Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Sebuah Pelukan...


__ADS_3

Usai mengobati Thomas semalam aku berhasil tidur di pukul tiga pagi dan kali ini tidurku menjadi lebih nyenyak.


Rasa senang aku rasakan saat ini karna Pagi-pagi sekali aku sudah berangkat menuju rumah sakit tempatku magang , aku masuk kedalam kamar inap ku yang ada dirumah sakit ini . Setelah berganti pakaian seperti mahasiswa/i magang lain nya aku sedikit berlari menuju ruangan rekap medis.


Mereka menghukumku untuk membantu para perawat yang ada disana karna aku terlalu lama izin katanya . Usai menyapa beberapa perawat aku pun kembali berkutat dengan dokumen milik para pasien , beberapa dokumen juga sudah di pindahkan pada database rumah sakit sehingga hukumanku kali ini tidak terlalu repot .


Setelah beberapa menit aku sudah menyelesaikan hukumanku sebelum jam makan siang , karena tidak memiliki kerjaan lain aku pun berjalan menuju perpustakaan rumah sakit .


Setelah sampai di perpustakaan yang berada di lantai atas rumah sakit , aku segera mengambil beberapa buku yang akan menjadi bacaanku saat ini .


Kini tumpukan buku sudah berada ditangan ku , semua buku yang aku ambil rata-rata berjudulkan tentang kepribadian dan Psikologi . ku buka lembar demi lembar buku tersebut dan membaca beberapa kalimat yang ada disana.


" Rasa takut merupakan dasar emosi layaknya kesedihan , kebahagiaan dan juga amarah . Sedangkan Ketakutan adalah hal yang wajar di rasakan oleh manusia karna rasa takut itu yang membuat manusia menjadi pribadi yang lebih berhati-hati . Namun ketakutan yang berlebihan sangat tidak baik untuk organ saraf , emosi yang berlebihan akan membuat saraf merespon dengan berlebihan . rasa takut yang berlebihan akan membuat penderita merasa trauma atau phobia "


" Trauma psikis merupakan keadaan atau situasi psikologis seseorang yang terluka akibat kejadian dan peristiwa berat yang telah dialami sebelumnya . Trauma psikis ini akan muncul apabila seseorang tidak mempunyai ketahanan mental dalam menghadapi kejadian atau peristiwa yang dialaminya , Trauma psikis bisa membuat seseorang menjadi stress dan kejadian yang pernah dialaminya akan kembali terulang di kepalanya.. "


Aku terus membaca setiap kata yang mengandung makna pada buku itu hingga aku beralih pada buku lainnya.


" Psikopat tak sama dengan Skizofrenia atau gila karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatan yang dia lakukan . Pengidap Psikopat seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental . Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopat . Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa . pengidapnya juga sukar disembuhkan namun menentukan seseorang yang mengidap kelainan mental tidaklah mudah dan bisa di tetapkan begitu saja . ada 7 tahapan untuk mengetahui apakah orang itu benar-benar psikopat atau hanya memiliki kelainan mental lain .


Ciri Khas dari pelaku psikopat adalah kekosongan emosi , pada umumnya manusia akan bersikap takut atau merinding saat mereka menonton film atau terjadi sesuatu yang buruk karna itu adanya lonjakan emosional yang terjadi . Namun tidak seperti pelaku psikopat yang tidak memiliki emosi apapun , Seorang psikopat tidak merasakan apapun karna perasan seorang psikopat hanya berisi hasrat untuk memenuhi keinginan dan rasionalitas tanpa kesedihan. Seorang psikopat tidak bisa merasa menyesal atau sedih setelah melakukan kejahatan seorang Psikopat juga tidak bisa kehilangan kendali atau marah . Semuanya terkontrol , seseorang yang mengidap kelainan ini sangat berbahaya karena otak emosional mereka telah rusak , Julukan yang sering ditujukan untuk pengidap psikopat adalah "monster" , satu sisi sifat manusia yg paling menakutkan dan tidak manusiawi..."


Aku menutup buku itu setelah selesai membacanya panjang lebar , aku benar-bena payah untuk memahami kalimat demi kalimat yang ada di dalam buku tersebut . saat aku hendak membuka buku lain tiba-tiba ponsel milikku bergetar dan ku lihat nama Gina tertera di sana hingga membuat aku menaikkan alisku tanda heran

__ADS_1


" A— " ucapku terpotong


" Bawakan aku kantung darah O , kami sangat membutuhkannya saat ini , Hellen ! " Ucap Gina dari sebrang sana dengan suara panik


Sambungan ponsel pun langsung terputus dan aku dengan tergesa-gesa merapikan buku yang aku baca dan meletakkannya secara asal lalu berlari menuju ruangan penyimpanan darah yang ada di lantai dasar.


Aku berlari secepat yang aku menuju ruangan tersebut dan langsung mencari kantung darah yang berlabelkan O , aku bahkan tidak sempat mengatur nafasku yang memburu karena berlarian .


Saat kantung darah sudah berada ditangan ku tiba-tiba sesuatu dalam otakku memproses ingatan yang sudah mulai aku lupakan , reka adegan pembunuhan yang dilakukan Thomas pada Dokter Charles tempo lalu terlintas jelas di kepalaku saat ini bagaikan kaset rusak .


Aku menyentuh kepalaku dan merasa ketakutan saat melihat kantung darah yang ada pada gendonganku saat ini . secara reflek aku melempar kantung darah tersebut dan menjatuhkan tubuhku yang bergetar kelantai hingga getar ponsel yang berada di saku ku menyadarkan ku.


Ku lihat nama Gina kini kembali meneleponku , aku memejamkan mata ku mencoba untuk mengenyahkan bayang ku dari pria yang membunuh Dokter Charles namun nyatanya aku tidak bisa .


Kini Aku berjalan dengan langkah gontai Dokter yang bertugas saat operasi tadi benar-benar memakiku di hadapan mahasiswa/i magang lain nya . aku hanya menundukkan kepala ku dalam-dalam dan tidak bersuara karna aku tau aku memang bersalah .


Saat ini aku kembali rumah milik Thomas entah bagaimana aku pun tidak tau , hanya saja aku kembali kesini dengan suka rela . Kulihat beberapa penjaga membukakan pintu gerbang untuk ku tidak ada sapaan selamat datang hanya ada keheningan dan suara sunyi nya malam yang memenuhi rongga telingaku .


Aku masuk kedalam rumah dan berpapasan dengan Thomas kulihat pakaian Thomas lebih manusiawi saat ini , dia memakai pakaian kaos dan celana pendek yang terkesan santai hanya saja rahang tegas dan tatapan mata tajamnya masih tetap mengintimidasi . aku melewati pria itu begitu saja namun seketika tangan Thomas menahan tanganku .


" Aku s—edang tidak ingin berbicara apapun " ucapku pelan tanpa melihat pria itu sedikitpun.


" Beberapa anak buahku menderita luka tusuk dan luka tembak , kau obati mereka sekarang " suruh nya Mutlak tak menghiraukan ucapanku

__ADS_1


Ucapan pria itu seperti Perintah Mutlak yang tak bisa di tolak sedikit pun .


" Aku— " ucapku dengan tubuh bergetar dan tiba-tiba menangis


Aku membalikkan tubuhku dan memeluk tubuh Thomas dengan erat , disaat seperti ini aku hanya membutuhkan sebuah pelukan seperti apa yang sering kekasih ku lakukan padaku dulu .


" APA Y— " ucap Thomas terpotong


" Aku bukan Dokter , aku—aku hampir membunuh seorang pasien karena ketakutanku tadi , aku—hiks dokter yang buruk dan aku hampir menjadi seorang pembunuh " ucapku dengan suara terisak memotong ucapan Thomas


Aku terus menangis menumpahkan segala hal yang terjadi hari ini . saat operasi tadi aku hampir saja membunuh satu nyawa yang tengah berjuang untuk hidup , jika tidak ada Gina yang berlari mengambil kantung darah tadi pasti pasien itu sudah mati . aku menangis dan semakin mengeratkan pelukanku pada tubuh Thomas .


" Aku Calon Dokter yang buruk " ucapku dengan suara pelan


1 tepukan..


2 tepukan..


3 tepukan..


Kurasakan Thomas memberikan tiga tepukan pada punggungku seolah tengah menenangkan seorang anak kecil .


" Semua akan baik baik saja, Hellen " ucapnya lembut yang terdengar sangat dalam di telinga ku

__ADS_1


Aku pun melepaskan pelukanku pada tubuh Thomas saat mendengar kalimat lembut tersebut . pria itu baru saja menenangkanku dan entah kenapa aku merasa senang dan percaya akan kalimat tersebut .


Aku pun menatap wajah Thomas dengan tatapan sayu dan tersenyum lembut kearahnya untuk pertama kalinya


__ADS_2