
" Sejujurnya ... , Dia tidak seperti itu dulu " ucap bibi Tina seraya menatap kearah langit-langit kamarnya
Tatapan matanya seolah tengah menerawang jauh entah kemana , aku yang melihatnya hanya terdiam penasaran seraya menunggu kelanjutan cerita dari Bibi Tina .
Aku yang mendengarnya sangat penasaran karena aku tidak tau siapa yang sedang dibicarakan olehnya dan aku merasa yakin wanita paruh baya itu mengetahui sesuatu di sini pikirku .
" Thomas adalah anak kecil yang manis tapi dia memang sedikit nakal " sambung Bibi Tina melanjutkan ceritanya namun pandangan nya kini telah beralih kearah depannya seraya kembali menatap kosong ke sana
Aku melihat air matanya menetes membasahi pipi wanita itu lalu dia pun langsung mengelap air matanya dengan kasar . Kini aku tau yang sedang di bicarakan nya adalah sosok Thomas , pria iblis yang sudah tidak bisa dikatakan manusia lagi menurut ku .
" Semua ini salahku " ucapnya dengan suara tercekat hingga membuat aku kaget dan semakin penasaran
Aku yang berada di dekatnya hanya terdiam seraya menatap kearah wanita tersebut dengan tatapan Iba , kulihat tatapan nya sangat kosong dan penuh penyesalan menurutku .
Sejujurnya aku memiliki banyak pertanyaan yang berputar di dalam pikiran ku , namun aku mencoba untuk tetep diam seolah tengah menjadi pendengar yang baik untuk nya.
" Jika saja saat itu aku percaya pada si kecil Thomas , pasti dia tidak akan menjadi pria mengerikan seperti saat ini "
" Jika saja saat itu aku memberikan kasih sayang yang adil padanya pasti dia tidak akan berubah "
" jika saja aku berperan sebagai ibu yang baik saat itu , pasti dia tumbuh menjadi anak tampan yang baik hati . Thomas kecilku begini karena kesalahanku " ucapnya panjang lebar dengan suara paruh dan mata berkaca-kaca
Aku yang mendengarnya merasa sangat shock dan mengencangkan pegangan ku pada pinggiran ranjang . Aku merasa kaget karena mendengar fakta bahwa Bibi Tina adalah ibu dari pria yang hampir membunuhku dan dirinya .
" Itu tidak benar , bukan ?? . Tidak ada seorang anak yang tega menyakiti ibu kandung nya " tanya ku tak percaya dengan wajah kaget mencoba mencari kebenaran
Aku masih tidak percaya dengan ucapan wanita paru baya itu , aku berpikir apa Bibi Tina dipaksa berbohong agar citra Thomas menjadi lebih baik pikirku .
" Mereka tumbuh dengan baik kala itu , mereka juga selalu bermain bersama da__ " ucap Bibi Tina pelan tak menjawab pertanyaan ku beliau masih fokus dengan ceritanya dan pandangan kosongnya
__ADS_1
" Mereka ?? " Tanyaku lagi memotong ucapan wanita itu tiba-tiba
" Thomas dan Thitan , mereka adalah anak kembar ku " ucapnya menjawab pertanyaan ku dan sukses membuat aku semakin terkejut
" Thitan adalah replika Thomas secara nyata , mereka tidak memiliki perbedaan hanya saja Thitan memiliki tahi lalat disudut bibir nya sedangkan Thomas dia memiliki tahi lalat di atas alis sebelah kanannya "
" Sikap mereka sangat berbeda namun itu tak membuat keduanya menjauh satu sama lain . Thitan memiliki sifat yang pendiam dan tidak pernah berbuat macam-macam di depanku . sedangkan Thomas , dia sangat nakal dan berisik sudah beberapa kali aku dipanggil ke sekolah karena dia berkelahi dengan teman-temannya , saat ditanya kenapa dia berkelahi dia selalu tidak mau menjawabnya " ucap Bibi Tina panjang lebar dengan suara yang sangat lirih dan benar-benar sedih
Kulihat matanya menerawang jauh dan penuh kilat penyesalan dan kesedihan yang sangat mendalam di sana . Aku masih setia mendengarkan penuturan dari wanita itu seolah dia akan menyambung ceritanya sampai akhir.
" Suatu hari aku mendapati Thomas memegang sebuah pisau tajam dihalaman belakang rumah kami . Aku juga melihat tubuhnya penuh dengan darah saat itu dan di sisi lain ada Thitan yang hanya duduk terdiam di sana , lalu aku melihat ada bangkai anjing yang dibunuh dengan sangat keji bahkan kepalanya sampai terpisah dan mata anjing itu dicongkel keluar dari tempatnya"
" A—ku sangat ketakutan saat itu dan aku melihat kearah Thomas lalu menyeretnya untuk meminta penjelasan atas semua yang terjadi namun Thomas hanya menangis saat itu dia berteriak bahwa Thitan lah yang telah membunuh anjing itu dan aku jelas tidak mempercayai nya , aku tau betul bahwa Thitan merupakan anak yang sangat pendiam , Hellen " ucap Bibi Tina seraya menatap kearah ku dengan tatapan sendu dan banjir air mata
" Dimana Thitan saat ini , Bi ?"Tanyaku tiba-tiba hingga membuat Bibi Tina tersenyum namun senyuman nya terlihat sangat menyakitkan
Dia pun kembali berbicara padaku tanpa menjawab pertanyaan ku sebelumnya , cerita itu mengalir begitu saja seolah dia sudah tidak sanggup lagi menahan beban nya sendiri .
" Yang aku pikirkan saat itu adalah . Dia pantas mendapatkan itu pikirku bahkan aku tidak mengurus keluar nya Thomas dari rumah sakit . aku dan suamiku tidak perduli , kami berpikir dia pantas mendapatkan itu "
" Aku tidak menceritakan detail kesalahan yang di perbuat oleh Thomas pada suamiku di tambah beliau tau bahwa anaknya memang sangat nakal belum lagi sikap pribadi Ayahnya mereka memang seperti itu , cuek dengan anak-anak ku namun kedua anak ku sangat menyayangi ayahnya "
" Aku adalah istri simpanan Hellen , aku adalah seorang pelacur yang tidur dengan pria brengsek itu dan akhirnya aku mengandung Thomas dan Thitan ."
aku yang mendengarnya pun terdiam seketika , aku tidak percaya wanita sebaik Bibi Tina adalah mantan pelacur yang bahkan dia menjadi simpanan seseorang .
" Saat usia Thomas dan Thitan beranjak 8 tahun aku mengajak mereka untuk merayakan makan malam bersama seperti tahun-tahun sebelumnya . aku pun menelpon Ayah mereka dan dia setuju untuk datang kala itu namun Ayah mereka datang dengan membawa seorang anak perempuan kecil yang kala itu berusia 6 tahun bahkan Pria itu juga datang bersama Istri sahnya . Kau tau apa yang menyakitkan untuk kami , dia memperkenalkan aku dan kedua putra kami dengan sebutan teman lama . Aku melihat tatapan kecewa dari mata Thomas sedangkan Thitan dia hanya diam bahkan tatapannya tidak banyak berekspresi " sambung nya dengan deraian air mata dan isakan tangis seolah tidak bisa lagi ia tahan
" Tiga hari setelah pesta ulang tahun Thomas dan Thitan aku menemukan mayat pria yang berstatus sebagai Ayah dari kedua putraku aku merasa sangat shock saat melihat mayat pria itu bahkan Thomas dan Thitan ada disana dan kau tau Hellen kali ini Thomas kembali memegang pisau tajam tajam yang penuh dengan darah segar bahkan darah itu sampai memenuhi wajahnya , aku menangis ketakutan dan langsung menelpon polisi "
__ADS_1
Aku masih setia mencerna semua yang diceritakan oleh Bibi Tina padaku walau sejujurnya aku tidak mengerti apa maksud Bibi Tina menceritakan semuanya padaku namun aku berusaha menjadi pendengar yang baik untuk nya walau pun aku juga merasa shock saat mendengar penuturan wanita tersebut .
" Aku benar-benar ibu yang jahat Hellen bahkan aku tega memenjarakan putraku sendiri , disaat usia nya bahkan masih 8 tahun . Saat itu Thomas kecil putra kesayanganku menangis dia terus berkata bukan dia yang membunuh , bukan . dia selalu mengatakan itu namun dia tidak memberitahu siapa yang telah membunuh Ayah nya "
" Setelah penangkapan Thomas aku hidup berdua dengan Thitan dan setelah dua tahun selama Thomas di tangkap
Aku baru menemui nya dan kau tau Hellen akhirnya Thomas berkata padaku kalau Thitan lah yang telah melakukan semua itu namun lagi-lagi aku tidak mempercayai nya "
" Apa dia benar-benar dipenjara bukan kah usianya masih 8 tahun , Yang benar sa--" tanyaku terpotong
" Saat itu undang-undang mengenai anak dibawah umur tidak ada Hellen , Thomas di kurung di ruang rehabilitasi dipenjara yang mengkhususkan orang yang memiliki gangguan Psikis seperti Thomas . Lima tahun Thomas dipenjara dan dia keluar diusianya yang ke 13 tahun "
" Setelah bebas Thomas tumbuh menjadi sosok anak yang dingin , dia tidak ingin disentuh siapapun dan aku tidak perduli bahkan dengan kehadiran nya kala itu . aku terus mengatakan bahwa anakku Thomas adalah seorang pembunuh keji yang tidak termaafkan , pembunuh yang seperti iblis . Aku bahkan tidak pernah memberikan nya makan sejak dia kembali ke rumah kami berbeda sekali dengan Thomas , Thitan aku perlakukan dengan sangat baik . Aku memang sangat jahat pada putraku , aku yang telah membentuk kepribadian Thomas hingga anak itu menjadi seperti sekarang ini . jika ada orang yang ingin disalahkan maka akulah orang yang patut untuk di salahkan " Ucapnya sambil menangis merasa sangat-sangat bersalah dan menyesal
Aku pun mengusap punggung Bibi Tina dengan perlahan seolah menenangkan wanita itu . Rasa ibu kini menjalar dalam hatiku setelah mendengar penuturan wanita itu
" Kau tidak perlu menceritakan apapun lagi Bibi jika itu membuat mu semakin sakit dan terluka " pinta ku masih terus mengusap punggung Bibi Tina
Tidak ada sahutan dari wanita paruh baya itu yang ku dengar hanya suara isak tangis yang memenuhi ruangan ini .
" Bibi— " panggil ku terpotong
" Nona Hellen , sebaiknya kau kembali ke kamarmu sekarang " ucap Tommy dengan nafas terengah-engah dan juga kulihat lebam pada sebelah matanya
Aku yang melihatnya pun langsung tersadar bahwa ada sesuatu yang tidak beres saat ini .
.
.
__ADS_1
.