Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Canggung....


__ADS_3

Cukup lama aku menangis dan menenangkan diriku hingga akhirnya aku berdiri dari duduk ku dan segera menuruti permintaan Thomas untuk memakai pakaian yang di berikan nya pada ku .


Aku menatap pantulan diriku di depan cermin setelah mengenakan gaun tersebut dan seketika air mata ku kembali menetes namun bibirku tersenyum lembut .


Kenangan yang benar-benar ingin aku lupakan kini malah kembali aku ingat hingga membuat air mata ku terus-menerus menetes


" Apa aku masih terlihat cantik Rey dengan gaun ini ?? " Tanya ku sambil tersenyum lembut seolah Rey lah yang ada di pantulan cermin itu


Aku pun merapikan sedikit rambutku namun tiba-tiba kudengar suara pintu terbuka hingga membuat aku menatap pintu tersebut melalui pantulan cermin yang ada dihadapan ku .


Aku memutarkan tubuhku saat melihat sosok Thomas yang kini berdiri di dekat pintu kamarnya bersama seorang wanita yang tak aku kenal , seketika pandangan ku menatap kearah tampilan pria itu , kini Thomas terlihat sangat tampan dengan pakaian formal yang ia kenakan saat ini .


Kulihat pria itu menatapku dari atas hingga ke bawah lalu kembali menatapku tepat kearah wajahku . Dan tak berapa lama langkah kaki Thomas mendekat dan berhenti tepat di dekatku .


Saat aku hendak bersuara tiba-tiba kurasakan tangan besar Thomas menyentuh pucuk kepalaku seraya merapikan sedikit rambut-rambutku yang agak berantakan hingga membuat aku menutup kembali mulutku .


Tak ada percakapan di antara kami berdua , aku hanya terdiam seraya menatap kearah Thomas yang terlihat sangat serius saat melakukan hal itu padaku dan entah kenapa jantungku sedikit berdegup saat ini karena prilaku Thomas yang sangat tiba-tiba menurutku aku bahkan sedikit menahan nafasku saat hembusan nafas pria itu menerpa wajahku .


Seketika Thomas mengalihkan pandangannya kearah orang yang kini masih berdiri di dekat pintu kamarnya . Hingga membuat aku mengikuti pandangan pria itu .


" Masuklah " Suruh nya singkat


Wanita itu pun dengan patuh memasuki kamar tersebut seraya membawa sebuah tas besi yang ada di tangannya saat ini . Seketika aku paham siapa wanita tersebut saat melihat tas yang ada di tangannya .


" Lakukanlah pekerjaan mu dengan baik " Suruh nya


" Baik Tuan " ucapnya patuh


Wanita itu pun mulai mendandani wajah dan rambutku dengan sangat lihai dan profesional , sesekali aku menatap kearah Thomas melalui cermin yang ada di depanku saat ini .


Kulihat pria itu tengah terduduk tegap di sisi ranjang seraya menatap layar tablet yang ada di tangannya , entah apa yang saat ini ia kerjakan aku pun tak tau .


Setelah menghabiskan waktu cukup lama akhirnya aku pun menyelesaikan dandan ku . Tanpa aku sadari aku tersenyum senang saat melihat wajah ku yang berubah sangat cantik saat ini .


" Keluarlah " Suruh Thomas pada wanita yang sudah mendandani ku hingga membuat aku menghentikan senyumku seketika


Dengan patuh wanita itu pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan menyisakan kami berdua yang ada di dalam ruangan tersebut .


Kurasakan Thomas memegang kedua pundak ku seraya menuntunku untuk berdiri dan menghadapkan tubuhku kehadapan pria itu .


Aku hanya terdiam seraya menatap kearah pria itu yang juga tengah menatap kearah ku .


" Tidak sia-sia aku membeli gaun ini dari toko kecil itu " ucap Thomas seraya menatap penampilan ku dengan tangan yang yang masih menyentuh kedua bahuku


" Bagaimana — " ucapku terputus

__ADS_1


" Aku bisa melakukan apapun , Hellen " ucap Thomas memotong ucapan ku


Aku hanya terdiam seraya terus menatap ke arah pria itu , aku benar-benar lupa akan hal itu . sedetik kemudian aku merasakan genggaman hangat pada tangan kananku .


Kurasakan Thomas mengambil tangan kananku dan membawanya tepat di hadapanku , matanya terus menatap kearah ku hingga membuat aku pun ikut menatap kearah nya .


aku seolah terhipnotis dengan setiap gerakan yang Thomas lakukan dan seketika jantung ku kembali berdetak saat Thomas mencium tanganku dengan mata yang masih menatap kearah ku . tubuhku seketika membeku dan terasa kaku saat pria itu melakukan hal tersebut , dan sedetik kemudian Thomas menarik tanganku hingga membuat aku terkejut dan tertarik kedalam pelukan nya .


" Ini terakhir kalinya aku membiarkan mu memakai gaun ini , Hellen . aku bersumpah setelah ini aku akan benar-benar membakarnya dan ini juga terakhir kalinya aku membiarkan mu mengingat pria itu . ini kesempatan terakhir yang aku berikan pada mu karena diwaktu selanjutnya kau harus benar-benar melupakan pria itu " ucap Thomas berbisik di telinga ku panjang lebar


Aku hanya terdiam mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut pria itu dan tiba-tiba saja ingatanku tentang Rey pun meluap di pikiran ku .


Aku tidak akan lupa dengan gaun ini , gaun ini adalah pemberian Rey untuk ku dan saat Rey meninggal aku sengaja menjual gaun ini karna aku tidak ingin terus-menerus teringat pada kenang-kenangan yang membuat aku bersedih aku cukup menyimpan sosok Rey dalam hati ku saja pikir ku , namun entah bagaiman caranya Thomas bisa mendapatkan gaun ini kembali . Dan yang membuat aku bingung bagaimana bisa Thomas tau tentang gaun ini .


" Bagaimana , Hellen ?? " Tanya Thomas menyandarkan aku dari lamunan ku


" Te..tentu aku harus melupakan Rey " sahutku gugup dengan suara serak


Sejujurnya untuk melupakan sosok Rey sepertinya itu tidak mungkin karna aku akan tetap menyimpan Rey di hatiku untuk selama-lamanya . Namun Aku akan mencoba untuk membuka hatiku untuk Thomas walaupun aku juga tidak yakin namun aku akan berusaha .


Seketika ku rasakan sebuah kecupan pada leherku dan saat itu juga tubuh Thomas menjauh dariku bahkan genggaman tangannya pun ikut terlepas dari tanganku kanan ku .


" Ikutlah denganku " ucap Thomas dan aku pun mengangguk patuh


aku pun memilih untuk berjalan di belakang punggung pria itu , hening tidak ada percakapan sama sekali , bahkan setelah kami menuruni satu persatu anak tangga di rumah besar itu . thomas masih fokus dengan langkah besarnya di depanku sedangkan aku hanya sibuk dengan langkah ku yang harus pelan-pelan karna sepatu heels yang aku kenakan .


aku berjalan menundukkan kepalaku membuat aku hanya dapat melihat lantai sampai akhirnya kepalaku terbentur sesuatu atau lebih tepatnya terbentur punggung tegap milik thomas .


aku mendongakkan kepalaku dengan cepat untuk meminta maaf pada pria itu namun kata-kataku terhenti begitu saja saat kuliah thomas menatapku.


" berjalanlah di samping ku , hellen " ucapnya penuh perintah


aku hanya mengangguk patuh dan memajukan langkah ku hingga aku berada tepat di sampingnya saat ini . kami pun berjalan beriringan namun aku harus menyamai langkah kaki thomas yang sedikit lebih besar dariku , sesampainya di dekat mobil Thomas aku pun mengatur nafasku secara tidak teratur .


" seharusnya kau memberitahuku , Hellen " ucapnya hingga membuat aku menatap kearah pria itu


aku tak menjawab ucapan pria itu , aku hanya sibuk mengatur nafasku yang terasa lelah hingga pintu penumpang dibuka oleh bruce dan thomas menyuruhku untuk masuk kedalam mobil tersebut .


" Lain kali katakan sesuatu agar aku bisa menyamai langkah kecilmu , Hellen " Ucapnya lagi setelah kami menduduki kursi penumpang


Aku menatap Thomas seraya mengerjapkan mataku beberapa kali . Aku merasa ada yang aneh dengan sikap pria itu , entah perasaanku saja atau Thomas benar-benar berubah , pikirku .


" Hellen... " panggil Thomas tiba-tiba dengan nada yang terdengar sangat lembut seraya menggenggam lembut tangan kiriku


" Ya...? " Sahutku sedikit ragu seraya menatap kearah nya

__ADS_1


Thomas memanggil namaku dengan nada yang terdengar aneh , namun entah kenapa itu terdengar pas di telingaku .


" Bicaralah pada ku jika ada sesuatu yang membuat mu tidak nyaman Hellen , agar aku bisa mengimbangi mu " ucapnya lembut namun aku hanya menganggukkan kepalaku tanda mengiyakan ucapnya


Aku merasa sedikit canggung dengan perubahan yang dilakukan Thomas saat ini , pasalnya tidak biasanya pria itu akan memikirkan orang lain . Saat ini Thomas benar-benar terlihat seperti orang lain namun aku sedikit menyukai sikap Thomas yang seperti ini .


" Aku akan membawamu untuk menghadiri sebuah acara peresmian perusahaan Rakan bisnis ku , jadi pastikan nanti kau terus berada disampingku , Hellen " ucapnya lagi dan aku pun hanya menganggukkan kepalaku seperti tadi


Mobil yang membawa kami kini berhenti tepat di lampu merah , kulihat Bruce sesekali mencuri pandang kearah kursi penumpang membuat aku merasa sedikit tidak nyaman di tambah lagi tangan Thomas yang tak lepas dari jemariku sejak tadi membuatku benar-benar merasa sangat canggung .


Aku menghilangkan rasa tak nyaman ku dengan cara menatap kearah luar jendela yang ada di sampingku .


" Bruce " Panggil Thomas dengan suara dinginnya Hingga membuat aku yang saat itu tengah menatap luar jendela pun langsung menatap kearah sosok pria itu


Perubahaan mood Thomas memang tidak aku mengerti sama sekali , walaupun Thomas bersuara dengan nada yang sama namun entah kenapa ada perbedaan yang sangat kentara saat ini . Kali ini suara Thomas terdengar seolah tengah memperingati atau mungkin menegur , entahlah aku pun tidak mengerti , namun hal itu membuat perasaan ku menjadi tak enak .


" Aku membayarmu untuk menyetir , bukan untuk memperhatikan Hellen dengan seksama seperti yang kau lakukan " Ucap Thomas datar


Aku yang mendengarnya pun langsung tertegun dan merasa benar-benar tidak enak saat kulihat Thomas menatap lurus kearah Bruce melalui kaca mobilnya . entah kenapa atmosfer didalam mobil tiba-tiba berubah , aku pun menarik pelan lengan jas milik Thomas .


" Tidak—masalah Thom " ucapku pelan menenangkan pria itu namun Thomas hanya menatapku sekilas


" Ma...Maafkan saya Tuan , ini terakhir kalinya saya bersikap seperti ini " ucap nya gugup dan takut


" Ya sebaiknya begitu , karena aku bisa saja memberikan matamu untuk orang buta yang sangat membutuhkan " ucapnya datar dan dingin


Seketika suasana menjadi hening tak ada percakapan lain lagi setelah itu . aku bahkan takut untuk bersuara sekecil apapun saat itu jadi aku memilih untuk tetap terdiam .


Ucapan Thomas tidak pernah main-main dan jelas tadi bukan omong kosong semata melainkan peringatan yang sangat ketara .


.


.


.


Author : gak ngerti aku tuh kek nya cerita ini makin kesini makin kesana deh


apa cuma perasaan author aja ...


aku udah tulis tr pas baca ulang kaya ih nyambung gak si ..


tau deh author pusing di tambah lagi kurang fit ni body nya , minta doa nya ya teman-teman ...


semoga kalian suka ya sama ceritanya nya terimakasih 💞💞

__ADS_1


__ADS_2