Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Tenang ....


__ADS_3

Pov Hellen...


Kini Aku membangunkan tubuhku dan meneliti seluruh ruangan yang aku tempati saat ini , tempat ini adalah kamar tidurku di rumah sakit aku merasa bingung saat ini entah bagaimana caranya aku bisa terbangun di tempat ini .


Bahkan aku tidak mengingat apapun saat ini , aku berusaha mengingat sedikit demi sedikit apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana aku bisa berada di tempat ini namun semua itu sia-sia , saat isi kepalaku hendak mengingat kejadiaan sebelumnya tiba-tiba aku merasakan kesakitan kecil pada kepalaku .


Aku meringis pelan saat beberapa ingatan menyeruak memenuhi isi kepalaku , aku memejamkan mataku sejenak lalu tiba-tiba suhu tubuhku menjadi dingin saat mengingat sosok Thomas .


Bayangan saat Thomas menusukkan pisaunya pada sosok yang menyentuh tubuhku tiba-tiba melintas dalam kepalaku membuat aku ketakutan .


Aku meremat seprai kasurku dan mataku melirik keseluruh ruangan dengan panik dan ketakutan namun tiba-tiba kudengar suara pintu terbuka membuat rasa takutku semakin menjadi–jadi .


Mataku secara cepat menoleh kearah pintu untuk melihat siapa yang berdiri disana dan aku sedikit bernafas lega saat mendapati Gina yang tengah menatapku dengan tatapan heran , Gina mendekat dan berhenti tepat disamping kasurku .


" Apa Kau baik-baik saja , Ellen ? " Tanya Gian namun aku hanya tersenyum kaku dan mulai melemaskan remasan tanganku pada seprai .


Aku menatap Gina sekilas dan mengangguk pelan sebagai jawaban atas pertanyaan nya .


" Kau yakin ? " Tanya Gina lagi tak percaya


Aku terus menatap kearah depan tanpa menoleh kearah Gina sedikitpun dan aku bergumam pelan seolah meyakinkan Gina namun aku tak yakin apa Gina mendengarnya atau tidak .


" Bagaimana bisa kau baik-baik saja , kau terlihat sangat ketakutan tadi " ucap Gina namun aku hanya terdiam dan tak bersuara sedikitpun


Tak berapa lama kudengar suara pintu yang tertutup kini kembali terbuka namun aku tidak menolehkan kepalaku sama sekali untuk melihat sosok tersebut . aku hanya terdiam sampai akhirnya kurasakan tepukan pada pundak kananku .


Aku menolehkan kepalaku kearah orang yang menepuk pundak ku namun aku hanya terdiam karena aku tak mengenali sosok pria yang berdiri di depanku kini .


Bahkan Gina yang berada di tempat itu pun ikut terdiam seraya menatap kearah kami secara bergantian .


" Apa aku mengenalmu ?? " Tanyaku pelan pada sosok yang ada di depanku


Kulihat dia menggelengkan pelan kepala nya lalu dia memutar tubuhnya untuk menatap kearah Gina .


" Bisa kau tinggalkan kami berdua ? " Tanya orang itu pelan


Aku yang mendengar nya hendak protes namun Gina keluar begitu saja tanpa perlawanan , pintu pun kembali tertutup dengan pelan dan kini ruangan itu hanya meninggalkan kami berdua .


Tiba-tiba suasana menjadi sunyi tidak ada suara apapun di sini sampai akhirnya pria itu mengambil kursi dan duduk di samping ranjang ku .


" Perkenalkan aku Gery " ucapnya memulai pembicaraan dengan cara memperkenalkan dirinya tanpa repot-repot mengajukan tangannya kearah ku namun aku hanya menatap kearahnya dan dia pun menatapku lalu tersenyum tulus .


" Apa aku mengenalmu ?? " Tanyaku lagi namun ia hanya tersenyum sedari tadi tanpa berniat menjawab pertanyaan ku hingga beberapa menit kami pun terdiam dan akhirnya pria itu pun mulai bersuara .

__ADS_1


" Jelas kau tidak mengenalku Hellen , tapi aku sudah sedikit mengenalmu . namaku Gery , sebelumnya aku juga seorang calon Dokter sama sepertimu karena ada suatu hal aku tidak bisa menjadi dokter sekarang . aku lebih seperti seorang yang suka mendengarkan keluh kesah orang lain , memperbaiki mental orang lain dan sebagainya , aku adalah seorang psikolog " ucap pria itu menjelaskan tentang dirinya.


Aku masih terdiam tidak menanggapi ucapan Gery , aku lebih memilih untuk mendengarkan penjelasan pria didepanku.


" Apa kau tidak ingin menanyakan sesuatu padaku Hellen ? , Setauku Kau adalah tipe orang yang ingin mengetahui apapun " Ucapnya santai dan masih diiringi dengan senyuman.


Aku pun menatap kearah Gery dengan tatapan curiga karena ku yakin Gery bukanlah dokter yang praktek di rumah sakit itu .


" Siapa yang memberitahumu ? " Tanyaku menatap curiga.


" Thomas " ucapnya singkat tanpa ekspresi senyum diwajahnya


Aku terdiam kaku saat nama itu terucap , kulihat tidak ada senyuman di wajah pria itu seperti sebelumnya kini hanya ada wajah datar yang terlihat menilai kedalam mataku , aku sedikit memundurkan dudukku untuk memberi jarak pada pria itu , entah kenapa tubuhku terasa bergerak sendiri saat nama Thomas diucapkan dan tiba-tiba keringat memenuhi telapak tanganku , aku mengigit bibir bawahku dan entah kenapa rasa ketakutan kembali memenuhi perasaanku .


" Ja—ngan sakiti aku " ucapku lirih


Kini aku bahkan tidak berani untuk sekedar menoleh kearah Gery , bagiku apapun yang berhubungan dengan Thomas sangatlah menakutkan .


" Aku tidak akan menyakitimu Hellen , kau bisa mempercayai kata-kataku . Apa yang kau rasakan saat ini ? " Tanya nya padaku


Ku dengar suaranya kini kembali seperti semula , dengan sedikit keberanian aku menolehkan kepalaku kearah Gery yang akhirnya kembali menunjukkan wajah ramahnya.


" Takut , aku ketakutan " ucap ku cepat dan keringat dingin tiba-tiba turun dari keningku.


" Aku... aku merasakan sesuatu selalu mengejar ku dan dia — dia akan menusukkan pisaunya pada tubuhku , aku ... Aku akan mati " Ucapku dengan suara gugup dan wajah panik


" Aku melihat darah itu dimana-mana , dia beberapa kali menancapkan pisaunya pada tubuh orang itu bahkan orang itu memohon untuk tidak menusukkan pisau itu lagi , aku lihat pria itu menangis dia berteriak kesakitan , aku.... aku melihat semuanya dan—dan darah pria itu ada pada tubuhku , Thomas.. dia yang membunuh pria itu " ucapku panjang lebar menjelaskan apa yang terlintas dalam kepalaku saat ini .


mataku kian bergerak kesana kemari sampai akhirnya aku berhenti pada kedua bola mata Gery yang tengah menatapku.


" Jika rasa takutmu karena kematian , seharusnya kau tidak perlu setakut ini Hellen , sebenarnya kematian itu adalah hal yang pasti " ucapnya tenang sambil terus menatap ku


Aku hanya terdiam mendengarkan penjelasan dari Gery dan seketika aku menundukkan kepalaku .


" Thomas yang membawamu kemari " Sambungnya lagi namun Aku masih tetap terdiam dan hanya berniat mendengarkan celotehan dari mulut pria itu .


Kini Tidak ada percakapan yang lebih lanjut di antara kami berdua , tiba-tiba suasana menjadi hening sampai akhirnya Gery kembali bersuara .


" Masuklah " Suruhnya entah pada siapa aku pun tak tau


Aku berpikir mungkin dia menyuruh Gina untuk masuk , aku pun tidak ambil pusing bahkan aku tidak berniat menoleh kearah pintu saat mendengar pintu terbuka , aku hanya terdiam dengan pikiran-pikiranku yang sekarang memenuhi isi kepalaku .


aku sedikit tidak tenang saat mengingat kembali tentang sosok Thomas .

__ADS_1


" Ger— " ucap ku terhenti saat aku hendak memberitahu Gery mengenai rasa ketakutan yang kini kembali memenuhi isi kepalaku namun semua itu berhenti diujung lidahku .


Karna sosok yang tidak ingin aku lihat dan sumber seluruh ketakutan ku kini sedang berdiri tepat di hadapanku , kini Thomas berdiri disampign Gery seraya menatap kearah ku .


Aku terdiam kaku saat melihat sosok pria itu bahkan aku tidak bergerak dan semakin meremat apapun yang bisa aku genggam dengan erat . aku mengigit bibir bawahku dan membiarkan tubuhku kembali berkeringat dingin , tidak ada suara sedikitpun di ruangan itu . Ruangan itu kembali hening seperti tak ada siapapun di sana hingga akhirnya seseorang memulai percakapan .


" Hellen " panggil Thomas dengan suara dinginnya memanggil nama ku


Aku pun memejamkan mataku dan hanya menunduk takut bahkan remasan tanganku pada seprai semakin kuat , aku semakin ketakutan saat menyadari sosok itu bernafas dalam ruangan yang sama denganku .


" Hellen " Panggil nya lagi namun aku masih tetap terdiam dan tak berniat untuk menjawab sama sekali panggilan itu , aku merasa jika aku menjawab panggilannya sosok itu akan melukaiku .


" Seharusnya kau tau aku bukanlah orang yang sabar dan suka dibantah , Hellen " ucapnya sedikit menaikkan nada bicaranya


Kini semua yang diucapkan Thomas entah kenapa terdengar sangat jelas di kepalaku , aku bahkan merasa hanya suara Thomas yang memenuhi isi kepalaku.


" Thom " ucap seseorang yang tak lain adalah Gery dengan suara pelan dan terdengar samar di telingaku


" Apa dia baik-baik saja ? "


Aku tidak bisa mendengarkan dengan baik hanya suara samar yang terdengar di telinga ku tiba-tiba ingatan akan kejadian lampau yang kini mendominasi pikiran dan seluruh saraf tubuhku , ingatan lampau saat aku pertama kali bertemu Thomas , ingatan saat kematian kedua orang tuaku , ingatan saat kematian Rey kekasihnku , ingatan yang sudah terkubur kini kembali menyeruak kepermukaan dalam kepalaku , aku berteriak seketika seolah tengah menyuruh ingatan itu untuk berhenti .


" Berhenti....! " Teriakku marah seraya memukulkan pelan kepalaku.


" Hellen... " Panggil seseorang yang entah suara siapa karna aku tak mengenalinya


aku hanya terus berteriak bahkan meronta saat tangan lain menahan kedua tanganku , seketika tubuhku menjadi kaku saat mataku bertemu dan menatap mata tajam milik Thomas .


Kini seluruh tubuhku terasa tidak dapat digerakkan . Kurasakan tangan Thomas masih menahan kedua tanganku dan kini ia menatapku semakin dalam , Thomas seolah tengah menyelami diriku hingga membuatku tak berteriak dan meronta lagi .kini aku hanya terdiam dan entah kenapa tiba-tiba bibirku bergemetar dan aku pun menangis pelan .


" Aku mohon jangan lukai aku dan Jangan bunuh aku . Aku takut " ucapku dengan air mata yang menetes dan suara bergetar ketakutan


Thomas menatap mataku dalam diam sampai akhirnya aku tidak melihat sosok lain yang seharusnya bersama dengan kami di ruangan itu , kini hanya ada aku dan Thomas yang ada di dalam ruangan itu tidak ada seorangpun selain kami berdua .


" Jangan sakiti aku , ku mohon " ucapku lagi kembali memohon dengan suara pelan dan lirih namun Thomas hanya terdiam sampai akhirnya aku merasakan sesuatu yang hangat memenuhi rongga hatiku


Tubuhku yang semulanya bergetar ketakutan kini tiba-tiba menjadi hangat saat sebuah pelukan aku rasakan pada tubuhku . Pelukan ini tidak terlalu erat namun terasa sangat begitu nyaman , rasa nyaman yang selalu aku dapatkan dari kekasihku dulu .


Aku dengan sadar membalas pelukan tersebut dengan erat bahkan aku sampai menyembunyikan wajahku pada dada bidang miliknya . aku menangis hingga aku yakin air mataku membasahi kemeja milik pria itu namun aku tidak mendapati kemarahan karena ulahku , aku malah merasakan pelukan Thomas semakin mengerat dan ku rasakan lagi elusan lembut pada punggung kecilku ,


Elusan yang begitu teratur dan lembut membuatku menjadi tenang bahkan aku merasakan rambut belakangku pun ikut dielus beberapa kali olehnya . aku memejamkan mataku sambil menikmati rasa nyaman ini entah sudah berapa lama aku tidak merasa setenang ini pikirku .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2