Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Ketakutan Dan Selalu Paranoid ...


__ADS_3

POV author....


Hellen perlahan membuka kedua matanya namun secara reflek kedua mata miliknya kembali tertutup beberapa kali karena belum terbiasa dengan cahaya yang masuk pada kedua matanya , pandangan yang awalnya buram kini sudah terlihat jelas di penglihatan Hellen .


Hellen menatap kearah sekeliling kamar dengan tubuh yang masih terbaring di ranjang , ia mencoba berpikir keras seraya terus mengedarkan pandangannya kearah ruangan tersebut pasalnya itu bukalah kamar miliknya .


Dengan pelan Hellen membangunkan dirinya dan menyenderkan punggungnya pada kepala ranjang . Seketika tangannya menyentuh wajahnya yang terasa agak sakit dan kepalanya yang agak pusing , ia pun memijat keningnya secara perlahan sambil menutup kembali kedua matanya agar sakit di bagian kepalanya sedikit mereda .


Hellen bahkan tidak menyadari saat pintu kamar yang ia tempati kini terbuka dan menampilkan sosok wanita dengan pakaian pelayan . wanita itu berjalan menuju ranjang seraya membawa sebuah nampan yang berisikan air putih dan semangkuk bubur serta beberapa butir obat untuk Hellen .


" Kau sudah bangun ?? " Tanya pelayan tersebut yang tak lain adalah Bibi Tina


Hellen pun membuka kedua matanya saat mendengar suara tersebut namun mimik wajah Hellen langsung berubah drastis . Hellen menggelengkan kepalanya lalu keringat mulai membanjiri kening dan wajahnya saat ini .


" Apa kau baik-baik saja Hellen ? " Tanya Tina dengan wajah khawatir seraya hendak menyentuh pundak wanita itu namun secara tidak sadar Hellen menepis tangannya hingga membuat Tina terkejut


Hellen pun langsung beringsut memundurkan tubuh nya menjauhi tangan Tina . bahkan kini Hellen meremat kuat selimut yang menutupi kakinya saat ini .


" AAAAAAAAAAAAAAAAAAARGH "


Teriakan Hellen membuat Tina terkejut dan khawatir dengan keadaan Hellen saat ini , Tina melihat Hellen yang terus-menerus menggelengkan kepalanya seraya berteriak histeris .


Saat ini bayangan Thomas terus-menerus memenuhi isi kepalanya hingga membuat Hellen benar-benar ketakutan .


" Jangan.. jangan.. jangan bunuh aku , aku mohon jangan...." Ucap Hellen berkali-kali dengan suara bergetar nya


Mata Hellen terus bergerak kesana-kemari dan tubuhnya menegang hebat bahkan keringat kini sudah membasahi seluruh tubuhnya . Hellen menatap kearah pintu dan menggeleng pelan saat melihat sosok yang amat ia takutkan tengah berdiri di sana .


" Hellen " Panggil Tina dengan suara lembut dan pelan .


Hellen pun menoleh kearah Tina saat mendengar namanya di sebuat . Ia menatap Tina dengan mimik wajah ketakutannya dan menangis tanpa suara bahkan isakan nya pun tak terdengar hanya air mata yang mengalir pada kedua matanya .


" Aku.. aku takut , dia .. dia akan membunuhku , pisau.. pisau dan darah dimana–mana " ucap Hellen dengan suara parau


Hellen menatap kosong kearah Tina , Air matanya menetes terlihat jelas ketakutan pada kedua matanya Hellen bahkan meremat kuat selimut yang ada di ranjang tersebut .


" Hellen , dia.. tidak akan membunuhmu " ucap Tina menenangkan Hellen namun


suaranya terdengar tidak yakin

__ADS_1


Tubuh Hellen terus bergetar ketakutan dan dia tidak menanggapi ucapan Tina atau siapapun lagi , saat ini terlihat jelas bahwa Ini bukan diri Hellen saat ini Hellen seperti orang gila yang ketakutan dan selalu paranoid .


" AAAAAAAAAAAAA " Hellen kembali berteriak saat kilasan kejadian Thomas yang tengah membunuh Jesper dengan pisaunya terlihat dalam kepalanya saat ini , seperti kaset kusut yang selalu berputar dalam kepalanya kini .


" Hellen " Panggil Tina lagi kini dengan suara terisak


Tina benar-benat sedih saat melihat keadaan Hellen yang ketakutan seperti saat ini . ia benar-benar merasa bersalah lagi dan lagi , jika saja ia bisa membawa Hellen pergi dari tempat ini mungkin Hellen tidak akan seperti ini Sekarang .


Hellen masih terus menjerit dan menangis hingga suaranya sedikit serak bahkan keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya namun ketakutan yang di rasakan Hellen tidak berkurang sedikitpun bahkan Hellen tidak merasa lelah sama sekali.


Beberapa orang yang mendengar teriakan Hellen segera menghampirinya namun mereka tidak bisa melakukan apapun karna Hellen tidak ingin di sentuh oleh siapapun .


Kini di dalam kamar itu ada Tina dan beberapa pengawal yang masih menunggui dirinya , mereka terus berusaha untuk menenangkan Hellen yang ketakutan hanya saja Hellen tidak bergeming dan berkata apapun selain teriakan dan tangisan yang keluar dari mulutnya saat ini .


Hellen akan menjerit seraya memegangi kepalanya saat kilasan tentang Thomas melintas di benaknya .


Kini suara langkah kaki terdengar mendekat kearah ranjang Hellen dan langkah kaki itu adalah milik Thomas pria yang sejak tadi berdiri di ambang pintu seraya melihat kearah Hellen yang tengah histeris . beberapa pelayan pun menunduk sopan saat melihat sosok Thomas melewati mereka , Thomas mendekat kearah ranjang Hellen seraya melepaskan kancing jas formal yang masih ia kenakan .


" Keluar " suruhnya memerintahkan semua anak buahnya dan mereka pun dengan patuh keluar dari kamar tersebut namun tidak dengan Tina , wanita paruh baya itu masih terdiam di tempatnya tanpa berniat untuk pergi


" Apa kau tuli " ucap Thomas dengan suara dingin seraya menatap kearah Tina


" Bersikap baiklah pada Hellen , Ibu mohon " ucap Tina menyebut dirinya sebagai ibu


" Siapa yang kau sebut Ibu , sial*n " sahut Thomas datar dan segera berjalan menuju Hellen yang masih setia menundukkan kepalanya pada kedua sisi lututnya


Hellen meremat selimutnya dengan kuat saat mendengar pintu kamar tertutup dengan pelan seketika Sel-sel tubuhnya semakin menegang saat mendengar langkah kaki mendekat kearahnya .


Tangan yang semula meremat selimut kini beralih menutup kedua telinga nya dan kedua kakinya semakin tertekuk di depan dadanya , ia menggelengkan kepala dengan kasar seolah tengah mengenyahkan semua yang ada di dalam kepalanya .


Thomas berhenti tepat di ranjang Hellen dan mendudukkan dirinya di sisi ranjang , matanya terus meneliti keadaan Hellen yang terlihat sangat mengenaskan saat ini . entah sudah berapa lama Hellen seperti ini .


" Lepaskan kedua tanganmu dan tatap aku , Hellen " suruh Thomas memerintahkan Hellen namun Hellen tak merubah posisi nya sama sekali


Thomas adalah seseorang yang tidak suka berbasa-basi . ia menaikkan sebelah alisnya saat Hellen tak kunjung menuruti perintahnya bahkan Hellen semakin menutup telinganya dan memejamkan kedua matanya dengan erat .


" Brengs*k , aku bilang lepaskan kedua tanganmu dan tatap aku !! " ucap Thomas sedikit membentak hingga membuat Hellen terlonjak kaget dan tubuhnya bergetar hebat


Dengan perlahan Hellen melepaskan kedua tangan yang menutupi telinganya , matanya juga secara perlahan sudah terbuka hanya saja ia belum mengangkat kepalanya untuk menatap sosok yang kini berada di dekatnya .

__ADS_1


Thomas masih menunggu Hellen untuk menatap kearahnya namun hasilnya nihil bahkan saat ini Hellen tidak berkutik sama sekali dari posisinya .


Dengan kasar Thomas menarik dagu Hellen hingga membuat Hellen secara terpaksa melihat kearah dirinya . Hellen menggelengkan kepalanya saat menatap wajah Thomas , Kini tatapan matanya memancarkan raut ketakutan yang amat sangat ketara bahkan keringat sebesar biji jagung menuruni melipisnya dan menetes kebawah hingga bibirnya bergetar ketakutan .


" Apa yang kau lihat saat menatap ku , Hellen ?? " Tanya Thomas dengan suara datar saat mata sayu Hellen menatap mata miliknya .


Thomas menatap Hellen dengan tatapan datarnya sementara Hellen menatap Thomas dengan tatapan ketakutan .


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Hellen , saat Hellen hendak menundukkan wajahnya tiba-tiba Thomas kembali menarik dagunya .


" Ak...u mohon.. janga..n bunuh aku " ucap Hellen dengan suara bergetar


Bahkan air matanya terus menerus menetes hingga mengenai tangan Thomas namun Thomas hanya menatap datar sosok wanita itu .


Thomas bisa dengan jelas melihat ketakutan yang ada pada diri Hellen saat ini , ia bahkan tersenyum senang saat melihat Hellen yang seperti ini . Thomas pun melepaskan cubitan tangannya pada dagu Hellen .


" Ini yang aku tunggu-tunggu Hellen , melihat kau ketakutan " ucap Thomas dengan senyum senangan


Thomas tersenyum lebar seraya menatap Hellen sambil mengelus lembut pipi Hellen yang basah karna air mata .


" Saat Thitan mencariku , aku ketakutan seperti dirimu Hellen . Kau harus berhenti menangis , kau harus bersembunyi " ucap Thomas serius dan terlihat sangat polos


Bahkan kini wajah Thomas terlihat seperti anak kecil yang tidak merasa bersalah sama sekali , padahal ia baru saja merusak mental seorang Calon Dokter dengan segala impian besarnya.


" Hellen , Thom suka bermain-main " ucapnya lagi menyebut dirinya dengan panggilan masa kecilnya


Hellen menggelengkan pelan kepalanya seraya memundurkan tubuhnya namun semua itu sia-sia karena tubuhnya tidak bisa bergerak kemanapun lagi saat ini


" Thom punya pisau , Hellen " ucapnya polos sambil tersenyum senang


Thomas masih terus bertingkat seperti anak kecil saat ini . Ia pun merogoh saku dalam jas yang ia kenakan dan tersenyum senang saat tangannya berhasil mendapatkan benda yang ia maksud .


Thomas mengangkat pisau itu kedepan wajah Hellen membuat wajah Hellen berubah menjadi pucat pias . Hellen menatap benda itu dengan tatapan ketakutan .


" Ku—mohon " ucapnya pelan dan sangat lirih seraya menggelengkan pelan kepalanya


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2