
Kini semua berjalan lancar , aku nyaris dikenalkan oleh semua rekan-rekan bisnis pria itu dan saat itu juga Thomas dengan mantapnya memperkenalkan aku sebagai kekasihnya .
Aku tidak membantah atau apapun itu karena semua akan percuma , Thomas akan tetap dengan pendiriannya . Thomas adalah orang yang sangat keras kepala yang membuatku harus mengalah dan harus menuruti semua perintah atau keinginannya .
Sejujurnya banyak hal yang tidak aku mengerti , seperti sekarang ini . aku hanya mengikuti semua keinginan yang Thomas perintahkan , aku hanya diam dan tidak berontak seperti aku memang benar-benar seorang yang lemah , tidak bisa melawan dan pasrah dengaan apapun yang akan pria itu lakukan padaku.
Kini aku menatap kearah seseorang yang tidak aku kenal yang tengah menyetirkan mobil untukku , Thomas menyuruhku untuk pulang terlebih dahulu tanpa aku ketahui alasan pria itu .
Aku sadar aku tidak memiliki banyak hak untuk menanyai kemana Thomas akan pergi atau apa yang akan ia lakukan disana , sampai aku disuruh pulang terlebih dulu . Aku tak punya hak karna aku sadar bahwa aku memang bukan kekasihnya aku hanyalah tawanan yang harus menuruti semua perintah nya .
Kini waktu sudah menunjukkan tengah malam suasana di jalan pun terlihat sangat sepi , Aku hanya terdiam seraya menatap kearah luar jendela tak ada percakapan apapun karena aku tidak mengenal siapa yang kini tengah mengantar ku pulang.
" Apa kau mengenal Riley ? " Tanyaku tiba-tiba memulai pembicaraan
Aku membuka suara ketika mengingat Riley yang kemarin babak belur karena menyelamatkan aku saat itu .
" Tentu Nona , dia saudara jauhku " sahut pria itu dengan sopan
" Siapa namamu ? " Tanyaku lagi
" Cody " Jawabnya singkat dan sopan
" Cody , apa Riley baik-baik saja ? "
" Riley baik-baik saja Nona , kemungkinan besok dia akan keluar dari rumah sakit " ucap Cody menjawab pertanyaan ku seraya fokus pada setirnya
" Panggil aku Hellen saja " Suruh ku
" Tapi Nona __ "
" Tidak masalah , aku hanya tidak nyaman jika di panggil seperti itu " Ucapku memotong ucapan Cody
" Baiklah " sahutnya patuh
" Cody , Bisakah kau mengantarkan aku kerumah sakit tempat Riley dirawat , aku ingin melihat kondisi Riley " Ucap ku seraya menatap kearah kursi kemudi
" Tapi Ini sudah tengah malam Hellen " ucap nya
" Hanya melihat , setelah itu kita bisa kembali pulang " Ucapku memberikan penawaran dan kulihat Cody sedikit berpikir dan mengangguk pelan .
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit mengitari jalan akhirnya aku pun sampai di rumah sakit tempat Riley dirawat yang ternyata merupakan rumah sakit tempat aku magang . Kulihat beberapa orang yang aku kenal menatapku dengan tatapan heran , pasalnya aku sedang dalam masa hukuman saat ini .
" Hellen " Panggil seseorang hingga membuat aku menatap kearah asal suara tersebut
__ADS_1
Kulihat Gina yang saat itu tengah berjalan menghampiriku dan melirik kearah Cody yang berada di belakangku setelah tiba tepat di dekat ku .
" Hay Gina " Sapaku seadanya .
" Apa yang kau lakukan disini ? " Tanyanya
" Aku ingin melihat temanku yang di rawat di sini " sahutku
" Teman ?? " Tanya Gina dengan wajah bingung
" Ya teman ku . Aku hanya ingin melihatnya dari luar kamar , aku tidak akan masuk karena aku sadar kunjunganku jauh dari jam besuk " Ucapku santai menjawab pertanyaan Gina
Saat Gina hendak mengeluarkan suaranya lagi tiba-tiba seorang suster memanggil nya hingga membuat dirinya meninggalkan aku dan Cody dilorong rumah sakit yang sepi itu .
Aku pun melanjutkan langkah ku menuju ruangan inap Riley , sesampai nya di sana aku pun menatap Riley melalui kaca pintu yang mengarah ke ranjang tempat tidur Riley.
Aku mendesah lega saat melihat kondisi Riley yang terlihat lebih baik dari pada sebelumnya nya saat aku meninggalkan pria itu di dekat mobil tempo lalu , setidaknya keadaan Riley tidak separah yang aku bayangkan .
" Cody " Panggilku pada Cody yang masih setia di belakangku.
" Maafkan aku , karena menyelamatkanku Riley jadi seperti sekarang , harusnya dia tidak melindungi ku saat itu " Ucapku lirih
aku menghembuskan nafasku pelan dan kini memutar tubuhku hingga bertatapan dengan Cody yang ada di belakangku .
Aku bisa melihat kejujuran yang disampaikan oleh Cody saat itu hingga membuat aku tersentak dan jantungku bekerja dengan cepat , aku benar-benar merasakan sesuatu yang tidak asing saat ini .
Aku hanya terdiam tak bisa menanggapi ucapan yang baru saja diucapkan oleh pria itu , aku merasa bingung dengan perasaanku saat ini .
" Kau benar-benar berharga untuk Tuan Thomas Hellen , bahkan kini semua orang sudah tau bahwa kau adalah sumber kelemahan terbesar seorang Thomas Shine " Sambung Cody namun Aku masih terdiam dan memikirkan banyak hal di kepalaku
" Boleh aku pinjam ponselmu ? " Ucapku akhirnya setelah lama terdiam
Tanpa banyak bertanya Cody pun segera memberikan ponselnya padaku , dan aku langsung mendial angka 1 yang merupakan panggilan cepat untuk Thomas , aku sudah tau bahwa semua anak buah Thomas memberikan nomor 1 untuk Tuan nya , jadi tidak heran aku langsung mengetahuinya .
" Thomas " Panggilku pelan saat sambungan telepon sudah terhubung
" Ada apa dengan suaramu , Hellen ? , Apa kau baik-baik saja ? " Tanya Thomas dari sebrang sana dengan suara yang terdengar khawatir
" Temui aku dirumah sakit tempat aku magang , aku akan menunggu mu " ucapku cepat tanpa menjawab pertanyaan pria itu terlebih dahulu dan setelahnya aku pun segera matikan sambungan telpon ku dan memberikan ponsel tersebut kepada pemiliknya
" Pulanglah Cody , aku akan menunggu Thomas di sini " Ucapku pada Cody
" Tap--- "
__ADS_1
" Aku akan pulang bersama Thomas nanti , ada hal penting yang harus aku sampaikan padanya " ucap ku memotong bantahan Cody
Cody pun mengerti dan langsung pamit meninggalkan aku yang masih berdiri di posisi ku seraya menatap kepergian pria itu .
Aku pun mendudukkan bokong ku di kursi tunggu yang ada di lorong sepi rumah sakit itu seraya menunggu kedatangan Thomas .
Setelah beberapa saat menunggu aku pun mendengar derap langkah kaki yang terdengar sangat tergesa-gesa memenuhi lorong rumah sakit yang sepi itu . aku menolehkan pandangan ku kearah sosok Thomas yang berlari menuju arahku .
Kulihat tatapan nya menatapku dengan sangat cemas saat pria itu sudah berhenti tepat di hadapanku .
" Apa terjad— "
" Aku baik-baik saja , Thomas " Ucapku pelan memotong ucapan pria itu Seraya menatap kearah Thomas
Thomas mendesah lega saat mendengar ucapan ku namun tiba-tiba pria itu menarik tubuhku untuk berdiri . Dengan tak percayanya Thomas melihat seluruh tubuhku seolah tengah memeriksa sesuatu , setelah dipastikannya aku baik-baik saja barulah pria itu bernafas dengan sangat lega .
" Thomas.. " Panggilku dengan suara pelan
Kulihat Thomas menatapku sangat dalam dan entah kenapa dengan cahaya yang tidak terlalu terang aku bisa melihat jelas tatapan mata pria itu yang terlihat memancarkan raut kekhawatiran di sana .
" Mari kita mulai dari awal , Thomas " ucapku hingga membuat ekspresi Thomas berubah menjadi bingung
Aku pun langsung memeluk tubuh Thomas dengan sangat erat seraya membenamkan wajahku di dada bidang pria itu walaupun Aku tak merasa apapun karna Thomas hanya terdiam tak membalas pelukan ku namunvtetap saja dada bidang pria itu sangat nyaman menurut ku .
" Aku benar-benar bersedia menjadi milikmu Thomas , aku akan belajar untuk mencintaimu mulai dari sekarang , tapi bisakah kau menjanjikan sesuatu untukku ? " Ucapku seraya melepaskan pelukan ku dan menatap kearah wajah pria itu
Kulihat Thomas masih terdiam seraya menatap kearah ku , aku tau mungkin pria itu bingung atau mungkin shock saat mendengar semua penuturan ku saat ini .
" Jangan terluka hanya demi untuk melindungi ku , kau hanya perlu percaya padaku aku bisa melindungi diriku sendiri . Thomas , kita hanya perlu belajar bagaimana cara mencintai dengan benar , aku akan belajar mencintaimu dan sebaliknya kau juga harus belajar mencintaiku . Apa kau bersedia belajar mencintaiku dengan benar Thom ? " sambung ku panjang lebar mengutarakan perasaanku pada pria itu
Aku terus menatap kearah Thomas yang juga masih menatap kearah ku , pria itu hanya berdiri terdiam didepanku dan tak berapa lama aku merasakan sebuah kecupan singkat menyentuh keningku .
" Hellen , Aku akan tetap melindungi mu dengan caraku sendiri , dan tanpa kau minta pun aku sendiri yang akan mencintaimu tetap dengan caraku sendiri " ucap Thomas tepat di depan wajah ku dengan tatapan yang mesih menatap ku dengan tatapan lembutnya
Kini pandangan ku dan thomas saling bertemu satu sama lain seolah tengah mentransfer sesuatu dalam diri kami masing-masing hingga kulihat Thomas mendekatkan bibirnya kearah bibirku .
Aku hanya terdiam seraya merasakan sentuhan bibir pria itu yang sudah bersatu dan mencium bibirku dengan sangat lembut .
Aku tak menoleh bahkan tubuhku merespon dengan sangat baik hingga aku membalas ciuman lembut pria itu .
.
.
__ADS_1
.