Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Mata-mata....


__ADS_3

" Hellen , mari kita menikah " ucap Thomas lagi


aku hanya terdiam saat mendengar ucapan pria itu , bahkan aku tak berkutik sama sekali atas ucapan yang baru saja Thomas katakan


" Jangan terbebani atas ajakan ku , Hellen . Kau bisa memikirkan nya terlebih dulu " ucapnya lagi secara tiba-tiba hingga membuat aku kembali mengatupkan bibir ku rapat-rapat saat hendak berbicara


" Thomas katakan pada ku bahwa kau hanya bercanda " ucapku akhirnya membuka suara


Kulihat Thomas mengeraskan rahangnya yang terlihat marah akan ucapan yang baru saja aku katakan .


" Aku tidak pernah bercanda dengan ucapan ku , Hellen " ucapnya dengan wajah serius hingga membuat aku menatap heran kearahnya


"Aku tidak bisa Thomas , menikah bukanlah hal mudah untuk diputuskan semua perlu pemikiran yang matang " ucapku menjelaskan pendapat ku


Aku menatap wajah Thomas yang masih menatap ku dengan tatapan datarnya dan seketika kurasakan tangan Thomas menyentuh pipiku seraya membelainya dengan pelan dan lembut hingga membuat aku memejamkan mataku .


Aku menikmati sentuhan tangan pria itu bahkan aku tidak memperdulikan dimana kami berdiri saat ini , aku tidak memperdulikan beberapa orang yang mungkin akan melihat drama picisan kami saat ini .


" Kau memutuskannya terlalu cepat Hellen , sudah kubilang jangan terbebani dengan ajakan ku . Kapan saja kau siap , kapan saja kau yakin , katakanlah padaku Karena aku siap untuk menikahimu kapan saja " ucap Thomas dengan nada bicara yang berubah terdengar sangat ringan di telinga ku seolah hal yang diucapkannya adalah hal yang biasa


Namun bagiku ucapan pria itu memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk jantungku , karna saat ini jantung ku kembali berdegup kian kencang dan sebagaian dari hatiku menjerit atas kelakuan Thomas yang terkesan seperti seorang pria gantleman.


Aku masih terdiam tak mencoba untuk menjawab ucapan pria itu , aku hanya terdiam seraya menatap kearah Thomas yang masih menatap ku . semua ucapan Thomas masih berdampak pada syaraf-syaraf tubuhku saat ini .


" Aku akan pulang besok , bisakah kau katakan pada Cody untuk menjemput ku ? " Ucapku pada akhirnya mengalihkan pembicaraan seraya menenangkan perasaan ku saat ini


" Tentu " sahutnya singkat


Suasana pun kembali hening sejenak , kami hanya menatap satu sama lain dengan tatapan lembut masing-masing


" Masuklah Hellen , udara sangat dingin sekarang " Suruh nya dengan suara lembut


Aku pun mengangguk singkat dan langsung meninggalkan Thomas yang masih berdiri pada posisinya . Setelah beberapa langkah aku pun menolehkan pandangan ku kebelakang dan tersenyum seadanya kearah Thomas yang masih pada posisinya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya ...


Pagi-pagi sekali Cody sudah menungguku didepan halaman rumah sakit . Kulihat dia berdiri di samping mobil yang sering digunakan untuk mengantarku kemana saja.

__ADS_1


" Selamat pagi , Hellen " Sapa nya ringan dan aku pun mengangguk ramah membalas sapaan singkat yang diucapkan pria itu


" Aku bisa membuka pintuku sendiri , Cody " Ucapku memberitahu nya saat pria itu hendak membukakan pintu penumpang untuk ku namun Cody hanya terkekeh kecil dan tetap membukakan pintu itu untukku


Aku terduduk dengan kepala yang bersender pada jendela mobil seraya memejamkan mataku untuk dan mencoba untuk tertidur beberapa menit .


"Tidurlah Hellen , saat sampai aku akan memberitahumu " ucap Cody yang kini sudah berada dikursi pengemudina


" Terima kasih , Cody " ucapku dengan mata yang masih terpejam


Cody pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sangat berhati-hati , padahal aku hanya memejamkan mata bahkan aku tidak tidur sama sekali.


Aku membuka mataku dan menegakkan punggungku saat kurasakan mobil telah berhenti . pintu penumpang pun kembali dibuka dari luar namun kali ini bukan Cody yang melakukannya namun pelayan lain , aku tersenyum simpul dan masuk kedalam rumah Thomas yang terlihat sangat sepi .


Kulihat beberapa pelayan hilir mudik membersihkan rumah besar tersebut dan sebagian dari mereka tengah memasak , bahkan beberapa bodyguard terlihat baru saja menyelesaikan mandi pagi mereka .


Saat ini mereka terlihat lebih manusiawi ketimbang dengan jas hitam yang biasa mereka kenakan , beberapa dari mereka menyapaku dengan sopan hingga membuat aku menjawab sapaan mereka dengan seadanya .


Aku tiba dikamar tidurku dan segera berjalan menuju ranjang besar yang ada ditengah ruangan tersebut , aku langsung membaringkan tubuhku ditengah kasur dan memejamkan mata untuk melanjutkan tidurku yang tertunda karna perjalanan .


Namun Sayup-sayup aku mendengar suara seorang perempuan yang menyuruhku untuk tidur lebih nyenyak bahkan tirai kamar yang semula terbuka kini ditutup sehingga sinar matahari dari luar tidak menganggu tidurku , namun aku enggan untuk membuka mataku karena terlalu mengantuk jadi aku hanya mengabaikan suara tersebut hingga akhirnya kurasakan sebuah kecupan hangat pada keningku .


" Terimakasih nak " ucapnya terakhir kali yang aku dengar sebelum aku benar-benar telelap dalam tidurku


Kakiku sudah menyentuhi lantai kamar namun aku masih mengumpulkan nyawaku yang belum sepenuhnya terkumpul , dirasa sudah pulih aku pun berdiri dan berjalan menuju jendela kamar seraya membuka tirai yang tertutup .


Seketika kudengar suara ketukan pintu yang membuatku memutarkan tubuhku seraya menatap kearah pintu yang kini terbuka lebar .


" Apakah Anda sudah ingin mandi , Nona ? " Tanya salah satu maid yang baru saja memasuki kamarku


" Terima kasih , kau tidak perlu melakukan nya . Aku bisa melakukan nya sendiri nanti " Ucapku ramah dan Maid itu pun mengangguk paham seraya hendak meninggalkan kamarku


" Oya , Apakah kau melihat bibi —, ah maksudku Tina ? " Tanyaku hingga membuat wanita itu berhenti dan menatap kearah ku


" Beliau sedang menyiapkan makan siang , Nona . Apakah ada yang ingin anda tanyakan lagi Nona ? " Ucap Wanita itu


" Ah tidak ada , terima kasih kau boleh pergi " ucapku dan pintu pun benar-benar ditutup dari luar


Setelah usai mencuci muka dan menggosok gigi aku pun segera menuruni anak tangga untuk menemui bibi Tina . Dan sesampainya didapur aku langsung menghampiri Bibi Tina yang terlihat agak sibuk dengan masakan nya .

__ADS_1


Kulihat beberapa pelayan lain juga terlihat sibuk . melihat keadaan dapur yang tengah ramai aku pun akhirnya membatalkan niatku untuk menemui Bibi Tina .


Aku berjalan kearah ruang tengah yang terlihat agak sepi tak banyak orang yang berlalu lalang di ruangan tersebut . aku menjatuhkan diriku pada sofa panjang bewarna hitam dan menyenderkan tubuhku pada punggung sofa tersebut .


Saat aku hendak memejamkan mataku tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara pukulan kuat yang diiringi dengan suara rintihan hingga membuat aku kembali membuka mataku lebar-lebar dan mencari asal suara tersebut .


" Ma...mafkan saya " ucap orang itu dengan suara merintih dan memohon ampun dengan tangan yang memeluk kaki seorang yang aku kenali


Aku menatap kaget kearah Thomas yang terlihat dengan santainya menendang orang yang memeluk kaki kirinya tersebut .


Saat kaki Thomas hendak menendang perut pria itu lagi secara reflek aku berteriak hingga membuat Thomas dan beberapa orang anak buah disekitar Thomas menoleh ke arahku .


" Thomas berhenti dia sudah kesakitan " ucapku seraya menghampiri mereka dan membantu pria itu untuk berdiri


Sejujurnya aku tidak tau siapa nama pria yang memiliki rambut pirang dengan kulit putih itu , aku hanya tidak ingin melihat ada yang terluka lagi maka dari itu dengan reflek aku membantu pria itu.


" Jangan membantunya Hellen , aku harus membunuh bocah itu " ucap Thomas dengan suara dinginnya


Thomas pun menarik tanganku untuk menjauh dari pria itu hingga membuat aku berteriak kesakitan .


" Thom..." Teriakku saat Thomas mendorongku menjauh dari pria tersebut


Beberapa anak buah Thomas pun menahan kedua tanganku hingga membuat aku tidak bisa melakukan apapun .


" Bocah brengsek !! , Siapa yang menyuruhmu untuk memata-matai kediamanku ! " Teriak Thomas dengan suara yang terdengar sangat murka


Kulihat Thomas kembali menendang orang itu hingga membuat pria itu terpelanting kebelakang dengan tangan yang menahan perutnya .


" Thomas hentikan , di—a bisa saja mati " Ucapku pelan namun Thomas mengabaikan ucapan ku dan malah mendekatkan langkahnya kearah pria yang baru saja ia tendang


Kulihat Thomas berjongkok dan meletakkan kedua tangannya kearah leher pria itu dan tanpa perasaan Thomas mencekik pria itu hingga membuat aku berteriak histeris memohon pada Thomas untuk berhenti .


Kulihat Thomas benar-benar bisa membunuh pria itu dengan hitungan menit karna tangan besar Thomas menekan kuat nadi pria itu sampai kehabisan nafas , Mungkin .


" Kalian gila !! , Pria itu bisa mati , lepaskan aku " Ucapku marah pada mereka yang kian menahan pergelangan tanganku,


mereka hanya terdiam dan tentunya mengabaikan ucapan ku bahkan teriakanku tidak membuat penghuni rumah menghampiri Thomas yang tengah mencekik pria itu , mereka terlihat biasa saja dan memaklumi hal yang sedang terjadi saat ini berbeda sekali dengan ku yang sudah berteriak dan memberontak kan tubuhku agar terlepas .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2