
Jantung ku terus berdegup dengan kecepatan saat mendengarkan ucapan Thomas barusan dan aku masih terdiam seraya memeluk tubuh pria itu .
" Katakan sekali lagi , Thom " Pintaku seraya melepaskan pelukan ku dan menatap kearah wajah Thomas
Aku ingin memastikan bahwa yang aku dengarkan tadi bukanlah mimpi , apa yang aku dengarkan tadi bukanlah imajinasiku semata .
" Aku mencintaimu Hellen , aku mencintaimu.. dan aku sangat mencintaimu " ucap Thomas mengulang-ulang kalimat nya tepat di depan wajahku
aku kembali meneteskan air mataku saat merasakan perasaan hangat yang tidak bisa aku jelaskan saat ini , aku kembali memeluk tubuh Thomas dengan sangat erat selokan tengah menyampaikan perasaan senang yang aku rasakan saat ini .
" Aku akan mengatakannya sebanyak yang kau inginkan Hellen , tapi tidak untuk saat ini karna aku harus menemui pria itu " Ucap Thomas menyadarkan ku seraya melepaskan pelukanku secara perlahan
Saking merasa bahagianya Aku bahkan sampai melupakan sosok Simone yang sedang menunggu kami diruang tamu.
" Kau tidak pe— "
" Aku akan menemanimu Thom , pria itu juga memintaku untuk menemuinya . Tidak apa , selama kau tetap disisiku tidak akan terjadi apa-apa Thomas " Potongku sebelum Thomas menyelesaikan ucapannya
Thomas pun akhirnya mengangguk dengan ragu dan ia pun membawaku untuk menemui Simone yang saat ini berada di ruang tamu .
Saat berjalan menuju ruang tamu aku melihat beberapa pengawal Thomas yang terkena luka tembak hingga membuat aku semakin memeluk erat lengan Thomas yang berada di dekatku .
Seakan sadar akan ketakutanku Thomas pun langsung menyentuh pucuk kepalaku hingga membuat aku mendongkak kan kepalaku untuk sekedar melihat wajah pria itu .
" Aku akan menjagamu , Hellen " ucapnya dan Aku hanya mengangguk pelan seraya berjalan disampingnya
Sesampainya diruang tamu aku melihat sosok Simone tengah menunggu dengan santainya bahkan punggungnya di senderkan pada punggung sofa seolah dialah pemilik rumah ini .
Mataku dan mata Simone pun langsung bertemu dan kulihat dia menatapku dari atas hingga kebawah seolah tengah menilai ku , sebisa mungkin aku mencoba untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan ketakutan yang saat ini jelas sekali tengah menyelimuti diriku .
" Apa yang kau inginkan ?! " Tanya Thomas datar langsung pada intinya seraya mendudukkan bokong ku dan bokong nya di kursi lain yang tak jauh dari tempat duduk Simone
Simone menatap Thomas dengan tatapan tidak suka seraya terkekeh kecil , pria itu pun bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya hingga berhenti tepat di depanku dan Thomas
" Kau bersikap tidak sopan pada ayah mu , Thom " ucap Simone tak terima namun dengan nada santai seraya menyentuh dagu Thomas hingga membuat Thomas menatap kearah pria itu
Kulihat Thomas hanya terdiam seraya menatap kearah pria itu dan membiarkan Simone menahan dagunya.
" Kau hanya ayah angkat ku " sahut Thomas setelah nya dengan wajah tenang
__ADS_1
Simone pun hanya terkekeh pelan seraya melepaskan tangannya pada dagu Thomas setelah mendengar ucapan dari Thomas .
" Seperti yang diharapkan oleh seorang Thomas " ucap Simone lagi yang tak ku mengerti
Aku hanya terdiam seraya menundukkan kepalaku dan mendengarkan ucapan kedua orang itu . Namun dapat kulihat Simone masih berdiri pada posisinya , saat tangan Simone hendak menyentuh daguku tiba-tiba Thomas sudah menepisnya terlebih dahulu.
" Aku hanya ingin melihat wajahnya , Thom " ucap Simone dengan wajah polos yang mengerikan hingga membuat aku sedikit memundurkan dudukku.
" Jangan menyentuhnya " ucap Thomas jelas memberikan peringatan kepadanya namun Simone hanya menatap tenang kearah wajah Thomas
Wajah polos yang semula terpampang pada wajah Simone kini menghilang begitu saja digantikan dengan wajah datar yang menatap Thomas tak berminat . bahkan untuk membaca Ekspesinya saja aku tidak bisa karna Simone memiliki pola fikir yang rumit yang tidak aku mengerti .
" Hellen ..." Panggil pria itu dengan suara datar nya
Suara Simone terdengar sangat datar saat memanggilku dan aku merasa ada yang berbeda dengan cara pria itu saat memanggil nama Thomas , perbedaan yang tidak terlalu kentara tapi aku merasakan perbedaan itu .
Aku hanya terdiam seraya memberanikan diri untuk membalas tatapan yang di berikan pria itu sedikit demi sedikit . aku meneliti lebih jauh bagaimana wajah pria itu , dia memang terlihat tampan untuk usianya yang sekarang aku bahkan tidak melihat tanda-tanda kejahatan pada wajahnya dan entah kenapa aku merasa wajahnya sedikit familiar seolah aku pernah melihatnya di suatu tempat .
" Cukup . Silahkan keluar dari rumahku " ucap Thomas hingga membuat aku dan Simone memutuskan kontak mata kami dan menatap kearah thomas yang kini sudah berdiri dari duduknya
Kulihat Simone dan Thomas saling bertatapan satu sama lain hingga Aku dapat melihat tinggi tubuh mereka dengan sangat jelas , tinggi mereka tidak jauh berbeda hanya saja Thomas memiliki tubuh yang lebih pendek sedikit dari tubuh Simone .
Aku hanya terdiam seraya melihat perubahan wajah Simone yang secepat kilat , tidak ada emosi khusus pada ekspresinya saat ini .
" Untuk ukuran orang yang aku besarkan , kau tidak tau caranya berterimakasih , Thomas " Sambung Simone seraya menatap Thomas dan menampilkan senyum remeh di wajahnya
" Kau menjadi lemah dan kau juga menjadi orang yang tidak berdaya " ucapnya lagi dan lagi seraya memutarkan tubuhnya dan menjauh dari kami
" Kalau aku tau kau akan menjadi selemah ini , sudah sejak lama aku melenyapkan hama itu " ucapnya lagi seraya berjalan beberapa langkah dari kami tanpa membalikkan badannya
Aku jelas tau siapa yang dia sebut sebagai hama itu .
" Dan pastikan anak itu menjaga dirinya dengan baik dan pastikan kau bisa menjaganya dengan baik Thom , karena bisa saja tanganku tergelincir untuk menarik pelatuk di kepalanya . Bukankah dia orang yang paling berharga di hidup mu . Dan jangan lupakan siapa kau sebenarnya Thom , kau jelas tau bagaimana monster yang ada pada dirimu sendiri " ucap Simone lagi panjang lebar namun kali ini pria itupun menatap kearah kami dari jarak yang tidak terlalu jauh
Thomas tersentak saat mendengar penjelasan pria itu , jelas sekali kurasakan Thomas terpengaruh dengan kalimat terakhir yang Simone ucapkan kulihat Thomas mengepalkan tangannya kuat-kuat dan aku pun langsung menyentuh nya seolah menenangkan pria itu .
" Akan lebih menarik jika kau yang membunuh nya Thom , tidak ada yang mengerti dirimu kecuali aku . Dia akan meninggalkanmu dan kau akan berakhir seperti dulu menjadi sangat menyedihkan dan tidak diinginkan Thomas , menjadi pria yang sendirian dan tidak diharapk— "
Aku menatap kearah Thomas untuk setiap kata yang diucapkan oleh Simone seolah terus memperhatikan ekspresi wajah nya yang kini terlihat sangat tegang dan tidak bersahabat .
__ADS_1
Ucapan Simone benar-benar mempengaruhi pikiran Thomas , jelas sekali bahwa Thomas bisa dikendalikan oleh pria itu .
Aku yang masih terduduk dan berada di samping Thomas pun terus mengenggam tangan pria itu seolah meyakinkan Thomas bawah aku tidak akan meninggalkan nya . Namun saat Thomas menatapku saat itu juga aku melihat rasa tidak percaya diri dan takut yang sangat ketara di matanya hingga kurasakan detik berikutnya Thomas menghempaskan tanganku begitu saja .
" Hentikan itu !! " Teriakku marah seraya bangkit dari dudukku memotong ucapan Simone
Kulihat Thomas menatap kearahku dan menatap kearah Simon secara bergantian . Thomas menatap kami secara bergantian seolah tengah dilanda kebingungan pada pikiran nya saat ini .
" Aku tidak akan meninggalkan nya . Aku tidak akan meninggalkan mu , Thom " Ucapku pada Thomas dan juga Simone
Aku menatap Thomas seolah meyakinkan pria itu dan melirik sekilas kearah Simone yang tengah tersenyum miring meremehkan ku .
" Aku harap begitu " ucap Simone seraya benar-benar melangkahkan kakinya menjauh dari kami
Aku kembali menatap kearah Thomas yang masih terdiam mematung di tempatnya , ku sentuh pipi Thomas yang saat itu menatap kosong kearah ku.
" Aku tidak akan meninggalkanmu , Thom " Ucapku lagi meyakinkan pria itu Seraya menatap sendu kearahnya
" Percaya padamu , karena aku juga sudah mulai mencintaimu . Aku tidak akan meninggalkanmu Thomas , sekalipun kau yang meminta ku untuk pergi aku tidak akan meninggalkanmu . Aku berjanji " Sambung ku yang masih terus meyakinkan pria itu
" Aku tidak akan seperti mereka , aku akan ada disini selalu bersama mu . Aku berjanji untuk itu " ucapku lagi seraya memberanikan diri untuk menyentuh lengan pria itu
Kurasakan Thomas kini sudah mulai sedikit tenang namun ada sedikit perubahan pada diri Thomas yang sangat ketara di mata ku . Thomas seolah memberikan sedikit jarak padaku dan hal itu membuatku merasa sedih dan ingin menangis namun sebisa mungkin aku menahan perasaan itu .
Ku alihkan pandangan ku ke beberapa penjaga yang terluka dan kini sudah diobati , saat aku hendak memeriksa beberapa orang yang terluka lain nya tiba-tiba Thomas menahan ku.
" Mereka akan dirawat oleh Dokter lain , kau tetaplah disini " ucapnya dengan suara datar nya hingga membuat aku mendesah pelan dan mengangguk patuh menuruti keinginan pria itu
Thomas berjalan menjauhi ku , kurasakan ia kembali mengacuhkan ku dan kini kurasakan Thomas menjadi lebih pendiam dari biasanya terlihat .
" Thomas..." Panggilku dan pria itu pun menoleh kearah ku
Kulihat Thomas menatapku sendu dan terkesan jauh seolah ada sesuatu yang tengah ia pikirkan dan apapun yang ia pikirkan saat ini entah kenapa membuatku sangat takut , aku takut saat mengetahui bahwa Thomas lah yang justru memilih untuk meninggalkan aku.
" Masuklah ke kamarmu Hellen , aku harus pergi " ucapnya begitu saja tanpa menunggu jawaban dariku pria itu pun pergi hingga membuat aku menatap punggung Thomas dengan tatapan sedih dan terasa menyakitkan di dadaku
" Aku akan menunggumu Thomas " ucapku pelan mungkin sangat pelan seraya aku menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan raut wajah sedihku .
.
__ADS_1
.