Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Psikiater....


__ADS_3

Martin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang . Sedangkan aku masih terdiam seraya menyusun semua informasi yang aku dapatkan hari ini di kepalaku . ada rasa marah saat mengetahui Ayah angkat ku mengawasi segala pergerakan ku .


" Apakah seluruh ponsel juga di restart oleh Simone ? " Tanyaku seketika hingga membuat Martin melirikku melalui kaca mobilnya


" Ya Tuan , beliau merestart seluruh ponsel dan segala percakapan baik itu pesan ataupun telpon semua tersambung pada komputer milik Tuan Simone " Ucap Martin hingga membuat aku mengumpat kesal


" Sialan " Umpatku pelan seraya mengepalkan telapak tanganku


Aku kembali terdiam dan tidak ada suara apapun lagi bahkan tidak ada suara lagu yang mengalun di dalam mobil tersebut , hanya ada suara berisik kendaraan dan beberapa klakson yang saling bertautan di luar sana .


Mataku menoleh ke arah luar jendela seraya menerawang jauh memikirkan wanita yang bernama Hellen itu .


" Aku hampir menarik pelatuk pistolku pada nya " Ucapku berbicara sendiri namun aku masih sadar ada Martin yang mendengarkan ucapan ku.


Aku kembali terdiam seraya mengingat dengan jelas wajah yang sempat aku hapali tadi , aku masih ingat bagimana tatapan sendu yang wanita itu torehkan pada ku bahkan aku masih ingat bagaimana jarinya menyetuh tanganku tadi .


Otakku memang tidak bisa mengingat siapa itu Hellen akan tetapi jauh di dalam lubuk hatiku aku mengenal sosok itu . Seketika ada rasa nyaman dan tenang saat menatap wajah wanita itu dan aku merasa hatiku jauh lebih mengenal Hellen , sekalipun otakku menghapus ingatan mengenai dirinya .


" Martin " ucapku memanggil namanya , namun pandangan ku masih terus menatap kearah luar jendela


" Aku percaya padamu , aku mohon jangan mengkhianati ku , kali ini biarkan aku mempercayai semua yang kau ucapkan dan apa yang akan kau kerjakan nanti . Aku benar - benar sudah lelah dengan semua yang terjadi " ucapku pelan dengan suara yang terdengar pasrah


Menaruh ke percayaan pada orang yang merupakan tangan kanan Simone adalah keputusan paling bodoh yang aku ambil saat ini , tapi ini adalah pilihan terakhirku. aku benar-benar tidak mempunyai hal yang bisa aku pegang sebagai pondasi ku dan tidak ada apapun untuk aku percayai saat ini . aku merasa seperti kehilangan arah dan menunggu kehancuran yang akan menghancurkan hidupku .


" Anda hanya perlu mempercayai saya , Tuan . saya berjanji akan membawa anda pada Hellen begitu pula sebaliknya , Hellen akan saya bawa pada anda secepatnya " ucap Martin dan aku hanya tersenyum simpul saat mendengarkan ucapan Pria itu .


" Terima kasih, Martin " ucapku begitu saja


Aku adalah orang yang jarang sekali mengucapkan kata maaf sekalipun aku salah dan Aku adalah orang yang jarang sekali mengucapkan kata terima kasih sekalipun aku berbudi . Selama ini aku melakukan apa yang aku inginkan dan juga mengucapkan apa yang aku inginkan namun saat ini aku lebih memilih berpasrah dengan keadaan ku yang semakin membuat ku merasakan sangat lelah .


" Dan maaf merepotkan mu , Martin " ucapku lagi


Kini aku meruntuhkan segala ke egoisanku dan menyerah pada takdir yang mungkin akan menyeret ku . selama ini aku selalu mengartikan diriku adalah pria tangguh tanpa beban namun aku salah, aku hanya seorang pengecut yang mengelak akan diriku , aku menolak mengakui kenyataan bahwa aku tidak setangguh itu namun sebaliknya aku adalah orang yang paling lemah dan sumber kelemahan itu ada pada diriku sendiri , bukan pada orang lain .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini seperti yang sudah di jadwalkan kemarin , aku berangkat ke China untuk menghadiri rapat yang di ucapkan Martin tempo lalu namun kali ini Martin sendiri tidak ikut serta bersama ku .

__ADS_1


Beberapa anak buah kepercayaan Simone mengikutiku berjalan di belakang seperti bodyguard ku . Dan saat ini aku sudah tiba di Beijing , kini aku tengah memasuki mobil yang menjadi kendaraan untuk mengantarkan ku menuju hotel .


Kulihat beberapa mobil lain pun mengikuti mobil yang aku tumpangi dari belakang seketika aku mengingat ucapan Martin tempo lalu hingga membuat aku mengurungkan niatku untuk menelpon Gery . Aku pun kembali menyimpan ponselku dan menatapi jalanan Beijing yang terlihat sangat padat .


Tak berapa lama mobil yang aku tumpangi pun berhenti dan seketika pintu mobil di buka dari luar . Kulihat Seseorang pelayan hotel menunduk sopan denganku dan beberapa anak buah Simone kembali mengikuti langkahku dari belakang , beberapa pengunjung hotel menatap ke arah kami dengan tatapan heran dan memilih mundur secara perlahan untuk mencari aman.


Salah satu anak buahku berjalan menuju resepsionis untuk mengambil key card kamar hotel , setelah usai mendapatkan key card itu dia pun segera memberikan kepadaku.


" Rapat akan di mulai besok , Tuan " ucap salah satu dari mereka dan aku hanya mengangguk tanda mengerti dan segera masuk ke dalam kamar hotel dengan menyeret koper yang sudah ada di depan pintu kamar hotelku.


Aku memilih untuk mengistirahatkan tubuhku dan juga mengistirahatkan kepalaku yang sedikit berputar bahkan aku sampai merasa sedikit mual saat ini .


Semua berkas dan informasi mengenai rapat sudah aku baca dan beberapa orang kepercayaan Simone pun ikut rapat bersamaku . seorang translator kepercayaan Simone juga ikut dalam rapat kali ini .


Kini rapat di hadiri oleh beberapa orang dan beberapa dari mereka merupakan sekretaris pribadi masing - masing peserta rapat . Mataku meneliti beberapa orang dengan sangat serius dan salah satu dari mereka merupakan client yang baru saja melanggar perjanjian dengan perusahaan di China , aku terus menahan diri selama rapat berlangsung .


Rapat pun selesai kurang lebih 3 jam tidak ada hal penting hanya ada penjelasan mengenai tender yang terpilih dalam pembagunan cabang perusahaan di Guangzhou.


" Rapat perusahaan dengan manager dan pemegang saham akan di mulai setelah makan siang , Tuan " ucap salah satu tangan kanan Simone


" Apalagi kali ini ? " Tanya ku tanpa menatap kearah nya


" Baik kalau begitu kita makan siang dulu " Ucapku


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini pekerjaan yang aku pegang di China akhirnya selesai dengan cepat dan ini adalah hari terakhir aku berada di China . Sebelum aku berangkat menuju China , Martin sempat memberitahuku bahwa salah satu dari orang yang ikut serta bersama ku ke China kini berada di pihakku .


" Kita akan ke mana , Tuan Muda ? " Tanya nya sopan hingga membuat aku menatap ke arahku samping kemudian


" Antarkan aku ke rumah sakit " Ucapku tenang


" Apakah anda sakit Tuan Muda ? " Tanyanya


" Tidak Jun , aku hanya ingin menemui psikiater " Ucapku jujur


" Saya mengerti Tuan Muda." Ucap nya patuh

__ADS_1


Jun berbicara dengan bahasa mandarin yang sangat kental dan fasih , karena Jun memang merupakan orang asli Beijing . usai menyebutkan alamat rumah sakit , mobil yang khusus aku sewa pun melaju dengan kecepatan pelan .


Sesampainya di rumah sakit aku pun segera keluar dan di ikuti oleh Jun , Jun memimpin jalan seraya menghampiri resepsionis yang ada di rumah sakit tersebut , setelah mendapatkan informasi yang di perlukan kami pun segera menaiki lift menuju lantai atas.


Tak ada siapapun di sana hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang . Tepat 10 menit kami menunggu seseorang dari dalam pun membuka pintu dan dapat kulihat dua orang perempuan yang mungkin saja merupakan Anak dan Ibu baru saja keluar dari ruangan tersebut .


" Kau tunggulah di luar , Jun " ucapku memerintahkan nya dan Jun pun mengangguk patuh


Aku segera masuk kedalam ruangan tersebut seraya meneliti seluruh ruangan itu .


" Silahkan duduk " Sapa orang itu dengan suara serak miliknya seraya berdiri dan mempersilahkan aku untuk duduk di kursi yang ada di depan nya.


" Saya Zhong Khai , anda bisa memanggil saya dengan sebutan Khai , Tuan " ucapnya lagi memperkenalkan dirinya dengan bahasa mandarin.


Karena tidak mendapat tanggapan dariku pria itu pun tersenyum dan seolah mengerti dia pun langsung memperkenalkan dirinya dengan menggunakan bahasa inggris.


" Jadi ada yang bisa saya bantu , Tuan..? " Tanyanya seraya menggantungkan ucapannya


" Thomas , Panggil aku Thomas " ucapku singkat memperkenalkan diri ku


" Jadi Tuan Thomas , apa masalahmu ? " Tanya nya.


Seketika aku terdiam sejenak seraya memikirkan apakah ini hal yang tepat untuk berbicara mengenai hidupku kepada orang lain ? , Biasanya hanya Gery yang akan menampung semua yang aku ucapkan namun kali ini aku akan membocorkan semua cerita hidupku pada orang asing yang berstatus sebagai psikiater .


Aku menarik nafas ku dengan pelan dan menghembuskan nya secara perlahan dan setelahnya aku menatap Zhong Khai dan mulai memberanikan diri untuk berbicara pada nya .


" Aku kehilangan ingatan , ini bukan karena benturan atau kecelakaan . Aku kehilagan ingatanku begitu saja , aku melupakan seseorang yang mungkin saja berarti untuk hidupku " ucapku jujur namun pria itu hanya menatap ku dengan senyum khasnya


" Bisa anda ceritakan lebih rinci semuanya dari awal ? " Pinta Khai padaku dan aku pun menangguk paham dan mulai menceritakan semuanya dari awal.


Aku menceritakan bagaimana aku memandang seseorang dan bagaimana aku bersikap dengan seseorang . Khai beberapa kali menanyakan banyak hal yang aku jawab dengan jujur , kali ini tidak ada lagi hal yang aku tutupi sama sekali.


Khai kembali tersenyum dan dia bertanya siapa itu Simone dan aku menjawab yang sejujurnya , sampai akhirnya dia menanyakan perihal Thitan saudara kembarku .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2