Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Kenyataan Baru.....


__ADS_3

Tak butuh waktu lama aku pun tiba di rumah sakit tempat aku magang dengan nafas terengah-engah . aku bahkan tidak membalas sapaan beberapa staff Rumah Sakit yang sedikit akrab denganku , jika saja jalanan tidak macet saat itu mungkin aku tidak akan berlarian seperti orang gila seperti ini .


Aku mengatur nafasku saat sudah berada di depan pintu ruangan Dokter Charles yang memang memiliki ruangan tersendiri di lantai tersebut .


Aku mengetuk dua kali pintu ruangan tersebut sambil mengatur nafasku dan kudengar balasan dari dalam ruangan itu aku pun segera masuk kedalam ruangan Dokter Charles dengan nafas yang berangsur normal .


Dokter Charles menaikkan sebelah alisnya sambil menatap ku dengan tatapan bingung karena mendapati aku yang berdiri di hadapan nya saat ini mungkin .


" Bukan kah kau sedang izin , Hellen ?? " Tanya Dokter Charles heran hingga membuat aku mengerutkan keningku tanda tak mengerti


" Saya ti— " ucap ku terpotong


" Tertulis kau akan kembali masuk lusa " ucap Dokter Charles memotong ucapan ku hingga membuat aku semakin bertambah bingung


" Saya tidak mengirim apapun perihal izin saya Dok " ucap ku jujur


" Memang bukan kau tapi Tuan Thomas " ucap Dokter Charles menjelaskan hingga membuat aku agak terkejut saat mendengarnya


Dokter Charles pun membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah surat dari sana , di sodorkannya surat itu pada ku . Aku yang penasaran pun langsung membuka surat itu dan membaca nya sampai habis . ku letakkan surat itu begitu saja di meja setelah selesai membacanya .


" Ada yang ingin saya tanyakan pada mu Dok " ucapku berusaha mengenyahkan perihal surat yang di kirim Thomas pada pihak rumah sakit


" Silahkan " Jawab Dokter Charles dengan raut wajah tenang tanpa minat


" Bagaimana dengan pasien yang berlatar belakang Psycho ?? " Tanya ku langsung pada inti nya


Dokter Charles yang semula tidak tertarik kini menatapku dengan penuh antusias bahkan dia menegakkan punggung nya yang semula bersender pada belakang kursi .


" Kau langsung mengetahui itu hanya dalam sekali lihat ?? " tanya Dokter Charles seolah tau siapa yang aku maksud


Dokter Charles kembali melanjutkan ucapan nya saat mendapati anggukan tidak yakin dari ku .


" Thomas .. jauhi dia , Hellen " ucap Dokter Charles memperingatkan ku sehingga membuat ku menatap tak paham kearahnya


" Dokter tidak ingin menyembuhkan nya ?? " Tanyaku pada Dokter Charles namun kulihat Dokter Charles hanya menaikkan sebelah alisnya lalu tertawa pelan


" Dia tidak bisa di sembuhkan Hellen , bahkan dirinya sendiri tidak ingin sembuh . Dokter bukan Tuhan dan ahli pengobatan yang bisa menyembuhkan segala hal , Dokter juga tidak bisa menyembuhkan pasien tanpa kerja sama yang baik dengan pasien itu sendiri , asal kau tau Hellen orang itu tidak bisa bekerja sama dengan baik " ucap Dokter Charles panjang lebar menjelaskannya padaku

__ADS_1


" Meyakinkan Pasien adalah hal yang terbaik itu membuat pasien merasa diinginkan . Thomas itu kosong , Dok " ucapku pelan namun dalam seraya menatap Dokter Charles


Seketika ingatanku kembali saat mengingat tatapan tajam Thomas yang kosong seolah tidak ada kehidupan disana . Aku kembali menatap Dokter Charles dengan tatapan dalam .


" Tidak bisakah kita memberikan nya kesempatan , Dok ?? " Ucapku lagi


" Berikan aku satu hal saja yang menjadi alasan kenapa aku harus memberikan nya kesempatan lagi ?? " tanya Dokter Charles


" Karena— " ucapku menggantung seolah tengah memikirkan banyak hal tentang pria itu


" Kau tidak punya alasan nya , bukan " ucap Dokter Charles tiba-tiba dan langsung menyadarkan ku


" Aku punya " ucapku cepat sambil menaikkan sedikit suara ku


" Aku punya Dok , alasan nya karena dia sakit . bukankah Dokter harus menyembuhkan seseorang yang membutuhkan pertolongan , sekalipun orang itu tidak meminta tolong " ucap ku cepat


" Sekalipun orang itu yang membunuh kedua orang tuamu ?? " Ucap Dokter Charles memotong ucapanku hingga membuatku kaget dan tubuhku tiba-tiba kaku tidak bergerak


" Apa kau akan tetap menolong seseorang yang sudah membunuh kedua orang tua mu " ucap Dokter Charles mengulang kembali ucapannya


" Tida..k mu..ngkin " hanya itu yang bisa keluar dari mulutku saat ini , kini pikir ku tiba-tiba terasa sangat kacau saat mendengar ucapan Dokter Charles


Sakit dan kecewa itulah yang aku rasakan saat ini . Aku bahkan tidak bisa bernafas dengan normal saat Dokter Charles berbicara panjang lebar saat itu . kenyataan baru apa lagi ini pikirku.


Ayah..


Ibu..


Aku terus memanggil ayah dan ibuku dalam hati berharap mereka akan memelukku saat ini . rasa nya aku ingin menangis namun airmataku seolah tertahan tak mau keluar .


" Bukankah tidak baik membicarakan orang lain dari belakang " ucap seorang pria yang belakangan ini suaranya sering kudengar , Suara dingin Thomas kini memasuki gendang telingaku


Tiba-tiba rasa marah ku pun memuncak tidak dapat aku kendalikan saat melihat Thomas yang sudah berada di belakang ku , Aku bahkan melupakan fakta bagaimana bisa pria itu berada di sini .


" Apa ka— " ucap ku terpotong


" Ini sudah dua jam lewat tiga menit empat puluh lima detik Nona Hellen " ucap Thomas sambil melihat jam yang ada di tangannya

__ADS_1


Aku hanya terdiam sambil menatap marah kearahnya namun sosok itu hanya menatapku dengan tatapan datar bahkan dia menyeringai kearah ku .


" Kau telat 3 menit 45 detik Hellen , itu artinya kau telat dari waktu yang sudah kau berikan sendiri . Bukan kah kau mempertaruhkan nyawamu untuk waktu 2 jam yang kau butuhkan tadi ?? " ucap Thomas datar dan dalam sambil menatap ku dengan wajah yang menyebalkan menurutku


Aku tak menjawab ucapan pria itu aku hanya berjalan mendekat kearah Thomas dengan wajah marah dan datar .


" Apa kau yang membunuh Ayah dan Ibu ku ?? " Tanyaku langsung pada Thomas


Thomas menaikkan sebelah alisnya tanpa menjawab pertanyaanku , hancur sudah pertahanan ku saat ini tiba-tiba wajah Ayah dan Ibu yang kian samar di ingatanku kembali berputar bahkan sosok hangat Reyhan yang sampai sekarang masih aku rindukan ikut berputar di kepalaku .


Aku meneteskan air mata yang sejak tadi tertahan saat mengingat tiga orang yang paling berharga dalam hidupku , aku menangis tanpa suara membiarkan cairan bening itu membasahi kedua pipi ku . Aku berjalan mendekat kearah Thomas dan berhenti tepat di hadapan nya .


Ku pejamkan mataku sesaat dan membiarkan air mataku jatuh dan setelahnya aku membuka kedua mataku dan menatap thomas yang terlihat sangat tenang saat itu .


" Apa salahku ? , Kenapa kau menghancurkan segalanya yang aku punya dalam hidupku ? , kau menghancurkan semua nya tanpa sisa " ucapku dengan suara parau dan air mata yang masih membasahi kedua pipi ku


" Apa begitu banyak dosa yang ku perbuat padamu sewaktu dulu ?? " Tanyaku lagi


" Setidaknya—" ucapku menjeda sesaat suaraku seolah menguatkan diriku sambil memajamkan mataku


" Jangan mengambil Reyhan dariku dan kedua orang tua nya . kau membunuh orang yang aku cintai , kau sudah menghancurkan kehidupan seseorang . Jika kau manusia meminta maaflah atau setidaknya merasa bersalahlah , Kau baru saja menghancurkan hidupku , Tuan " Ucapku penuh amarah sambil menatap tajam wajah Thomas dengan mata buram karena air mata


" Kalau begitu bunuhlah aku seperti apa yang aku lakukan pada hidupmu " ucap Thomas datar tanpa ekspresi


" Tidak ada Dokter yang akan membunuh orang lain sekalipun Dokter itu sangat ingin membunuh nya " ucap ku sengit


" Kau munafik , Hellen " ucap Thomas dingin dan senyum miring


Aku pun berlalu mendahuli Thomas begitu saja tanpa membalas perkataan nya . aku tidak ingin menjadi seorang pembunuh seperti dirinya . Saat berada diambang pintu tiba-tiba kudengar suara thomas yang membuat aku menghentikan langkahku.


" Setiap manusia punya sisi gelap , seberapa besarpun keinginanmu untuk menahan sisi gelap itu kau akan tetap kalah karena manusia hanya mahluk emosional yang akan temakan oleh dendam . Seperti kau Saat ini yang tengah menahan sisi gelap mu itu . Tidak kah kau merindukan Ibu , Ayah dan juga kekasih mu ?? " Ucapnya panjang lebar hingga membuat aku mengepalkan kedua telapak tanganku dengan erat .


" Pembunuh " ucapku singkat penuh amarah saat pandangan kami saling bertemu


Aku pun langsung meninggalkan Thomas seorang diri karena tanpa aku sadari Dokter Charles telah keluar dari ruangan nya sendiri entah sejak kapan aku pun tak tau .


Tanpa Hellen ketahui gumaman pelan dari mulut kecilnya berhasil menghancurkan hati yang baru saja tumbuh . Gumaman kecil itu berhasil menyakiti perasaan Thomas .

__ADS_1


Siapapun boleh mengatakan dirinya sebagai pembunuh tapi tidak untuk Hellen .


__ADS_2