Thom " Sambung Gery memperjelas ucapannya namun Aku hanya bungkam tidak berbicara sama sekali.
__ADS_1
" Pulanglah , temui aku jika kau memiliki waktu karena seingat ku , aku masih berstatus sebagai psikolog mu " ucap Gery lagi seraya pergi meninggalkan aku yang masih terus menatap kearah pria itu hingga
" Tuan muda " Panggil Martin menyadarkan aku dari lamunanku
Aku tak membalas Panggil dari Martin aku hanya menatap kilas kearah nya dan kembali berjalan begitu saja .
" Mari kita menikah " seketika kalimat itu kembali berputar di kepalaku hingga membuat aku meringis pelan dan menyentuh dinding rumah sakit untuk menahan tubuhku agar tidak terjatuh .
Martin menyentuh lenganku untuk menolong ku namun aku segera menarik lenganku mengabaikan pertanyaan yang di ucapan oleh Martin
" Aku baik-baik saja " ucapku berbohong pada pria itu hingga membuat Martin kembali memundurkan sedikit langkah nya dari ku
Aku masih terdiam seolah menenangkan diriku . semakin aku mencoba untuk mengingat kejadian yang berhubungan dengan Hellen ataupun sesuatu mengenai Hellen kepalaku akan berdenyut sakit .
Setelah beberapa menit menenangkan diri aku pun kembali menegakkan tubuhku dan segera berjalan menuju mobil namun saat aku hendak membuka pintu mobil tiba-tiba Martin menahan tanganku dan segera melepaskan tanganku saat aku menoleh ke arahnya seolah meminta penjelasan mengenai tindakkan nya saat ini .
" Ada hal yang harus saya sampaikan pada anda , Tuan Muda " ucapnya
" Jika itu bukan sesuatu yang penting- "
" Ini adalah sesuatu yang penting Tuan Muda , maaf atas kelancangan saya memotong ucapan anda . Tapi , saya harus segera memberi tahu anda " ucapnya memotong pembicaraan ku , namun Aku hanya terdiam dan menatap Martin seperti biasa.
" Jangan terlalu menarik minat tentang Hellen , Tuan . Karna apapun yang sedang Tuan Muda lakukan dan segala pergerakan Tuan Muda semuanya tengah di awasi oleh seluruh cctv yang ada di rumah bahkan percakapan di mobil seluruhnya tersambung pada komputer Tuan Simone " ucapnya panjang lebar memberi tahu ku
Aku mengerutkan keningnya seraya menatap kearah Martin dan saat aku hendak bertanya tiba-tiba Martin kembali berbicara pada ku .
" Saya mengatakan hal ini karena saya ada di pihak anda Tuan dan juga beberapa anak buah Tuan Simone sudah berada di pihak anda . tapi walaupun begitu ada baiknya anda terlihat seperti biasa saja Tuan Muda , jangan terlalu menaruh minat kepada Hellen , setidaknya untuk saat ini "
" Saya akan menjawab semua pertanyaan yang ingin anda tanyakan tapi tidak untuk saat ini Tuan , Anda hanya perlu percaya pada apa yang saya lakukan dan bersikaplah seperti saat ini " Sambung Martin lagi dengan panjang lebar
Aku hanya terdiam tak menanggapi ucapan pria itu bahkan saat Martin sudah membuka pintu mobil aku hanya terdiam dan segera masuk tanpa mengeluarkan suara sedikitpun .
" Mobil ini satu-satunya yang belum di pasangi perekam apapun Tuan , Anda bisa berbicara leluasa untuk saat ini . Apakah ada yang ingin anda tanyakan ? " Tanya Martin menawarkan diri hingga membuat aku menatap kilas kearahnya
Martin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang . Sedangkan aku masih terdiam seraya menyusun semua informasi yang aku dapatkan hari ini di kepalaku . ada rasa marah saat mengetahui Ayah angkatku mengawasi segala pergerakan ku saat ini .
***Mohon bersabar ya ...
Author gak bisa crazy up karna author juga sibuk di dunia nyata ๐
semoga kalian sehat selalu ๐๐
mohon dukungan nya ya***
.
.
__ADS_1
.