
" Baiklah , lusa nanti aku akan menjelaskannya lebih rinci mengenai permasalahan mu Hellen , untuk saat ini istirahatlah yang cukup dan cobalah untuk berdamai dengan kejadian yang membuatmu ketakutan " ucap Gery sambil tersenyum ramah seraya menepuk pelan pundak ku.
Saat Gery hendak memutar tubuhnya bermaksud untuk menjauhiku tiba-tiba dengan reflek aku menahan tangan Gery hingga membuat pria itu kembali memutar tubuhnya dan menatap kearah ku .
" Bagaimana dengan Thomas ? " tanyaku ragu dan kulihat Gery menaikkan sebelah alisnya tak mengerti dengan pertanyaan ku
Namun seketika kulihat Gery tersenyum pertanda ia telah paham dengan pertanyaan ku barusan .
" Apa yang ingin kau ketahui , Hellen ? " Tanya Gery seraya menarik kursi yang berada di dekatnya dan kembali mendudukkan tubuhnya di sana
" apapun " sahutku pelan
" Kenapa ? " Tanyanya dan aku pun terdiam sesaat
" Apa Thomas seorang psikopat ? " Tanyaku ragu dan pelan
Aku bahkan mengabaikan alasan kenapa aku ingin tahu mengenai pria itu , kulihat Gery hanya menatapku dan berdiri dari duduknya .
" Maaf aku Hellen , Aku tidak bisa menjawab rahasia pasien " ucapnya mantap .
" Apa dia seorang Multiple Personality Disorder (MPD) ? " Tanyaku lagi yang masih sangat penasaran dengan mental Thomas
Kini aku menatap kearah mata Gery secara langsung dan Kulihat Gery hanya menaikkan sebelah alisnya .
" Terkadang aku merasa Thomas memiliki sifat yang berbeda dan sering berubah-ubah . aku seperti merasa ada dua sosok Thomas yang berada disekitar ku , terkadang Thomas bisa menjadi baik dan Terkadang dia juga bisa menjadi sosok yang berbeda . apa Thomas mengalami semacam MPD ? " Sambung ku lagi dengan wajah khawatir
kini Gery menatapku dan ia kembali lagi mendudukkan tubuhnya di kursi bahkan kini dia tersenyum kecil kearah ku.
" Beritahu aku siapa sosok Thomas yang lain jika dia mengalami MPD ? . Kau harus tau Hellen , jika seseorang mengidap MPD orang tersebut biasanya memiliki karakter lain yang sangat kental bisa jadi mereka memiliki nama masing-masing dan mereka juga bisa menjadi dua jiwa yang saling membenci sekalipun meski mereka ada pada tubuh yang sama "
" Hellen , aku tidak seharusnya mengatakan ini padamu tapi jika kau benar-benar merasa ketakutan seolah kematian mengejar mu dengan sangat cepat , maka pergilah . Kau tidak akan bisa bertahan pada sosok Thomas , dia benar-benar rusak secara mental Hellen "
" aku hanya bisa memastikan satu hal padamu Hellen , Thomas tidak mengidap MPD . Thomas hanya satu dan tidak ada Thomas lain yang berada dalam tubuhnya " ucap Gery panjang lebar menjawab pertanyaan ku dengan lugas
Aku masih terdiam sesaat mencerna semua ucapan pria itu hingga akhirnya kulihat Gery kembali bangkit dari duduknya .
" Sepertinya aku harus pergi sekarang , jangan lupa temui aku lusa nanti , Hellen " Sambung Gery sambil tersenyum lembut kearah ku yang masih terdiam menatap kearahnya
Tak berapa lama kudengar suara pintu yang tertutup menandakan kini hanya tinggal aku sendiri di ruangan ini , Namun Aku masih terdiam seraya menatap lurus kearah depanku aku bahkan tak bersuara sedikitpun .
Kini pikiranku nyaris kosong namun ada satu nama yang masih tertinggal di kepalaku saat ini dan nama itu adalah nama Thomas .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya ...
__ADS_1
Kini aku sudah kembali seperti biasa , Aku membantu beberapa perawat yang terlihat tengah memasukkan beberapa data para pasien . saat ini aku masih dalam masa skors hingga membuat ku tak berhak untuk mengikuti dokter mengecek kondisi para pasien .
Setelah membantu menginput data data para pasien aku pun berjalan ke cafetaria rumah sakit ini untuk mengisi perutku yang sudah keroncong sejak tadi .
Kulihat beberapa dokter magang yang tengah makan siang menatapku penuh minat dan setelah menatap ku mereka berbisik pelan lalu tertawa . aku yang melihatnya hanya terdiam dan tidak mengambil pusing apa yang mereka ucapkan dan lakukan .
Aku pun mengambil nampan yang sudah berisikan makan siang ku dan berjalan dengan santai menuju meja kosong yang sepertinya sudah tidak ada . aku mendesah pelan dan bermaksud ingin mengembalikan makananku namun seseorang menahan lengan kananku .
" Kau bisa bergabung dengan kami , Hellen " Ucap orang itu hingga membuat aku menatap kearahnya
Kulihat Gina yang memegang lengan ku dan membawaku menuju meja yang dia maksud , sampai akhirnya kami berhenti dimeja yang sudah terisi tiga orang yang aku kenal namun tidak terlalu dekat . Aku pun meletakkan nampanku disebelah Gina dan tiga orang yang sudah duduk dihadapanku hanya menatapku sekilas lalu melanjutkan makan mereka .
Kini aku memakan makanan ku dalam diam . sedangkan mereka , mereka membicarakan banyak hal yang tidak terlalu aku mengerti , sesekali Gina mengajakku bicara namun aku hanya menjawab singkat dan selanjutnya aku akan melanjutkan makanku tanpa perduli mereka yang berbicara . setelah menyelesaikan makanku aku pun meminum segelas air yang sudah aku ambil dan berdiri dari dudukku.
" Terima kasih Gina " ucapku sopan sebelum meninggalkan meja mereka
" Aku harus pergi , terimakasih " sambunyku lagi dan tersenyum santun pada ketiga orang lain nya .
" Cih , bukankah dia sangat sombong Gina ? . Sejak Tuan Thomas membawanya dalam keadaan tidak sadarkan diri dia menjadi sangat sombong seperti itu . aku jelas tidak kaget jika dia memiliki nilai tinggi dan dengan mudah menjadi dokter di rumah sakit ini " ucap salah satu dari mereka dan aku dapat mendengar apa yang mereka ucapkan karena aku masih berdiri di dekat meja mereka
" Dia dapat mendengarkannya bodoh " ucap salah satu teman nya yang lain
Aku pun langsung melangkahkan kakiku menjauh dan mengabaikan tatapan keingin tahuan mereka padaku , namun saat aku hendak meninggalkan cafetaria tiba-tiba seseorang berhenti di hadapanku hingga membuat aku mendongkakkan kepalaku untuk melihat siapa yang berdiri di hadapanku saat ini .
Aku menatap sosok tersebut yang terlihat sangat tampan dengan pakaian formal nya dan wajah tampan nya walau ekspresi nya terlihat sangat dingin dan datar namun tetap saja wajah itu terlihat sangat berkarisma . Pria itu tak lain adalah Thomas , ia berdiri tepat di depanku seraya menatap ku dengan tatapan datarnya .
Aku menatap Thomas sekilas dan menatap kearah sekeliling ku , entah kenapa tiba-tiba moodku benar-benar tidak bagus sejak tadi .
Aku yakin gosip mengenaiku dan Thomas sudah menyebar seperti wabah di rumah sakit ini , Karna hampir seisi cafetaria menatap kearah kami penuh minat dan keingin tauan .
" Tidak disini " ucapku pelan seraya berjalan mendahului pria itu
" Kita bicara di dalam mobilku " ucap Thomas begitu saja seraya berjalan mendahului ku membuat aku mengikuti langkah besarnya dari belakang
Aku berjalan dengan sedikit cepat karena tertinggal beberapa langkah dibelakangnya , dengan sedikit berlari kecil aku kembali mengimbangi langkah kaki Thomas .
Setelah tiba di dekat mobil Thomas kulihat Bruce yang tengah berdiri disamping mobil milik Thomas . Bruce pun langsung membukakan pintu mobil untuk Thomas sementara aku membuka pintu mobil untuk diriku sendiri .
Kini aku dan Thomas sudah duduk dikursi penumpang hanya kami berdua sedangkan Bruce pria itu memilih sedikit menjauh dari mobil .
" Aku menolak " ucapku langsung seraya menatap lurus kearah depanku dan meremat kedua tanganku satu sama lain
Bahkan keringat dingin kini mulai membasahi kedua telapak tanganku , rasa gugup dan takut kembali aku rasakan saat ini .
Kurasakan Thomas hanya terdiam tak bersuara sama sekali hingga membuatku mengalihkan pandanganku kearah pria itu dan kulihat ternyata Thomas tengah menatap kearah ku saat itu .
__ADS_1
" Katakan sekali lagi " ucap Thomas datar, hingga membuatku menelan ludahku dan mencoba memberanikan diriku .
" A...aku menolak . Aku tidak bersedia untuk terus berada disisimu , Thomas " ucapku lagi dengan sekuat tenaga dan penuh keberanian bahkan aku terus meremas tanganku sendiri dengan kuat
Kulihat Thomas hanya terdiam seraya terus menatapku dengan tatapan datar tanpa ekspresi sama sekali .
" Bukankah kau berjanji ingin menyembuhkan ku , Hellen ? " Tanyanya dengan ekspresi wajah yang berubah sedikit sayu yang kini terlihat jelas di mataku
" Aku tidak bisa melakukan hal itu jika kau sendiri tidak menginginkan nya " Ucapku pelan mencoba bersikap datar walau sejujurnya hatiku sedikit merasa tergantung dengan ekspresi wajah Thomas tadi
" Aku selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan " ucap Thomas datar dengan suara dinginnya yang sudah mulai kembali
" Kalau begitu , kali ini kau harus belajar untuk memahami apapun yang kau inginkan . tidak selamanya semua yang kau inginkan bisa kau dapatkan " ucapku lantang dan melepaskan tautan pada kedua tanganku
Setelah mengucapkan hal itu aku berniat keluar dari mobil tersebut namun aku menyempatkan diri untuk menoleh kearah Thomas sekilas . Kulihat pria itu tengah meletakkan ponselnya di telinga sebelah kanannya seraya terus menatap lurus kearah depannya .
" Lakukan apapun yang ingin kau lakukan , karena dia yang kau maksud bukanlah milikku " ucap Thomas dengan ekspresi datar dan dingin hingga membuat ku menghentikan tanganku yang hendak membuka pintu mobil tersebut
Aku terus menatap kearah Thomas yang saat itu masih menatap lurus kearah depannya setelah menyelesaikan panggilan tersebut .
" Keluar dari mobilku " suruhnya dengan suara dingin bahkan lebih dingin dari sebelumnya
Dan tak berapa lama Thomas pun menolehkan kepalanya ke arahku hingga mata tajam milik Thomas benar-benar menatapku dengan tatapan dingin dan tak berminat .
" A...apa yang kau rencanakan lagi ? " Tanya ku gugup
" Aku tidak harus memberitahumu . Keluar dari mobilku sekarang sebelum aku menyuruh Bruce untuk menyeret mu keluar " ucap Thomas datar dan masih terus menatap kearah ku dengan tatapan dinginnya
" Tho— " ucapku tercekat
" Keluar sekarang juga , Hellen " ucap Thomas mengusirku lagi dan lagi dengan meninggikan sedikit suaranya dan menekankan ucapannya di setiap kalimat
Aku pun segera keluar dari mobil milik Thomas dengan banyaknya pertanyaan dan pemikiran di dalam kepalaku . Seketika aku merasa nyawaku tengah terancam bahaya saat ini dan tanpa sebab aku merasa sesuatu yang berbahaya tengah mengintai ku saat ini .
" Tidak apa-apa Hellen , semua akan baik-baik saja " ucapku dalam hati menyemangati diriku sendiri
Aku mencoba untuk mengalirkan energi positif pada diriku sendiri dan aku mencoba untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif dalam otakku saat ini .
Aku pun berjalan menuju kamar magang rumah sakit dan membaringkan tubuhku untuk sekedar membuang pikiran-pikiran buruk yang saat ini memenuhi kepalaku .
" Lakukan apapun yang ingin kau lakukan , karena dia yang kau maksud bukanlah milikku " ucap Thomas tadi , yang entah mengapa terus-menerus terngiang-ngiang di kepalaku
Aku merasa orang yang di maksud Thomas adalah aku , apa aku salah jika aku hanya memikirkan keselamatan diriku sendiri pikirku .
.
__ADS_1
.
.