Doctor Cantik Vs Mafia Tampan

Doctor Cantik Vs Mafia Tampan
Menerawang jauh...


__ADS_3

Tanpa alasan yang jelas aku pun menangis seraya terus menatap kearah wajah pria itu . Dan tanpa sadar aku menyentuh wajahnya tanpa alasan yang jelas , aku menatap lekat mata Thomas lebih dalam lagi seraya menyentuh pipi pria itu dengan tangan bergetar .


" Kosong , Kehampaan dan kesendirian . kau .... kau merasakan itu semua " ucapku dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca


" kau ... Kau tidak merasakan sakit bahkan saat kau menyakiti ibumu , kau mencari belas kasihan yang setidaknya tersisa untuk dirimu sendiri , kau mencari semua rasa yang telah hilang itu . kau ..kau mencari seperi apa sebenarnya dirimu dan kau tidak menemukan apa-apa , yang kau temukan hanyalah kehampaan yang sangat nyata " sambung ku dengan suara Isak tangis dan masih terus menatap kearah nya


Kurasakan tubuh Thomas menegang beberapa detik , tidak ada ekspresi apapun yang dikeluarkan oleh pria itu bahkan ekspresi datar dan dingin pun tidak ada ku rasakan saat ini , kini wajahnya hanya menampilkan tatapan kosong yang sangat terlihat jelas di mataku .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Author ...


seketika tatapan kosong Thomas merawan jauh kearah kehidupan masa kecilnya ketika Thomas kecil masih merasa kehangatan dari ibu dan juga saudara kembarnya .


Thomas berlarian dengan tas yang masih menggantung di dibelakang pundak nya . Saat ini ia harus pergi dan pulang sekolah seorang diri karena saudara kembarnya yang bernama Thitan tengah mengalami demam dan tidak bisa masuk sekolah untuk saat ini , begitulah yang di ucapkan Ibu mereka pada Thomas saat itu .


Thomas masuk dalam rumahnya dan langsung berlari menuju kamar miliknya dan juga kamar milik Thitan , mereka memang tidur bersama sampai saat ini , karena keduanya tidak suka tidur terpisah .

__ADS_1


Rumah tersebut terasa sangat sepi namun tidak menjadi hal yang baru untuk Thomas , di rumah itu ia hanya tinggal bersama Ibu dan juga saudara kembarnya sedangkan ayahnya , beliau berada di rumah istri sahnya .


Thomas terus berlari mencari keberadaan saudara kembar kesayangan nya itu namun ia tidak menemukannya di manapun .


" Apa Thitan berada ditanam belakang ? " Tanya Thomas pada dirinya sendiri


Setelah menaruh tasnya Thomas pun berjalan dengan kaki kecilnya menuju pintu dapur yang langsung berhadapan dengan halaman belakang rumah mereka .


Dengan pakaian sekolah yang masih lengkap Thomas pun mencari keberadaan Thitan . Saat tiba di halaman belakang Thomas melihat sosok Thitan yang tengah berongkok didekat pohon yang lumayan besar di sana . awalnya Thomas berniat untuk mengejutkan saudara kembarnya namun seketika dirinya lah yang terkejut dengan keadaan Thitan saat itu .


Thitan hanya melihat kilas keberadaan Thomas lalu kembali menatap kearah depannya dan mengarahkan ujung pisau yang ada di tangan kanannya kearah mata seekor anjing yang berada di depannya , dengan keji Thitan mencongkel mata hewan tersebut hingga membuat Thomas hampir memuntahkan isi dalam perutnya saat melihat kelakuan saudara kembarnya itu.


" Apa yang kau lakukan , Thitan ?? " Tanya Thomas dengan nada tinggi seraya meraih anjing yang sudah tak bernyawa itu kedalam peluknya


Thomas menatap mayat anjing itu dengan tatapan iba sedangkan Thitan hanya terdiam tanpa merasa bersalah dan berdiri dari duduknya seraya menatap Thomas yang masih memeluk hewan tersebut .


" Anjing itu menyakitimu Thomas , bukankah dia sudah mengigit kaki Thom minggu lalu " ucap Thitan polos tanpa rasa bersalah hingga membuat Thomas menatap kearah saudara kembarnya dangan tatap tak mengerti

__ADS_1


" Apapun yang menyakiti mu harus aku bunuh . Thitan tidak suka jika Thom di sakiti " Sambungannya lagi dengan wajah polos seraya menatap Thomas lekat-lekat


Tanpa aba-aba tiba-tiba Thitan menarik paksa kaki anjing itu hingga terlepas dari genggaman tangan Thomas . Thitan kembali mengangkat pisaunya keatas lalu memotong leher anjing itu hingga terpisah dari tubuhnya , tanpa rasa takut Thitan memotong-motong hewan tersebut hingga tak beraturan .


" Apa yang kau lakukan Thitan , Hentikan " ucap Thomas berteriak seraya menarik pisau yang ada di tangan saudaranya itu


Thomas berniat menghentikan aksi yang akan dilakukan oleh Thitan yang menurutnya sangat keji . Ia terus berteriak agar saudaranya itu sadar namun tiba-tiba suara nya tercekat saat mendengar suara lain yang terdengar sangat terkejut dengan apa yang tengah di lihatnya.


" Ya Tuhan.... , Ada apa ini ?? " teriak ibu dari dua orang anak tersebut dengan wajah terkejut hingga membuat keduanya menoleh kearah wanita tersebut


Wajah Thitan masih menampilkan ekspresi polos seperti tak terjadi apapun berbanding terbalik dengan Thomas yang sangat terkejut dengan kehadiran sang ibu .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2