Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Saat Istimewa....


__ADS_3

Kini Aku mengurung diriku di dalam kamar yang merupakan pemberian Thomas . aku menatap jam dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari , aku baru saja terbangun dari tidurku dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhku .


Kematian Dokter Charles yang sudah berlalu tiga hari masih membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak bahkan aku sering terbangun dan menangis saat mengingat apa yang pernah terjadi tiga hari silam dalam hidupku .


Lampu yang semula gelap kini menyala terang di kamar tersebut . sosok yang tidak ingin aku temui kini tengah berdiri disana , aku membuang pandangan ku kearah lain aku tidak ingin berpandangan dengan pria yang selalu membuatku bergetar ketakutan .


" Baguslah jika kau sudah bangun , temui aku diruanganku " ucap Thomas memerintahkan ku


Usai mengucapkan hal itu Thomas pergi dan meninggalkan aku sendirian di kamar tersebut . Aku menuruni ranjangku dan berjalan menuju ruangan Thomas sesuai perintah nya , aku berjalan tidak jauh di belakang pria itu .


Aku masuk kedalam ruangan Thomas yang memang agak luas seperti perpustakaan mini karna banyak buku-buku yang terpajang di sana . Ku lihat Thomas berjalan menuju salah satu sofa hitam yang ada disana , ruangan itu sangat terang karena pria itu membiarkan seluruh lampunya menyala .


Thomas membuka jas dan kemeja putih miliknya hingga membuat aku menatapnya bingung tak mengerti .


Thomas membiarkan aku melihat punggung tegap miliknya , kulihat punggung tegap milik Thomas sangat indah dan terlihat kokoh hingga bisa membuat siapapun terpana saat melihatnya . aku masih berdiri ditempatku tanpa ada niat untuk beranjak sedikitpun .


Saat Thomas membalikkan tubuhnya barulah aku berlari kearahnya saat ku lihat luka tusukan yang masih terlihat baru berada di bagian perutnya , aku menatap wajah Thomas yang kini mulai berkeringat dingin.

__ADS_1


" Apa yang terja— " ucapku terpotong


" Jahit luka ini " perintah Thomas memotong ucapanku


Aku melirik ke segala penjuru ruangan tersebut dan akhirnya mataku melihat kotak putih yang sudah ada di atas meja kerja pria itu .


Aku berlari kearah meja kerja Thomas dan kembali membawa kotak itu menuju kearahnya , aku membuka kotak tersebut dan terkejut saat melihat alat-alat medis yang sangat lengkapnya terdapat di sana .


" Aku-aku harus membersihkan tanganku terlebih dulu " ucapku gugup dan bergetar


" akh — tidak perlu " tolak ku sendiri sambil menggelengkan kuat kepalaku


" Dan aku akan benar-bena membunuh mu Hellen jika kau melakukan hal itu " ucapnya tiba-tiba hingga membuat ku langsung terdiam


" Cepat lakukan dan bersihkan luka ku " Suruhnya penuh penekanan


" Ta—tapi aku bukan dokter yang hebat " ucap ku gugup dan takut

__ADS_1


" Aku— " Ucapku terputus


" Hentikan omong kosongmu Hellen dan cepat obati aku " Suruhnya lagi dengan suara datar


Saat mendengar suara Thomas yang terkesan datar membuat sesuatu dalam diriku pun tersadar . inilah tugasku , Aku adalah seorang Dokter dan aku harus menyembuhkan pasienku siapapun itu pikirku .


" Tetaplah untuk sadar " ucapku begitu saja saat aku sudah memasang sarung tangan karet pada tanganku


Aku memulai dengan membersihkan luka Thomas dengan alkohol . Kulihat Thomas tidak meringgis kesakitan seolah luka itu adalah luka kecil untuk nya bahkan dia hanya diam tidak melakukan apapun saat aku mulai menjahit lukanya , Luka tusukan yang Thomas dapatkan tidak terlalu dalam ia hanya memerlukan delapan jahitan saja dan tidak ada bagian organ dalam tubuh Thomas yang terluka saat itu .


Aku menghembuskan nafas lega ku setelah menyelesaikan tugasku , entah mengapa aku merasakan perasaan bahagia saat ini bahkan aku sadar bahwa saat ini aku tengah tersenyum lebar sambil melihat hasil karyaku di tubuh pria itu .


" Kenapa kau tersenyum seperti itu ?? " Tanya Thomas datar hingga membuat aku membuyarkan lamunanku dan menatap Thomas yang saat itu hendak memasangkan kemeja putih miliknya yang berlumuran darah


" Kau pasien pertama milikku yang berhasil aku tagani dengan baik " Ucap ku antusias dengan wajah cerah


" Akhirnya tangan ku bisa berguna untuk orang lain , walaupun aku masih belum hebat tapi aku sudah berhasil menjahit lukamu " Sambungku sambil tersenyum dan menatap kearah kedua tangan ku

__ADS_1


" Dan kau orang pertama yang menyentuh tubuhku selain Dokter pribadiku " ucap Thomas datar hingga membuat ku tersadar dan mengerjapkan kedua bola mataku dua kali atau mungkin lebih sambil menatap kearah nya


Entah kenapa aku merasa sedikit senang saat ini , aku merasa saat ini adalah saat istimewa untuk perasaan dan mood ku


__ADS_2